Teknologi Sains Dan Sihir

Teknologi Sains Dan Sihir
EPS 21 : Setiap Awal Pertemuan Harus Memiliki Akhir Bagian 01


__ADS_3


"Putraku Kamu sudah  disini." Camilla menyapa Bloed dan Regina sambil tersenyum.


"Ibu." Riota tersenyum.dan Regina juga mengangguk sebentar.


"Putraku Duduk lah. Makanan akan segera disajikan. Ibu mendengar Tito mengatakan bahwa makan malam hari ini adalah ayam goreng dengan kentang Prancis yang dimandikan dengan keju. Mulutku sudah berair."


Riota menyeringai. "Bagus! Ibu Aku Sudah  kelaparan ..."


"fufufufu~, Putraku kamu selalu kelaparan. Apa menurutmu ibu tidak tahu kamu menyembunyikan keripik kentang di kamarmu?"


Riota merasa malu. Sejujurnya, siapa pun akan menyukai makanan sebanyak dia setelah bertahan satu tahun penuh makan daging mentah dan serangga dan minum darah segar.


"Rega, maukah kamu makan juga?" Camilla bertanya.


"... Makanan bukanlah sesuatu yang diperlukan untuk tubuhku ... Tapi aku pikir aku ingin sedikit makan juga bu." Ucap Regina.


"Itu bagus Putriku." Camilla mengangguk. "Makanan adalah salah satu kesenangan terbaik umat manusia. Belajar menikmati makanan akan membantu Kamu menjadi lebih manusiawi."


"... Lebih manusiawi, ya." Regina mengangguk dan terdiam.


Beberapa menit kemudian, makanan yang disajikan sudah dimanakn mereka bertiga. Seperti kebiasaan di kebanyakan keluarga bahagia ini, makanannya selalu enak dan sudah hilang tanpa sisa. Sebenarnya,Riota  adalah orang yang paling banyak makan. Dia makan hampir lima kali lebih banyak dari gabungan Camilla dan Regina.


Ditambah lagi, setelah operasi peningkatan tubuh, nafsu makan Bloed menjadi semakin besar. Dia masih berpikir untuk mengulanginya lagi.


Pada saat itu, Camilla menatapnya Putranya dengan senyum kebahagiaanya.


"Riota, apa rencanamu untuk masa depan?"


"... Rencana?" Riota tercengang. Camilla tidak pernah menanyakan hal seperti ini padanya.


"Ya, rencana." Camilla berubah serius. "Putraku Kamu tidak berpikir untuk tinggal di sini selamanya, kan?"


Riota terdiam. Sebenarnya, dia tidak pernah mempertimbangkan untuk pergi.


Tempat ini seperti surganya. Di sini, dia memiliki Camilla sebaigai ibu kandung nya, si Tito pelayan nya, dan Regina sang Kakak Peremppuan cantiknya,dan satu-satunya orang yang dicintainya adalah sang Ibu. Alasan apa dia harus pergi?


Camilla sepertinya mengerti segalanya dari kesunyiannya. Sambil menghela nafas, dia mengetuk meja dua kali dan berbicara., "Riota Putraku, dunia ini sangat besar. Kamu tidak dapat menghabiskan seluruh hidupmu di sini. Cepat atau lambat Kamu harus pergi berpetualang Dan ketika Kamu melakukannya, Kamu harus menghadapi dunia yang kejam ini,.."


"Tapi ibu, apa salahnya tinggal di sini? aku ingin bersamamu dan juga kakak Regina, dan  aku suka tempat ini. Apa lagi ca–"


*BAM!*


Camilla membanting meja dengan keras.


"ehem... wahai Putraku!, berhentilah menjadi anak-anak! Kamu sudah berusia lima belas tahun! Apakah kamu tidak punya mimpi? Sesuatu yang ingin kamu lakukan? Kamu adalah anakku! Aku ingin bangga pada putraku dan bisa mengatakan, dia adalah putraku!" >> Ucap sang ibu dengan tegasnya


"...Ibu jangan marahi aku apa ibu tidak   bangga ke padaku yang sudah bekerja keras dan belajar mati matian selama ini?"  > Ucap Riota,..


Camilla terkejut sebelum menggelengkan kepalanya dengan senyum pahit. "Tentu saja, aku bangga padamu. Tapi Putraku engkau tidak bisa menghabiskan seluruh hidupmu di tempat ini, Anakku Riota kamu harus pergi ke dunia luar, bertemu dengan pemandangan yang ditawarkan dunia ini dan menemukan hal-hal yang tidak diketahui yang tidak dapat kamu temukan di sini."


Camilla kemudian memindahkan kursi rodanya ke samping Riota dan membelai pipinya. "... Pergilah, anakku. Temukan impianmu dan kebahagianmu."


Riota terdiam sesaat.

__ADS_1


"... i-ibu Maukah kamu pergi denganku?" Ucap Riota Dia tiba-tiba bertanya.


Ekspresi Camilla berubah menjadi rumit. "...Putraku  Ibu tidak bisa menemanimu kali ini."


"Mengapa Bu?" >> Ucap Riota


"... Ini rumit, Putraku, tapi ibu tidak bisa pergi bersamau. tapi jangan Jangan khawatir, Kakakmu  Regina akan pergi bersamamu."   >>> Ucapa Sang ibu dengan seriusnya,..


Riota terdiam.


Riota tidak mau pergi. Dia tidak memiliki ingatan yang baik tentang dunia luar, dan selain itu, dia menganggap pesawat ruang angkasa sebagai tempat yang sempurna di dunia ini. Di sini, dia bisa bereksperimen dengan bebas, dia bisa makan dengan ibunya, wanita yang dia cintai, dan bisa menggoda Kakak perempuanya si Regina ketika dia bosan.


... akan tetapi Riota  juga mengerti maksud sang ibunda [ Camilla ]  Sebenarnya, untuk pergi Berpetualang di seluruh dunia tidak terlalu buruk.


Tapi Riota ingin pergi bersama sang Ibunda Camilla.


"Ibu, aku tidak akan pergi tanpamu."   >> Ucap Riota


"... Maaf, Putraku Riota. Ibu tidak bisa pergi bersamamu."  >> Ucap sang Ibu


"Aku tidak mengerti. apa yang ibu katakan , aku hanya tahu ibu dapat menggunakan baju besimu untuk berjalan, dan aku pernah membaca bahwa ada penyihir penyembuh yang sangat kuat di suatu tempat di benua itu. Mungkin dia bisa menyembuhkan tubuhmu bu!"  >>> Ucap Riota


"Putraku Riota kamu jangan keras kepala.turuti kata ibu"  >> Ucap sang Ibu


"Tetapi-" Ucap Riota


"Aku bilang tidak!" ya tidak kamu harus nurut saja',... Ucap sang Ibu


'Riota Terdiam membeku'.


Seketika, firasat buruk Riota memenuhi hatinya.


"... Ibu, apakah kamu menyembunyikan sesuatu dariku?" Ucap Riota dalam benaknya


"..."


"... Tito, apa yang terjadi kepada Ibu?"  >>  Ucap Riota


[... Maaf, tuan muda. Saya tidak berwenang untuk membicarakannya.]


"... Memang, ada sesuatu." Pikir Riota


"Putraku Riota, tolong berhenti! ..." Ucap sang ibu,..


Riota mengerutkan alisnya. Untuk beberapa alasan, hatinya terasa sangat berat. Sekarang dia memikirkannya, perilaku Camilla akhir-akhir ini aneh.


sang ibu memberi pelajaran dan pengetahuan yang sangat berharga dan memeberi kebahagian dan rasa kasih sayang kepada   Riota bersamanya terasa hangat dan nyaman akan tetapi. sang ibu  menawarkan Pengetahuan Sains dan Teknologi kepada Riota dan memerikan Operasi Memperkuat Riota  serta mengajarinya bioteknologi, dan bahkan sekarang, sang ibu berbicara tentang rencana masa depannya ...


... Seolah-olah  ibu sedang mempersiapkannya untuk sesuatu.


... Seolah-olah ibu akan–


*Batuk batuk!*


'uhuk uhuk uhuk'....

__ADS_1


"... Ibu apa kamu baik-baik saja?"  >> Ucap Riota dengan khawatirnya


"... Pu-putraku Ibu baik-baik saja." Camilla tersenyum lemah ke arah Riota. Tapi kemudian-


'\,uhuk uhuk uhuk* *Batuk batuk batuk!*


–Camilla mulai batuk darah.


"Ibuu!" Ekspresi Riota berubah. Dia buru-buru mencoba membantu sang Ibu, tetapi batuknya tidak berhenti. Sebaliknya, itu menjadi lebih kuat!


"Tito! Kak Regina! Tolong! selamatkan Ibu!,  Sesuatu sedang terjadi pada ibu!"  >> Ucap Riota yang sangat khawatir


"*uhuk uhuk uhuk * tu-Tunggu Putraku... Riota\, ada yang ingin ibu katakan padamu... *uhuk uhuk uhuk!*"   >> Ucap sang ibu dengan batuk darah dan wah pucat\,..


"tolong berhenti bicara ibu, semuanya akan baik-baik saja. Tito! Dimana robot perawatnya !?"  >> Ucap Riota yang panik


[Mereka akan datang, tuan muda.] >> Ucap Tito si AI


"Tito Apa yang terjadi kepada Ibu!?"  Ucap Riota


[...]


"Tito!"


"Pu-Putraku... *Uhuk!* P-Tolong\, dengarkan\, ibu*Uhuk! Uhuk!  !*"   >> Ucap sang Ibu terbatuk batuk


"Bu bu, aku di sini, katakan padaku." >> Ucap Riota


Camilla memandang Riota dan tersenyum. Dia kemudian membuka mulutnya untuk mengatakan sesuatu.


Tapi kemudian, batuknya berubah menjadi semakin intens.


Camilla batuk dan batuk, tidak bisa menghentikan darah keluar dari mulutnya.


Hari ini adalah harinya. Akhirnya sang Ibu, organ-organnya tidak tahan lagi dan tidak berfungsi lagi.


Camilla menatap sang Putra ya itu si Riota yang panik dengan tatapan sedih. Sayangnya, dia tidak punya lebih banyak waktu.


Detik berikutnya, kesadarannya memudar.


Hanya teriakan panik Riota yang bisa terdengarnya,..


...


*BAM!*


"Kenapa kamu tidak pernah memberitahuku tentang ini, Tito !?"   >>>  Ucap Riota dengan marah


[Maaf, tuan muda. Tetapi Master melarang saya untuk memberi tahu Anda tentang hal ini.]


"Jadi kamu hanya menyembunyikan fakta bahwa ibu sekarat dariku !? Bagus, hahaha! Aku bahkan tidak tahu ibuku sendiri sedang sekarat!" >> Ucap Riota,..


[saya minta Maaf Tuan Muda Perintah Master adalah mutlak.]  >> Ucap Tito


Bersambung....  Episode Selanjutnya :  Setiap Awal Pertemuan  Harus Memiliki  Akhir Bagian 02

__ADS_1


__ADS_2