
Hari hari yang cerah seperti hari biasanya
Dan kemarin Dimas sudah kembali kemari
Aku sangat senang bisa bertiga lagi seperti dulu
aku memasuki kelas dan di depan meja ku ada dimas lagi ngomong sama emi Lidya Diah
"oh... arga kau sudah sampai yah..
"begitu lah..
"selamat pagi arga..
"selamat pagi lidya..
"kak arga tumben kau datang telat.?
"yah.. karena obrolan kemarin, jadi aku kepikiran terus.. aku masih tidak menyangka
kita bertiga bisa mengalahkan para penculik itu...
"arga... itu kan sudah lama..
"yah... sayangnya aku tidak bisa melihatmu mengalahkan mereka..
"yah.. sudah lah itu aku juga tidak semua nya ingat.. kemungkinan orang itu yang mengendalikan ku...
"dimas.. apa maksudmu orang itu mengendalikan ku.?
"ah... itu tidak usah dibahas sekarang...
sewaktu hari nanti aku akan bertahu..
"terserah kau saja..
"hehehe. yah.. aku sudah menduga kau akan bicara begitu.. bagus.. wahai Arga..
"Sudah lah jangan panggil aku dengan tambahan wahai.. geli tau..
"itu kan lucu... wahai arga..
"sudah hentikan.!!
"kalian berdua memang akrab sekali yah..
"a..anu dimas...
"apa emi.?
"apa.. kau setelah pulang sekolah ada waktu..
"ada kok.. memangnya.. kenapa?
"kalau begitu mau kah kamu ikut dengan ku
Setelah pulang sekolah.. hanya berduaan saja..
Emi memalingkan wajahnya dan memerah
("wajah Emi.. kenapa merah apa dia demam..
"Emi.. tunggu sebentar..
"eh.. apa?
Dimas mentempelkan kepalanya di kepala Emi
"eh..ap..ap..apa ini.!!
" em.. sepertinya kau tidak demam tapi kenapa wajahmu merah aneh.. sekali yah..
"hah...terlalu dekat.. wa... wajahnya dekat sekali...
Emi jatuh pingsan dan wajahnya memerah dan mengeluarkan asap
"eh.. Emi.. kenapa.. hey.. kamu kenapa ayo bangun..
"bagaimana ini, arga lidya.?
"itu salah mu kan... wajahmu dekat sekali dengan Emi.. makanya dia.. pingsang..
"jadi aku harus bagaimana lidya..
"dimas.. kau bodoh atau tidak peka.?
"eh.. apa maksudmu lidya..
"hah.. tidak apa-apa.. cepat bawa Emi ke ruangan uks..
"iya....
"Dimas... apa perlu aku bantu?
"tidak usah arga ini salah ku aku harus bertanggung jawab..
"yah.. sudah kau selalu seperti itu sejak dulu..
"benar yah kak Arga..
"kalau begitu aku pergi dulu sampai kan ke ibu guru yah..
__ADS_1
Aku menggendongnya ala tuan putri
"wah... dimas.. kau berani sekali.. padahal ini di depan umum loh banyak orang yang melihat mu..
Aku berlari ke ruangan uks secepat mungkin
Dan akhirnya aku tiba di ruangan uks
"dok.. dok.. dimana kau dokter..
"oh.. iya maaf aku tadi sedang di kamar mandi..
"ada apa?
"ini dok.. teman saya wajah nya merah dan jatuh pingsan..
Aku pun menaruh Emi di kasur
"biar aku periksa dulu..
"iya dok..
Dokter itu pun mulai memeriksa Emi dan selesai
"tenang saja nak.. dia baik baik saja dia tidak sakit apa apa.. mungkin dia hanya kecapean.. saja..
"begitu yah... Dok.. terima kasih dok..
"iya.. sama-sama..
"nak kau harus menemani dia sampai bangun oke..
"oh..iya baik dok..
"hehe.. dasar anak muda..
"oh.. iya aku harus membeli makanan dulu..
Tiba-tiba tangan Emi memegang tangan ku
"ah..
"tunggu jangan pergi.. aku ingin berduaan bersama mu saja..
"eh..iya baiklah.
Emi pun mulai sadarkan dirinya
"eh.. wah.. di..di..dimas kenapa kau ada disini dan dimana aku.?
"tenang lah kau tadi pingsan makanya aku membawa mu kesini..
"di...dimas.. aku ingin bertanya padamu apa boleh?
"kalau begitu.. apa kau membenciku?
"eh.. apa yang kau katakan tentu saja aku tidak membencimu..
"ka....kalau begitu apa kau menyukaiku?
"em.. tentu saja aku menyukaimu..
"ah..
Wajah nya Emi menjadi merah merona lagi
"tentu saja karena kau adalah teman ku..
makanya aku suka padamu kau adalah teman ku..
"Eh...ah.. jadi.. begitu..
Emi langsung terdiam dan menjadi batu
"hey.. Emi kenapa kau diam..
"tidak ada apa-apa huh..
"eh.. kenapa kau marah..
"tidak juga...
"apa aku salah bicara..
"tidak... dasar tidak peka..
"eh... tidak peka?
"kalau begitu aku akan beri 1 permintaan agar kau memaafkan aku..
"ah.. yang benar?
wajah Emi langsung menjadi senang
"kalau begitu.. apa aku boleh.. bersama dengan mu seperti ini untuk selamanya?
"eh... aku tidak mengerti apa yang kau katakan tapi aku iya boleh kok..
"ah... iya aku akan bermesraan bersama mu selamanya Dimas.. hehehe.
"tidak Aku tidak bilang sampai situ..
__ADS_1
Tiba-tiba Emi memegang tangan ku dan mencium pipi ku
"cuu..
"eh.. emi apa yang baru saja kau lakukan?
"ah...wah.. maaf kan aku, aku terlalu terbawa suasana.. jadi nya..
"iya.. aku mengerti..
Kami berdua memalingkan wajah dan menjadi sangat malu dan tidak bisa melihat satu sama lain
("hehehe. dimas...aku tadi mencium pipi Dimas...
"oh.. iya ayo kita kembali ke kelas"
"iya ayo...
Aku dan emi kembali ke kelas
Dan ibu guru sudah mulai mengajar
"oh... kalau berdua sudah kembali yah..
aku sudah dengar dari arga bahwa kau pingsan yah.. Emi.
"iya Bu dimas yang membawaku ke ruangan uks..
"kalau begitu cepat sana duduk.
"iya Bu..
Kami berdua pun duduk di meja masing masing
"jadi.. bagaimana tadi..
"aku tidak bisa menceritakannya itu sangat memalukan..
"emang apa yang terjadi pada kalian?
"tidak ada apa-apa kok.. yah kan Emi?
"em.. iya tidak ada apa-apa..
"dari raut wajahmu Emi seperti kau melakukannya hal yang memalukan ya..
"i..itu tidak benar. lidya aku tidak melakukan apa-apa sama dimas..
"apa benar begitu.. yah sudah lah berjuang lah Emi.. mereka berdua itu sangat mirip,
bodoh dan tidak peka..
"iya juga..
"kita berdua harus membuat mereka sadar
"oke..
"hey.. kalian berdua jika ingin bicara seperti itu jangan di depan orangnya..
"wah.. ternyata kau kedegeran yah arga?
"tentu saja apa maksudmu aku tidak peka?
"tapi kan itu bukti nya..
"itu tidak benar aku juga sudah menyukai seorang perempuan.. uup.. gawat ketahuan..
"hah.. siapa gadis itu Arga..
"tidak aku salah ngomong saja..
"kenapa kau marah.. jangan tatap aku seperti itu.. lidya kau menjadi menyeramkan..
"tidak tolong aku Dimas...
"maaf arga kali ini aku tidak bisa menolong semoga kau masih bisa hidup besok..
"tidak mungkin..!!
"arga beritahu aku siapa gadis itu sekarang juga arga.!!
"tidak...
setelah pulang sekolah
"apa.. ternyata kau masih hidup Arga..
"sial.. kau dimas kenapa kau tidak menolong ku tadi..
"arga aku akan bertemu dengan Emi dulu yah
aku duluan..
"iya.. selamat berjuang..
aku berlari menuju ke gerbang sekolah
"maaf menunggu lama Emi..
"iya.. tidak apa apa..
__ADS_1
"kalau begitu ayo..
"iya.. ayo