
mobil Fariz berhenti didepan rumah dengan gerbang besi tinggi yang tampak tertutup rapat
Fariz turun dari mobil, ditekannya berulang kali bell
tapi masih lagi belum ada tanda tanda akan dibukanya gerbang tinggi itu untuknya
"Arissa... Arissa" teriaknya memanggil nama sang kekasih berulang kali
tapi masih belum ada jawaban
Fariz menutup matanya, menghembuskan nafasnya kasar, kakinya menendang nendang pelan gerbang kokoh itu
"aku tahu kamu dimana!.." secepat kilat Fariz masuk kedalam mobil, meluncur menuju ketempat yang ia yakini keberadaan Arissa disana
Fariz memarkirkan mobilnya, lalu berlari mencari keberadaan Arissa, kesana kemari matanya mencari sosok Arissa diantara kerumunan manusia yang tengah menikmati kemolekan ombak yang menari di bawah bentangan langit jingga.
satu jam lebih dia mencari sosok gadis yang dia cintai, namun tak jua ia temui...
Fariz menarik rambunya kasar, penampilannya sudah tak karuan, wajahnya tampak frustasi
"aarrggh... kemana kamu Arissa" teriaknya dengan suara tertahan
tubuhnya jatuh menghantam bentangan pasir pantai berwarna pink beach
rasa frustasi luar biasa melandanya, ia kehilangan harapan nya
ia tatap langit jingga yang telah berganti dengan langit hitam pekat, ada rasa kecewa yang terselip dari tatapannya
"baiklah, kalau ini yang kau inginkan" disekanya air mata yg mulai tumpah dari sudut matanya
"aku akan melupakan mu, Arissa"
.
.
.
Fariz membuka matanya sempurna, tampak keringat mengucur di dahinya
__ADS_1
dada nya tampak turun naik, wajahnya memucat,
"Abang...!!" seorang wanita cantik yang memakai mukena terlihat sangat khawatir sembari menyentuh lembut lengan sang suami yang baru saja terbangun dari tidurnya
"Abang baik baik saja sayang, Abang oke" katanya menenangkan istrinya yang tampak khawatir setelah sebelumnya dia beristighfar
"Abang mimpi buruk lagi??"
"maafkan Abang sayang,. apakah tadi Abang menyebut namanya" wanita itu tertunduk mengisyaratkan kesedihan yang kini ia rasakan,
"maaf sayang..." pria itu memeluk tubuh istrinya menyampaikan betapa ia sangat menyesal
wanita itu menghujani lembut setiap inchi wajah suaminya, jari lentiknya mencuil hidung mancung suaminya
"Abang sayang, kan tadi Shila sudah bilang tidak baik tidur setelah shalat subuh, jadi mimpi buruk kan.. ayo sekarang bangun dan bersiaplah, nanti telat pula Abang masuk kantor. Shila mau siap kan breakfast untuk Abang, Abang hari ini mau makan apa?"
"nasi goreng saja sayang, Abang rindu merasakan kenikmatan nasi goreng sayang"
"setiap hari makan kok rindu sih bang,," Fariz dan Shila saling tertawa
"i love you, Shila"
"i love you too, Abang" Shila kembali mencium pipi sang suami sebelum pergi meninggalkan kamar mereka
dibukanya lembar demi lembar, hingga berhenti pada lembar yang diantaranya terselip amplop putih
cinta hati ku Fariz Adam
tahukah kau..
cinta mu itu seperti cahaya
bagi aku yang pernah terluka duduk meringkuk disudut tembok ruang gelap tiada cahaya
tahukah kau
cinta mu itu seperti penyelamat bagiku
menyadarkan aku yang pernah putus asa, yang pasrah pada seutas tali yang melingkar di leher, bahwa balasan Tuhan begitu pedih bagi mereka yang bodoh,tak tahu arti bersyukur
__ADS_1
aku tahu dan sangat yakin bahwa cintamu itu tulus
aku tahu dan sangat yakin bahwa cintamu itu begitu besar, begitu ikhlas
dan aku sangat sangat yakin kau akan menjadikan aku wanita yang paling bahagia di dunia..
dan aku mencintaimu fariz, bahkan cinta ku tak kalah besar dari cinta mu
tapi,aku sadar aku tak layak untuk menerima cinta mu itu
aku tak sanggup membuat hidupmu hancur karena masa silam ku yang pahit..
Fariz meraup wajah nya kasar
'kenapa aku tak bisa melupakan mu Arissa' batinnya
sementara itu di dapur Shila mendekap mulutnya, ia tak mau isak tangis nya terdengar ditelinga suaminya.
biarlah dia sendiri yang tahu betapa terlukanya hatinya
'kenapa kamu masih belum bisa melupakan nya bang'
empat tahun sudah Shila Harun bergelar isteri.
tapi dia masih lagi belum bisa memiliki hati Fariz Adam suaminya sepenuhnya
setiap malam dia seperti menerima tusukan benda tajam pada jantung nya setiap kali mendengar suaminya menyebut nama wanita lain dalam tidurnya.
"sayang!!" terdengar suara Fariz memanggil namanya
Shila dengan cepat menghapus air matanya sebelum suaminya datang ketempat saat ini dia berada
Fariz memeluk tubuh istrinya, mencium lembut dahi istrinya
"i love you, sayang.. i love you bidadari ku..., terimakasih karna sudah menjadi istri terbaik untuk ku"
'bagaimana perasaan mu sebenarnya kepada ku bang, aku takut keliru dengan semua perlakuan mu kepada ku bang' batin Shila
~maaf telah melukai mu lagi dan lagi
__ADS_1
#temaram
#revanisofian