Tawanan Raja Vampir

Tawanan Raja Vampir
TRV 51. Fighting Spirit


__ADS_3

“Aku tidak bisa memilih.”


Lynn yang sudah berada dalam posisi siaga dengan dua tangan memegang pedang, langsung menghela napas kecil. Bagiamana pun juga dua mahluk yang tersisa harus dihadapi satu per satu. Dua telah dihadapi oleh Luke dan Lomon. Tersisa Talos, raksasa terbuat dari perunggu yang memiliki tenaga dari ichor—cairan kehidupan dari para dewa. Mahluk ini diciptakan oleh okeh dewa teknologi, yaitu Hephaestus. Talos juga dikenal sebagai robot yang melindungi kerjaan Crete. Meski seluruh tubuhnya terbuat dari perunggu, Talos memiliki satu pembuluh darah yang memanjang dari leher ke pergelangan kakinya dan ditutupi dengan satu buah paku perunggu.


Ada pula Typhon, ayah dari para mahluk menyeramkan yang berwujud naga raksasa berkepala seratus, memiliki sayap yang berukuran sangat besar. Typhon juga dapat menyemburkan api seperti Cerberus. Selain menyeramkan, Typhon juga sangat sulit dikalahkan. Bahkan menurut legenda Yunani kuno, hanya Zeus satu-satunya dewa Olympus yang berani menghadapi Typhon. Itu pun pada awalnya Zeus harus mendapati kekalahan. Zeus baru bisa mengalahkan Typhon dengan bantuan Hermes, putranya. Kemudian mereka mengurung monster raksasa ini di bawah gunung Etna di pulau Sisilia.


“Kalau begitu kamu hadapi Talos,” putus Lynn. “Biar aku yang menangani Typhon,” tambahnya. Ia kemudian melirik pada si bungsu, Leon. “Hanya ada satu peluang yang dapat membuat kamu menag jika melawan Talos.”


“What this?” tanya Leon.


Lord vampir yang memiliki kemampuan untuk berkamuflase dengan baik itu tampak ragu. Ia memang ‘gesit’ dalam mengatur kecepatan. Sehingga ia bisa bergerak dengan cepat dari satu tempat ke tempat lain, sehingga lawan mengira ia punya kemampuan untuk menghilang. Namun, saat ini kondisinya belum pulih sepenuhnya. Apalagi yang akan ia hadapi adalah Talos. Robot yang memiliki kemampuan untuk memanaskan tubuhnya yang terbuat dari perunggu, kemudian dijadikan senjata untuk memusnahkan lawan. Talos juga mempunyai tenaga dari ichor yang merupakan cairan kehidupan dari para dewa.


“Talos memiliki satu pembuluh darah yang memanjang dari leher ke pergelangan kakinya dan ditutupi dengan satu buah paku perunggu,” ucap Lynn memberitahu. “Walaupun robot, itu artinya Talos punya titik vital yang dapat menjadi kelemahan.”


“Oke, noted.” Leon mengangguk paham. Walaupun sudah hidup ratusan tahun di dunia, ia baru melihat mahluk giant atau raksasa sejenis ini. Entah dari mana raja vampir memanggilnya.


“Mereka bukan mahluk mitologi asli!” seru Luke yang sedang mengambil jeda kala menghadapi Cerberus. Anjing dengan tiga kepala itu sangat agresif ketika menyerang. “Kemungkinan besar mereka mengambil wujud para mahluk mitologi berkat kekuatan yang mereka miliki,” lanjutnya.


Luke itu istimewa. Ia bisa bekerjasama dengan Lake untuk melakukan investigasi secara cepat dan akurat. Ia juga punya sixth sense atau indra keenam. Saat menggunakan sixth sense, biasanya bola mata kanan Luke yang punya pupil ember dengan warna kuning tembaga akan semakin berkilau keemasan (golden eyes).


“Aku setuju dengan dugaan itu,” sahut Lomon.


Lord vampir yang memiliki rambut berwarna pirang itu baru saja mengambil jarak cukup jauh dari Centaur yang ia hadapi. Mahluk mitologi yang memiliki tubuh kuda dengan kepala dan badan manusia itu membekali diri dengan senjata berupa dua bilah pisau yang memiliki bentuk khas. Sedangkan Lomon sendiri melawannya dengan twins sword legendaris dengan mata sangat tajam.


“Kita harus bisa mengulur waktu selagi mencaritahu,” ucap Lynn. “Jika mereka memang mahluk lain yang mengambil wujud mahluk mitologi, berarti tempat ini bukan lagi Castil Vamfield.”


Walaupun sudah lama ditinggalkan, Castil Vamfield tetap lah dianggap sebagai tempat suci. Sekalipun sudah tidak ditinggali dan berpenghuni, namun para Elder vampir atau Lord vampir yang masih berada di earth—belum kembali ke Valinóë atau tanah yang diberkati. Namun tubuh mereka telah terdegradasi sehingga mereka akan menjadi roh tak kasat mata dan tetap tinggal di earth tanpa ikut serta di dalamnya—dipercaya selalu menjaga Castil Vamfield yang suci. Oleh karena itu, tidak sembarangan mahluk bisa masuk ke Castil Vamfield.


“Kita … sudah tidak berada di Castil Vamfield,” ungkap Lynn, berhasil membuat saudara-saudaranya terkejut seketika itu juga.


“Bagaimana bisa?” bingung Lomon. “Sejak tadi kita bahkan tidak merasakan perpindahan.”

__ADS_1


“Benar,” timpal Leon. “Kita sama sekali tidak menyadari sesuatu yang terasa aneh. Apalagi sampai berpindah tempat.”


Lynn menggelengkan kepala secara perlahan. Ia kemudian memutar otak secara cepat, mencari tahu celah mana yang dapat menjadi pembenaran bagi opininya. Ia yakin mereka telah berpindah tempat. Namun, kapan mereka berpindah tempat? Atau lebih tepatnya … kapan mereka dipindahkan dari Castil Vamfield?


“Waktu itu …” gumam Lynn.


“Ada apa, Kak?” tanya Luke. Ia sudah bersiap untuk menyerang lagi. Cerberus sepertinya tidak senang melihat ia istirahat sebentar saja.


“Kita telah berpindah tempat sebelum Luccane memanggil keempat monster ini,” ungkap Lynn. Ingatannya langsung berputar pada saat Luccane tampak begitu marah. Sebelum pria itu memanggil mahluk mitologi yang mirip Centaur, Talosta, Typhon serta anjing dewa Hades dari World of dawn atau underdawn, yaitu Cerberus.


Luccane sempat membuat gerakan seperti mengibaskan sesuatu yang tak kasat mata. Namun, efek yang ditimbulkan berhasil membuat para Lord vampir terpental begitu saja. Tak puas sampai di sana, Luccane kemudian membuat portal gaib dari Land of dawn. Ia memanggil beberapa bala bantuan untuk menghalau para Lord vampir yang terus saja mengganggunya seperti nyamuk.


Lynn sangat yakin pada saat itu lah Luccane memindahkan mereka. Yang menjadi kelemahan mereka adalah telat mengetahui tindakan super cepat yang dilakukan Luccane. Raja vampir itu telah membuka ruang antara dimensi tanpa diketahui. Kemungkinan besar sekarang mereka ada di salah satu bagian dari Land of dawn.


“Raja vampir sial*n!” umpat Leon, kesal. Sekali lagi, mereka telah gagal dan kalah sejak awal. “Lalu sekarang kita harus bagaimana?”


“Bertarung sampai titik darah penghabisan,” ujar Lynn. “Mahluk-mahluk ini pasti punya kelemahan.”


“Minum lah,” ujar Lynn seraya melemparkan sebuah botol berwarna hitam dengan tutup berwarna coklat keemasan. “Itu darah terakhir yang kita miliki,” lanjutnya.


Lynn tahu jika saudara-saudaranya belum kembali ke kondisi semula. Setidaknya mereka membutuhkan darah tersebut untuk pulih lebih cepat. Toh, mereka juga sudah lama tidak minum darah segar. Apalagi langsung dari sumbernya. Selama ini mereka bisa bertahan dengan hanya minum darah hewan, karena mereka telah berjanji tidak akan sembarangan menghisap darah manusia.


Mereka adalah Lord vampir yang terlahir sebagai vampir ras murni. Sebisa mungkin mereka menjaga harkat serta martabat mereka. Mereka hanya akan menghisap darah dengan leluasa jika mereka sudah bertemu dengan mate mereka masing-masing. Itu pun jika mate mereka tidak menolak untuk menjadi belahan jiwa para Lord vampir terakhir seperti mereka. Dengan catatan jika mereka memang ditakdirkan memiliki belahan jiwa atau mate. Karena tidak sedikit Lord vampir yang tidak bisa memiliki belahan jiwa sampai akhir hayatnya.


“Mereka kuat sekali,” gumam Leon. Namun, masih bisa didengar oleh saudara-saudaranya.


Sudah cukup lama mereka menghabiskan waktu untuk bertarung. Latar belakang tempat mereka bertarung yang tadinya bagian dalam Castil Vamfield, kini telah berganti setelah mereka memancing para monster itu keluar. Ternyata benar dugaan Lynn, mereka sudah berada di tempat lain, bukan lagi Castil Vamfield.


Ketika berhasil keluar, mereka langsung disambut dengan area tandus yang tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Hanya ada batang pohon-pohon kering, tulang-belulang hewan, serta beberapa kubangan lumpur hitam yang mengeluarkan bau tak sedap.


“Aku akan coba menggunakan Attraction ability, tolong lindungi aku sebentar.”

__ADS_1


“Lakukan lah, aku akan melindungi mu,” sahut Lomon yang sudah pasang badan di depan Leon.


Leon mengangguk. “Baik,” ucapnya. Ia kemudian mulai fokus pada satu tujuan, supaya bisa menggunakan Attraction ability dengan baik. Ia belum yakin seratus persen ide ini akan berhasil, namun setidaknya ia akan berusaha semaksimal mungkin. “Now (sekarang),” kodenya. “Do it (lakukan lah)!”


Lomon yang paham akan kode tersebut langsung bergerak dengan gesit, menghindari serangan Centaur, kemudian mengincar Talos yang menjadi objek dari serangan Attraction ability Leon. Sekuat apapun mahluk-mahluk tersebut, pasti ada satu kelemahan yang bisa menjadi peluang bagi mereka untuk menang.


Melihat kerjasama serta semangat saudara-saudaranya, Lynn mengulum senyum tipis. Setidaknya mereka masih punya banyak stok semangat bertarung untuk berjuang melawan mahluk-mahluk tersebut. Mereka belum mau pergi ke Valinóë tanpa menyelesaikan tugas. Para tetua di atas sana juga tidak akan suka jika semangat mereka pupus begitu saja.


“Ayo, Kak,” ucap Luke seraya menepuk bahu Lynn. “Kita juga bisa bekerjasama.”


“Tentu saja,” sahut Lynn. “Kita bisa mengalahkan mereka dan segera keluar dari tempat ini.”


Luke mengangguk. “Jika memang kita gagal untuk menyelamatkan titisan The Goddess, setidaknya kita tidak gagal untuk saling melindungi satu sama lain.”


“Hm,” respon Lynn. “Takdir memang sulit di ubah,” lanjutnya dengan pandangan gamang. “Jika dia ditakdirkan untuk menjadi mate raja vampir, kita tidak bisa menghalangi mereka untuk bersatu.”


“Benar.” Luke meng-iyakan seraya mengayunkan tangan. Siap kembali melawan Cerberus yang telah ia tebas satu kepalanya. “Namun, setidaknya kita telah menjalankan tugas yang diberikan kepada kita.” Ia kemudian menoleh pada sang kakak. Senyum terulas di bibirnya, tipis. Namun, Lynn masih bisa melihat dengan jelas. “Setelah semua ini berakhir, mari tinggal di suatu tempat dan mengabdikan diri pada The God. Sepertinya kita cocok menjadi pastur.”


Lynn tersenyum lebih jelas mendengar candaan saudaranya itu. Namun, senyum itu tak bertahan lama saat melihat marabahaya tengah mengincar saudara tertuanya itu.


“Awas Luke!”


🦋🦋🦋


TBC


Note :


CERITA INI DIIKUTSERTAKAN DALAM EVENT PERCINTAAN NON HUMAN. MOHON DOA & DUKUNGANNYA 🤲


Semoga suka 😘

__ADS_1


Tanggerang 23-02-23


__ADS_2