
Setelah Keysa mengusap air matannya dan dia sangat kagum melihat Maulana karena keberaniannya yang membela Dimas hingga dia kenak imbasnya, kenak pukulan oleh Revo, dan Maulana menunggu kedatangan Rifki yang sedang mencarikannya daun sirih untuk menyumbat darah yang terus mengalir di hidungnnya Maulana
"Wah, rupannya sakit juga ya haduh darahnnya gak berhenti nih dari hidung ku sakit banget pedih" (kata Maulana) sambil pura-pura kesakitan agar mendapatkan perhatian oleh Keysa hehehe
"Itulah, kamu Lana kok kamu berani-beraninnya sih berkata seperti itu kepada Revo kamu tau sendiri dia orangnnya tempramental, kan kenak sendiri kamu bantuannya" (kata Rafi)
"Gak apa apa kok, aku hanya membela capten ku disaat membutuhkan pembelaan dari ku walaupun aku gak punya beladiri setidaknya aku berani melawan dengan ocehan ku sehingga Revo memukul ku tadi hehehe"(kata Maulana) sambil tersenyum kepada Rafi
"Iya sih, aku tadi kaget juga kenapa kamu berani betul Lana, aku gak usah di bela Lana aku bisa kok mangatasi masalah tadi sendiri Lana, lain kali jangan begitu ya Lana, hehehe" (kata Dimas) yang sudah emosinnya reda dan melupakan masalah yang di alaminya tadi
"Iya deh aku gak akan ngurangin kejadian tadi, karena aku gak nyangka aja Revo memukul ku, aku kaget hehe" (kata Maulana) dengan berkata lembut kepada Dimas
"Iya Lana, lain kali kamu lebih berhati-hati lagi ya kalau ngomong soalnnya yang di lawan kamu tadi adalah capten lion dia tak akan segan-segan untuk memukul mu, untung aja tadi ada yang melerai perkelahian kamu tadi kalau nggak aku tidak tau apa yang terjadi sama kamu, nih tisu buat kamu kamu lap darah kamu itu aku kasian liat kamu belum apa-apa udah berdarah aja hidung kamu hehe"(kata Keysa) sambil memberikan tisu kepada Maulana dengan wajah tersenyum
"Makasih banyak ya key, tisu ini bisa langsung menyembuhkan ku karena tisu ini di beri oleh bidadari yang turun dari bumi hehehe" (kata Maulana) sambil tersenyum ke arah Keysa, dan menggodanya
"Iya sama-sama, jangan gitu Lana jangan panggil aku bidadari jadi malu aku ni hehehe" (kata Keysa) dengan tersipu malu
Setelah sekian lama menunggu Rifki, dan akhirnnya Rifki datang juga dan membawa kan daun sirih yang di minta oleh Maulana
"Ni Lana, daun sirih nya maaf ya lama, karena aku mencarinya terlebih dahulu maklum, aku gak tau daun sirih dimana letaknya, nih buat sumbat hidung kamu"(kata Rifki) dengan kelelahan dan berkeringat
"Owh iya, makasih banyak ya Rif, akan tetapi hidung ku udah sembuh gak sakit lagi Rif, karena dengan tisu ini"(kata Maulana)
"Apa kamu bilang, aku bersusah payah mencari daun sirih ini tapi ngomong udah sembuh dengan tisu maksud kamu apa kamu gak gila kan Lana" (kata Rifki) dengan wajah menjengkelkan
__ADS_1
"Hahaha, iya ni Rif aku gila karena tisu ini kamu mau tau kenapa, karena tisu ini pemberian bidadari yang turun di bumi di utus tuhan untuk menolong ku hahaha" (kata Maulana) sambil tertawa terbahak bahak dan mengambil daun sirih yang di bawa oleh Rifki
"Haaa, siapa bidadari itu, Lana"(kata Rifki) dengan wajah penasaran
"Siapa lagi kalau bukan Keysa yang berada di hadapanmu Rif hehe dia lah bidadari yang memberikan tisu sepertiku hehe"(kata maulana) sambil mengarahkan pandangannya ke Keysa
"Apa kamu bilang Keysa memberikanmu tisu wahhh keren, kamu keren Lana"(kata Rifki) sambil tersenyum ke arah Maulana
"Hehe apaansih kamu Lana, udah lah jangan di bahas kan aku memberikan kamu tisu bukan apa apa cuman aku kasian liat hidung kamu yang terus mengeluarkan darah lama hehe jadi kamu jangan berpikiran yang aneh-aneh ya" (kata Keysa sambil tersenyum ke arah maulana
"Hahahahaha, sabar Lana sabar Lana ini bukan waktunnya aku hanya tertawa Lana dengan tingkah kamu yang seolah olah Keysa memberikan kamu dengan sebuah perhatian lebih rupannya karena kasian hahahah" (kata Rifki) dan tertawa terbahak bahak
"Hehe iya key, tau kok aku aku hanya bercanda aja tadi eh iya makasih ya tisu nya key" (kata Maulana)
Dan pada akhirnnya pembicaraan mereka seketika itu oleh bu Rinda sambil berjalan ke Maulana dan menanyakan keadaannya tersebut seraya kagum melihat Maulana yang berani tadi atas apa yang di lakukannya dan memberikan sapu tangan Bu Rinda ke pada Maulana sebagai tanda terimakasih dia karena sudah membelanya hehehe
Tuk tuk tuk
"Maulana gimana keadaan kamu apakah kamu baik Baik saja itu hidung kamu berdarah ya maaf kan ibu ya Lana, karena ibu kamu menjadi seperti ini" (kata ibu Rinda ) dan memandangi Maulana dengan kekhawatiran
"Nggak kok Bu aku baik-baik saja ini udah aku sumbat dengan daun sirih Bu, udah ibu jangan menangis lagi, aku gak apa apa kok Bu iya beneran ibu jangan khawatir ya" (kata Maulana) sambil tersenyum ke arah ibu Rinda
"Maaf kan ibu ya Lana, gara-gara ibu kamu jadi seperti ini seharusnya tadi melerai perkelahian kamu dengan revo akan tetapi apa daya ibu, ibu adalah seorang wanita yang lemah maaf kan ibu ya sekali lagi Lana"(kata Bu Rinda)
"Iya ibu gak apa apa kok, ibu gak usah khawatir udah sepantasnya aku membela ibu Karena ibu adalah guru ku sendiri" (kata Maulana) sambil tersenyum ke arah Bu Rinda pada saat itu
__ADS_1
"Iya Bu udah Maulana ini kuat kok Bu dia tahan banting ibu gak usah khawatir saya udah memberikan daun sirih tadi untuk menyumbat agar darahnnya hidung Maulana tidak mengalir terus"(kata Rifki) kepada Bu Rinda
"Iya Bu, bener kata Rifki udah ibu gak usah khawatir dengan keadaan saya, saya udah baik-baik saja kok buktinnya saya bisa bicara dengan ibu sekarang kan" (kata Maulana)
"Yaudah syukur lah Lana, nih sarung tangan ibu buat kamu untuk mengusap rasa sakit mu terhadap hidung mu Lana" (kata Bu Rinda)
"Gak usah ibu ini aku udah sembuh kok udah gak sakit lagi Bu beneran" (kata Maulana)
"Gak apa apa Lana, anggap aja ini ucapan terimakasih ibu karena kamu udah membela ibu tadi, diambil ya Lana nih" (kata bu rinda)
"Yaudah kalau ibu maksa saya ambil ya Bu buat kenang-kenangan hehe lumayan sarung tangan yang di berikan oleh ibu yang secantik Bu Rinda ini hehehe"( kata Maulana) dan menggoda bu Rinda
"Hadeuhh kamu Lana dapat rezeki nomplok kalau begitu kenapa aku yang gak jadi kamu tadi ya Lana haha" (kata Rifki) seraya tidak percaya dengan kejadian hal yang barusan di lihat
"Hahaha bisa aja kamu Rif" (kata Maulana)
"Yaudah kalian boleh pulang sekarang ibu juga mau pulang mau istirahat dirumah saja" (kata Bu Rinda)
"Iya Bu, kamu juga mau istirahat
"Yuadah kalian hati-hati di jalan ya
"Iya Bu
Dan akhirnnya Meraka meninggalkan kampus untuk beristirahat dirumah masing masing sementara itu Maulana di antar oleh Rifki karena badannya masih sangat lemah dan belum begitu vit untuk melakukan pergerakan
__ADS_1