
aroma obat dan wewangian khas rumah sakit menyeruak di seantero sudut. semakin siang koridor rumah sakit semakin ramai. para perawat, penjenguk dan keluarga pasien hilir mudik disepanjang lorong..
suasana yang tak lagi asing bagi ku.. bahkan aku sudah terbiasa dengan semua ini..
dan aku menikmati rutinitas ku sebagai seorang dokter yang harus terbiasa dengan semunya...
aku seorang dokter disebuah rumah sakit yang didirikan keluarga angkat ku yang kini menjadi keluarga ku,
sebenarnya rumah sakit ini dibangun sebagai hadiah atas pernikahan ku dengan bang Fariz., tapi aku menolak secara halus, namun mereka tetap memaksa ku, jujur sebenarnya aku tidak enak hati dengan farisha, karena seharusnya memang rumah sakit ini diberikan kepada nya bukannya aku,,,
dalam perdebatan panjang akhirnya kami semua sepakat bahwa rumah sakit ini diberikan kepada ku, mas Fariz dan farisha, masing masing kami memiliki hak yang sama atas rumah sakit ini.
dulu sebelum aku menikah dengan bang fariz aku dan farisha sempat bekerja di salah satu rumah sakit swasta disebuah desa yang cukup jauh dari kota yang kami tinggalin, dan kami tinggal di
desa itu, karena jarak yang cukup jauh membuat aku dan farisha jarang pulang sebab itulah rumah sakit ini dibangun agar aku dan farisha tinggal dikota yang sama dengan orang tua kami,
.
.
.
mungkin kalian akan menganggap cerita hidup ku seperti dalam cerita sinetron
__ADS_1
tapi itulah hakikat nya, semuanya terjadi karena memang telah tertulis seperti itu,
awalnya seorang gadis yatim piatu yang hidup sebatang kara bersahabat dengan seorang gadis yang baik hati yang berasal dari keluarga yang baik, keluarga yang harmonis,
gadis baik hati itu memohon kepada kedua orang tua nya untuk mengangkat gadis malang itu menjadi saudara angkat
dalam diam gadis Malang itu jatuh cinta pada saudara lelaki gadis baik hati itu, yang tak lain saudara lelaki angkatnya
cinta yang konon bertepuk sebelah tangan ternyata berbalas meskipun keadaan yang memaksnya untuk menyambut.
dia dinikahi, dijadikan istri, dia diberikan kebahagiaan
tapi, kebahagiaan yang tampak indah itu ternyata menyimpan kerapuhan..
suaminya masih menyimpan rasa cinta untuk wanita lain meskipun bibir lelaki itu terus melafazkan cinta kepadanya
hatinya hancur, berderai berserakan, ketika sang suami terus menyebutkan nama wanita lain dalam tidurnya
tapi ia tak mampu menjauh, semakin jauh dia dengan suami nya semakin ia terluka
"dokter shila, dokter D sudah datang, semua dokter dan pak Fariz sudah menunggu anda di ruang rapat"
"baik, saya akan kesana..."
__ADS_1
Shila berjalan menyusuri lorong rumah sakit,
hari ini dokter baru akan bergabung,
"Shila" farisha yang berada tak jauhnya berlari mengejar nya..
"ada apa?, kok masih disini?..." tanya Shila kepada farisha yang memang seharusnya sudah berada di ruang rapat
"aku tadi mencari mu, ada yang ingin aku sampaikan.. berhenti sebentar Shila!"
"kita sudah terlambat sha, udah ngobrol nya sambil jalan aja.. nanti bang Fariz marah" Shila berjalan semakin cepat sementara farisha masih menyusulnya dengan tergesa gesa
"ini soal dokter baru.."
"kenapa dengan dokter baru nya sha,," Shila masuk kedalam lift yang telah terbuka dan menahan pintunya sampai mereka berdua berada di dalam lift
" anak teman ayah yang akan menjadi dokter baru di rumah sakit ini, ternyata Deniz," pintu lift tertutup bersamaan dengan
degup jantung Shila yang berdetak laju,,
beranikah dia menatap wajah lelaki itu...
#diakembali
__ADS_1
#temaram