Takdir Cinta Rani

Takdir Cinta Rani
Melamar


__ADS_3

Setelah liburan mereka kembali melanjutkan aktifitas mereka dengan tugas kuliah bahkan.


Sementara Rani dan Alif hubungan mereka masih sama, mereka masih sering jalan berdua di saat mereka sama sama pulang dari kuliah.


Alif yang memilih jurusan manajemen karena dia ingin nantinya membangun sebuah perusahaan besar, sebenarnya Alif di minta papanya untuk gabung di kepolisian tetapi dia tidak ingin beruntung papanya tidak melarang karena menurutnya apapun pilihan anaknya dia percaya itu baik.


Sekarang ini Alif sedang menunggu Rani ditaman bahkan di tempat dulu dia ditolak oleh Rani dan menjadi tempat favorid mereka jika berada di taman ini.


Mereka memang sudah janjinya untuk bertemu. "Maaf Lif aku telat karena tadi dosennya lama keluarnya", ucap Rani sambil mengatur nafasnya karena berlari dari parkiran ke tempat ini.


"Santai aja kali Ran aku juga baru datang, nih minum dulu kamu pasti capek", ucap Alif memberi minum pada Rani.


"Makasih Lif", ucap Rani kemudian meminum air dari Alif.


Alif memegang tangan Rani sambil melihat ke depan, Sementara Rani yang merasa tangannya di pegang menoleh ke arah tangannya kemudian melihat Alif.


Rani membiarkan tangannya di pegang. "Ran apa kita sudah bisa menjalin hubungan lebih dari sekedar sahabat?" Ucap Alif sambil menatap Rani.


"Kita sudah beberapa bulan ini bersama dan aku rasa itu sudah cukup untuk kita lebih mengenal lagi", ucap Alif lagi

__ADS_1


"Tapi Lif, menurut aku itu belum cukup dan aku masih harus lulus kuliah dulu sebelum memikirkan hubungan itu", ucap Rani


"Alif sebenarnya aku juga tidak ingin pacaran, meskipun aku juga mencintai mu tapi aku tidak bisa menjadi pacar mu Lif", Ucap Rani kemudian melepaskan genggaman tangan Alif.


"Ran kalau kamu tidak ingin pacaran aku akan langsung melamarmu untuk membuktikan kalau aku sangat mencintai kamu Ran", ucap Alif dengan tegas dan tidak pernah melepaskan pandandangannya kepada Rani.


Rani yang mendengar itu sangat terkejut dan memandang Alif, "Kamu pikir menikah itu gampang Lif, kita masih muda dan kita bahkan masih kuliah. Pernikahan bukan untuk dipermainkan Alif", ucap Rani dengan mengeraskan suaranya karena Alif mengatakan itu dengan gampangnya.


"Aku ngk main main Ran. aku serius dan aku udah bilang ke orang tua ku kalau aku mau melamar kamu, aku udah cerita tentang kamu ke orang tua aku bahkan mereka akan datang ke kota ini untuk melihat mu", ucap Alif meyakinkan Rani


Rani mendengar itu semakin marah karena Alif sudah merencanakan sejauh ini tanpa berbicara kepada Rani. Meskipun itu memang dia impikan selama ini tapi ada sesuatu yang membuat Rani takut untuk menjalin hubungan serius dengan Alif bahkan laki laki lain sekalipun.


"Aku ngk bisa Lif, aku belum siap menikah", ucap Rani menangis karena harus menolak Alif untuk ke dua kalinya.


"Aku tetap akan ke rumah orang tua kamu Ran, setelah orangtua ku datang aku akan langsung ke kampung untuk melamarmu, aku yakin orang tua mu akan menerima ku, aku sangat mencintai kamu Ran" ucap Alif dengan tegas kepada Rani yang masih menangis.


Melihat Rani menangis membuat Alif curiga bahwa ada sesuatu yang membuat Rani sampai menolak lamarannya meskipun dia mencintainya.


Rani hanya diam dan terus menangis, dia tidak tau harus bagaimana, dia ingin menceritakan pada Alif tapi dia takut Alif akan jijik dan menjauhinya dan dia tidak mau itu terjadi.

__ADS_1


Alif tidak ingin memaksa Rani untuk bercerita karena dia ingin Rani yang menceritakannya sendiri dan dia pasti akan mengetahui itu.


Melihat Rani yang terus menangis akhirnya Alif mengantar Rani ke kosannya, Rani pun mau di antar oleh Alif seperti biasa


"Lif maafin aku, aku sayang sama kamu tapi aku belum siap untuk itu", ucap Rani saat mereka berada di perjalanan.


"kamu Ngk usah pikirin itu Ran, tapi aku akan tetap melamar kamu saat libur semester nanti", ucap Alif yang masih fokus mengendarai motor.


"Tapi lif...", ucapan Rani terhenti ketika Alif kembali berbicara


"Ngk ada tapi tapi Ran, aku tau ada alasan yang membuat kamu menolakku dan aku akan menunggu kamu cerita itu Ran. Tapi apapun alasannya aku tetap akan menikahi mu secepatnya", ucap Alif yang melihat Rani dari kaca spion motor.


Setelah sampai Rani mengucapkan terima kasih kepada Alif kemudian Alif pulang dengan mobilnya yang mengikutinya saat mengantar Rani.


..........


Jangan lupa vote, like dan komen


Terima Kasih

__ADS_1


__ADS_2