
"Ran, kamu kenapa diam aja", ucap Alif saat Rani melepas genggaman tangannya.
"Alif, kita ini baru aja ketemu kemarin setelah puluhan tahun kita ngak ketemu dan sekarang kamu bilang mau jadi pacar aku apa itu tidak terlalu cepat Lif, kita harus saling mengenal dulu", ucap Rani dengan berusaha menahan perasaannya.
"Ran aku tau kita baru ketemu setelah sekian lama tapi kita dari kecil udah saling kenal dan sampai sekarang aku masih mikirin kamu", Ucap Alif kembali memegang tangan Rani.
"Lif, kalau kamu bilang begitu cuma karena kamu mau nepatin janji kita, lebih baik ngk usah karena aku ngk mau kamu terpaksa dan merelakan kebahagiaan kamu Alif", ucap Rani berusaha menahan tangisnya
"Ran aku bilang kayak gini karena aku sayang sama kamu, aku dari dulu selalu mikin kamu Ran. Aku memang belum sempat ke kampung untuk cari kamu karena aku kuliah dan setiap libur aku balik ke kota S untuk bertemu orang tuaku", Jelas Alif
"Meskipun aku tidak pernah ke kampung, aku sudah menyuruh orang untuk mencarimu tapi mereka mengatakan kalau kamu sedang kuliah di kota ini, orang suruhanku juga sudah mencari di beberapa kampus di kota ini", ucap Alif lagi yang semakin menggenggam tangan Rani.
Rani yang mendengar itu sangat senang dan terharu tapi dia tidak bisa menerima Alif karena trauma dengan hubungan semacam itu.
"Maaf Alif aku ngk bisa, kita memang sudah kenal sejal kecil tapi sekarang kita sudah dewasa dan sifat kita tidak sama lagi waktu kecil Lif", ucap Rani yang masih tetap menolak.
__ADS_1
"Kamu udah janji sama aku Ran, apa kamu lupa janji kita" ucap Alif yang tidak rela jika Rani mengatakan itu
"Aku ingat Lif, aku ingat saat kamu berjanji akan selalu menjaga aku tapi kamu tiba tiba pergi tanpa memberitau aku. Saat itu kamu yang mulai mengingkari janji kamu apa kamu lupa", ucap Rani yang sudah mulai menangis mengingat Alif yang meninggalkannya.
"Apa kamu tau sehancur apa aku saat itu bahkan aku tidak ingin ke sekolah beberapa hari hingga orang tuaku membujukku", ucap Rani kembali.
"Maafin aku Ran, aku tau aku salah tapi saat itu aku juga tidak mau pergi meninggalkan kamu tapi aku masih kecil saat itu Ran dan aku ngak berdaya untuk menolak permintaan orang tuaku bahkan aku juga menangis tapi tetap mereka tidak mau mendengarkan aku" ucap Alif menjelaskan itu
Sebenarnya Alif sudah menjelaskan itu kemarin tapi karena melihat Rani menangis dia merasa sangat bersalah.
Alif berdiri dan menghadang Rani, "Tunggu Ran. kamu masih belum memberikan alasan kamu menolak aku, kamu kemarin bilang kalau kamu belum punya pacar tapi kenapa kamu menolakku Ran. kalau masalah kita harus saling mengenal lagi aku bisa menunggu Ran, aku mau kita dekat lagi seperti dulu", ucap Alif dengan tulus.
Baru kali ini Alif memperlakukan wanita seperti itu bahkan meskipun dia punya pacar dulu tidak pernah dia perlakukan seperti itu.
Rani masih diam tidak menjawab."Ran kamu masih mau kan kita ulang dari awal kedekatan kita seperti dulu, kalau memang kamu belum bisa terima aku sebagai pacar setidaknya kita masih bisa berteman seperti dulu", ucap Alif dengan penuh harapan.
__ADS_1
Dia rela jika memang hanya sebagai teman yang penting dia bisa dekat dengan Rani, Alif yang memang sudah jatuh cinta sejak kecil kepada Rani hingga sekarang rasa itu bertambah apalagi setelah melihat Rani langsung yang sudah dewasa dan bertambah cantik.
"Kamu mau kan Ran", ucap Alif lagi
Rani yang mendengar itu kemudian menganggung dan mengiyakan permintaan Alif, sebenarnya dia juga tidak rela jika harus berjauhan lagi dengan sahabat masa kecilnya itu karena dia juga sudah jatuh cinta dengannya tapi karena ketakutannya membuat dia menolak untuk menjadi pacar Alif.
Setelah kejadian itu, Alif kembali mengantar Rani seperti kemarin karena Alif selalu pakai supir kalau ingin bepergian dia malas menyetir sendiri.
Alif ingin mengantar jemput Rani ke kampus tapi Rani menolak karena dia lebih suka naik motor supaya tidak macet katanya.
.................
Jangan lupa vote, like dan komen
Terima kasih
__ADS_1