
[DING]
[ Baca Novel ; Teknologi Sains Dan Sihir Bahasa Indonesia ]
[ Baca Novel Teknologi Sains dan Sihir Bahasa Indonesia ]
[ Autor : Xiao LinChen ]
[ Genre :: Harem, Romance, Epic Petualangan, Aksi, Fantasy pedang dan Sihir., Sains dan Teknologi.
Episode 33 - Ayam Goreng dengan Kentang Goreng
---------- [ Selamat membaca dan Terimasih kawan ]...........
Riota tersenyum dan menyiapkan senapan snipernya lagi. Dia kemudian mulai menembak jatuh monster terbang yang masih mengejar mereka.
Dalam waktu kurang dari lima menit, semua monster terbang telah terbunuh dan Lek Tho telah meninggalkan gerombolan monster itu.
"fiuuh~. Akh! Itu sangat dekat." seru Riota menyeka setetes keringat di dahinya dan menyuruh Lek Tho bertrasmormasi ke bentuk anak anjingnya. dia berucap "Kamfreet aku tidak mengharapkan ada begitu banyak Monster A-Grade."
' Adi kita meremehkan monster ganas yang mengendalikan gerombolan Para Monster itu. Sampai sekarang, database dari ingatanku, Di kita tidak memiliki informasi tentang itu yang mengendalikan monster A-Grade." timpal Regina mengangguk dan tersenyum manis kepada adiknya.
.Riota tersenyum pahit. "Kak Untungnya, Lek Tho bisa terbang. Meski kita melarikan diri seperti itu meninggalkan rasa tidak enak di hatiku."
Regina hanya menggelengkan kepalanya dan menolak untuk menjawab.
Setelah mendengar percakapan dua bersaudara itu, Liu Ying menjadi tenang dan duduk di dekat mereka berdua. Dia kemudian menatap wajah Riota dan mengerutkan keningnya.
"Riota-san Aku enggak ngerti, mengapa kamu menunggu sampai para monster yang kuat muncul dan mengapa kita terbang?, Bukankah lebih baik melarikan diri dari terbang sejak awal." Ucap Liu Ying memprotes keadaanya.
"waduh? Ying'er Apakah kamu penasaran?" Ucap Riota menyeringai.
Liu Ying mengerutkan kening dan berucap. "Riota-san jangan bikin aku bingung dong, Kamu tidak perlu memberitahuku jika kamu tidak mau."
Riota tidak keberatan dengan sikap Liu Ying. Dia bisa mengerti dari mana asalnya mengetahui bahwa dia kehilangan semua keluarganya belum lama ini.
akan Tapi Regina menunjukkan ekspresi tidak senang dan cemburu kepada Liu Ying. Untungnya,Riota berbicara sebelum dia bisa mendapatkan gadis kasar itu di tempatnya.
__ADS_1
"Sayangnya, penerbangan Lek Tho tidak terbatas." ujar Ryota menjelaskan
"Hah?"
"Ying'er Meskipun Aku merancang cara untuk memasok Energi L:ek Tho dengan energi secara konstan, mode penerbangan mengkonsumsi lebih banyak energi daripada yang dapat dihasilkannya. Cadangan energi Lek Tho akan habis dalam setengah jam dan kita akan dipaksa kembali ke tanah lagi. Selain itu, ia akan membutuhkan tiga hari untuk memulihkan cadangan energinya dan setidaknya satu hari untuk dapat terbang lagi." Ucap Riota menjelaskan panjang lebar.
"Riota-san Itu berarti.kita akan jatuh.." Ucap Liu Ying ketakutan.
"Iya." Ucap Riota mengangguk dan menambahkan. "Ying'er kita tidak akan dapat menggunakan metode pelarian ini sampai suatu hari nanti. Tapi jangan khawatir, setengah jam sudah cukup untuk membuat kita ratusan kilometer jauhnya dari gerombolan monster ganas itu."
Lek Tho menggunakan mesin anti-gravitasi untuk terbang, dan bisa mencapai 400 km/jam. Itu lebih lambat dari pesawat terbang, tapi itu adalah yang paling bisa didapat Bloed dengan mempertimbangkan semua fungsi yang dia tambahkan ke serigala.
Namun, itu sudah cukup. Hanya individu A-Grade yang dapat mencapai kecepatan seperti itu, dan hanya selama ledakan kecepatan pendek. Tentu saja, berbeda jika itu adalah monster atau ESPer yang berspesialisasi dalam kecepatan, atau monster terbang.
"... Hei Riota-san, apakah Lek Tho bisa melakukan hal lain?" Ucap Liu Ying bertanya dengan rasa ingin tahu dan penasaranya.
'Ying'er apa kau penasaran?' Ucap Riota tersenym..
Liu Ying memandang wajah Riota dan mengejeknya. "Riota-san Kamu tidak perlu memberitahuku jika kamu tidak mau."
Riota mengangkat bahu dan tersenyum misterius. Liu Ying ingin meninju wajah Riota yang tersenyum dengan misteriusnya, akan tetapi dia tidak yakin dia bisa mengalahkannya.
Apalagi tidak ada salahnya Riota menyembunyikan kemampuan Lek Tho. Bagaimanapun, kartu truf jauh lebih berharga ketika lebih sedikit orang yang mengetahuinya.
"Kerja bagus, Nak." ucap Riota menepuk kepala Lek Tho. Serigala mendengus bangga dan berbaring di atas tanah untuk memulihkan energinya.
.Sementara itu, Riota memeriksa keadaan Lek Tho.
"adik Bagaimana,keadaanmu? dan Lek Tho? " Ucap Regina bertanya dengan khawatirnya dan rasa kasih sayang,dia tidak keberatan Liu Ying memperhatikan percakapan mereka.
Kerutan muncul di wajahRiota dia berucap 'Kak keadaanku baik-baik saja akan tetapi Lek Tho kehilangan 4% nanorobotnya selama pengejaran. Untungnya, inti energinya tidak rusak."
Regina menghela nafas lega dan berucap. "shukurlah kamu baik-baik saja Dik, eheem fiuuh 4% bagus. Kita bisa mengembalikannya kembali normal dengan cepat dik."
"Iya kak." Ucap Riota Menganggukan kepalanya dia tersenum manis kepada kakaknya dan bercap lagi. " kak akan Tapi aku tidak mampu memperbaikinya sekarang. Aku khawatir gerombolan monster tidak akan memberi kita waktu itu."
"eheem.. Adik Apa menurutmu mereka akan terus mengejar kita?" ujar Regina bertanya penasaran dan rasa khawatir terhadap adiknya si Riota..
Ini adalah sesuatu yang Riota juga bertanya-tanya. Namun, dia merasa bahwa para monster tidak akan menyerah begitu saja.
Untuk beberapa alasan, dalang di balik gerombolan itu tampaknya bertekad untuk melenyapkan semua manusia dari tanah pengasingan.
__ADS_1
Riota berpikir sejenak dan menutup matanya. Dia menghubungkan matanya ke satelit di luar angkasa dan mengamati situasi gerombolan monster.
Seperti yang dia duga, gerombolan itu masih mengejar mereka.
Riota menggelengkan kepalanya dan menghela nafas. "Mereka masih mengejar kita."
Wajah Liu Ying berubah dan berucap. "Riota apa kau Serius? Mengapa para monster begitu ngototnya?"
Regina menyipitkan pandangan curiga ke arah Liu Ying.dan berucpa "gadis bodoh Mungkin saja Monster Pengendali itu mengambil sesuatu dari mereka dan itulah alasan mereka mengejar kita."
"kau!..." ujar Liu Ying menarik napas dalam-dalam dan menelan kata-kata yang ingin dia ucapkan. Berkelahi hanya akan membuat segalanya lebih sulit untuk ditanggung. Selain itu, dia yakin Bloed akan memihak Regina jika mereka bertarung.
Riota tersenyum kecut dan menggelengkan kepalanya. dan berucap ' woi Kak Regina, tolong hentinkan pertengkaranmu dengan Ying'er kalian tuh bukan anak kecil lagi loh'.
Riota kemudian berpikir sejenak sebelum mengangkat bahu dan berucap lagi. "Aku bisa memikirkan apa saja ... Mari kita bicarakan nanti. Kak Regina kau siapkan makan siang kita. setelah makan siang kita akan berangkat ketika Lek Tho memulihkan energi yang cukup untuk melanjutkan perjalanan."
Regina mengangguk. tersenyum kecut dan berucap "woke kakak ngerti jangan marah-marah dong, eheem dik . apakah kau ingin makan sesuatu secara khusus nanti kakak buatkan yang spicial khusus untukmu".
"eheem~ Ayam goreng dengan kentang goreng plues es teh kalau bisa?" ujar Riota merasa kelaparan.
"WOke dik." ucap Regina tersenyum senag.
Satu detik kemudian, tenda portabel muncul di samping Lek Tho
Dalam hitungan menit, bau ayam goreng yang menggiurkan menyerang hidung Riota.
Ilustrasi makananya
'selamat di nikmati para reider yang membaca dan editor yang mereviuw' Ucap Authoor tersenyum gembira sedang memesan lewat aplikasi Grap nya mungkin nunggu 10 menit makanan nya siap di antar kerumahnya.
Bersambung Kawan
Episode Selamjutnya - Rawa Kematian Bagian pertama
jagan lupa Like Fote
Gift
favorit
__ADS_1
dan Comen nya zaa~