Teknologi Sains Dan Sihir

Teknologi Sains Dan Sihir
EPS 16 . : Kekuatan sejati ESPer


__ADS_3


Tubuh Riota membeku.


Ketidakpercayaan memenuhi wajahnya. Dalam benaknya, bayangan ibunya ditelan hidup-hidup berulang kali.


Mulut monster itu tertutup. Tubuh raksasanya, dipenuhi dengan tentakel dan sisik, melompat keluar dari pasir dan meraung keras.


"ROOOOOAAAAAARRRRRRR!!!"


Kemudian, Riota akhirnya mengerti apa yang terjadi.


"Ibuuu!" Riota berteriak. Dia bergegas menuju monster itu dengan panik, melupakan segalanya tentang tetap tenang dan menggunakan otaknya.


Di kepalanya, satu-satunya pikirannya adalah tentang bagaimana menyelamatkan ibunya.


"Hiaaaaaat ,Chring Cring Pedangnya terhunus. Bilah pedang yang berosilasi meraung menjadi hidup. Percikan listrik menutupi bilahnya, mengisinya dengan sifat mematikan yang luar biasa.


Tapi ketika bilahnya menebas monster itu, Riota mengerti.


Musuh ini bukanlah sesuatu yang bisa dia hadapi.


Penghalang energi mana yang ada di sekitar moster itu  menghalagi  Pendang berkedip cangih itu di sekitar para monster itu, seketika  menghentikan bilahnya sepenuhnya. Serangan membabi buta Riota tidak dapat menyebabkan para monster itu tidak bisa tergores.


Detik berikutnya, monster itu bergerak.


Kemudian,  tubuh Riota dikirim terbang menjauh.


dalam Satu gerakan.dan auranya  hanya 1 monster saja Riota dikirim menuju neraka alias dikirim menuju kematianya..


Untungnya, armor Riota berteknologi cangih sehinga bisa  menyerap sebagian dari serangan itu. Jika tidak, dia akan mati seketika.


Riota terbatuk seteguk darahnya tumpah dan  Dua tulang rusuknya patah, dan lengan kanannya ditekuk dalam bentuk yang aneh. Riota ternyata sekarat  dari pertempuran itu.


Tito buru-buru terbang menuju Riota. Spuer AI itu menciptakan penghalang energi cepat yang dihancurkan menghentikan serangan lanjutan dari keganasan monster itu. Tito kemudian mengangkat Riota dan melindunginya  dan membawanya pergi.


[Tuan muda, apakah Anda baik-baik saja?]


"... Batuk. uhuk uhuk uhuk.. Tito, ibu. ibuu!" Riota  menatap Tito dan matanya memerah. "Tito Lepaskan Akuuu , aku mau menyelamatkan ibu!. ..."

__ADS_1


[Tenang, tuan muda anda jangan khuatir.] Ucap Tito. [Tuan Muda anda jangan  meremehkan Master Tidak mungkin belliau kalah baginya untuk dikalahkan demi monster kroco sekaliber ini.]


"Tapi, tapi ..."


Tito menciptakan penghalang lain dan menghentikan serangan monster lainnya. Ia kemudian menatap Riota dengan mata tunggalnya.


[Tuan muda, tingkat energi monster ini sekitar A-Grade. Bagaimana hal seperti ini bisa membunuh Beliau? Berhentilah khawatir, kita hanya perlu pergi. dan berdoa atas keselamatanya saja dan cukup percaya saja beliau masih hidup dan sehat walafiat]


Riota terkejut. Kemudian, matanya kembali hitam dan pikiranya menjadi agak jernih dan berharap semoga ibunya selamat dari kepungan monster itu.


Monster itu terus menyerang membabi buta, menggunakan tentakelnya untuk menyerang mereka. Tetapi meskipun monster itu kuat, itu relatif lambat. Mungkin itu alasan ia mengendalikan monster lain untuk memburunya.


Tito, di sisi lain, adalah AI yang sangat canggih. Tubuhnya yang bulat bergerak melalui celah di antara tentakel saat membawa Riota. Ketika tidak dapat menghindari serangan, ia mengenakan perisai energi dan menggunakannya untuk melarikan diri.


Akhirnya, ia melarikan diri cukup jauh untuk menjauh dari jangkauan tentakel itu.


[Master Saya pikir itu sudah cukup untuk membuat Tuan Muda Bersedih. Master, kita harus keluar dari zona bahaya.] Tito tiba-tiba berkata.


[... Akhirnya!] Suara seorang wanita terdengar dari tubuh Tito. [hahaha Aku  sudah bosan dengan hal aneh dan menjijikan ini.]


Riota menghela nafas lega. "Ibu!"


[Seni Itu adalah Ledakan!]


Kemampuan ESP Camilla, [Fisi Nuklir], diaktifkan!


Seketika, raungan teredam terdengar.


Di bawah tatapan Riota, sosok monster itu membengkak dan meledak seketika. Kemudian, bola cahaya yang menyilaukan menerangi di sekitar desa.


Detik berikutnya, suara memekakkan telinga berdampak pada telinga Riota.


BOOOOOOOMMMM!!!


"ROAAAAAARRRRR!!!" Monster itu meraung kesakitan. Dua pertiga dari tubuhnya dikonsumsi oleh serangan itu dan awan jamur kecil yang diciptakan oleh ledakan nuklir menutupi matahari.


Di atas monster itu, Camilla terbang menggunakan propulsor jasnya. Bahkan goresan pun tidak terlihat di tubuhnya, seolah-olah dia tidak akan ditelan monster beberapa saat yang lalu.


Dia memperhatikan monster itu dengan ekspresi bijaksana. Salah satu tangannya menyentuh dagunya seolah-olah dia sedang berpikir keras tentang sesuatu.

__ADS_1


"Betapa menariknya ... Itu masih hidup bahkan setelah kehilangan sebagian besar tubuhnya. Juga, baik Tito maupun diriku tidak bisa merasakannya sebelum menyerang. Mungkinkah berkat mana atau mungkin itu sesuatu yang melekat pada spesiesnya?"


Camilla kemudian menggelengkan kepalanya karena kecewa. "Sayangnya, aku tidak punya waktu untuk mempelajarinya. Kalau tidak, aku akan membawa tubuhnya ke laboratorium dan menelitinya. akhh!.. Sayang sekali."


Begitu Camilla  selesai berbicara, tubuh monster itu membengkak lagi.


... Dan ledakan lain menelan tubuh Monster  yang tersisa.


Hanya abu yang tersisa dari tubuh Monster itu.


Mulut Riota terbuka lebar. Ini adalah pertama kalinya dia melihat kekuatan penuh sang ibu. Faktanya dia mampu menghancurkan monster yang begitu kuat dalam hitungan detik dan brutal ini sangat tidak dapat dipercaya.


Untuk pertama kalinya, Riota benar-benar mengerti arti bisa menghancurkan kota sendirian.


Lupakan sebuah kota, ibu mungkin bisa mengubah seluruh wilayah menjadi abu jika dia berusaha sekuat tenaga.


Kerinduan yang kuat memenuhi pikiran Riota. Ini adalah kekuatan sejati. Ini adalah kekuatan dewa yang dia inginkan selama ini dengan semua kekuatan ini dia tidak akan diremehkan dan di tindas.


."Bagaimana kekuatan ibu apa kamu kagum Nak?" Camilla mendarat di depan Riota dan menyeringai. "Putraku apa kamu sangat terkejut  hehehe?"


Riota mengangguk dan terdian .dan berkata dalam hatinya,.  sialan Ibu benar-benar luar biasa.


Melihat reaksinya, Camilla tersenyum lebar. "Putraku Kamu jangan bersedih dan murung , kamujuga akan seperti itu di masa depan, Putraku. Kamu hanya perlu bekerja keras!"


"Baik ibu, akku akan berusaha dan belajar keras hinga hebat sepertimu ibu." Riota berbicara dengan sungu sunguh dan berjanji kepada ibunya.


Camilla mengangguk puas. "Baiklah.Putraku Ayo  kita kembali dulu. ibu sudah  Menggunakan kemampuan ESPER ibu terlalu lama membuat ibumu ini agak  kelaparan! Tito, bawa keretanya ke sini."


[Master yang mengerti.]


Beberapa menit kemudian, rombongan ibu ,anak sertak si pelayan [AI] berangkat kembali ke pesawat luar angkasa.


Sayangnya, tidak ada dari mereka yang memperhatikan benda yang tersisa di kawah tanah  yang disebabkan oleh ledakan Camilla.


Ketika para monster itu berubah menjadi abu, benda hitam seperti bulatan molekul zat muncul.


Benda hitam itu melengking kesakitan dan aura hawa kebencian munncul,. Kemudian, ia bergerak-gerak dengan menakutkan dan berubah menjadi binatang kecil seperti tikus.


Sesaat kemudian, hewan itu menggali ke dalam pasir dan menghilang.

__ADS_1


>>>>>>>>Bersambung...   Episode Selanjut nya \, aku tidak tahu ibu sakit\,


__ADS_2