
dan ...
Mendekati Gya dan bersedekap dada. Memandang dari helaian rambut sampai ke ujung kaki.
“Lumayan juga wanita ini, wajahnya putih mulus dengan tubuh yang enak dipandang. Tapi kenapa ada beberapa lecet di bagian tubuhnya? Akhh sudahlah, yang penting bagaimana cara pelayanannya, toh dia masih perawan," ujar pria itu menyunggingkan senyumnya.
“Kau lebih pantas disebut gadis daripada wanita!” sambungnya lagi.
Pria itu beranjak dari berdirinya menuju sebuah sofa yang ada di ruangan itu. Duduk berselonjor kaki menunggu wanita diatas ranjang itu siuman. Menghisap rokok dengan mata tidak berhenti menatapnya.
5 menit ..
10 menit ..
25 menit ..
“Akhh kenapa lama sekali, bius apa yang mereka pakai pada gadis itu?” keluhnya karna sudah bosan menunggu.
Tiba-tiba ..
“Enghhh ..” suara lenguh Gya terdengar.
“Dimana ini? Kenapa aku bisa disini?” memandang ruangan tempatnya terbaring dengan heran.
Langkah seseorang mengagetkannya
..
“Haii gadis manis, ternyata kau sudah sadar!” ujar pria itu memperlihatkan senyum genitnya.
“Siapa kau? Aku tidak mengenalmu. Kenapa aku bisa disini?” tanya Gya diliputi perasaan takut.
“Jangan takut sayang, kita akan menikmati malam ini bersama. Apa kau sudah tidak sabar?” mendekati Gya dengan tangannya yang terulur hendak menyentuh wajah gadis itu.
“Jangan coba-coba menyentuhku dengan tangan menjijikanmu itu!” seru Gya menepiskan tangan pria itu.
“Kau berani rupanya terhadapku. Apakah kau tau siapa aku?” tanyanya geram penasaran.
“Aku tidak tau dan tidak mau tau tentang siapa kau. Lepaskan aku! Kasihan anak dan istrimu jika mengetahui hal ini” seru Gya mencoba menyadarkan pria itu.
“Kau bilang tidak tau tentang diriku, tapi kau tau jika aku sudah beristri. Hebat juga kau!” seru pria itu menatap Gya lekat.
“Dasar pria bodoh! Lihat jari tanganmu itu, kau memakai cincin kawin dan tertera hurufnya juga!" seru Gya mati konyol menanggapi ucapan pria itu
"Apa itu, L ❤️ C?" menyipitkan matanya melihat huruf itu
__ADS_1
“Aishhh aku lupa akan cincin ini. Baiklah jangan basa-basi, aku sudah membayarmu mahal untuk dibawa kesini. Jadi jangan merugikanku dan membuang waktuku!” menangkup wajah Gya kasar dan membuangnya.
“Apa maksudmu? Siapa yang menjualku?” tanya Gya penasaran. Bingung dengan situasi yang sedang ia hadapi.
Gya berpikir dia tidak punya musuh, jadi siapa yang tega menjualnya.
(Apakah mama, karna dia yang tiba-tiba memaksaku belanja tadi), pikir Gya
“Huahaha tentu saja orang tua serakahmu gadis bodoh. Arga dan Sisca, itu orang tuamu bukan?” tanya pria itu menyunggingkan senyumnya
“Kau pasti salah, tidak mungkin orangtuaku melakukan itu. TIDAK MUNGKINNNN ..!” teriak Gya tidak percaya
“Pa .. paa!” ucap Gya lemah menitikkan air matanya
Tiba-tiba pria itu mendorong Gya, Gya pun terjatuh dengan posisi telentang diatas ranjang. Pria itu hendak menggerayangi Gya. Gya yang peka langsung menendang phyton pria itu dengan tenaga dalamnya. Pria itu kaget bukan kepalang, tidak bisa mengelak menghindari tendangan itu. Tubuhnya jatuh disamping Gya dengan gaya telungkup sambil memegang phyton kesayangannya. Pingsan! Y, dia sekarang tidak sadarkan diri karna phytonnya yang sedang sekarat meregang nyawa.
Gya menggeser tubuh pria itu sampai terjatuh dari ranjang karna telah menimpa tangannya hingga sedikit keram. Turun dari ranjang kemudian menghampirinya, mendorongnya sekuat tenaga sampai masuk kedalam kolom ranjang mewah itu dan pergi dari sana. Untung suruhan pria tadi tidak menutup pintu itu rapat hingga Gya masih bisa keluar dengan selamat.
Melihat kiri, kanan, depan, belakang ..
“Tidak ada penjaga, aku selamat huftt!” seru Gya
Disatu sisi Gya mengucap syukur karna masih bisa bebas dari tempat menjijikan itu tapi disatu sisi lagi hati Gya hancur mengingat penuturan pria tadi. Apa benar papa dan mama menjualku? Tanda tanya besar yang selalu mengusiknya di perjalanan pulang. Mulai dari mamanya yang memaksanya belanja dan pak Anto yang pergi meninggalkannya.
“Aku harus menanyakannya sampai dirumah nanti, aku tidak bisa tenang memikirkannya,” ucap Gya mengelus dadanya mencoba setenang mungkin.
“Pa .. papa! Aku menyayangimu pa, kau juga menyayangiku kan? Kau tidak pernah berlaku buruk padaku. Gya berharap papa tidak pernah melakukan itu pada Gya!” ucap Gya mengusap kasar air matanya.
Gya berpikir, jika itu benar pupus sudah harapannya. Tidak ada lagi yang menyayanginya meskipun itu hanya papanya dulu. Walaupun papanya tidak bisa berbuat banyak jika Gya sedang ada masalah atau dihukum, Gya tetap merasa papanya sangat menyayanginya.
Haus kasih sayang! Itulah Gya selama ini sampai sekarang. Sedikit perhatian mampu mengalihkan hal yang belum bisa dikatakan baik tapi seutuhnya itu baik bagi Gya. Mengubah sedikit pola pikirnya yang ia tanam selama ini. Sedikit berkorban, tidak mempertanyakan hal-hal tersebut meskipun itu perlu dipertanyakan. Ia melakukannya agar orang itu tetap berada disisinya.
Gya yang malang!
_____________________________________
Disore hari, jalanan yang begitu sepi. Sebuah mobil yang terparkir rapi menantikan seseorang yang diincar untuk menjalankan misinya.
“Itu dia, jalankan mobilnya. Lakukan saja seperti yang telah kita rencanakan!” seru pria bertopi didalam mobil mewah berwarna silver itu.
“Baik, itu tidak sulit!” jawab Reza yang menjadi supirnya.
Gya berjalan hendak ingin menyebrang, tiba-tiba saja ..
Ckittttttt
__ADS_1
Suara decitan dari rem mobil mengagetkannya. Pria didalam mobl itu turun dan langsung membentaknya.
“Kalo jalan lihat-lihat dong. Makanya matanya dipake!” seru pria itu ketus.
“Ma .. af maaf, aku tidak sengaja. Maafkan aku!” seru Gya tergagap menundukkan kepalanya.
“Hei ada apa ini, kenapa kau kasar pada seorang wanita?” seru pria yang tiba-tiba menghampiri mereka.
“Apa urusanmu? Kami tidak ada urusan denganmu, pergilah!” jawab Reza.
“Kau tidak tau siapa aku? Jaga bicaramu bocah tengil!” ucap Morgan yang ternyata adalah pria yang mengahampiri mereka tadi. Melemparkan mereka kartu namanya dan menghampiri Gya yang bingung harus berbuat apa.
“Kau tidak apa-apa?” tanya Morgan lembut.
Gya terpana dengan ketampanan pria yang ada didepannya sekarang. Garis wajah yang begitu tegas mempertajam keindahannya.
Tampan sekali! Ucap Gya dalam hati
“Hei, apa kau tidak apa-apa?” menyadarkan Gya dengan lambaian tangannya.
“Tidak apa-apa, terima kasih tuan!” ucap Gya terkejut membungkukkan kepala.
“Maafkan kami tuan, kami tidak bermaksud apa-apa. Sekali lagi kami minta maaf!” seru kedua pria itu membungkuk dan berlalu pergi dari tempat itu.
Gya heran melihat tingkah mereka, apa yang terjadi? Mengapa setelah melihat kartu itu mereka langsung pergi dan meminta maaf?
Gya dengan ragu berkata dengan pria yang menolongnya itu ..
“Tuan, mereka kenapa? Kenapa mereka minta maaf dan berlalu pergi bergitu saja?” menatap Morgan dengan intens.
“Tidak ada apa-apa, mungkin mereka sekumpulan orang gila yang lepas dari kawanannya!” seru Morgan dengan sedikit tertawa.
“Hahaha tuan bisa saja. Terima kasih tuan untuk pertolongannya!” ucap Gya tulus.
“Lupakan saja, itu bukan masalah besar!” ucap Morgan sedikit mengembangkan senyumnya
.
“Aku tidak akan melupakannya. Sampai jumpa lagi tuan!” ucap Gya tersenyum beranjak dari sana.
Setelah Gya pergi ..
“Selamat datang di tempatmu yang seharusya, budakku sayang!” ucap Morgan melebarkan senyum devilnya
Author merevisi cara penulisan serta tanda bacanya.
__ADS_1
Semoga kalian syukaa. Dukung author terus y hehe