TAK TERKALAHKAN

TAK TERKALAHKAN
Terluka Nya Maulana


__ADS_3

"Yaudah Lana, kamu aku antar ya kasian kamu pasti masih sempoyongan, gimana kondisi kamu sekarang udah enakkan kan"(kata Rifki)


"Makasih Rif, maaf ya merepotkan udah enakkan sih tapi kepala ku sedikit pusing aja mungkin, karena banyak darah yang keluar dari hidung ku tadi Riff yaudah Rif makasih banyak ya, yuk pulang"


Dan pada akhirnnya mereka pulang kerumah masing-masing dan Rifki mengantar kan Maulana pulang ke kost'annnya setelah tiba di kost'annnya Maulana pun segera di bawa oleh Rifki kedalam agar beristirahat aja dan tidak usah ikut latihan dulu sementara karena kondisi Maulana masih sempoyongan


"Yaudah Lana kamu kamu istirahat aja dulu, owhiya kamu jangan latihan dulu, kamu istirahat dulu di kamar ntar kalau kamu udah sehat ntar aku jemput kamu, kita latihan bersama ya Lana"(kata Rifki)


"Iyalah, kalau begitu Rif, aku istirahat aja dulu untuk sementara ini ntar kalau aku udah sehat, aku akan ngabarin kamu ya Rif"(kata Maulana)


"Yaudah kamu sekarang istirahat ya aku mau pulang dulu ya Lana" (kata Rifki)


"Iya, terimakasih banyak ya Rif atas tumpangannya dan kamu udah mau ngantar aku hingga masuk ke kamar hehe" (kata Maulana)


"Iya, Lana udah seharusnya kita saling membantu kan sekarang kita udah menjadi satu tim hehe yaudah ya kalau begitu aku pulang dulu ya takut di cariin oleh temen-temen" (kata Rifki) sambil tersenyum ke arah maulana


"Yaudah, kamu hati-hati ya Rif di jalan"


"Iya Lana, aku tinggal dulu ya assalamualaikum "


"Waalaikumsalam Rif"


Setelah Rifki pulang dan ingin latihan bersama tim Lancer, Maulana tiba-tiba menelpon Thander yang wakil capten menyuruh dia datang ke kost'annnya dan membawa say karena dia ingin bertanya kepada thander dan say mengenai pak Agus dan tim lion,


"Thetttt thettttt therapist"


"Assalamualaikum thander"


"Waalaikumsalam salam na ada apa Lana"


"Gimana kabar anak-anak disana baik baik aja kan semuannya"

__ADS_1


"Alhamdulillah, baik Baik saja Lana, owh gimana kabar kamu di sana, kamu baik baik saja kan, dan gimana hidup seorang diri menyenangkan bukan hehehe"


"Hahaha,baik ko, enak kok kamu tenang aja jangan mengkhawatirkan aku disini kalau ada apa-apa aku langsung ngabarin kamu Thander, karena kan kamu suka bertengkar hahaha" dan tertawa lepas


"Kamu, Lana bisa aja, aku ingin menjadi seperti kamu karena enak tenang gak ada musuh hehe, kalau aku kan kamu tau sendiri identitas aku udah di ketahui oleh banyak orang, gak enak Lana, kalau seperti kamu kan masih misterius Lana hehe"


"Haha kamu bisa aja nih"


"Iya Lana aku seriusan ini hahaha"


"Yaudah kamu kesini dulu ya aku Sherlock lokasi aku sekarang jangan lupa bawakkan makanan soalnnya belum makan hehe"


"Siap capten panutan aku segera meluncur dengan say sekarang juga"


"Oke, aku tunggu kamu jangan lupa pakai masker jangan Sampai gara-gara kamu aku di cariin banyak orang ya thander sampaikan pesan ini untuk say apakah kamu mengerti wakil capten kuuu"


"Dapat di pahami dan mudah di mengerti Lana oke siap kamu tunggu jangan kemana-mana ya Lana ini kami berangkat"


"Oke Lana, waalaikumsalam"


Dan Maulana mematikan handphone dan menunggu kedatangan say dan thander, dan thander segera memanggil say yang sedang berlatih untuk menemui capten roaming tersebut


"Say, say sini kemari cepat, kamu bersih bersih kita ada panggilan darurat dari capten kita say, cepat aku tunggu disini"


"Apa kata kamu emang apa yang terjadi dengan Maulana than, kenapa dia apa dia di pukulin seseorang ya"


"Hahaha kamu ini kenapa say, Maulana gak akan kenak pukul, siapa yang berani mukul Maulana apa dia bisa hidup"


"Hahaha"


Seketika itu say sangat lega karena dia takut Maulana, di datangi oleh preman yang tadi malam dia pukul itu dan say pun membersihkan badannya, karena dia ingin sekali berjumpa dengan captennya udah lama dia bertiga tidak berjumpa dengan satu sama lain

__ADS_1


"Yaudah aku mau mandi dulu than kamu tunggu bentar ya, karena aku ingin membawakan makanan untuk dia than"


"Gak usah Rif kita beli diluar saja ntar, karena Maulana ingin kita membawakan makanan untuk dia, ya kamu gak repot-repot kita tinggal beli aja di luar sana oke sekarang kamu mandi cepat, aku mau minta izin dulu sama master Zhang we"


"Baiklah than, akhirnnya aku bisa ketemu dengan sahabat aku lagi, semoga aja dia baik baik saja tidak ada yang terluka dengan, semoga aja preman itu gak mengganggu Maulana lagi hehehe" ucap say dalam hati dengan merasa senang karena dia bisa berjumpa kembali dengan Maulana


Dan pada akhirnnya thander meninggalkan say dan pergi keruangan si master Zhang we untuk meminta izin karena dia pergi ingin menjenguk capten roaming itu dengan raut muka bahagia thander akhirnnya mendapatkan keceriaannya kembali selepas mendengar kabar baik dari Maulana yang menyuruh dia pergi,


"Huuuu senangnnya aku akhirnnya aku bisa berjumpa dengan Maulana rival abadi ku dan panutan ku, sekaligus sahabat kecil ku"


Dan sesampainya di ruangan Zhang we thander tidak lupa mengetuk pintu ruangan Zhang we dan meminta izin kepada Zhang we


"Permisi, master apakah master ada didalam aku ingin bicara sebentar kepada master, ini aku thander apakah aku boleh masuk"


"Ada, masuklah anak ku ada keperluan apa kamu ingin bertemu dengan ku, apa ada kabar dari Maulana dengan keadaan dia disana"


"Iya, Maulana menyuruh thander dan say menjenguk maulana entah ada keperluan apa mungkin saja dia kangen sama kami master"


"Baiklah kalau begitu kalau pergi dan hati-hati di jalan jangan lupa sebelum pergi ajak lagi yang lain bawa mobil aja kesana karena kalian adalah temen masa kecil, Steve, dan Peters diajak juga ya than jangan lupa ya bawa dia sekalian agar kalian melepas rindu dengan capten kalian" Zhang we sambil tersenyum tipi ke arah thander


"Akan tetapi, Peters dan Steve masih mengajari anak dari divisi 2 master gimana apakah disuruh berhenti latihan saja"


"Udah, tinggal kamu suruh berhenti dan istirahat latihannya cukup sampai disini saja ya bilang ke Steve dan Peters"


"Baiklah master, yaudah saya pamit undur diri dan mengabari hal ini kepada Peters dan Steve"


"Oke, jaga temen temen kamu di jalan ya jangan lupa titipkan salam kan kepada Maulana anakku, dan kamu juga harus menghormati capten kamu ya"


"Baiklah, iya thander akan menghormati Maulana master baiklah saya pergi dulu ya master"


"Yaudah, sekarang aku mengizinkan mu untuk pergi bawa kabari baik anak-anakku buat aku"

__ADS_1


"Iya master"


__ADS_2