
Dan pada akhirnnya ibu Rinda datang gak lama setelah Keysa duduk di tempat duduknya dan bu Rinda segera memulai pelajarannya tersebut dan membahas sedikit tentang pertandingan Victoria cup yang di adakan bulan depan ibu Rinda sangat antusias karena pertandingan tersebut sangat penting baginya agar pamor universitas Gunadarma Indonesia naik, dan dirinya juga sebagai pengurus tim yang mewakili universitas Gunadarma Indonesia
"Hallo, selamat pagi anak-anak gimana kabar kalian sehat semua oh iya gimana persiapan tim kalian apa kalian udah sangat Mateng untuk mengikuti kompetisi pertandingan Victoria cup yang di adakan bulan depan" (kata ibu Rinda) seraya tersenyum dan penuh harapan
"Kabar baik untuk kami semua udah siap dong bu saya akan membawa piala untuk universitas Gunadarma Indonesia dan aku persembahkan untuk ibu Rinda yang sangat cantik dan imut" (kata Revo) sambil tersenyum melihat Bu Rinda
"Baiklah, saya akan menunggu itu Revo awas aja kamu hanya omong doang ya ibu enggan lagi bicara sama kamu" (kata ibu Rinda)
"Hahaha ibu masih meragukan kualitas pemain kami ya Bu kami gak akan mengecewakan ibu dan kampus ini Bu liat saja ntar tim Lion akan membawa piala tersebut" (kata Revo)
"Oke yang lain gimana, owh iya Dimas gimana tim Lancer kamu ikut berpartisipasi kan dalam pertandingan Victoria cup ini apakah udah ada persetujuan dari ayah kamu dan pelatih Lancer" (kata Bu Rinda)
"Udah Bu kami dari tim Lancer akan mengikuti dan berpartisipasi dalam pertandingan tersebut"(kata Dimas) dengan nada rendah
"Terus bagaimana dengan tim kamu yang kurang dua orang itu, dengar dengar kamu masih belum menemukan pemain katannya" (kata ibu Rinda)
"Kalau itu udah dapat Bu dan saya nggak akan memberitahunya karena takut ada yang bayar dari belakang Bu kan waktu pertandingan warrior cup itu ada yang membayar Bu sehingga 2 orang Andi dan Surya keluar dari tim saya Bu hahaha"(kata Dimas) sambil melihat ke Revo dengan penuh sini
__ADS_1
Pada akhirnnya suasana memanas karena Revo mendengar omongan yang tidak mengenakkan emang bener sih waktu itu management lion membayar Andi dan Surya agar hengkang, agar tim Lion bisa menjadi juara satu dan mendapatkan hadiah yang sangat besar tersebut tanpa perlu mengotori tangannya
"Apa-apaan kamu mas kamu gak terima kamu kalah di diskualifikasi pada waktu itu, wajah kamu ini santai aja jangan menyindir seperti kalau kamu emang gak senang sama aku ada baiknnya kita melakukan ajang pembuktian di luar setelah pelajaran selesai ini, jangan seperti perempuan main nyindir nyindir gimana apa kah kamu mau" (kata Revo) sambil menatap tajam ke arah Dimas
"Hahahaha, kamu yakin dengan perkataan kamu 1 lawan 1 nanti di aula ya ayo siapa takut aku udah lama menginginkan hal ini terjadi tak gak ada moment Cok oke selesai pelajaran ini kita adu mekanik siapa yang paling pantas di segani di kampus ini" (kata Dimas) samb tersenyum
"Oke aku tunggu di aula"
Sontak semua yang ada didalam ruangan kaget dengan perkataan Revo dan Dimas karena dua orang ini anak favorit di kampus universitas Gunadarma Indonesia karena sama-sama memiliki ketenaran pada saat itu dan Keysa, Rifki, Rafi mencoba menghentikan perdebatan itu namun sayang perdebatan itu gak bisa di hentikan sebelum salah satu mengalah
"Udah bang, jangan di perpanjang gak usah di ladenin orang seperti itu buktikan di pertandingan resmi aja bang malu di lihat di ibu Rinda tu"( kata Kesya) sambil khawatir dengan keadaan abangnnya
"Nggak bisa, kalian jangan ikut campur ini masalah aku dengan si sombong ini pokoknnya habis pelajaran ini aku mau ke aula dan memukuli dia sampai babak belur" (kata Dimas) yang raut wajahnya udah berubah
" Jangan Banyan bacot, aku tunggu di aula mas yaudah kita belajar dulu kita dengar kan penjelasan dari ibu Rinda selesai ini baru kita adu mekanik, apakah kamu setuju percuma berkoar-koar disini kalau gak ada pembuktiannya hahahahah" (kata Revo) sambil tertawa lepas
"Baiklah, aku akan menuruti apa kata kamu Revo dasar b*jingan" (kata Dimas) yang lagi emosi
__ADS_1
Dan ibu Rinda menenangkan mereka berdua agar tidak melanjutkannya di luar kelas karena dua orangnnya kalau berkelahi akan heboh 1 kampus karena sama sama capten di tim masing-masing si Dimas capten Lancer sementara itu si Revo capten lion dan ibu Rinda sangat khawatir dengan keduannya karena dia sama sama anak murid ibu Rinda yang dapat di andalkan,
"Udah, kalian jangan perpanjang masalah yang udah berlalu itu lupakan saja jangan di bahas mari kita tanamkan kekompakan di dalam hati kita agar kita menangkan pertandingan Victoria cup ini" (kata Bu Rinda) sambil tersenyum melihat dimas dan Revo
"Nggak bisa Bu ini harga diri saya aku gak akan mengurungkan niat saya untuk bertengkar sama Revo Bu gak akan" kata Dimas
"Iya begitupun saya Bu, saya juga gak akan mengurungkan niat saya juga Bu untuk adu mekanik sama Dimas, karena dia sudah menyindir saya Bu kami ada rival abadi Bu saya harap ibu jangan ikut campur dengan masalah kami ini, kalau tidak ibu yang akan saya habisin Bu" (kata Revo) sambil memandangi bu Rinda
Dan pada akhirnnya tim Lion berdiri dan tidak menghiraukan ibu Rinda karena, ibu Rinda sendiri sudah ketakutan dengan perkataan Revo pada kala itu, dan seisi ruangan senyap karena kelakuan Revo terhadap ibu rinda, yang membentaknya hingga dosen tersebut tidak bisa berkata apa-apa lagi, dan tiba-tiba Maulana bersuara dengan santai dengan mengarahkan senyumannya terhadap Revo tersebut
"Baiklah untuk kali ini ibu tidak bisa berbuat apa apa lagi, ibu pasrah kalian mau bertengkar selesai pelajaran ibu akan tetapi ibu harap kalian coba pikir-pikir lagi dengan perkataan kalian karena itu bisa membahayakan diri kalian sendiri dan kalian harus menanggung perbuatan kalian ya, ibu gak mau lagi bicara, dan ibu pamit undur diri" (kata Bu Rinda) sambil meneteskan air mata karena di bentak oleh Revo
"Hahahahaha beraninnya kok sama perempuan ingin menghajar perempuan ya kamu Rev apa kamu gak punya harga diri sampai-sampai ibu Rinda mengeluarkan air matannya" (kata Maulana) sambil tersenyum mengejek kepada revo
"Heh, anak kampungan tutup mulut mu yang busuk itu aku gak minta kamu berbicara apa kamu mau menjadi daging cincang selepas pelajaran ini selesai, sekalian kamu berdua sama Dimas itu aku gak takut sama sekali" (kata Revo) dan wajah Revi yang sangat kesal kala itu sambil menunjuk Maulana
"Hahaha, apa kata bilang mulut aku yang busuk ya, apa kamu gak sadar ya dengan perkataan kamu barusan yang menyakiti guru mu sendiri hingga meneteskan air mata, sekarang siapa yang mulutnnya busuk aku atau kamu hahahaha" (kata Maulana) sambil tertawa terbahak-bahak
__ADS_1