Tempat Singgah

Tempat Singgah
Chapter 4


__ADS_3

Malam harinya, Aku akhirnya chat Abi karena penasaran.


"Bi"


"Gimana?" balas Abi.


"Gapapa, cuma mau nanya" balasku.


"Nanya apa?" balas dia lagi.


"Hp kamu pernah di pinjem sama temen cewe di kelas?" tanyaku.


"Enggak, kenapa?" balas Abi balik nanya.


"Gapapa sih, cuma mau nanya aja. Soalnya tadi ada yang bilang kalau hp kamu di pinjem sama dia. Terus bilang katanya aku sering chattingan sama kamu"


"Hah aku ga pernah pinjemin hp aku ke siapa-siapa" balas Abi.


"Oh, kirain kamu pernah pinjemin hp mu ke dia" balasku.


"Enggak kok" balas Abi lagi.


Itulah pertama kali Aku chattingan sama Abi setelah bertukar nomor hari itu.


......................


Di pagi hari yang cerah. Hari ini ada jadwal pelajaran olahraga, tapi jamnya agak siang.


Saat jam pelajaran olahraga tiba, Aku dan semua teman sekelasku segera berganti pakaian olahraga dan menuju lapangan.


Hari ini jam olahraga bebas, artinya kita boleh melakukan olahraga apa aja terserah kita dan tidak ada penilaian praktek olahraga.


Sebagian anak-anak cewe duduk di pinggir lapangan, termasuk juga Aku. Dan di situ tiba-tiba teman sekelasku yang masih satu geng dengan mereka yang nuduh Aku sering chattingan sama Abi bilang gini.


"Eh Dil, Abi suka sama kamu, kamu juga suka kan sama Abi" tuduhnya.


"Enggak lah," jawabku.


"Tuh di cariin, dia lagi di UKS, ga kamu jenguk?," katanya lagi menunjuk arah UKS dengan nada meledek.


Tapi Aku milih langsung pergi dari situ tanpa menjawab mereka. Ga tau kenapa males aja meladeni mereka.


Emang iya, Abi ga ikut olahraga. Katanya ga enak badan makanya istirahat di UKS.

__ADS_1


"Maksud mereka ngomong gitu apa sih, bikin kesel aja. Ngapain juga mereka kepo banget sama urusan hidup orang lain. Mau Aku sering chattingan sama Abi kek, mau Aku suka sama Abi kek, ya itu urusanku ga ada hubungannya sama mereka dan mereka juga ga harus tau." batinku kesal.


Aku ga habis pikir sama mereka, kenapa bisa-bisanya ngomong ngarang begitu. Aku pikir cuma hari itu aja mereka nuduh aku sering chattingan eh ternyata hari ini salah satu dari mereka lagi-lagi malah ngomong ga jelas gini.


Jujur, sebenarnya setelah mereka ngomong gini, Aku juga jadi berpikir lagi. Apa mungkin, selama ini itu Abi emang deketin Aku dan bukan karna dia naksir sama Nana?


"Ah ga mungkin lah Abi suka sama Aku," batinku segera menepis semua pikiranku itu.


Bodo amat lah.


......................


Keesokan harinya, di jam pelajaran matematika. Guru menjelaskan materi, kemudian memberikan beberapa soal di papan tulis. Cara mengerjakannya adalah dengan maju satu persatu urut sesuai nomor absen kelas.


Kebetulan nomor absen Abi dan Aku berurutan. Jadi saat maju ke depan, Abi dulu dan baru Aku.


Abi maju ke depan dan mengerjakan soal di papan tulis. Lalu setelah dia selesai, gantian Aku yang maju untuk mengerjakan soal di papan tulis.


Selama Aku mengerjakan, guru mengoreksi jawaban Abi dan ternyata ada yang salah. Guru menyuruh Abi maju ke depan lagi untuk membenarkan jawabannya.


Karena Aku juga udah selesai mengerjakan, Aku memberikan spidol papan tulis yang Aku gunakan tadi ke Abi dan dia mengambilnya. Awalnya Aku pikir Abi ga bakalan ambil spidol yang Aku pegang dan bakalan ambil spidol lain yang ada di meja guru, tapi ternyata dia memilih spidol yang Aku pegang. Alhasil kita di cie-cie in hampir satu kelas terutama ya mereka-mereka itu.


Jujur agak malu dan ga nyaman aja dengan sikap mereka yang seperti itu.


Saat Abi selesai membenarkan jawabannya, dia kembali ke tempat duduknya dan dia lewat di samping tempat dudukku. Padahal tempat duduk dia dan Aku itu berseberangan jauh banget.


Dia duduk di pojok kanan depan dekat pintu masuk kelas, sedangkan Aku duduk di pojok kiri belakang dan dia jalan muter buat kembali ke tempat duduknya. Ditambah dia jalan dengan senyum-senyum ga jelas. Emang aneh banget sih kelakuan ni anak. Dan lagi-lagi, dia jadi pusat perhatian anak-anak lain di kelas.


••••


Suatu hari di saat jam pelajaran, guru membagi menjadi beberapa kelompok untuk melakukan diskusi. Semua meja di kelas di susun juga menjadi beberapa kelompok.


Aku dan Abi di kelompok yang berbeda. Namun, posisi kita saling berhadapan meskipun jaraknya cukup jauh dan sedikit kehalang anak-anak lain di kelas.


Sebagian teman-temanku pada sibuk menata meja kursi. Sementara Aku sudah duduk sambil memainkan buku tulis yang Aku pegang.


Aku satu kelompok dengan Nana dan Nana juga duduk disebelahku.


Aku bukannya ga ikut membantu menata meja kursinya, tapi emang karena meja kelompokku udah siap dan tinggal menunggu kelompok lain yang belum selesai menata meja kursi mereka.


Di tempat duduknya, Abi juga sudah duduk dan hanya melihat anak-anak lain di kelas yang masih pada sibuk.


Aku ga sengaja lihat ke arah dia, dan dia juga lihat ke arahku.

__ADS_1


Tatapan mata kita bertemu, kemudian dia tiba-tiba senyum ke arahku. Senyum dia itu manis banget, sampai bikin Aku salah tingkah.


Aku mengangkat buku yang Aku pegang untuk menutupi mukaku.


Dia yang senyum tapi Aku yang malu.


Dan lebih malunya lagi, buku yang Aku pegang itu kebalik.


Kelihatan banget kalau Aku salting, dan Abi ngetawain aku.


Untung aja kejadian ini tuh ga ada yang lihat dan menyadari kalau kita habis tatap-tatapan.


Beberapa saat Guru datang dan masuk kelas. Kegiatan diskusi dimulai. Guru memberikan sedikit materi dan bertanya beberapa hal.


Selesai menjelaskan materi.


"Oke untuk tugas minggu depan saya minta setiap kelompok membuat PowerPoint tentang materi yang saya ajarkan tadi dan minggu depan di presentasikan di depan," jelas guru.


"Mungkin ada yang mau ditanyakan atau kurang jelas?" tanya guru.


"Tidak Pak" jawab semua murid dikelasku.


"Kalau begitu untuk mapel saya hari ini cukup sampai disini. Selamat siang," lanjut guru.


"Selamat siang, terimakasih pak" jawab semua murid.


Guru keluar dan meninggalkan ruang kelas.


......................


Besoknya.


Karena dia berangkat siang, dia dapat tempat duduk paling depan pojok dekat dengan jendela dan pintu masuk kelas.


Waktu jam istirahat, hampir semua anak kelas-kelas lain berada di luar kelas. Mereka lewat kesana-kesini. Ada yang mau pergi ke kantin, ada yang mau pergi ke kamar mandi, ada juga yang hanya nongkrong di depan kelas.


Sementara teman-teman sekelasku banyak yang hanya di dalam kelas. Ada yang ngobrol, ada yang main hp, ada yang makan, ada juga yang main game bareng.


Saat jam istirahat itu, Aku, Nana, Elin, dan Risa keluar kelas untuk jajan makanan terus kita makan di kelas.


Biasanya di kantin itu ramai banget dan penuh.


Biasanya juga sebagian dari mereka pada bawa bekal, jadi pada makan di kelas.

__ADS_1


__ADS_2