Taruhan Membawa Bencana

Taruhan Membawa Bencana
Bab 7


__ADS_3

setelah menerima dan membaca laporan hasil dari dokter yang menangani aliska, tangan Tante bergetar dan menangis apalagi pas melihat tespeck yang bergaris dua di tangannya.


" ini ga mungkin dok, putri saya tidak memiliki pacar, jangan kan pacar teman lelaki pun dia tidak punya" kata Tante Rina sambil terisak.


" maaf Tante, nanti akan saya kasih rujukan, ke dokter kandungan, karena saya hanya dokter umum, tapi hari ini dokter kandungan nya tidak masuk besok baru masuk" kata dokter


" makasih dok saya hanya sock saja" kata Tante Rina.


" iya Tante tidak apa-apa" kata dokter


" saya permisi dulu ya dok" kata Tante Rina pamit pada dokter.


setelah Tante Rina keluar dari ruangan dokter, ia menuju ke ruang rawat aliska yang kebetulan sudah di pindah kan ke ruang rawat.


cklek ( suara pintu di buka)


" gimana mih, hasil pemeriksaan aliska" tanya sang suami


Tante Rina tidak menanggapi pertanyaan suami, ia langsung menuju blangkar rawat aliska, hati Tante Rina sangat sakit melihat kenyataan ternyata putri bungsunya hamil diluar nikah, Tante Rina langsung memeluk aliska sambil menangis sambil menanyakan siapa yang menghamilinya.


" hik...hik....hik... sa..yang a..Yo ju..jur pada mamih Sia...pa yang menghamili mu" tanya Tante Rina sambil terisak.


semua orang yang ada di ruangan aliska begitu kaget mendengar aliska hamil.

__ADS_1


" mamih jangan bercanda tidak lucu" kata Casandra


" mamih tidak bercanda memang adek kamu hamil, dan kehamilan nya sudah dua bulan" kata Tante Rina pada Casandra.


" ini ga mungkin mih, aku ga mungkin hamil" teriak aliska sambil memukul-mukul perutnya tidak terima hamil


" sudah sayang, kata kan sejujurnya mamih dan papih ga akan marah" rayu Tante Rina


" liska ga tahu mi tapi......" aliska akhirnya menceritakan penculikan yang di alaminya waktu di culik dua bulan yang lalu selain di culik aliska di perkosa dengan tidak sadar, dan pas bangun badan dan bagian intim nya sakit dan di spre ada darah.


" jangan sedih sayang kita rawat dia sama-sama" tunjuk papih nya pada perut aliska.


" iya janin ini tidak berdosa " kata Casandra.


semua kakak dan Abang nya dan orang tua nya menerima janin yang dikandung aliska sebagai keluarga mereka.


" kamu tetap bisa kuliah" kata sang papih


" terus gimana tentang kehamilan aku" tanya aliska


" Minggu depan kita pindah ke Singapura, sekalian papih mau buka cabang perusahaan di sana, di sana kamu bisa kuliah dan menjalani kehamilan dengan tenang" kata sang papih.


" makasih pih, pada hal aku sudah ngecewain papih dan mamih" kata aliska sedih

__ADS_1


" ini musibah bukan salah kamu" kata sang mamih.


" kita akan terus bersama-sama" kata Casandra Candra dan Adnan mereka memeluk adik bungsu mereka.


setelah sang papih mengambil keputusan, papih pergi ke kampus aliska dan Adnan akan memindahkan kuliah mereka ke Singapura.


untuk perusahaan papih di Indonesia di serahkan kepada Casandra dan candra, mereka bisa ke Singapura sebulan sekali untuk mengunjungi orang tuanya dan adik-adiknya.


satu hari kemudian, setelah menerima rujukan kemari sang mamih langsung daptar di poli kandungan, sekarang aliska dan sang mamih sudah ada di ruangan dokter kandungan.


" pagi dokter " sapa Tante Rina


" pagi juga nyonya" sapa dokter kandungan


" saya kesini atas rujukan dokter Rudi ( dokter umum yang merawat aliska kemarin) saya mau memeriksa putri saya" kata Tante Rina


" sudah berapa bulan kata dokter Rudi " tanya sang dokter


" dua bulan dok" jawab kata Tante Rina


" ok kita langsung USG saja supaya jelas baby-nya" ajak dokter kandungan


mereka melakukan USG pada kehamilan aliska dan ternyata ada dua kantong janin.

__ADS_1


" nyonya selamat cucu anda twin, lihat ini ada dua kantong janin" kata dokter kandungan menunjuk ke layar monitor.


Bersambung


__ADS_2