
Apa selama ini aku harus menunggu kasih sayang mamaku. Berusaha menjadi anak yang baik, menuruti semua perintahnya, bahkan sampai rela berkorban untuk membuatnya memanggilku dengan kata cinta yang tulus - Gya
Seorang gadis bernama Gya Althia Arabelle, berumur 24 tahun yang harus menjalani pahit manisnya kehidupan. Berwajah cantik nan manis,memiliki badan yang ideal, dan pekerja keras .. tak sedikit mata yang memandangnya sebagai kehidupan yang diidamkan. Memiliki keluarga yang berkecukupan membuat banyak orang beranggapan bahwa Gya memiliki kehidupan yang sempurna. Tapi tidak banyak yang tau tentang dirinya yang sebenarnya. Hanya pelayan dan pekerja yang ada dirumah itu yang mengetahuinya.
Dia yang dulunya seorang mahasiswi harus mengubur impiannya dalam-dalam karna suatu kejadian. Gadis yang sangat berbeda sikapnya disaat diluar dan didalam rumah. Diluar, dia sangat friendly dengan lingkungannya. Sedangkan dirumah, ia seorang penurut dan mudah pasrah.
“awww shhh” ringis Gya mengobati lukanya.
“Sakit sekali. Apakah ada anak yang diperlakukan oleh orangtuanya seperti aku ini?” tanya Gya pada hatinya.
“Mengapa aku diperlakukan sangat berbeda di keluargaku sendiri? Apa aku memang pembawa sial?” lirih Gya dengan suara tercekat.
Banyak hal yang ingin Gya ketahui. Bahkan kapan dia lahir saja pun ia tidak tau. Tidak pernah ada perayaan disetiap tahunnya dan setiap ditanya tidak pernah ada kata penjelasan. Semua berlalu begitu saja sampai hari ini.
“Aku harus kuat, meskipun tertatih-tatih bahkan merangkak sekalipun aku harus kuat menjalaninya. Pasti ada hari baik yang Tuhan sediakan kepadaku. Aku bisa .. aku bisa!” ucap Gya menyemangati dirinya sendiri.
___________________________________________________
“Ini dokumen gadis itu Tuan” menyerahkan dokumen yang ada ditangannya.
“Bagus, cepat juga kalian bekerja” ucap Morgan dengan wajah sumringah.
“Nanti aku transfer bonus kalian, pergilah!” sambung Morgan kemudian mengibaskan tangannya.
“Terima kasih Tuan, saya permisi dulu” membungkuk dan berlalu pergi.
“uhmmm cantik juga. Hasil produksi yang lumayan Arga bajingan!” seru Morgan dengan senyum devilnya.
Mengelus foto wanita yang ada di dokumen tersebut dan menatapnya nyalang. Kemudian membaca biodatanya satu persatu. Senyumnya mengembang ..
“Target yang cocok, tunggu kedatanganku, budakku sayang” ucapnya dengan suara berat penuh penekanan.
Tuk tuk tuk ..
“Masuk!”
“Ada apa?” tanya Morgan.
“Tuan, kliennya sudah datang dan rapatnya akan segera dimulai!” ucap Rama sekretaris Morgan.
“Baiklah, ayo kita pergi!” seru Morgan langsung bangkit dari tempatnya.
___________________________________________________
Di restoran, seorang wanita sedang duduk bersantai sambil bergurau dengan seorang pria. Tertawa terkekeh-kekeh diselingi dengan senyum penuh arti disela-sela gurauannya. Entah apa yang mereka bicarakan, sepertinya mereka sangat bersemangat mendiskusikannya.
__ADS_1
“Sayang, bagaimana menurutmu apakah kau setuju?” tanya wanita itu.
“Aku ikut kemauanmu saja sayang. Apapun yang membuatmu bahagia aku akan melakukannya!” jawab pria itu.
“Kita harus menjalankan rencana ini dengan mulus. Sedikit akting saja, kita bisa memenangkannya. Jangan sampai kita gagal, bahaya jika semua orang tau terutama orang tuaku. Aku tidak ingin mereka mengetahui yang sebenarnya. Cukup kita saja, Ok?” jelas Silvi wanita itu.
“Iya iya sayang, tenanglah semuanya akan berjalan sesuai dengan kemauan kita. Kau sangat cerewet, tapi aku menyukainya!” ucap Yoga sambil tersenyum genit.
“Jangan menggodaku ditengah keramaian seperti ini sayang!” seru Silvi diiringi dengan desahannya.
“Kau yang bilang jangan menggodamu. Tapi sekarang kau yang menggodaku!” mengelus pipi Silvi.
“Sudahlah sayang, ayo kita belanja ke mall. Aku sudah sangat ingin berbelanja, tapi kau yang bayar y?” pinta Silvi dengan puppy eyesnya.
“Baiklah sayangku, let’s go!” seru Yoga.
Setelah membayar makanan, mereka langsung pergi ke mall sesuai permintaan Silvi. Apapun yang Silvi mau, pasti dituruti Yoga.
Bucin! Itulah kata yang menggambarkan Yoga saat ini. Ia terlalu mencintai gadis cinta pertamanya itu sampai rela melakukan apa saja demi menyenangkan gadisnya itu. Aishhh Yoga Yogaaa!
___________________________________________________
Beberapa hari kemudian ..
“GYAAAA, kemarilah!” teriak Sisca.
“Pergilah berbelanja bahan-bahan dapur sekarang!” perintah mama Sisca.
“Belanja? Tapikan bahan-bahan dapur masih banyak ma. Baru beberapa hari yang lalu Gya dan bi Rumi dari swalayan!” seru Gya.
Tidak biasanya mamanya seperti ini bahkan dia tidak mau tahu tentang urusan dapur karna itu sudah tugas bi Rumi sejak dulu.
“Pergilah, belanja yang banyak karena akan ada teman-teman mama yang datang kemari nanti sore. Persiapkan banyak makanan enak, jangan sampai ada masalah!” seru Sisca tegas tidak mau dibantah.
“Baik ma, uangnya mana? Biar Gya bisa segera pergi berbelanja!” pinta Sisca mengulurkan tangan.
“Aishhh ini, kalo ada sisa berikan padaku. Jangan membeli hal yang tidak berguna terutama untukmu!” ucap Sisca ketus.
“Baik ma, aku tidak akan berani melakukannya. Gya pamit ya ma!” seru Gya.
“Pegang ucapanmu, pergilah sana!” ucap Sisca sambil mengibaskan tangannya.
Gya pergi disupiri pak Anto.
Sampai di swalayan, Gya mengambil troli dan langsung belanja bahan-bahan dapur secukupnya tidak terlalu banyak agar kesegarannya juga tetap terjaga. Tidak butuh waktu lama semua sudah terkumpul, komplit. Membawanya ke kasir untuk dibayar dan siap, waktunya pulang kerumah.
__ADS_1
Di parkiran mobil, ketika Gya sedang sibuk memindahkan barang yang akan dibawanya pulang ke mobil tiba-tiba datang 2 orang pria dengan tubuh tegap dan kekar menghampirinya.
Gya melihatnya, dan mematung seketika.
(Siapa mereka, kenapa tiba-tiba ada di belakangku, badannya juga besar banget dan berdehem lagi mengagetkanku) tanya Gya dalam hatinya dengan perasaan tidak karuan
“Ah iya, ada apa ya pak kenapa tiba-tiba bapak ada di belakang saya?” ucap Gya sedikit gemetaran.
“Ikut kami, tuan kami menyuruh kami untuk menjemput nona!” seru pria baju ijo dengan suara beratnya.
Gya semakin ketakutan, pasalnya dia tidak mengenal kedua pria itu dan sekarang memaksanya untuk ikut dengan mereka.
“Saya tidak ada janji dengan siapa pun, jadi saya tidak bisa ikut dengan bapak berdua!” ucap Gya memberanikan diri.
Disela-sela pembicaraan mereka, pak Anto yang dari tadi diam saja dan membantu Gya memindahkan barang ke mobil mengendap-endap membuka pintu supir dan melajukan mobilnya dengan cepat. Gya menyadarinya langsung terkejut dengan kepergian pak Anto.
“Pak Antoooooo!” teriak Gya.
Gya langsung berlari mengejar mobil pak Anto, tidak memedulikan 2 orang yang sedang memaksanya.
“Heiiii jangan lari kamu!” seru 2 orang pria itu.
Belum lama berlari Gya sudah dapat ditangkap oleh mereka. Mengambil sapu tangan dari sakunya dan langsung menutup hidung Gya.
“Jaaa – ngaan” ucap Gya lemah.
Gya pingsan dan langsung dipapah kedua orang itu menaiki mobil dan pergi dari sana untuk menemui bosnya.
Sesampainya di apartemen bosnya, mereka mengangkat tubuh Gya memasuki sebuah kamar yang mewah dan elegan. Memiliki banyak furnitur indah yang pastinya mahal. Kedua pria itu saja terperangah melihat kemewahan kamar itu.
“Ekhemm”
“Ekhemm”
“Ekhem, beraninya kau mencari kesempatan dengan wanita itu!” seru pria berumur hampir kepala empat di ruangan itu.
“Maaf tuan, saya tidak seberani itu. Saya hanya terkes-" jawab pria baju coklat tanpa sempat menyelesaikan ucapannya karna sudah dipotong tuannya terlebih dulu.
“Sudahlah, letakkan di sana!” menunjuk ke arah tempat tidur.
“Keluarlah, kalian mengacaukan pemandangan disini!” seru tuannya itu.
“Baik tuan, selamat bersenang-senang” berlalu pergi dan menutup pintu apartemen.
Pria itu menatap Gya dengan mata nyalang dan ....
__ADS_1
Semoga kalian suka. Dukung author terus y hehe