
"Awas ya kamu anak kampungan, aku akan membuat perhitungan dengan kamu, berani-beraninya kamu menertawakan aku, dan mempermalukan aku, emang kamu gak tau ya siapa aku Disini dan pernah menjuarai pertandingan warrior cup tahun lalu" (kata Revo) sambil menunjuk Maulana
"Emang kamu siapa disini, dengerin ya aku gak akan takut selagi aku gak salah sama orang tersebut sekali pun orang tersebut, orang terkuat di bumi ini hahaha, kenapa kamu kesal ya sama aku hahaha, jadi sekarang siapa yang salah kamu atau aku"(kata Maulana) sambil tertawa menghadap Revo
Seketika itu perdebatan gak ada berhenti nya Maulana terus menyalahkan Revo Karen membuat ibu Rinda menangis, dan ibu Rinda sangat bangga terhadap Maulana atas keberaniannya seketika itu Rifki tersenyum menghadap Maulana, disaat itu semua kelas memandangi Maulana karena telah berani berbicara dengan revo yang sangat emosi tersebut, dan Keysa salah satunnya membuat semakin penasaran dengan Maulana karena keberaniannya tersebut Revo kehabisan kata
"Bu Rinda, menghela nafas lega seraya berkata dalam hatinnya, Maulana sangat berani kepada Revo tidak takut sedikit pun dengan lantang berbicara kepada Revo bahwa Revo yang salah" (kata Bu Rinda) dalam hati membuat Bu Rinda bangga terhadap keberanian Maulana
"Ini anak berani banget ya, apa karena dia sekarang dalam lindungan Lancer maka membekas Abang saya sehingga seperti itu wahh semakin penasaran aja aku ini terhadap anak baru ini hehehe" (kata Keysa) berucap dalam hati dan memberikan senyum terhadap Maulana
"Lana, kamu kenak angin apa kok kamu berani banget berkata seperti itu, tapi baguslah kamu berkata seperti ke Revo biar dia sadar atas kesalahannya yang telah dia perbuat, keren sih kamu hehe" (kata Rifki) seraya memandang Maulana dengan penuh full senyum
"Biar dia tau Rif dan berkaca karena di atas bumi ini masih ada langit kamu ngerti kan Rif maksud aku" (kata Maulana)
"Iya tau, sangat tau apa maksudmu Lana
Tiba-tiba Revo menghampiri Maulana dan seketika itu Revo langsung memukul Maulana dengan pukulan yang mengarahkan ke mukannya sontak Maulana terdiam saat sebentar karena tersungkur ke lantai dan atas kejadian tersebut Dimas sangat marah langsung mengajar Revo karena dia telah berani menyakiti temannya yaitu Maulana
"Kamu ya dari tadi mulut mu ini busuk gak diam ini rasakan pukulan aku ci ah" (kata Revo) sambil melontarkan pukulan ke arah maulana
Thiess thesis thesis
"Aduhhhh aduhh sakitttt"
__ADS_1
"Rasakan kamu sekarang makannya jangan pernah melakukan lagi ya anak kampung"
"Hay, lawan kamu bukan dia ini sialan, dasar bedebah beraninnya kamu memukul temen aku ni aku balaskan ci a h rasakan ini Revo b*jingan" (kata Dimas) sambil memukul ke arah Revo
Plassss plassss plassss
"Pukulan mu tidak berasa kali apa aku ajarkan ke kamu bagaimana cara memukul dengan baik"
Sontak Dimas, Rifki, Rafi yang melihat kejadian itu sangat kaget karena tidak menyangka Revo sekuat itu, karena Dimas sangat kuat memukul Revo akan tetapi Revo sendiri gak tumbang dan tidak bergoyang sedikit pun
"Hah, apa, apa ini, apakah aku gak salah lihat kuat banget ini kenapa Revo tidak bergerak sedikit pun saat Dimas melontarkan pukulannya yang sangat keras itu ke Revo tidak ber efek ya, ini aneh banget" (kata Rifki) mengucap dalam hati sambil tidak percaya melihat kejadian yang dilihatnya
"Ini bukan manusia ini hantu b*bajingan ini berhasil menahan serangan Dimas dan begitu juga dia tidak berkutik sedikit pun wah ini bahaya ini" (kata Rafi) melihat Revo tidak percaya karena sekuat itu
Setelah Revo ingin membalas pukulan Dimas tiba-tiba ada yang menarik tangan Dimas dan seraya berkata udah hentikan cap, udah selesai bermain-mainnya jangan teruskan dan jangan buat keributan gak enak sama yang lain, itu liat gara-gara kamu Keysa menangis udah jangan di teruskan lebih baik kita pulang dan pergi ke base camp untuk latihan, untuk persiapan pertandingan Victoria cup bulan depan
"Ni aku ajarkan bagaimana cara memukul dengan benar mas ni rasakan ya ci a h" (kata Revo) sambil berteriak sangat kencang
"Thank, udah jangan di terus kan kep udah habis waktu kita bermain-mainnya dengan tim Lancer" (kata jaya) sambil menahan tangan Revo agar tidak memukul Dimas
"Hahahahahaha iya, iya aku paham Jay aku hanya ingin mengetes kemampuan tim Lancer ini, rupannya ternyata masih sangat lemah hahahaha masih jauh kemampuan kita hahaha" (kata Revo) sambil tertawa dan merendahkan tim Lancer pada kala itu
"Udah, jangan di teruskan kasian Keysa wanita idaman kamu menangis, kecantikannya hilang seketika udah jangan di teruskan lebih baik kita pulang suasana disini udah tidak nyaman cap" (kata jaya) sambil memukul Revo untuk pulang
__ADS_1
"Hahahahah, tenang aja kamu mas, kamu urus aja temen kamu yang terkapar itu ya, bawak dia berobat ke klinik terdekat hahaha, kalau bukan keysa yang memohon untuk berhenti aku tidak akan Sudi berhenti udah pasti aku akan memukul kamu dan menghancurkan meratakan muka kamu itu" (kata Revo) sambil tertawa lepas
"Udah cukup, stop jangan di teruskan, sekarang kamu pergi dari sini aku mohon, aku mohon jangan sakiti Abang aku"(kata Keysa)
"Iya baiklah, putri ku yang cantik aku akan pergi sekarang juga dari sini"(kata Revo)
Dan Revo pun memutuskan untuk pergi dari kampusnya karena suasana udah semakin panas, dan orang di sekeliling kampus banyak berdatangan ke kelas mereka karena kejadian tersebut, dan Dimas hanya bisa terdiam melihat kejadiannya tersebut karena tidak menyangka pukulannya tidak membuat Revo sedikit pun bergerak dengan pukulannya, disaat itu juga Maulana Terkapar dan melihat hidungnnya berdarah, Rifki pun segera membantu untuk berdiri karena Maulana hanya berpura-pura jatuh dan membiarkan Revo memukulnya karena dia takut kalau dia melawan identitasnnya akan ketahuan, dia tidak hal terjadi
"Dah aku pergi dulu semuannya hahaha, buat kamu mas sampai berjumpa di pertandingan bulan depan"(kata Revo) sambil tertawa dan pergi meninggalkan kelas tersebut
"Heeeeee apa yang terjadi dengan pukulan aku tadi kenapa bisa begini, kenapa ini haaaaaaa" (kata Dimas) berucap dalam hati sambil terlihat kesal sama Revo
"Lana, apa kamu baik baik saja itu hidung kamu berdarah Lo gimana, sakit ya, yuk aku bawa ke klinik karena darahnnya gak berhenti Lana"(kata Rifki) sedikit khawatir dengan keadaaan Maulana
"Astaghfirullah, ni anak ya jelas sakit lah, emang kamu gak liat ya hidung aku ini mengeluarkan darah, akan tetapi Ga apa apa kok, tenang aja gak usah di bawak ke klinik sebentar lagi berhenti kok dengan sendirinya ambil kan daun sirih aja Rif aku coba tahan pakai itu aja agar darahnnya berhenti mengalir Rif, tolong ya kepala aku agak sedikit pusing ni" (kata Maulana) sambil tersenyum ke arah Rifki
"Yaudah, aku ambilkan dulu ya daun sirih nnya agar darah yang keluar dari hidung kamu berhenti lana" (kata Rifki) sambil bergegas mengambilkan daun sirih
"Gimana Lana apa kamu baik baik saja lain kali kamu jangan nekat seperti itu lagi ya lana kan begini deh akibatnya" (kata Bu Rinda) sambil kagum melihat Maulana
"Iya, Maulana jangan di ulangi lagi ya tuh habis keluar kecap dari hidung kamu hehe" (kata Keysa) sambil tersenyum kagum terhadap Maulana
"Iya Bu, tenang aja udah biasa Bu
__ADS_1
"Iya key, lebih baik kamu usap dulu air mata kamu soalnnya cantik nya hilang tu hehe(kata Maulana) sambil tersenyum ke arah Keysa