Takdir Yang Membelengguku

Takdir Yang Membelengguku
Bab 1 Apa salahku, Ma?


__ADS_3

Waktu berjalan dengan begitu cepat dan tanpa disadari hari berganti hari, bulan berganti bulan, dan kini pun tahun berganti tahun. Seorang gadis yang dulu masih lugu kini sudah beranjak menjadi seorang wanita dewasa. Hal yang sejak dulu ia dambakan walaupun perjalanan kehidupannya selalu diselimuti dengan beban dan ia menamakan itu adalah penderitaan.


Seorang gadis yang tidak menyangka akan menjalani kehidupan seperti neraka. Bahkan tidak akan ada seorang pun yang menginginkan kehidupan seperti yang menimpa dirinya. Jauh dari semua ekspetasi yang selalu diimpikannya dulu.


“GYAAAAA!” seseorang berteriak memanggil namanya dengan begitu kuat. Bahkan sangat memekik telinga bagi siapa saja yang mendengarnya.


“Iya Ma, ada apa mama berteriak?” dalam hati Gya mengomel bahkan jika mama berkata pelan dan seperti biasa saja aku masih bisa mendengarnya hufft.


“Kau masih tanya ada apa? Apa kau amnesia hahh?” sisca yang sudah berada dipuncak kemarahannya. Mukanya begitu merah dgn emosi yang tak terkendali.


“Amnesia? Aku tidak mengerti apa yang sedang mama katakan!” mulai merasa ada hal buruk yang akan menimpanya.


“Oh tidak mengerti ya!” Sisca langsung mengulurkan tangannya menjambak rambut Gya.


“Apa kau bosan hidup ha? Kau sengaja kan menjebak putriku Silvi bersama pria lain. Dia sedang sedih dan menderita sekarang karena hal yang ia jaga selama hidupnya sudah diambil pria brengsek itu. Kenapa kau begitu jahat kepada putriku haa padahal kami sudah bersedia menampungmu disini. Memenuhi segala kebutuhanmu dan tinggal dirumah mewah ini?“ kemudian menghempaskan, tubuh Gya terjungkal sampai bagian tulang bawah dadanya mengenai meja yang ada di ruang itu.


Gya mengerang kesakitan memegangi bagian tubuhnya yang sakit. Terdengar suara lenguhan dan tangisan secara bersamaan dari mulut Gya.


“Apa maksud mama dengan ucapan mama itu? Aku juga anak mama bukan. Kenapa mama selalu menyalahkanku ketika sesuatu terjadi pada Silvi atau apapun itu?” dari tadi ia berusaha mencoba menahan tangisnya dan sekarang ia tidak sanggup lebih lama lagi dengan semua itu.


“Apa salahku?” katanya dengan suara serak dicampur takut. Ia ingin mendengarkan jawaban dari mamanya itu secara langsung. Jujur ia tidak tahan lagi dengan semua perlakuan yang ia dapatkan sejak dulu dari mamanya yang mengandung dan melahirkannya, Pikirnya.


Dengan suara yang menggebu-gebu Sisca berkata, “Baiklah jika kau ingin tau, biar kuberi tau! Dari dulu, y tepatnya sejak kau hadir kau selalu membuat hari yang indah menjadi hari yang sial. Kau selalu membuat kesialan dirumah ini. Lebih tepatnya kau itu adalah ANAK PEMBAWA SIAL, GYA SAYANG!” tukas Sisca dengan menekankan kata sayang yang berarti mengejeknya dan kembali mengembangkan senyum smirknya.


Dia puas mengatakan itu kepada Gya. Karena meskipun ia selalu marah dan bersikap semena-mena pada Gya, ia tidak pernah mengatakan itu.


“Kenapa mama tega sekali kepadaku?” lirihnya tapi masih dapat terdengar oleh mamanya Sisca.


“Hei anak sialan! Urusan kita belum selesai. Awas kau karna telah menjebak putriku!”

__ADS_1


Gya pun berniat langsung beranjak pergi meninggalkan Sisca disana karna ia sudah tidak tahan lagi. Tapi seketika ada yang memanggilnya dari arah pintu masuk rumah itu.


“Gya!” panggilnya lembut.


Gya menyadari bahwa itu adalah papanya yang selalu baik padanya.


“Papaaa!” sambil menghambur memeluk papanya. Gya menangis sejadi-jadinya, karna baginya hanya papanya yang dapat mengerti dirinya.


“Apa yang terjadi? Kenapa kau menangis? Siapa yang membuatmu menangis? Tanya papanya Arga.


Gya hanya bisa menangis sulit baginya untuk mengeluarkan kata-kata. Tapi disela tangisannya terselip kata, mama sisca.


Papa Arga seolah mengerti dengan ucapan Gya. Karna bukan sekali dua kali Gya seperti itu. Arga pun menyuruh Gya masuk ke kamar untuk beristirahat menenangkan pikiran dan perasaanya.


“Pergilah ke kamarmu, Gya. Biar papa yang mengurus mamamu” perintah Arga supaya ia bisa berbicara kepada Sisca istrinya.


“Baiklah papa, terima kasih!” Gya senyum sambil mengusap air matanya dan Arga pun membalas dengan senyuman juga.


Setelah Gya tidak lagi berada di tempat itu, Arga tersenyum kepada Sisca istrinya.


“Jangan sampai membuat dia terluka dan berimbas pada tujuan kita, mengerti sayang?” ucap Arga.


“Aku mengerti sayang, tapi bagaimana buat aku sangat gemas dan ingin sekali membuatnya celaka!” sahut Sisca sambil meremas kedua jari tangannya.


“Bersabarlah sayang, tidak akan lama lagi. Aku juga gemas melihatnya tapi kita harus menjalankan rencana kita dengan baik. Jangan sampai membuatnya curiga dan kabur tanpa sempat memanfaatkannya!” seru Arga dengan senyum smirknya.


“Baiklah sayang, aku akan coba bersabar” ucap Sisca.


“Nyonya Tuan, makanannya sudah siap!” ucap pelayan yang baru sampai ditempat kedua pasangan itu. Membungkuk dan langsung pergi lagi.

__ADS_1


“Baiklah sayang, mari kita makan. Aku sudah lapar, tenagaku terkuras habis karna anak sialan itu” sambil menarik tangan Arga untuk mengikutinya.


“Baiklah sayang, ayo!”


Mereka makan dengan lahapnya sambil Sisca menceritakan kejadian yang membuatnya marah tadi.


"Dasar, anak tidak tau diuntung. Sudah diberikan kehidupan yang layak disini tapi tetap saja berulah sampai-sampai mencelakakan putri kesayanganku lagi. Awas kau!" tukas Arga menggertakkan giginya.


"Kita tidak boleh lembekin dia Mas. Nanti semakin lama semakin menjadi. Tadi saja dia sudah berani kepadaku. Menjawab semua perkataanku berkilah lagi. Aishh aku sangat ingin menyingkirkannya" ucap Sisca tak kalah sengit.


"Jadi apa yang harus kita lakukan untuk memberinya pelajaran? Aku tidak bisa membiarkan putriku disakiti, apalagi sampai sebegitu parahnya. Bisa- bisa kalau diketahui orang habis martabat kita!" tambah Sisca memberi penjelasan.


"Sabarlah sayang, besok akan kuberi dia pelajaran yang sampai seumur hidupnya dia tidak akan melupakannya. Ditambah kita akan mendapatkan keuntungan besar darinya juga hahahah" jawab Arga dengan tawa sikopatnya.


"Benarkah? Kutunggu kabar baiknya sayang! Aku tidak sabar shopping menggunakan keuntungan sebayak yang kau katakan. Kebetulan aku sudah beberapa hari tidak belanja barang-barang branded!" ucap Sisca sambil tersenyum lepas.


"Tentu saja sayangku" rangkul Arga pada pundak istrinya.


____________________________________________________


Disisi lain, disebuah perusahaan yang sangat besar seorang pria duduk di kursi kebesarannya sambil berbicara dengan seseorang diseberang telepon sana.


“Jalankan semua misi yang telah kita rencanakan sejak lama!” perintahnya dengan suara yang lantang.


“Baik Tuan, akan kami lakukan!” sahut orang dari sebrang telepon sana.


Pria itu pun langsung melebarkan senyumnya, rahangnya mengeras dan kedua tangannya pun membentuk kepalan tinju.


Brakkkkkk (meninju meja)

__ADS_1


“Tunggu pembalasanku!” ucapnya geram


Hallo guys, maaf y kalo alur ceritanya agak gmna gitu. Soalnya ini baru novel pertamaku, maklum y masih belibet bgt hehehe


__ADS_2