Teknologi Sains Dan Sihir

Teknologi Sains Dan Sihir
EPS 20 : Kebahagiaan dan Rasa Cinta


__ADS_3


"Adiku, ini Kopi Untukmu." >> Ucap Regina


Regina menyajikan secangkir kopi kepada Riota dengan Sopan.


"Terima kasih Onee-san." Riota tersenyum dan meminta sang kakak untuk meletakkannya di atas meja saat dia menyelesaikan eksperimennya saat ini.


Sebagai se orang Kakak, Regina sangat serba bisa. Dari memasak, mencuci piring, dan menyiapkan kopi, hingga membantu eksperimen sang Adik Tercinta Si Riota dan menjadi sparring partner-nya. Regina bisa melakukan hampir semua hal. Bahkan Riota yang polos hanya bisa menghela nafas kagum dengan asisten  yang begitu sempurna ya itu Si Kakak Perempuanya [Regina],..


Kehidupan Riota menjadi berkali-kali lebih mudah sejak Regina muncul dalam hidupnya. Memiliki Kakak Perempuan sekaligus  asisten pribadinya yang dapat menjawab semua kebutuhannya membuat pekerjaannya jauh lebih lancar. Apalagi Regina mudah dilihat. Riota jauh lebih bahagia memiliki seorang gadis cantik di sampingnya daripada memiliki bola logam berbicara yang melayang.


Satu-satunya cacatnya adalah dia jarang berbicara. Dia jarang memulai percakapan. Dan beberapa kali dia melakukannya, itu karena dia ingin bertanya tentang sesuatu atau dia ingin membantu Riota  dengan eksperimennya.


Sebagian besar waktu, Regina hanya berdiri di sana memikirkan sesuatu yang tidak diketahui. Riota tidak tahu apa yang Regina pikirkan, tetapi menurut Camilla, dia mencoba belajar tentang 'perasaan sebagi Manusia'.


Riota agak menyukai Kakak Regina. Faktanya, dia suka bahwa dia adalah gadis yang pendiam. Bagaimanapun, dia harus berkonsentrasi penuh selama eksperimennya, dan gangguan kecil apa pun bisa berarti kegagalannya.


Hampir enam bulan telah berlalu sejak Regina diciptakan, dan Riota terus berkembang secepat roket. Dia sudah mulai belajar bioteknologi beberapa bulan yang lalu, dan kemajuannya di Pelatihanya patut dipuji.


Riota memiliki beberapa proyek dalam pikirannya, tetapi dia tidak yakin apakah Ibu akan menyetujuinya. Sejujurnya, untuk Riota  mengira sang ibu baik baik saja tapi Ibu  agak gila Penelitian, tetapi Riota juga merasa yang di ciptakan sang Ibu ya itu Valkiry Regina sangat cantik dan sempurna untuknya, Riota sangat berterimakasih kepada sang Ibu telah mempertemukan dia denga regina,..


beberapa waktu yang tidak di ketahui Riota selalu rajin belajar, Riota juga mempelajari beberapa hal seperti mempelajari bioteknologi, Riota juga telah berhasil membangun beberapa artefak lagi dan menerima operasi peningkatan tubuhnya satu bulan yang lalu. Operasi itu adalah sesuatu yang diterima semua prajurit sebelum dikerahkan ke luar angkasa, dan itu terdiri dari memperkuat susunan genetik tubuhnya.


Setelah Riota di operasi sebanyak lima kali, sekarang Riota  lebih cepat dan lebih kuat, tubuhnya jauh lebih tahan terhadap situasi ekstrem, dan tinggi badannya meningkat secara nyata. Saat ini, Riota  tingginya hampir 1,80 meter meskipun belum berusia lima belas tahun.


Riota membutuhkan hampir satu minggu untuk beradaptasi dengan tubuh barunya, tetapi Camilla mengatakan bahwa biasanya kamu akan membutuhkan dua bulan, jadi dia cukup senang dengan hasilnya. Dia menyimpulkan bahwa itu adalah keuntungan lain dari [Peningkatan Kapasitas Otak].


Biasanya, usia minimum untuk menerima operasi adalah lima belas tahun, tetapi untuk beberapa alasan, Camilla memutuskan untuk menyadarinya sebelum itu. Dia tidak pernah menjelaskan alasannya, tetapi Riota mempercayai Camilla secara membabi buta, jadi dia tidak pernah menanyakannya.


Hari ini, Riota sedang mengerjakan proyek barunya.


Tangannya memegang tang listrik, dan tangannya yang lain memegang artefak yang sangat kecil, panjangnya kurang dari satu sentimeter. Sepertinya bola logam kecil.


Setelah selesai, dia menghela nafas berat dan meletakkan bola di atas meja.


"Kakak Regina Mari kita lihat apakah itu berhasil." Riota bergumam pada dirinya sendiri. "Kakak Regina, beri aku energi listrik itu."

__ADS_1


"Baiklah Adik Kakak akan melakukan nya." Regina mengangguk dan menyalakan energi listrik itu.


Riota menatap bola dengan fokus penuh. Ketika energi listrik mencapainya dia menahan napas dan menunggu dengan sabar.


Tapi tidak ada yang terjadi.


"...Akhh~ sialan  Ini gagal,lagi." Kata Riota setelah menunggu hampir satu menit. Dia kemudian mendongak dan menghela nafas. "Kamfreet!, Aku telah mencoba semua yang bisa aku pikirkan. Apa yang salah njir?"


"Adiku kamu menggunakan program yang terlalu rumit untuk bagian yang terlalu kecil. Hasil yang kamu inginkan tidak mungkin."  >> Ucap regina


Riota menatap Regina dan tersenyum kecut. "Kakak Regina kamu harusnya menghibur ku?, Kakak macam apa kau ini jangan tertawakan aku!"


"Aku hanya mencoba membantu Kamu Adiku dan menghemat waktu pekerjaanmu. Aku pikir lebih baik jika kamu bekerja dalam proyek yang lebih bermakna dan secara efesien saja." Kata Regina.


Riota tertawa. "Fufufufu~, ya, mungkin kakak benar. Namun, diriku cukup percaya diri dengan ide-ku. Aku hanya perlu mengubah fokusku dan Aku akan menemukan Pencerahanya.


Regina mengerutkan kening. "Adik ku Apa yang kamu inginkan tidak mungkin dengan teknologi saat ini. Selain itu, kamu masih ingin membuatnya berinteraksi dengan lebih banyak potongan sebagai pengetahuan saja. kakak tidak bisa melihat cara kerja apa yang kamu buat itu hehehe~."


"Kakak, itu harus berinteraksi ... Sebagai senjata ...dan modifikasiku dengan Rune Mantra sihir, Kakak Regina, kamu harus mengerti Aku itu jenius loh!"     >>> Ucap Riota,..


"Fiiiuuh... akhhh sekarang aku tahu jawabannya! Senjata Jaring Laba-laba..hmmm... ahh.. Tidak, Itu Jaring SperMan saja namanya keren yang lebih baik. mungkin itu nama yang bagus dan aku bisa menghubungkan Rune Sihihir dengan jaring Spider dan memungkinkan mereka untuk berbagi informasi secara real-time, menyimpan hanya sedikit informasi di setiap bagian dan menggabungkan potongan-potongan Nano-bot untuk membuat keseluruhan experimen ku... Hahahaha,Bagaimana menurutmu apa itu hebat Kak regina?"...


"Hahaha, Terimakasih Kakak kamu harus tahu ...dan  Sudah kubilang itu akan berhasil"   >> Ucap Riota


Regina menghela nafas dan tersenyum. "Fufufu~ Kakak  mengaku kalah. Ngomong-ngomong,  waktu makan   malam kamu akan di siapkan dalam dua puluh menit lagi."


"waduh? Ini sudah sangat larut malam dan aku rada kantuk." Riota menggelengkan kepalanya. "Terima kasih Kakak kamu telah mengingatkan Aku yang bodoh ini,, Kak Regina. Aku tidak ingin mengecewakan ibu yang menungguku. woke dah aku akan ke ruang makan untuk menemuinya"


"adiku ini tugas kakak untuk mengingatkan kamu."   >> Ucap regina


Riota mengangguk dan dengan cepat mengganti pakaiannya. Tentu saja, dia meminta kakak Regina untuk meninggalkan kamarnya terlebih dahulu. Bahkan jika kakak Regina secara teknis adalah pasangan dan kakak perempuanya, dia tidak akan mengganti pakaiannya di depan seorang gadis.


Apalagi Riota di hatinya sudah memiliki cinta pertamanya ya itu sang Ibu. dan Riota tidak ingin memperlihatkan  tubuhnya kepada wanita lain ya itu sang kakak Perempuan Karna Riota terlalu Polos dan pemalu,...


Meskipun secara teknis, cintanya bahkan tidak tahu tentang perasaannya.


Ketika Riota  dan Regina sedang berjalan menuju ruang makan, Regina tiba-tiba menanyakan sesuatu.

__ADS_1


"Adikku,  Kakak,  ingin mengajukan pertanyaan kepadamu?"  >> Ucap Regina


"Tentu saja,Kak tanyakan apa yang kamu pikirkan."  >>Ucap Riota


Regina terdiam sesaat. Dia kemudian membuka bibirnya dengan ragu-ragu.


"... Adiku Aku telah mencoba memahami konsep kebahagiaan akhir-akhir ini, tetapi ada sesuatu yang tidak Aku mengerti. Mengapa kamu terkadang lebih bahagia beberapa waktu ini?"   >>> UcapRegina


"Hah? Apa maksudmu kak?"  >> Ucap Riota


"Misalnya, setiap kali Kamu akan melihat ibu atau ketika Kamu berbicara dengannya atau tentang dia, detak jantungmu dak dik duk, di depan ibu, dan pola pernapasanmu agak tersendat-sendat, aku  meningkat nya tiap hari, dan langkah kamu menjadi lebih ringan. Namun, itu tidak terjadi ketika Kamu berbicara dengan Kakak ini ataupun si Tito Itu."  Ucap Regina panjang lebar kali tingi,..


Riota membeku. Dia kemudian menatap Regina dengan ekspresi canggung.


"Ka-kakak Apakah itu sangat jelas?" >> Ucap Riota tergagap dan malu,..


Regina mengerutkan matanya dan mengangguk.


"Tanda-tandanya sekitar dua puluh persen lebih kuat." Ucap regina


Riota tersenyum kecut. Bagaimana dia bisa menjawab pertanyaan kakaknya ini?


Untungnya, dia sudah memikirkan jawaban dengan cepat.


"Sebenarnya Kak, itu ehemm.. Kakak Regina, itu sangat sulit untuk dijelaskan ... Ketika kakak jatuh cinta dengan seseorang yang kakak sayangi dan cintai,, Kakak aku percaya suatu saat kakak akan mengerti."  >> Ucap Riota


Regina mengerutkan alisnya.


"Cinta, ya ..." Ucap regina


"begini kak Regina aku akan sedikit menjelaskanya, rasa kasih sayang dan cinta. seandenya Kakak merasa lebih bahagia ketika Kakak bersama seseorang yang Kakak cintai, dan sedih ketika Orang yang Kakak cinta, lalu  Kakak juga merasa  sedih. dan Kakak peduli dan perhatian dengan orang yang Kakak cintai, dan orang itu selalu ada dalam pikiran Kakak ... Setidaknya, menurutku cinta itu seperti itu." >> Ucap Riota dengan sabar menjelaskan kepada sang Kakak


"Fiuuh Cinta .yaa sangat merepotkan saja.." Regina tidak bisa tidak memikirkan kata itu.


Tetapi setelah berpikir lama tanpa menemukan jawaban, Regina sekali lagi mengkonfirmasi sesuatu yang telah dia sadari beberapa waktu yang lalu.


Perasaan manusia sangat rumit untuk di mengerti...

__ADS_1


>>> Bersambung...  Episode Selanjutnya  :  Awal Pertemuan  Harus Memiliki Perasaan bahagia dan memiliki Akhir Bagian 01


__ADS_2