
[DING]
-----------------------------------------------------------------------------------------
[ Baca Novel ; Teknologi Sains Dan Sihir Bahasa Indonesia ]
----------------------------------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------------------------
[ Baca Novel Teknologi Sains dan Sihir Bahasa Indonesia ]
-------------------------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------------------------
[ Author : -- Xiao Lin Chen ]
-------------------------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
[ Genre :: Harem, Romance, Epic Petualangan, Aksi, Fantasy pedang dan Sihir., Sains dan Teknologi.
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Episode = 43 - Benda Hitam Misterius dan Persiapan Menuju Kota Terdekat
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
-------------- [ Selamat membaca dan Terimasih kawan ]...........
----------------------------------------------------------------------------------
Melihat mata monster singa yang tersisa, Riota tersenyumdia menyeringai dan berteriak.
"Hasta la vista, sayang."
Dan pedang itu diayunkan ke bawah.leher monster singa
CRIING!
beberapa saat kemuan Monster pun mati seketika, Riota terengah engah Staminanya hampir terkuras habis.
'Adiku Sayang apa kamu baik-baik saja, apa kamu terluka, kakak Sangat khawatir kepadamu' Ucap Reggina dengan senyum hangat dan rasa khawatirnya dia bertanya di belakang Riota yang kelelahan.
Riota menganguk dan tersenyum hangat dia berkata 'Kakak diriku tidak apa-apa, bagaimana keadaanmu dan Ying'er?'
'Adikku kenapa kau mnghawatirkan Gadis Bodoh itu. fiuuh baiklah Kakak akan menjawab pertanyaanmu eheem.. Gadis Iblis bodoh itu cuma baik-baik saja, dia hanya menderita beberapa patah tulang, tetapi dengan regenerasi tubuhnya dia akan baik-baik saja setelah sedikit istirahat." Ucap Regiga dengan manyun dan merasa kesal.
Riota tersenyum kecut dia menganguk dan berkata 'hehehe baguslah Ying'er baik-baik saja, eheem aku juga menghawatirkan kakak loh'
'hmm' ujar Regina tersenyum sendirian entah apa yang dia pkikirkan.
beberapa detik berlalu Riota kemudian menantap Monster Singa itu sejenak sebelum memotong dada Monster Singa dengan pedangnya.
'wah sadis banget' Ucap Regina Tercengang melihat sang Adik memotong - motong Monster Singa yang tewas itu.
'Maaf Kakak kamu melihat ku seperti ini, Aku sedang mencari inti Mana dari Monster Singa ini' Ujar Riota menjelaskan dia tersenyum dan berkata lagi "eheem kak Itu adalah inti mana dari Monster Singa Rank -A. aku tidak tahu kapan Aku bisa mendapatkan yang lain seperti ini hehe."
"Adiku Tapi kan kamu baru saja mendapatkan inti mana tingkat setengah dewa dari burung bodoh itu." Ucap Reginadengan senyuman manisnya.
Riota berbalik ke arah kakaknya si Regina dengan ekspresi tidak berdaya dia tersenyum kecut dan berkata 'fiuuh Kak aku tidak bisa memulai bereksperimen secara langsung dengan Inti Monster Setengah Dewa, tetapi aku akan mengunakan Inti Monster tingkat Rendah ini dan perlahan-lahan menemukan cara terbaik untuk menggunakannya. Hanya dengan cara itu aku bisa mendapatkan penggunaan terbaik dari inti mana tingkat setengah dewa."
"... Baiklah Dik kakak mengerti. Kakak mengerti. akan tetapi Dik, apakah kamu tahu untuk apa kamu akan menggunakan inti mana Monster Singa Rank-A ini?" Ucap Regina bertanya dengan senyman hangatnya dan penasaran apa yang di kerjakan oelh sang Adiknya itu.
Riota Tersenyum Kecut dia bingung mau bica apa ya sudahlah dia berkata apa adanya 'eheem.. Kak, Aku hanya punya ide kabur. Sejujurnya, diriku tidak sepenuhnya yakin tentang apa yang Diriku bisa dan Diriku tidak bisa lakukan dengan itu." Riota kemudian memegang pedangnya itu dan mengayunkanya ke bawah dan menusuk dada monster singa itu.
akan tetapi ketika Riota selesai memotong dada Monster singa dan terbuka, sesuatu melompat keluar darinya.
.
"Hati-hati, Adik" Ujar Regina mengulurkan tangannya dan memotong apapun itu. Riota terkaget dia juga berhasil bereaksi dan menyandarkan kepalanya ke samping.
SCEEEEEECHHHHH!!!!
Benda bulat itu menjerit marah. Sebuah tentakel memanjang darinya, membentuk panjang dan lancip seperti paku yang menembus leher Riota.
Namun dengan kecepatan reaksi Riota didorong oleh mata dan kemampuan ESPER-nya. Dia buru-buru berguling ke samping dan mengayunkan pedangnya, memotong Paku lancup panjang menjadi dua.
Hanya sampai sekarang Riota berhasil mendapatkan pandangan yang jelas pada makhluk itu. Itu adalah benda seperti massa berbentuk bulat dan berwana hitam dengan Paku panjang berlancip yang sangat aneh yang tumbuh dari tubuhnya.
Benda hitam bulat seperti massa melekul itu telah dipotong menjadi dua oleh Regina, akan tetapi kedua bagian itu bergabung lagi. Bahkan Paku Lancip dan panjang yang dipotong Riota sepertinya kembali ke makhluk itu.
"Apa itu!?" teriak Riota dia terkaget.
."Adik ku kamu, hati-hati. Itu sama kuatnya dengan monster singa." Teriak Regina sangat khawatir dia memperingatkan dengan nada waspadanya.
Riota mengangguk. Dia bisa merasakan bahwa fluktuasi Energi Mana yang berasal dari benda Bulat Hitam itu setara dengan monster A-Grade.
Dan jika benda itu ada di dalam Monster singa sepanjang waktu itu , Riota berfikir sebentar dan berkata "Tunggu, Aku mengerti, Kak mungkinkah makhluk ini yang telah mengendalikan gerombolan para Monster selama ini?"
Regina berpikir sejenak sebelum mengangguk. dan berkata "Mungkin saja Dik."
Sampai sekarang, Riota belum pernah melihat pengontrolnya. Tapi melihat monster ini sekarang, dia merasa itu dia.
Benda Bulat berwarna hitam seperti massa berbentuk molekul yang sangat menjijikkan itu memutar tentakel dan paku panjangnya dengan menakutkan. Riota bisa melihat bahwa itu tampak marah ke hitaman.
Kemudian, tiba-tiba, mulut berisi gigi bergerigi muncul di atasnya.
SCEEEEEECHHHHH!!!!
Dengan teriakan lain, makhluk menjijikkan itu melompat ke arah Riota. Riota secara refleks menggunakan pedangnya untuk membelokkannya, akan tetapi makhluk itu tidak repot-repot menghindarinya. Sebaliknya, itu dipotong menjadi dua sementara kedua bagian menciptakan paku yang menembus ke arah wajah Riota.
"!!!"
Ekspresi Riota berubah. Lek Tho buru-buru menciptakan perisai energi, tetapi paku makhluk itu menembusnya dan berlanjut langsung ke wajah Riota.
akan tetapi Riota tidak bertarung sendirian.
*Ayun!*
Dengan suara yang tajam, paku-paku itu benar-benar terpotong.
Namun, Regina tidak puas dengan itu. Dia mengacungkan pedangnya puluhan kali dalam waktu kurang dari satu detik sampai memotong makhluk itu menjadi potongan-potongan yang tak terhitung jumlahnya.
'creees crees creees'
Sepotong demi sepotong massa molekul hitam berbentuk bulat jatuh ke tanah tanpa daya.
Riota yang melihat pemandangan itu dengan tertegun.
"kakak Regina. tolong katakan kepadaku Kamu apa menggunakan seluruh kekuatan kamu Kak?" Ucap Riota dengan khawatirnya.
__ADS_1
'Maaf Dik kakak mengunakan seleruh kekuatanku, karna aku sangat khawatir kepadamu' Ucap Regiga menyesali perbuatanya.
"Tapi kan kak kamu tidak seharusnya menggunakan kekuatanmu yang sebenarnya kecuali itu benar-benar diperlukan." Ucap Riota tersenyum lembut dan menasehati kakaknya.
Regina memandang Riota dengan cemberut dan acuh tak acuhnya dia berkata. "Adik Ku, Kakak melihat kamu dalam bahaya, jadi Kakak bertindak secepat mungkin untuk menyelamatkan kamu."
Riota tidak membelinya. Meskipun situasinya tentu berbahaya, dia pikir dia bisa berhasil untuk dirinya sendiri, setidaknya untuk sementara waktu.
Tapi kemudian, Riota memikirkan sesuatu dia tersenyum dan berkata. "Mungkinkah, kakak kamu takut?"
Mata Regina berubah sedingin es. dia tersenyum menyeringai dan memiringkan kepalanya dan berkata "hmmm.. Dikk Apa yang kamu bicarakan, kakak tidak mengerti?"
Riota menunjuk ke potongan-potongan kecil makhluk yang berputar di tanah. "Lihat, Kak Makhluk ini bisa meregenerasi dirinya sendiri."
Regina langsung mengulurkan tangannya dan menembakkan sinar plasma yang kuat, membakarnya sepenuhnya.
Riota yang melihat kejadian itu diatercengang
Riota tersenyum kecut dan berkata "Hei Kak Regina, jangan langsung ngamuk dong ..."
"hmm. Adik, kita tidak akan pernah membicarakan hal ini lagi, apa kau mengerti?" Ucap Regina menatap ke arah Riota dengan amarahnya dan rasa jengkelnya.
'i-iya Kak Aku gerti' Ucap Riota pasrah tanpa daya
.
Untuk beberapa alasan, tatapan tajam sang kakaknya si Regina membuat perasaan Riota menjadi takut.
'Jadi bahkan seseorang sekuat kakaknya akan takut akan hal-hal menjijikkan, ya.' Ucap Riota menyeringai dalam hatinya.
"Ngomong-ngomong, monster itu tidak terduga. Sayang sekali, bahkan dia memakan inti mana monster singa itu." Ucap Riota menggelengkan kepalanya karena kecewa.
Tapi tiba-tiba, Riota memikirkan sesuatu dia berseru 'Kak Regiga coba kamu lihat makhluk itu'
'iyaa Dik kakak akan lihat' Ucap Regina yang masih ngambek.
"Kakak Mungkinkah Makhluk itu Monster Devores Julukanya Sang Pelahap segalanya?'' Ucap Riota memikirkan sesuatu di bedaknya.
Regina kaget. Wajahnya langsung berubah menjadi suram saat dia mengingat bentuk dan cara serangan makhluk itu.
Dia kemudian mencari di database-nya untuk informasi tentang Devourers, tetapi pada akhirnya, dia gagal menemukan apa pun yang berhubungan dengan makhluk seperti ini.
"akhh Kurasa tidak." ujar Regina akhirnya menggelengkan kepalanya.
Riota menghela nafas lega. Faktanya, dia hampir 100% yakin itu bukan Devourers, tetapi bahkan kemungkinan sekecil apa pun bahwa itu bisa cukup untuk mendinginkan tulang punggungnya.
Sekarang Regina telah menyangkal kecurigaannya, dia merasa lega. "Adik ku, Kamu benar, memikirkannya, Monster Devourers akan langsung mengasimilasi makhluk itu alih-alih dia yang mengendalikan para gerombolan Monster ganas itu.."
Monster Devourers dikenal karena banyak hal, seperti tingkat reproduksi mereka yang ekstrem dan kemampuan mereka untuk mengkonsumsi energi dan jiwa, tetapi pengendalian pikiran bukanlah salah satunya.
Riota tidak bisa tidak berpikir bahwa kakaknya terlalu paranoid.dia tersenyum kecut dan berkata 'Kak, Tidak ada lagi yang bisa dilihat di sini. Ayo pergi, saatnya meninggalkan tempat ini."
Riota kemudian berjalan menuju Liu Ying diikuti oleh kakaknya si Regina di belakanya.
Liu Ying dalam keadaan setengah sadar. Dia mengerang kesakitan saat melihat Riota dan Regina datang.
akan tetapi ketika Riota hendak mengangkatnya, Regina bergerak lebih cepat darinya dan menggendongnya dengan kasar di lengannya sebelum meletakkannya di punggung Lek Tho.
Riota tersenyum kecut, tetapi dia tidak mengatakan apa-apa. Bagaimanapun, sikap posesif kakaknya bukanlah sesuatu yang baru.
Setengah hari kemudian, mereka akhirnya meninggalkan pegunungan.
...
Dibandingkan dengan tanah pengasingan, dunia luar adalah surga.
Langit biru, rerumputan hijau, air jernih, dan pepohonan yang dipenuhi buah-buahan. Bahkan angin terasa berbeda di sini daripada di tanah pengasingan. Itu lebih dingin dan kurang kering.
Bahkan Regina tampak dalam suasana hati yang lebih baik. Dia melihat dataran hijau yang membentang ke arah cakrawala dengan senyum langka.
Setelah menikmati perubahan ini selama beberapa menit, Liu Ying berkata 'Riota-san Kemana kita akan pergi sekarang?"
Riota berpikir sejenak. Saat ini, mereka berada di perbatasan selatan kerajaan Alterna, di mana mantan ayahnya adalah raja itu, dan Kota terdekat disebut Kota Mondstadt, Kota Mondstadt sendiri berasal dari bahasa Jerman yang artinya Kota Bulan dan berjarak sekitar lima puluh kilometer.
Ilustrasi Kota Mondstadt
Riota tidak ingin tinggal lama di kerajaan ini, namun, dia harus melewati Kota Mondstadt, jika dia ingin pergi ke kerajaan tetangga. Jadi Riota memutuskan untuk pergi ke Kota Mondstadt, adalah suatu keharusann.
Nah, Riota tidak terlalu khawatir. Kota Mondstadt, cukup jauh dari ibu kota kerajaan, jadi tidak ada yang benar-benar mengenalnya di sini. Dan bahkan jika seseorang di sana telah melihatnya ketika dia masih Pangeran Glenn, dia ragu mereka bisa mengenalinya.
Riota telah banyak berubah dalam lima tahun terakhir, ditambah rambut biru dan mata birunya benar-benar berbeda dari rambut hitam keluarga kerajaan. Bahkan jika seseorang menganggapnya akrab, orang itu paling banyak akan berpikir dia memiliki sedikit kemiripan dengan seseorang yang dia temui sebelumnya.
Mungkin hanya orang-orang yang benar-benar akrab dengannya, seperti raja, ratu, atau keluarga kerajaan, yang bisa mengenalinya.
Riota mempertimbangkan gagasan untuk mengubah wajahnya, tetapi dia benar-benar tidak ingin melakukannya. Dia bukan penjahat atau monster, mengapa dia harus menyembunyikan wajahnya?
Bagaimanapun, Riota memutuskan untuk pergi ke Kota Mondstadt terlebih dahulu. Namun sebelum itu, mereka perlu beristirahat.
'teman-teman ayo kita berkemah disini malam ini, kita akan berangkat besok pake ke Kota Mondstadt Riota memutuskan setelah menjelaskan situasi Liu Ying. Baik kakaknya maupun Liu Ying tidak keberatan, dan sejujurnya, keduanya sangat menginginkan istirahat.
Jadi, mereka menemukan sungai di dekatnya dan memutuskan untuk berkemah di sana.
Selain tenda logam (yang lebih seperti rumah portabel), Riota meminta kakaknya untuk mengeluarkan laboratoriumnya. Dia ingin membuat beberapa hal sebelum memasuki kota.
Jadi, setelah beberapa detik, sebuah kemah yang agak megah telah didirikan.
Riota segera mulai bekerja. Dia tidak tahu berapa lama waktu yang dia butuhkan untuk menyelesaikan hal-hal yang dia butuhkan, jadi dia ingin memulai sesegera mungkin. Dia bisa beristirahat nanti.
Jadi, sementara kakaknya menyiapkan makan malam dan Liu Ying mandi, Riota mengerjakan hal-hal yang dia butuhkan untuk memasuki kota.
Hal pertama yang ingin Riota buat adalah alat untuk menyamarkan rambut Liu Ying. Riota tidak membutuhkan banyak waktu untuk itu. Dia hanya menggunakan yang sama yang dia gunakan untuk rambutnya, tetapi tanpa fungsi tambahan yang dimilikinya.
Bagian selanjutnya agak sulit. Riota perlu menyembunyikan keunikan kelompok itu sehingga tidak ada yang mencurigai apa pun.
Chorius benar ketika dia mengatakan bahwa kelompok Riota sangat aneh. Faktanya, Riota mengira mereka mungkin kelompok yang paling merepotkan di seluruh benua. Salah satunya adalah seorang pemuda tamvan tanpa energi mana yang membawa warisan peradaban yang sama sekali berbeda, yang lain adalah Valkyrie, mesin perang yang dibuat untuk menghadapi pasukan sendirian, dan yang terakhir adalah putri mantan raja iblis yang di buang dan diasingkan.
Tidak peduli bagaimana Riota memikirkannya, identitas mereka masing-masing lebih merepotkan daripada yang lain.
Riota membutuhkan waktu hampir delapan jam untuk menyelesaikan bagian experimannya ini. Riota mengabaikan panggilan Kakaknya untuk makan malam dan menghabiskan seluruh waktu tenggelam di laboratoriumnya sampai dia mendapatkan hasil yang memuaskan.
Akibatnya, ketika Riota selesai ber-experimen, hari sudah larut malam.
Riota meninggalkan laboratorium dengan senyum puas. Riota dia meregangkan tubuhnya dan berjalan menuju tenda logam. Dia bertanya-tanya apa yang telah disiapkan Kakaknyaa untuk makan malam.
Tapi yang mengejutkan Riota, kakaknya si Regina dan Liu Ying berada di luar tenda, di sekitar api unggun. Regina sedang membaca buku (yang mereka bawa dari pesawat ruang angkasa) dan Liu Ying sedang berlatih seni bela dirinya.
"eheem Adek ku, akhirnya kau keluar juga." ujar Regina tersenyum hangat dia mengangkat matanya dari buku dan menatap Adiknya sambil tersenyum lembut penuh rasa kasih sayang dan cinta.
__ADS_1
Ketika Liu Ying mendengarnya, dia berhenti berlatih.dan berkata "Woah, Riota-san kamu pasti butuh waktu lama berkerja ya, fiuuh. Aku sudah kelaparan loh."
Riota tersenyum kecut dia terkejut dan berkata. "heheehe Ying'er Kamu belum makan?"
Liu Ying tersenyum.manis dia berucap "Riota-san kita ingin menunggumu. ayo Cepat, Regina-san menyiapkan sesuatu yang enak."
Anehnya, Regina tidak membantah Liu Ying kali ini. Dia memasuki tenda dan mengeluarkan tiga porsi makanan. Perut Riota bergemuruh saat melihat makanan panas mengepul yang sepertinya baru saja dibuat.
"hmmm bau nya harum ni adalah...?" Ucap Riota penasaran dan kelaparan
[ Iustrasi cari di google ; Judul Steak Daging Ala Cafe De Paris dan Kentang Goreng Shoestring yang Menggoda Lidah ]
"Adek ku ini adalah Varian daging sapi dengan bawang gireng dan kentang.goreng Aku menggunakan daging salah satu monster yang kita bunuh di jalan dan bawang dari pesawat ruang angkasa." Ucap Regina tersenyum puas dan banga.
"nyaam.. nyaam hmmm.. Kelihatannya sangat enak."Ucap Riota dia hampir tidak bisa menahan diri untuk tidak melemparkan dirinya ke makanan lezat.
Makanan enak adalah salah satu hal yang paling dinikmati dan di sukai Riota, tepat di bawah penelitian dan mempelajari hal-hal baru. Mungkin itu karena Riota hidup dua tahun penuh makan daging mentah dan minum darah segar.
Dan sejujurnya, Kakaknya si Regina adalah juru masak yang luar biasa. Tingkat memasaknya mungkin telah melampaui alam manusia. Riota bisa bersumpah demi Kamisato Ayaka dan Raeden Sogun Waifunya bahwa tidak ada seorang pun di dunia ini yang bisa memasak enak dengan baik ya itu kakak perempuanya yang baik hati cantik dan penyayang pula..
Sebenarnya, alasan Regina memasak dengan sangat baik dan lezat adalah karena Adiknya. Jika Riota suka meneliti dan mempelajari pengetahuan baru, hobi Regina adalah memasak. Regina terus-menerus meneliti cara-cara baru untuk memasak, hanya agar dia bisa melihat wajah Adiknya yang puas.
[ 'mungkin saja Regina Harus berguru dengan Shokugeki no Souma: Dari mulai makanan, teknik memasak, dan pengadaan bahan makanan, Shokugeki no Souma ini akurat dengan kehidupan nyata. Contohnya saja di episode 16 season 3, Akira melakukan pertandingan balas dendamnya melawan Soma, dan bahan masakan utamanya adalah daging beruang. Yang sangat akurat tentang episode ini adalah bahwa di daerah Jepang Utara, penduduknya benar-benar memakan daging beruang. ]
[ eheem yuk kembali ke ceritanya kawan hehee maaf - maaf autor kemaren lagi maratoin Nonton itu anime jadi ke angkut juga di novel hahaha ]
Jadi, kelompok Party ke tiga orang itu menikmati makan malam mereka dengan harmonis.
Ketika mereka selesai, Liu Ying memandang Riota dengan senyumanhangatnya dia berucap "nee.. nee Riota-san, apa yang membuatmu begitu lama? Aku bahkan mengira kamu tidak akan keluar sampai besok."
Riota tersenyum kecut. Dia kemudian mengeluarkan empat benda dari saku dan menunjukkannya kepada gadis-gadis itu.
Dua kalung, cincin, dan botol berisi cairan hitam aneh.
Ilustrasi dua Kalung
[Ilustrasi Cincin Spasial Dimensi ]
[ Ilustrasi Botol anehnya angap saja itu ]
kemali keceita.
"Riota-san Ini adalah...?" Ucap Liu Ying terkejut.
Riota tersenyum hangat dan dia menjelaskan. "Ying'er Ini untuk menyamarkan diri. Aku membuatnya sehingga tidak ada yang bisa menemukan rahasia Kita. Diriku tidak yakin apakah itu bisa membodohi seseorang di level Chorius [Demi God ], akan tetapi S-Grade normal ... Demigod mungkin akan bisa melihat rahasia kita."
Riota kemudian mengambil botol itu dan membukanya di kepala Liu Ying.
Liu Ying terkejut. Tapi di detik berikutnya, dia melihat rambutnya menjadi benar-benar hitam.
Ilustrasinya angap saja gitu ]
"Ying'er, Rambut merahmu sangat jarang di lihat orang, jadi membuatnya hitam dapat membantumu luput dari perhatian. Ini akan bertahan sekitar satu tahun. Setelah itu, kamu harus memikirkan sesuatu sendiri." Ucap Riota menjelaskan dia kemudian mengambil salah satu kalung dan memberikannya pada Liu Ying.
'Ying'er Pakai kalung itu' ucap Riota tersenyum dan sedikit mengoda liu Ying.
Liu Ying masih terkejut dengan rambutnya, jadi dia tidak ragu untuk memakai kalung itu. Riota kemudian menekan permata hitam di atasnya dan kalung itu menyala. Detik berikutnya, tanduk Liu Ying menghilang.
'wow Riota-san ini sangat indah' Ujar Liu Ying tersenyum senang
'Ying'er ini adalah Sebuah ilusi. Faktanya, ini sangat sederhana. Diriku menggunakan batu ajaib dan beberapa Mantra rune sihir untuk membuat alat Sihir ini. Itu bisa dianggap sebagai Artefack sihir pertama yang berhasil Diriku buat." Ucap Riota tersenyum ppuas dan penjelaskan panjang lebar kepada Liu Ying.
Meskipun bangsa iblis tidak dilarang di kerajaan Alterna, mereka tidak diterima dengan baik. Artefack Sihir ini tidak bisa menipu pembangkit tenaga listrik sejati, tetapi itu sudah cukup untuk membuat hidup Liu Ying berkali-kali lebih mudah.
Ekspresi Liu Ying berubah menjadi rumit. Dia melihat ke tanah sejenak sebelum melihat wajah Tampan Riota, kemudia beberapa detik berlalu Liu ying tersenyum dan berucap ' eheem.. Riota-san Terima Kasih Banyak'
.Riota hanya tersenyum. Riota kemudian berbalik ke arah Kakaknya ( yang sudah agak pemarah ) dan Riota segera menunjukkan kalung lainnya.
'eheem Kak ini kalung untungmu' Ucap Riota memelas.
'terima kasih Dik' Ujar Regina tersenyum dan amarahnya berkurang.
'eheemm.. Kakak Kalung ini menggunakan energi psikismu untuk memancarkan sinyal energi mana dengan intensitas yang sama, akan tetapi kakak kamu dapat mengontrol keluaran sinyal sihir ini jika kamu ingin menyembunyikan kekuatanmu. Dengan ini, semua orang akan mengira kakak adalah seorang praktisi pensihir." Ucap Riota tersenyum hangat dia menjelaskan panjang lebar kepada kakaknya.
Regina mengangguk mengerti. Regina tidak memiliki energi mana, jadi itu bisa menyebabkan masalahnya jika seseorang yang cukup kuat menyadarinya.
Regina mengambil kalung itu dan memeriksanya dengan cermat. Itu memiliki permata perak yang tertanam yang cocok dengan rambutnya. Cahaya keemasan kecil sesekali muncul di atasnya.
Regina tersenyum lembut. Dia kemudian berpikir sejenak sebelum mengembalikan kalung itu kepada Adeknya dan mengangkat rambutnya.
"Adek ku, tolong bantu Kakakmu ini memakainya?" Ucap Regina tersenyum penuh rasa kasih sayang dan kebahagian.
Riota terkejut. Dia berbalik sedikit malu dan grogi, akan tetapi pada akhirnya, Riota mengangguk dan pasrah.
Dengan jantungnya berdetak kencang, Riota meletakkan kalung itu di leher kakaknya.
Regina melihatnya dengan senyum hangatnya dan rasa cintanya dia berkata. "Terima kasih, Adik kakak sangat senang."
Untuk beberapa alasan, Regina merasakan semua ketidakpuasan yang dia kumpulkan baru-baru ini menghilang dan membisu.
Riota terbatuk untuk menyembunyikan rasa malu dan groginya dan membuang muka. Riota menyadari bahwa Liu Ying sedang menatap mereka dengan tatapan iri dan menjadi lebih malu.
Untungnya, Riota masih memiliki cincin spasial dimensi itu, jadi Riota menggunakannya untuk mengubah topik pembicaraannya.
Cincin itu sama dengan kalung kakaknya si Regina. Dengan ini, tidak ada yang akan menemukan bahwa Riota tidak bisa menggunakan energi mana."
Akhirnya, kelompok ke tiga party mereka sudah siap menghadapi lika liku dunia yang semrawut ini .
---------------------------------------------------------------------
[ DING ]
[ BERSAMBUNG KAWAAN... ]
-----------------------------------------------------------------
------------------------------------------------------------------------------------------------
Episode Berikutnya Kota Mondstadt
-------------------------------------------------------------------------------------------------
jagan lupa Like Fote
Gift
__ADS_1
favorit
dan Comen nya zaa~