Takdir Cinta Rani

Takdir Cinta Rani
Ternyata Dia


__ADS_3

Setelah kejadian beberapa bulan yang lalu, saat Rani menolak Balikan dengan Jumar. Sekarang Rani lebih fokus pada kuliahnya bahkan dia sudah jarang sekali berkomunikasi dengan Ardi yang sudang dianggap sebagai kakaknya itu.


Rani kini telah semester 7, bersama dengan Nesya di tambah dengan Arin yang baru ia kenal sejak semester 3 dan kini mereka bertiga menjadi teman dekat.


"Arin kemana sih, lama banget kebiasaan itu anak telat mulu deh", ucap Nesya yang bosan menunggu Arin.


Saat ini Rani dan Nesya sedang berada di Mall, rencananya mereka bertiga akan menonton hari ini, tetapi Arin yang mereka tunggu belum juga datang padahal filmnya 30 mnt lagi akan di mulai.


"Bentar lagi katanya dia udah di jalan, kita tunggu aja kan kita juga udah beli tiketnya", ucap Rani tenang.


"Tapi aku ngk mau ketinggalan sedetikpun film itu, aku udah nunggu lama banget film itu dan sekarang ada kesempatan untuk nonton perdana", ucap Nesya yang tidak sabaran.


"Nes, Ran, sorry aku telat tadi macet soalnya", ucap Arin yang baru datang dengan nafas yang tidak teratur karena berlari.


"Iya udah ngk ap apa, yuk itu udah di suruh masuk tuh", ucap Ran yang mendengar pemberitahuan bahwa film yang akan mereka tonton sudah mau di mulai.


Mereka pun Masuk, Nesya yang memang sudah sangat tidak sabar melihat film yang dia tunggu sejak lama sangatlah bahagia.


"ya ampun bahagia banget aku karena bisa nonton tayangan perdana film ini", ucap Nesya dengan bahagia.


Mereka sangat menikmati filmnya karena memang menarik dan juga lucu, setelah filmnya selesai mereka langsung keluar dari bioskop


"Aduh, eh Maaf kak aku ngk sengaja", ucap Rani saat ia tak sengaja menabrak salah seorang pria di depannya.


"Ia ngk apa apa", ucap pria itu sambil berbalik melihat Rani.

__ADS_1


Pria itu terus memperhatikan Rani hingga membuat Rani jadi merasa aneh.


"Apa nama kamu Rani?", Tanya pria itu setelah memperhatikan Rani cukup lama.


Rani dan temannya merasa bingung melihat pria ini, kenapa bisa mengetahui namanya padahal mereka tidak saling kenal.


"Maaf.. apa kita saling kenal atau pernah bertemu?", Rani balik bertanya.


"Apa kamu benar Rani?", tanya pria itu lagi tanpa menjawab pertanyaan Rani.


"Iya saya Rani, apa kita saling kenal", Jawab Rani dengan wajah bingung dan bertanya tanya siapa pria ini.


"Ran, kamu ngk kenal dia?", Tanya Nesya sambil berbisik pada Rani.


"Ngk Nes, Aku belum pernah ketemu apalagi kena sama orang ini", jawab Rani berbisik


Melihat ketiga perempuan yang tengah berbisik itu, Pria tadi pun tersenyum.


"Ran, kamu ngk inget aku?", tanya pria itu lagi.


"Maaf, aku ngk inget memangnya kamu siapa ya?" jwab Rani.


"Astaga Ran, aku ini Alif sahabat kamu waktu kecil, kamu lupa sama aku", ucap pria yang bernama Alif itu.


"Haa... Kamu beneran Alif, Alif sahabatku yang waktu kecil itu?", tanya Rani tidak percaya.

__ADS_1


"iya Ran ini aku", ucap Alif


"Tunggu kenapa kamu bisa ingat aku sedangkan itu udah lama banget bahkan puluhan tahun kita ngk ketemu", ucap Rani masih tidak percaya.


"Kalau kamu mau tau jawabannya lebih baik kita cari tempat buat ngobrol, gimana", ucap Alif


"Ya udah kalau gitu, sebentar aku tanya temenku dulu", ucap Rani setuju


"Ran, sorry ya aku ngk bisa temenin kamu karena Mama aku nelpon suruh pulang katanya aku disuruh temenin dia ke rumah temennya", ucap Arin yang pamit pulang kepada Rani.


"Rin aku ikut ya, karena Mama aku juga mau datang katanya jadi aku harus ada di kosan sebelum dia datang dari kampung, Ran aku juga minta maaf ya ngk bisa temenin kamu", ucap Nesya kepada Arin dan Rani.


"iya ngk apa apa, kalian hati hati ya", ucap Rani.


Kemudian setelah pamit Nesya dam Arin pergi dari Mall itu meninggalkan Rani bersama Alif.


"Rin kita ke tempat makan di sana yuk, sekalian makan biar aku yang traktir deh", ucap Alif mengajak Rani .


"Iya udah boleh", jawab Rani kemudian tangannya di pegang oleh Alif menuju tempat Makan di Mall itu.


Rani yang tangannya di pegang oleh Alif merasa ada perasaan bahagia di hatinya, meskipun dia belum sepenuhnya percaya tetapi kalau di liat liat wajah Alif yang sedang memegang tangannya itu memang ada kemiripan sedikit dengan Sahabatnya.


Sejak lama Rani memang sudah menunggu kembalinya Alif sahabatnya itu dan sekarang dia ada di hadapatnya dan saling berpegangan tangan.


................................

__ADS_1


Jangan lupa vote, like dan komen


Terima kasih


__ADS_2