Taruhan Membawa Bencana

Taruhan Membawa Bencana
Bab 6


__ADS_3

ke tiga teman aliska masuk ke UGD tempat aliska di rawat ternyata aliska sudah sadar.


" aku dimana " tanya aliska sambil memicingkan mata karena silau


" kamu di rumah sakit tadi pingsan dikoridor kampus" kata Aira


" aku lupa mau menghubungi orang tua loe" kata citra sambil Nepal jidat, citra langsung menghubungi orang tua aliska.


" gue udah menghubungi orang tua loe kata mereka akan sampai ke sini setengah jam lagi.


" makasih ya udah bawa gue kesini" kata aliska berterima kasih


" bukan kita yang bawa loe kesini, loe simpan aja ucapan terimakasih nya buat si Abang ganteng nanti" kata Kirana


"oh, trus gue sakit apa " tanya aliska


" dokter belum memberi tahu katanya nungguin keluarga loe" kata Aira


" tapi tadi dokter nanyain suami loe, kita jawab loe belum nikah" kata citra


deg...deg...deg ( suara hati aliska) aliska melamun takut kalau ia hamil, Kirana menyadarkan lamunan aliska


" seharusnya kalau loe sakit ga usah ke kampus" kata Kirana


" iya, loe istirahat aja di rumah" kata citra


" makasih perhatian kalian semua ya" kata aliska.


disaat mereka asik ngobrol keluarga aliska datang semua dari orang tuanya kakak nya dan ke dua abangnya.


" siang semua, terima kasih sudah menjaga aliska" kata Tante Rina ( ibunda aliska)


" sama-sama Tante aliska sahabat kami" kata Aira


" oh iya Tante dokter mau bertemu dan berbicara dengan om dan Tante" kata citra


Rina menuju ranjang rawat aliska dengan sedih bertanya apa yang putri nya keluhkan.

__ADS_1


" saya apa yang kamu rasain" tanya Tante Rina


" aliska pusing, mual dan lemes mih, mungkin masuk angin " kata aliska


" Tante kami kembali ke kampus lagi ya " kata Kirana pamit


" iya Tante kami pamit ya masih ada kelas " kata citra pamit


" Tante kami pamit ya, nanti setelah selesai kelas kami kesini lagi" kata Aira sambil pamit.


setelah ke tiga sahabat aliska pamit, ke tiga kakaknya dan papih aliska pamit kekanti, mamihnya ijin kekamar mandi, setelah mereka tidak ada dokter dan suster datang untuk memeriksa aliska.


" siang de " sapa dokter


" siang dok" jawab aliska


" apa yang Ade rasain sekarang pusing mual lemes" tanya dokter


" tiga-tiganya dok, saya sakit apa ya " jawab aliska


deg...


deg...


" Ng... sekitar dua bulan yang lalu" jawab aliska


" oh iya orang tua ade udah datang belum" tanya dokter


" udah dok mamih saya ke kamar mandi dulu, papih sedang ke kantin" jawab aliska


" ya udah kalo orang tua ade udah ada nanti suruh ke ruangan saya ya" kata dokter pada aliska


sementara dokter mengajak aliska ngobrol seorang suster memeriksa keadaan aliska.


" gimana sus udah" tanya dokter


" udah tinggal satu pemeriksaan lagi" kata suster

__ADS_1


" iya nanti suster bantu buat buat ke kamar mandi ngambil urin untuk pemeriksaan terakhir" kata dokter pada suster


" iya dok, nanti saya bantu tapi di kamar mandi masih ada mamihnya Ade ini" jawab suster


" saya mau ngecek pasien yang lain, nanti kalo ibunya adek ini udah keluar dari kamar mandi, suruh keruangan saya" kata dokter sambil keluar,


setelah dokter keluar mamih aliska keluar dari kamar mandi.


" maaf ya mamih lama di kamar mandi nya" kata Tante Rina


" iya mih, tadi dokter kesini nanyain mamih" kata aliska


" siang sus maaf apa pemeriksaan nya sudah selesai" tanya Tante Rina pada suster


" belum selesai nyonya masih ada satu kali pemeriksaan lagi" kata suster


" ayo dek saya bantu untuk kekamar mandi" ajak suster


" nyonya ketemu dokter saja nanti saya nyusul" kata suster


setelah Tante Rina keluar, aliska dan suster kekamar mandi buat mengambil air seni aliska buat pemeriksaan, setelah selesai aliska di baringkan lagi di belangkar dan suster keluar menuju ruangan dokter, dengan membawa air seni aliska yang sudah di masukan sesuatu ( tespeck).


setelah sampai di ruangan dokter suster langsung memberikan yang dibawanya kepada dokter.


" ini dok, hasilnya" kata suster menyerahkan gelas air seni aliska yang sudah di masukan tespeck, setelah memberikan gelas itu suster langsung keluar.


" maaf nyonya, saya mau bertanya apa putri nyonya sudah punya suami" tanya dokter


" belum dok jangan kan suami pacar saja putri saya tidak punya" jawab Tante Rina


" maaf ini hasil pemeriksaan putri nyonya" kata dokter menyerahkan catatan kesehatan aliska dan hasil tespeck nya.


" saya minta maaf, kalo kurang percaya silahkan nyonya pemeriksa lagi ke dokter kandungan, saya hanya dokter umum" kata dokter


tangan Tante Rina bergetar begitu membaca hasil pemeriksaan aliska apa lagi di perkuat dengan tespeck.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2