Temaram

Temaram
part1


__ADS_3




"mencintai mu adalah hal terindah dalam hidupku,dan aku bahagia pernah mencintai mu, Fariz"


mata bening Arissa menatap sayu wajah tampan Fariz lelaki yang ia cintai


"seperti janji ku padamu Fariz, aku akan mencintaimu sampai mati ku," untuk kali ini Fariz tak lagi mampu menahan air matanya untuk tidak terjatuh


"aku mohon Fariz, halal kan hatimu yang ku cari"


mata indahnya tertutup seiring dengan kalimat terakhir yang diucapkannya


"aku halal kan hatiku yang kau curi, sayang " Isak tangis mengiringi kepergian sang pujaan hati


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Fariz Adam tampak gagah segak bergaya dengan baju pengantin khas lelaki melayu


baju khas Melayu dipilih menjadi baju untuk akad atas permintaan sang ibu, bidadari hatinya


baju putih gading yang dipadupadankan dengan kain songket sutra tenunan tangan asli dengan pola benang emas. sungguh halus, lembut dan cantik semakin membuat aura ketampanannya terpancar


bulu bulu halus diwajah sengaja dibiarkan tumbuh, biar terkesan macho katanya.

__ADS_1


Fariz Adam lama dia menunggu saat saat ini, saat dimana sang kekasih hati akan menjadi miliknya seutuhnya,


dipandangnya pelamin yang dihiasi dengan lampu lampu yang terang dan perpaduan warna putih dan lavender terletak di atas singgasana yang begitu cantik dan mewah, dia sendiri pun terpesona melihatnya


' '



hatinya berdebar. nervous. tapi tak meredupkan rasa bahagianya karna dapat mempersunting kekasih hati..


awal pertemuannya dengan kekasihnya bukan lah kisah yang indah, ada kisah yang teramat pedih disebaliknya.. kisah yang ia janji akan ia kubur dalam dalam dan tak kan ia biarkan terungkit kembali.


"fall in love at first sight, sayang" bisiknya


"no.. kau hanya kasihan.., pergilah, carilah wanita yang layak untuk kau jadikan istri, yang pantas jadi ibu dari anak anak mu. bukan aku... aku hanya.." mata indahnya kini diselimuti awan mendung yang siap menumpahkan cairan bening


"husstt" Fariz menarik dagu wanita itu, dihapusnya cairan bening yang mulai tumpah dari sudut matanya


"sudah berapa kali ku katakan, aku tak ingin mendengar kalimat mu itu, jadi jangan pernah membicarakanya lagi, paham!! ..."


"sekarang lihatlah aku, dan tatap mataku," wanita itu kini menatap mata coklat Fariz


"Arissa Damia...., aku Fariz Adam lelaki yang mencintaimu dengan tulus, lelaki yang tak peduli dengan kisah silammu, karena aku tahu dan sangat yakin semua itu bukan kesalahan mu.. jadi berhentilah untuk beranggapan kalau aku mencintaimu karena aku kasihan padamu,,"


rahangnya mengeras, tampak amarah kini sedang membakarnya


bukannya ia tak percaya pada cinta Fariz, tapi ia takut hatinya akan terluka bila suatu hari nanti lelaki itu pergi meninggalkan nya dan kisah silamnya yang menjadi alasannya.


"Fariz... maaf"


Fariz menghentikan langkahnya dan berpaling menghadap wanita itu


"ayo cepat katanya mau kepantai mau lihat sunset, ini malah terus nangis disitu, suara kamu jadi serak.."


"kau tahu nggak suara serak mu Sangat seksi" Fariz menarik turun kan satu alisnya nakal


itulah Fariz dia mudah meledak dan sangat mudah juga memadamkan nya


dia akan mudah luluh ketika mendengar kata maaf keluar dari bibir Arissa


.


.


.

__ADS_1


"Fariz" sentuhan lembut dibahunya menghentikan lamunannya


"ibu.." senyumnya mengembang tapi seketika senyumnya itu menghilangkan saat dia melihat ada raut kesedihan diwajah ibunya


"ada apa bu, apa Arissa dan keluarga nya sudah hadir"


" kenapa tidak langsung disuruh kesini bu, rasanya sudah lewat waktu nya ini ibu, seharusnya sudah akad ini ibu" Fariz melirik ke arah jam ditangannya.


memang seharusnya Fariz sudah melafazkan akad lima belas menit yang lalu, namun Arissa tak kunjung hadir


"Fariz , ini citra ada yang ingin dia sampaikan padamu nak" Fariz menatap wanita yang ditunjuk ibunya wanita yang dikenalkan dengan nama Citra


"itukan gaun pengantin untuk Arissa, kenapa dengan gaunnya, kebesaran?? atau kekecilan?? "


" dasar Arissa, kebiasaan, kenapa tidak dibilangnya dari kemarin, lihatlah sekarang baru dia sibuk, padahal harusnya akad sudah dari lima belas menit yang lalu" dia mencoba berpikir positif meskipun segala kemungkinan buruk mengusik Minda nya


" citra tolong kamu katakan padanya, kalau dia mau pakai gaun lain tidak jadi masalah, gaun apapun yang dipakai nya dia tetap terlihat cantik, dan tolong minta Daddy nya segera kesini. aku benar benar sudah tak sabar ingin menikahi nya,, " Fariz tersenyum ditatapnya wajah ayah dan ibu nya


"ayo ibu, kita duduk disana, saat ini Fariz benar benar nervous," Fariz pun berjalan meninggalkan mereka yang menatap nya iba


"Fariz..., dia tidak akan datang.., dia sudah pergi Fariz," sontak langkah Fariz terhenti dia menatap wajah citra


"apa maksudmu??"" tanya Fariz penuh penekanan


Fariz merampas kasar amplop putih yang disodorkan citra kepadanya


air matanya tumpah membasahi wajah tampanya


rahangnya mengeras, matanya merah


kertas digenggamannya ia remas kuat..


"Arissa" *ucap nya pelan


.


.


.


.


.


~ kenapa harus pergi* ~

__ADS_1


#temaram


#revanisofian


__ADS_2