
Setelah kegiatan MPLS berakhir, semua siswa-siswi mulai mengikuti pelajaran biasa sesuai jadwal yang diberikan.
Hari Kamis, dimana hari itu terdapat mata pelajaran kimia dan proses belajar mengajar di perpustakaan.
Guru menjelaskan materi yang diajarkan dan kemudian memberikan beberapa soal latihan untuk dikerjakan. Kita bebas mau mengerjakan di mana saja yang terpenting masih di dalam perpustakaan.
Aku dan Nana memilih meja yang dibawah dan duduk di lantai. Sementara Elin dan Risa duduk di kursi.
Saat aku dan Nana membahas tugas yang diberikan, salah satu teman cowo kita yang dari satu SMP ikut bergabung untuk mengerjakan di situ. Namanya Sam.
Saat kita asik mengobrol sambil mengerjakan, tiba-tiba Abi datang dan ikut nimbrung tapi bukan untuk ikut mengerjakan melainkan tanya-tanya ga jelas. Seperti caper ke Nana dan mungkin dia naksir sama Nana (pikirku). Tapi ya bodo amat lah itu urusan dia dan bukan urusanku.
......................
Di hari-hari berikutnya Aku mulai mengenal sifat masing-masing dari teman-teman sekelasku.
Aku, Nana, Elin, dan Risa semakin akrab dan bahkan seperti tak terpisahkan karena kemana-mana bareng. Bangku yang kita duduki juga selalu deketan.
Kita berempat (Aku, Nana, Elin, dan Risa) malah lebih dekat dengan anak cowo dibanding cewe. Aku juga ga nyangka bisa dekat dengan anak cowo dan bahkan mereka duluan yang welcome dan ngajak ngobrol duluan. Padahal cowo-cowo dikelasku hampir semua cuek dan bahkan bodo amat sama sekitar.
Dan satu lagi ternyata Abi orangnya ga seperti kesan pertama yang Aku berikan ke dia. Dia orangnya juga cuek terutama ke anak cewe apalagi cewe-cewe genit.
Dari awal emang sepertinya beberapa anak cewe di kelasku tertarik sama Abi dan berusaha mendekatinya. Hampir setiap hari mereka caper ke Abi, tapi Abi sama sekali ga pernah menggubrisnya.
......................
Setiap hari Aku selalu berangkat pagi agar bisa memilih tempat duduk di bagian belakang. Tempat duduk favorit bagi anak-anak di kelasku, termasuk Aku. Karena Aku bukanlah tipe anak yang suka duduk di bagian depan dan Aku selalu duduk sebangku dengan Nana. Sedangkan Elin sebangku dengan Risa.
Jam pelajaran kosong. Semua sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Mengobrol, bermain hp, dll.
FYI (For Your Information) Disekolahku diperbolehkan membawa hp asalkan tidak digunakan saat jam pelajaran berlangsung kecuali saat di izinkan guru membuka hp.
Aku memainkan hp ku dan sesekali mengobrol dengan Nana.
"Eh bi, katanya kamu mau beliin bunga" ucap Risa yang duduk di belakang tempat duduk Nana.
"Lupa," jawab Abi yang lagi jalan-jalan keliling kelas.
__ADS_1
"Heleh" ucap Risa lagi.
Aku ga tau bunga apa yang mereka maksud. Apa mungkin mereka lagi pdkt? tapi bodo amat lah.
Setelah Abi pergi.
"Bunga apa Sa?" tanyaku.
"Itu kemarin aku suruh dia save nomorku, terus kita chattingan. Nah denger-denger ada yang jual bunga di dekat rumah Abi, terus aku minta beliin. Eh katanya mau di beliin," jelas Risa
"oh gitu" jawabku.
Beberapa hari setelahnya.
Seperti biasanya Aku selalu berangkat pagi dan duduk di tempat favoritku. Dan kebetulan Abi duduk ga jauh dari tempat dudukku.
Abi sering datang siang ke sekolah bahkan beberapa kali dia terlambat masuk kelas. Setiap dia datang siang, otomatis mau tidak mau dia harus duduk ditempat duduk yang tersisa. Entah kebetulan atau apa tempat duduk dia itu sering ga jauh dari tempat dudukku sama Nana.
Waktu pelajaran di mulai, dia menoleh ke tempatku duduk.
"Dil, pinjam bolpoin."
Kita memang belum terlalu akrab tapi kita sudah berteman baik. Beberapa kali dia juga mengajak ngobrol duluan. Dia memang lebih friendly saat sama Aku ataupun Nana, Risa dan Elin, padahal saat sama anak cewe lain dia bener-bener bersikap cuek.
Waktu jam pulang tiba.
"Dil, makasih ya bolpoinnya," ucap Abi mengembalikan bolpoinku.
"Iya sama-sama,"
Dan dia keluar dari ruang kelas. Sedangkan Aku masih di dalam kelas merapikan peralatan sekolahku dan memasukkannya ke dalam tas. Ada Nana, Elin dan Risa juga yang masih membereskan peralatan sekolahnya.
Kita berempat emang sering pulang terakhir. Karena jika langsung pulang, di parkiran masih ramai dan harus antri mengambil motor (setiap hari Aku ke sekolah naik motor). Jadi kita lebih memilih pulang terakhir sambil menunggu parkiran sepi dulu.
......................
Suatu hari ada mata pelajaran matematika. Materi yang disampaikan cukup sulit bagiku, sehingga butuh waktu untuk mencerna dan memahami semua materi yang disampaikan di dalam otakku.
__ADS_1
"Jangan mlongo, nanti kemasukan lalat."
Seketika Aku langsung tersadar dan merapatkan mulutku. Aku menoleh ke arah suara itu dan ternyata Abi yang ngomong. Aku hanya tersenyum malu dan dia malah ngatawain Aku. Ditambah lagi Evan teman yang duduk disamping Abi ikutan ngetawain aku.
Padahal saat itu Aku lagi berpikir dan ternyata tanpa sadar Aku sampai mlongo. Sumpah malu banget. Padahal tempat duduk Abi cukup jauh dan agak di depan, sedangkan Aku duduk dibelakang. Kenapa juga harus pas Abi lihat. Rasanya pengen langsung menghilang aja.
Di hari-hari berikutnya, Aku benar-benar ga begitu peduli dengan orang-orang di kelas. Saat jam kosong pun Aku hanya mengobrol dengan Nana, Elin, Risa, atau memainkan hp ku.
Hari ini ada jam kosong lagi. Seperti biasa kondisi kelas sangat berisik, mereka semua asik mengobrol dan bermain game.
Biasanya saat jam kosong, anak cowo di kelas hampir semua nge game bareng termasuk Abi. Tapi berbeda untuk hari ini, Abi dan Evan mengobrol denganku dan juga Nana.
Kita membicarakan banyak hal sampai ketawa-ketawa. Kita juga saling menanyakan akun sosmed satu sama lain.
"Punya akun Instagram?" tanya Abi.
"Punya" jawabku.
"Username nya?" tanya Abi lagi.
Aku membuka aplikasi ig ku kemudian Aku menyodorkan hp ku ke Abi biar dia sendiri yang baca. Nana juga melakukan hal yang sama denganku.
"Sekalian dong, tapi follback" sahut Evan.
"Iyaa, nih" Aku ganti menyodorkan hp ku ke Evan.
Dan kita ber4 saling follow akun Ig.
......................
Dengan berjalannya waktu kita menjadi teman yang cukup akrab. Entah bagaimana awal mulanya sehingga kita bisa menjadi akrab.
Dan di hari-hari berikutnya, Abi juga jadi sering meminjam bolpoinku. Aku tidak merasa keberatan sama sekali asalkan setiap selesai dipakai langsung dikembalikan.
Dia sering ke sekolah lupa bawa bolpoin atau ga bolpoinnya hilang, bahkan buku aja sering ketinggalan. Tapi ya itulah Abi.
Di lain hari, Aku ga sengaja lihat Abi sedang menatap ke arah tempatku dan Nana duduk padahal tempat duduk dia agak depan samping, sedangkan Aku dan Nana di belakang. Aku lagi-lagi berpikir mungkin dia naksir sama Nana soalnya dari awal dia juga pernah caper ke Nana. Aku pura-pura aja ga tau dan kembali ke kesibukanku.
__ADS_1
Di lain harinya lagi, Aku ga sengaja lihat lagi Abi menatap ke arah tempatku dan Nana duduk dan tempat duduk Abi agak di depan dan jaraknya cukup jauh, jadi kalau dia lagi lihat ke arah tempatku dan Nana duduk, kelihatan banget karena dia harus menengok.