
TRV 81. Kenapa Kamu Ada Disini?
Hobby baru Lucciane semenjak dilarang keluar rumah adalah memandangi “Sea Angel’s” pemberian Marry beberapa waktu lalu. Mahluk laun yang memiliki nama asli Gymnosomata yang memiliki arti “tubuh telanjang” dalam bahasa Yunani merupakan hewan yang termasuk ke dalam golongan karnivora atau hewan pemakan daging. Makanan kesukaannya sendiri adalah kupu-kupu laut—hewan mirip siput yang memiliki cangkang.
Walaupun memiliki tubuh mungil yang cantik, Sea Angel’s ini punya sisi gelap. Sisi gelap itu ditunjukkan ketika Sea Angel’s makan. Sea Angel’s yang berukuran 5 centi meter juga tergolong mahluk laut yang beracun. Walaupun racunnya tidak terlalu berbahaya.
Selain Sea Angel’s, Marry juga membawa Fish Angel yang tergolong mahluk tidak berbahaya. Lucciane juga bisa memberi makan Fish Angel yang dibawa Marry menggunakan metode hand feeding Angel Fish. Sedangkan Sea Angel’s tidak bisa diberi makan menggunakan metode tersebut.
“Kira-kira Luccane akan pulang jam berapa, ya?” tanya Lucciane ketika La’ti dan Marry datang membawa makan malam untuknya. Kali ini Gaelic steak lagi yang menjadi hidangan utama. Olahan lezat dari daging rusa panggang yang diberi whiskey souce itu merupakan salah satu menu yang disukai oleh Queen Elizabeth II.
La’ti dan Marry memang jadi sering menemani Lucciane semenjak larang pergi ke luar rumah diterapkan. Selain mereka berdua, pelayan lain pun yang dulu jarang Lucciane lihat belakangan ini kerap bergabung. Di antara mereka ada vampir yang memiliki kelemahan terhadap sinar matahari—seperti vampir pada umumnya—jadi ia hanya bisa aktif berkeliaran di luar ruangan ketika malam tiba.
“Kalian tidak mau ikut makan bersama ku?”
La’ti dan Marry menggeleng dengan kompak. “Kami sudah kenyang, Lady.”
“Kalian selalu menjawab dengan kalimat yang sama,” keluh Lucciane. Karena hanya ia satu-satunya ras manusia, jadi hanya ia yang harus makan teratur 3 kali sehari. Berbanding terbalik dengan para vampir.
Marry tersenyum tipis menanggapi keluhan nona mudanya itu. “Saya dengar jika seorang wanita datang bulan, mood mereka akan mudah naik dan turun.”
__ADS_1
“Benar sekali,” jawab Lucciane. “Itu lah kenapa aku suka mengkonsumsi makanan manis atau coklat ketika datang bukan. Makanan manis mengandung glukosa, sedangkan coklat mampu memicu tubuh melepaskan hormon kebahagiaan, karena mengandung theobramine dan phenylethylamine. Dua zat yang berperan penting dalam mengatur perasaan senang.”
“Kebetulan saya sempat membeli beberapa kotak coklat ketika pergi ke luar,” sahut Marry. Ia kemudian menyodorkan beberapa kotak coklat dari brand berbeda. Lucciane mengenalnya. “Nona tidak perlu risau, coklat ini terbukti aman. Karena sudah lolos pengecekan butler Luccane The Palace.”
Lucciane tersenyum tipis seraya mengangguk. Ia kemudian menerima coklat-coklat tersebut. Tak lupa ia mengucapkan terima kasih. “Terima kasih, Marry.”
Walaupun dilarang keluar rumah, para penghuni Luccane The Palace sekarang memperlakukan Lucciane dengan baik dan ramah. Ditambah lagi ada Lucy yang setia menemani. Jadi, tak ada alasan untuk merasa bosan. Lucciane yakin jika keputusan yang Luccane ambil pasti telah mempertimbangkan banyak hal. Pria itu mengeluarkan larangan keluar rumah tentu saja demi memastikan kemanan sang belahan jiwa.
“Ada siapa di gerbang utama?” tanya Lucciane ketika ia tidak sengaja menangkap siluet dari luar gerbang.
Ada dua penjaga di sana. Mereka tampak tak bergeming, walaupun ada seseorang di luar gerbang.
“Ada orang di luar gerbang,” kata Lucciane seraya meraih jubah malamnya dari hanger. Ia memang telah bersiap untuk tidur, karena Luccane kemungkinan besar akan bermalam di London.
“Anda mau kemana, Lady?”
“Aku ingin ke depan, sebentar saja.”
“Tapi, my Lord berpesan untuk…”
“Kamu bisa ikut dengan ku,” sela Lucciane. “Kita bawa Lucy juga,” imbuhnya seraya membawa hewan berbulu fluffy itu dalam dekapan.
__ADS_1
Awalanya La’ti menolak ide tersebut, namun Lucciane dengan gigih meyakinkan. Toh, Lucciane hanya ingin memastikan penglihatannya. Apa benar ada orang di luar gerbang? jika ya, siapa? Lantas bagaimana bisa ia sampai ke sini? Kenapa pula para penjaga tampak tak bergeming?
Semua pertanyaan itu berkumpul di kepala Lucciane sampai ia menemukan sendiri jawabannya. Keluar dari bangunan utama Luccane The Palace demi memastikan dengan mata dan kepalanya sendiri.
“Kenapa kamu kenapa ada disini?”
Dan alangkah terkejutnya Lucciane saat menemukan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang tadi berjubel di kepala. Sekarang ia melihat secara langsung siluet yang tadi terlihat dari jendela.
“Bagaimana bisa kamu sampai sini, Gwen??”
🦋🦋🦋
TBC
Semoga suka 😘
Jangan lupa mampir ke cerita temen Author yang dijamin seru 🤗
Tanggerang 19-03-22
__ADS_1