
'salahkah aku bila berpikir bahwa suami yang menikahi ku tak pernah mencintai ku?'
.
.
.
.
kenapa dia kembali disaat aku sudah mulai melupakannya..
kenapa musti ada cerita yang begitu menyakitkan disebalik kepergiannya..
'shila, istri ku,, maafkan aku',
maaf, mungkin keputusan ku ini akan benar benar melukai mu..
tapi, percayalah aku mencintaimu,
.
.
.
"apa yang telah mengganggu pikiran mu bang," sentuhan lembut dibahunya menghentikan teka teki dibenaknya
"tidak ada sayang, hanya ada sedikit masalah dikantor" Fariz yang kini berbaring menghadap istrinya tersenyum memandang wajah ayu sang istri
"sayang ijinkan aku memeluk mu sampai aku tertidur" Shila tersenyum dia merentangkan tangannya meraih tubuh kekar suaminya
"sayang, berjanjilah kamu akan tetap memeluk ku seperti ini, berjanjilah untuk disamping ku selamanya"
"aku tidak akan pernah meninggalkan mu, bang" Shila mempererat pelukannya, ia memberikan kehangatan untuk suaminya
ada suara isakan terdengar meski begitu pelan, pelukan semakin erat..
Fariz menangis.
__ADS_1
ya, dia menangis, tapi entah apa yang telah membuat lelaki yang terkenal tegar, lelaki yang sangat mampu menyembunyikan lukanya itu menangis dalam pelukan istrinya..
'aku begitu mengenal mu bang, kamu tidak akan seperti ini kalau hanya sekedar masalah dikantor, apa yang kamu coba sembunyikan dari ku bang' batin Shila
.
.
.
"kenapa kamu ingin bertemu dengan ku, citra," Fariz memandang lurus ke arah wanita yang kini duduk di hadapannya, wanita yang sudah beberapa Minggu ini tak henti hentinya menghubungi nya, padahal sudah beberapa kali dia menolak ajakan wanita itu untuk bertemu, tapi wanita itu seakan tak pernah lelah untuk mengusiknya.
tak ada sepatah kata yang keluar dari bibir wanita itu, dia masih diam membisu cuma jelas terlihat mata indahnya yang mulai berkaca kaca,, butiran bening air matanya sudah mulai menggenangi pelupuk mata, sesekali jemari lentiknya menyeka air mata yang jatuh
"ini tentang dia Fariz..." Fariz berdiri dari kursinya, dia merahi ponselnya yang terletak diatas meja dan berjalan meninggalkan wanita itu yang belum sempat menyelesaikan kalimatnya
"dia sakit parah Fariz, mungkin tahun depan, bulan depan, minggu depan atau mungkin hari ini dia bisa saja akan pergi meninggalkan kita fariz, aku mohon Fariz, dengarkan dulu kebenaran nya, aku tahu kamu membencinya, tapi setidaknya dengarkanlah alasannya, aku mohon jangan biarkan dia pergi dengan membawa kebencian mu"
Fariz menghentikan langkahnya, dia memutar badannya kembali menghadap ke arah wanita itu..
"apa maksudmu?" pikirannya menolak untuk mengetahui apa yang telah berlaku terhadap wanita yang pernah menjadi kekasihnya, tetapi hatinya lebih kuat memintanya untuk mencari tahu
deg
"kamu pasti masih ingat tentang kejadian beberapa tahun yang lalu, kejadian yang telah merenggut miliknya, kejadian yang telah mempertemukan mu dengan nya. Fariz, kejadian itu yang membuat dia memiliki penyakit yang menjijikkan itu fariz, dia mengetahui hal yang menyakitkan itu dihari dimana seharusnya menjadi hari yang paling membahagiakan untuknya, lelaki itu meninggal seminggu sebelum pernikahan kalian, lelaki itu meninggal karena terinfeksi virus HIV, Arissa melakukan pemeriksaan ke dokter. dan, dia hancur Fariz saat dia mengetahui hasil pemeriksaan dari dokter pagi itu . dia tidak mau kamu terluka Fariz, sebab itu lah dia pergi meninggal kan mu, dan kalau kamu tahu apa yang selama ini dia rasakan saya yakin kamu tidak akan membencinya sedalam ini, kamu tahu?? selama ini dia sudah cukup menderita, dia tidak bisa berbuat apa apa Fariz, dia hancur Fariz,"
"aku mohon Fariz, temui lah dia sekali saja, berikan dia kebahagiaan disisa hidupnya. aku tahu tidak akan mudah untuk mu melupakan apa yang telah dilakukan nya,"
hati Fariz remuk, jiwanya seakan terbang meninggalkan kan jasad nya, air matanya tumpah, pedih, sakit, kecewa, merasa bersalah, tak percaya semua beradu menjadi satu,
dunianya gelap seketika, masa silam menari nari dalam benaknya,
wajah Shila dan Arissa silih-berganti memenuhi isi kepala nya.
beberapa tahun yang lalu Fariz berhasil mencegah perbuatan bodoh seorang gadis yang mencoba mengakhiri hidupnya,
seorang gadis yang malang, kesuciannya direnggut paksa oleh seorang yang disebutnya nya sebagai sahabat..
dari perasaan hiba, kasihan berubah menjadi cinta
__ADS_1
Fariz jatuh cinta pada gadis itu, dia pernah mencoba untuk menafikan tapi rasa itu semakin kuat, Fariz benar benar tergila gila padanya,
Fariz dengan tulus mendampingi wanita itu untuk bangkit semula, untuk lari dari rasa trauma, Fariz menutup rapat mulutnya, mengubur dalam rahasia kelam wanita itu, rahasia yang hanya dia, Arissa, citra dan lelaki b*jingan itu yang tahu. dia tak pernah mengungkitnya sekali pun, dia meyakinkan Arissa tentang cinta nya, dia bahagia dengan Arissa
.
.
.
tapi, apa yang harus dia lakukan,??
menemui Arissa??, mendukung nya untuk tetap kuat??, berada disisi nya???
lalu bagaimana dengan Shila??,
terlukakah hatinya??
entah lah, dia tak sanggup jika harus melukai hati Shila, tapi, Arissa, adalah cintanya...
.
.
.
Fariz menatap tubuh kurus wanita yang terbaring di atas tempat tidur, mata cekung nya masih terpejam, wanita itu tidak benar benar tertidur, bibir pucat keringnya masih bergerak terdengar suara berbisik tengah bertasbih...
air mata Fariz tumpah tak dipintah...
hatinya luka bagai tersayat
tubuhnya limbung
matanya terpejam
semua gelap ..., tapi masih ia rasakan hangatnya air matanya yang membasahi pipi...
"Arissa cinta hatiku"
__ADS_1