
“Hos … hos … hos …”
Deru napas tak beraturan itu datang dari seorang pria yang baru saja menangkis sebuah serangan yang amat mematikan. Ia bisa saja langsung kembali ke Valinóë jika tidak gesit melakukan elakan dan tangkisan.
“He is crazy (dia gila),” ucapnya dengan napas yang masing terengah. Di balik punggungnya, terdengar napas yang teringat-engah pula.
“A mai urcat la nivel (1)?” tanya saudaranya yang tengah kewalahan juga.
“Cel mai probabil da. Puterea lui era cu adevărt dincolo de predicţii (2),” jawabnya. Lebam tampak menghiasi beberapa bagian wajah serta tubuhnya.
“Luke, Leon, tetap waspada,” kata saudara sulung mereka memperingati. Saat ini mereka sedang membentuk formasi portal empat sudut. Di mana mereka mengharuskan waspada guna menjaga keempat sudut yang menjadi tempat mereka berdiam diri.
Luke dan Leon yang kebetulan berada di posisi satu jajar mengangguk. Mereka baru saja berkomunikasi dengan bahasa salah satu Negara yang paling lama mereka tinggali, yaitu Rumania. Sedangkan di sisi Lain, Lynn dan Lomon berada dalam satu garis. Mereka juga tampak mulai kewalahan. Sedangkan disisi lain, lawan masih terlihat biasa saja.
“Ini benar-benar gila, Kak,” ujar Lomon pada Lynn yang masih siaga dengan dua pedang di tangan. Sejak tadi ia tak sungkan lagi menunjukkan kemahiran memainkan pedang ganda atau kemampuan ini biasa disebut ambidextrous—memiliki keluwesan dalam menggunakan tangan kanan dan tangan kiri.
“Kekuatannya seperti tidak berkurang sedikitpun,” tambah Lomon.
Entah sudah berapa lama mereka terlibat pertarungan. Namun, yang pasti mereka sudah sangat kewalahan menghadapi raja vampir seorang diri. Kekuatan vampir satu itu seolah tidak ada habisnya pasca melakukan proses blood feeding. Entah ada kaitannya atau tidak, super blood moon yang masih menghiasi langit juga menambah mencekam aura di sekitar.
Di sisi lain, super blood moon yang masih menghiasi langit membawa dampak kurang baik bagi Lake. Serigala besar itu tampak tidak bisa menggunakan kekuatannya dengan maksimal, karena ras werewolf lebih diuntungkan jika terjadi super moon atau ketika bulan yang berada pada titik terdekat dengan bumi, kerana tampak sangat besar dan sangat cerah. Super moon umumnya lebih identik dengan warna yang putih atau putih-abu. Ketika terjadi gerhana super moon, jiwa serigala di dalam tubuhnya akan mendominasi. Kekuatan ras werewolf akan berlipat ganda.
“Kekuatannya sedang berada di level tertinggi, after blood feeding effect.” Lynn buka suara dengan salah satu tangan menyeka sudut bibirnya yang terluka dan mengeluarkan darah. “After blood feeding effect juga akan dirasakan oleh Lucciane,” lanjutnya. “Bekas gigitan yang ditinggalkan akan menimbulkan rasa sakit yang teramat. Lucciane pasti akan kesulitan menanganinya.”
“Poor The Goddess incarnation.” Leon ikut merespon.
Di sini mereka adalah para pelindung titisan The Goddess. Sebisa mungkin mereka akan menyelesaikan tugas mereka, yaitu mengambil alih titisan The Goddess. Mereka tidak mau peristiwa buruk di masa lalu kembali terulang. Sebelum semua itu terjadi, mereka harus menghentikannya. Toh, titisan The Goddess baru melakukan proses blood feeding tahap pertama. Belum lanjut ke tahap berikutnya. Mereka bisa membantu titisan The Goddess untuk melakukan proses rejected jika berhasil menyelamatkan titisan The Goddess.
Rejected sendiri adalah proses yang dilakukan jika sepasang soulmate tidak menginginkan satu sama lain. Biasa mereka akan akan melakukan sumpah penolakan di depan pasangannya. Istilah ini juga diambil dari istilah sama yang digunakan pada ras werewolf. (Basic information by Novel The Eternal Bond)
“Cuma ini kemampuan kalian?” tanya sanga lawan duel.
Luccane de Khayat. Pria rupawan beriris abu-abu kebiruan itu berjalan dengan santai ke arah para Lord vampir setelah mengembalikan pedang legendaris milik ayahnya ke tempat yang seharusnya. Saat ini ia datang dengan tangan kosong, menyongsong para Lord vampir yang tersisa di muka bumi.
“Ada pesan yang ingin kalian tinggalkan sebelum aku mengirim kalian ke Valinóë?” luccane melipat kedua tangan di depan dada. Ia memang tidak tampak baru selesai terlibat pertempuran, karena tampilannya masih seperti semula. Berbeda 180° dengan para lawan duelnya.
“Kau pikir kami sudah menyerah?” balas Lake. Serigala gagah itu masih punya cukup kekuatan untuk menyerang raja vampir. Ia sudah memperhitungkannya dengan baik.
__ADS_1
Luccane menyeringai tipis. “Kau rupanya tidak tahu jika … aku benci mahluk sepertimu.” Saat berkata demikian, Luccane menggerakkan tangan kananya ke atas. Seolah-olah sedang mengangkat sesuatu. Tak berselang lama, tubuh serigala Lake yang gagah terangkat dari atas permukaan tanah.
“Jangan bermain-main denganku, vampir sial*n!” seru Lake, murka. Namun, ia tidak bisa melakukan apa-apa, karena tubuh tegapnya yang terombang-ambing di udara terasa dicabik-cabik.
“Kau cukup banyak bicara untuk ukuran ras werewolf.” Luccane berdecih seraya memainkan tangannya. Efek yang ditimbulkan dari gerakan tersebut sangat terasa pada tubuh serigala Lake. Terbukti dari lolosnya lolongan mahluk berdarah panas tersebut.
Lynn, Lomon, dan Leon tentu saja tidak bisa tinggal diam melihat saudara mereka diperlakukan demikian. Baru saja hendak melakukan tindakan untuk menolong serigala Lake, tiba-tiba angin berhembus sangat kencang. Bersamaan dengan itu, cahaya bulan yang berwarna merah kian menyelimuti langit. Membuat aura mencekam semakin menjadi-jadi. Pandangan mereka pun tertuju pada satu objek yang ikut bersinar di bawah naungan super blood moon. Alih-alih mengeluarkan sinar merah seperti bulan yang menggantung di atas sana, objek tersebut mengeluarkan sinar putih dari sekujur tubuhnya.
“Little mate.”
Luccane bergerak, menghempaskan tangannya begitu saja. Sehingga serigala Lake jatuh menghantam tanah dengan sangat keras.
“Luke!”
“Lake!”
Secara bersamaan para Lord vampir yang tersisa menyerukan nama Luke dan Lake yang berada dalam satu raga. Tak berselang lama, serigala Lake kembali ke raga manusia. Dengan sigap Lomon melepaskan jubah hitamnya untuk melindungi Luke yang sudah kembali menjadi manusia.
“Little mate,” panggil Luccane. Ia segera berjalan mendekati sang belahan jiwa yang dijaga oleh Sebastian.
Sebastian sendiri masih berdiam diri sembari mengamati apa yang sebenarnya terjadi pada soulmate sang Lord.
“After blood feeding effect-nya bereaksi lebih kuat. Kemungkinan besar tubuh beautiful lady kesulitan menanganinya sendiri.”
“Lalu apa yang harus dilakukan? Kenapa kau malah diam saja!” Luccane panik. Ia tahu jika After blood feeding effect akan menimbulkan rasa sakit yang teramat, apalagi mate-nya adalah ras manusia yang sangat lemah dan mudah merasa sakit, jika dibandingkan dengan para ras immortal.
“Kita harus membawanya kembali ke Luccane The Palace.” Sebastian kembali buka suara. “Saya pernah melihat His Lord melakukan hal yang sama pada Milady Iness. Walaupun waktu itu saya masih remaja, saya ingat betul apa yang harus dilakukan saat seorang mate mangalami After blood feeding effect.”
“Kalau begitu kita kembali ke Luccane The Palace sekarang juga,” pungkas Luccane.
Ia kemudian beranjak, menyelipkan tangannya di belakang punggung serta pada bagian belakang lutut sang belahan jiwa. Namun, belum sempat ia membawa belahan jiwanya itu dalam gendongan ala bridal style, indra pendengarannya menangkap sebuah serangan balasan juga pergerakan. Dengan rahang yang mengeras, ia pun kembali meletakkan tubuh belahan jiwanya.
“Tunggu lah sebentar lagi, little mate,” bisiknya saat meninggalkan satu kecupan di kening Lucciane.
Luccane kemudian berbalik dengan rahang mengeras serta tangan terkepal di kedua sisi tubuh. “Kalian berhasil menguji kesabarannku!” ia kemudian membuat gerakan seperti mengibaskan sesuatu yang tak kasat mata. Namun, efek yang ditimbulkan berhasil membuat para Lord vampir terpental begitu saja.
Tak puas sampai di sana, Luccane kemudian membuka portal gaib dari Land of dawn. Ia memanggil beberapa bala bantuan untuk menghalau para Lord vampir yang terus saja mengganggunya seperti nyamuk. Walaupun mereka tidak ada apa-apanya bagi Luccane, tetap saja mereka sangat menganggu.
__ADS_1
“Binasakan mereka!” perintah Luccane pada empat mahluk mitologi yang baru saja ia panggil dari pedalaman Land of dawn
Keempat mahluk itu tunduk dan patuh kepada perintahnya. Keempat mahluk mitologi tersebut punya perawakan mirip Centaur, Talosta, Typhon serta anjing dewa Hades dari World of dawn atau underdawn, yaitu Cerberus.
“Aku tidak punya banyak waktu untuk meladeni mereka.”
Setelah mengatakan kalimat tersebut, Luccane balik kanan. Meninggalkan para Lord vampir dengan empat mahluk yang sangat mengerikan.
“Ayo kita pulang, little mate.” Luccane meraih tubuh belahan jiwanya. Didampingi Sebastian yang sudah siap mengawal perjalanan pulang mereka. “Kita kembali ke Luccane The Palace.”
Sebastian mengangguk dengan patuh. “Yes, my Lord.”
Setelah itu mereka menghilang dalam sekejap mata. Meninggalkan area Castil Vamfield yang sekarang menjadi arena pertempuran lanjutan antara Lord vampir dan para mahluk mitologi yang dipanggil oleh Luccane.
“Sial*n. Bisa-bisanya pengecut itu kabur,” dengus Luke, muak. Sekarang mereka malah dihadapkan dengan mahluk yang memiliki kekuatan tidak main-main. “Aku akan melawan Cerberus,” tambahnya kemudian. “Jika dilihat-lihat, Lake dan Cerberus sama-sama spesies Canis lupus.”
Cerberus yang dimaksud oleh Luke adalah seekor anjing berkepala tiga. Salah satu mahluk mitologi Yunani yang menyeramkan, penguasa dunia bawah yang bisa menyemburkan api dari mulutnya. Tugasnya di dunia bawah atau underworld adalah menjaga arwah agar tidak ada yang melarikan diri dari underworld. Nama Cerberus sendiri asal-usulnya dari kata bahasa Yunani, “Karberos” yang memiliki arti “iblis dari li*ng”.
“Kalau begitu aku akan mengambil Centaur,” sahut Lomon. Ia baru saja memanggil twins sword legendaris miliknya.
Centaur sendiri merupakan mahluk mitologi yang memiliki tubuh kuda dengan kepala dan badan manusia. Centaur kerap kali digambarkan dengan sifat manusia yang kadang mulia, pada lain kesempatan Centaur bisa begitu kejam.
Kini tinggal tersisa Talos, raksasa terbuat dari perunggu yang memiliki tenaga dari ichor—cairan kehidupan para dewa dan Typhon, ayah dari para mahluk menyeramkan yang berwujud naga raksasa berkepala seratus, memiliki sayap dan berukuran sangat besar. Typhon juga dapat menyemburkan api seperti Cerberus.
“Leon, pilih mana pun yang mau kamu lawan,” ucap Lynn seraya menatap si bungsu. “Sisanya biar aku yang urus.”
🦋🦋🦋
TBC
Note :
(1) \= apakah dia sudah naik level
(2) \= kemungkinan besar, ya. Kekuatannya benar-benar di luar prediksi
CERITA INI DIIKUTSERTAKAN DALAM EVENT PERCINTAAN NON HUMAN. MOHON DOA & DUKUNGANNYA 🤲
__ADS_1
Semoga suka 😘
Tanggerang 22-02-23