
setelah selesai memeriksa kandungan aliska mereka semua memutuskan untuk jalan-jalan di Singapura, mumpung ketiga saudara nya sedang berkunjung ke Singapura, acara kunjungan rutin tiap bulan, ini kunjungan kedua setelah aliska di Singapura
aliska sangat bahagia kalo kedua janinnya sehat, walaupun jadi ibu tunggal ia sangat bahagia, kedua orang tuanya sangat mensuport dan ke tiga saudara nya juga mensuport.
keluarga nya juga begitu bahagia menanti akan kelahiran kedua janin aliska yang lima bulan lagi akan melihat nya dunia.
sedangkan di negara tetangga yaitu Indonesia keluarga kill begitu kewalahan mengurus anak sulung mereka yang sakit- sakit an dan permintaan nya yang aneh-aneh.
itu membuat papi menyelidiki apa yang terjadi empat bulan ke belakang, bagi papih nya sangat mudah untuk mencari tahu apa yang terjadi dengan sang anak tapi ini sudah satu Minggu belum ada kabar dari anak buahnya.
lima bulan kemudian
keadaan Arya masih suka pusing dan mual walaupun tidak separah dulu, dokter juga sudah menyerah dengan keadaan Arya. setiap berobat hanya dikasih vitamin saja, dan sekarang Arya di larikan ke rumah sakit tiba-tiba mengerang kesakitan di kamarnya.
sesampainya dirumah sakit Arya dibawa ke UGD untuk di tangani orang tuanya dan adiknya menunggu diruang tunggu.
__ADS_1
" pih kenapa anak kita kaya gini" kata sang mamih pada sang suami
" sabar mi, kita berdoa saja supaya Arya baik-baik saja" kaya sang suami.
di saat pula pintu UGD di buka oleh dokter
"keluarga pasien" panggil dokter
" iya, saya mamihnya" jawab sang mamih
" jadi begini nyonya keadaan den Arya tidak apa-apa, saya tidak menemukan penyakit yang berbahaya, penyebab den Arya masih belum di ketahui sama seperti mual dan pusing den Arya selama ini" kata dokter menjelaskan
" iya tuan saya pamit dulu" kata dokter pada papih Arya
setelah kepergian dokter dari ruangan UGD orang tua dan adiknya Arya masuk kedalam ruang UGD.
__ADS_1
" gimana nak keadaan kamu" tanya sang mamih
" tadi udah disuntik obat anti nyeri ini aga mendingan" jawab Arya
" yaudah kamu istirahat aja, Ara temani kakak kamu, mamih mau bicara sama papih " kata sang mamih pada arya, Aira dan sang suami.
Aira menemani sang kakak di ruang UGD dan sang mamih dan papih ke luar dan menuju kantin rumah sakit.
" gue mau loe jujur sama gue loe hamili anak orang kan " tanya Aira maksa
" apaan si Loe pertanyaan loe basi, dari sembilan bulan yang lalu pertanyaan loe cuman itu doang" kata Arya marah, menyembunyikan kebohongan nya.
" kata dokter yang nanganin loe, itu tidak sakit tapi loe ngalamin yang suami kalo istri lagi hamil, hamil simpatik ( maaf kalo salah penulisan hamil simpatik), jangan- jangan sekarang wanita yang loe hamilin mau lahiran lagi" tebak Aira
" udah loe ngomong terus lebih baik loe keluar" bentak Arya sambil menahan perutnya yang sakit.
__ADS_1
Aira yang dibentak keluar menyusul orang tua nya kekantin rumah sakit dan mendengar kabar yang mengejutkan bahwa orang tuanya sudah tahu kakak nya sudah menghamili seseorang tapi sampai sekarang tidak tahu siapa yang di hamili sang anak, karena sudah melakukan pencarian selama lima bulan tapi masih nihil belum tahu siapa yang di hamili oleh Arya, seperti ada yang melindungi identitas gadis itu.
Bersambung