Tempat Singgah

Tempat Singgah
Chapter 6


__ADS_3

Suatu hari, ada pengumuman bahwa kegiatan ekstrakurikuler Bahasa Jepang akan di mulai.


Bagi yang ingin ikut, sepulang sekolah diharuskan berkumpul di ruang auditorium.


Aku, Nana, Elin dan Risa berminat untuk ikut ekstrakurikuler ini.


Sepulang sekolah.


Teman-teman sekelasku pada saling nanya siapa yang akan ikut.


"Dil, kamu ikut?" tanya Abi ke Aku.


"Iya,


Kamu ikut?" tanyaku.


"Iya," jawab Abi.


Kita semua yang ikut segera menuju ruang Auditorium. Di sana semua anak yang ikut di daftar satu per satu.


Di dalam ruang ekstrakurikuler, Aku bertemu teman satu kelasku waktu SMP dulu yang ternyata dia juga ikut ekstrakurikuler ini.


Setelah menunggu beberapa saat, guru yang akan mengajarkan Bahasa Jepang datang. Kemudian beliau memperkenalkan dirinya.


Ekstrakurikuler di mulai dengan perkenalan dan hanya sekedar sharing-sharing aja.


Keesokan harinya. Waktu Aku lagi jalan di lorong kelas sama Nana, Elin, dan Risa,


aku denger ada yang ngomong gini


"Eh tau ga sih, kemarin ada Abi, dia ikut ekstrakurikuler Bahasa Jepang loh," kata seorang anak cewe dari jurusan lain yang juga ikut ekstrakurikuler Bahasa Jepang.


"Serius?" tanya temennya.


"Beneran?" tanya temennya yang satu lagi.


"Iya beneran," jawab cewe itu.


"Besok aku mau ikut juga ah, biar bisa ketemu," kata temennya cewe itu.


Aku yang mendengarnya pun sampai terheran-heran. Ternyata Abi juga seterkenal itu di kalangan anak cewe jurusan lain.


••••


Ekstrakurikuler Bahasa Jepang ini seminggu sekali setiap hari Senin.


Minggu depannya.


Di hari Senin, ekstrakurikuler baru dimulai dan kita diajarkan beberapa Bahasa Jepang.


Dan disini tuh Abi ga ikut ekstrakurikuler nya.


Keesokan harinya. Aku lagi ngobrol sama Abi.


"Kok kamu kemarin ga ikut ekstrakurikuler Bahasa Jepang, kenapa?" tanyaku.


"Males ah, banyak anak-anak cewe nya. Ga nyaman aku." jawabnya.


"Tak kirain ga banyak anak cewe nya, eh ternyata hampir semua cewe-cewe," lanjutnya lagi.


"Emang iya sih banyak banget cewe-cewenya. Mungkin cowo-cowo kurang berminat ikut," balasku.


"Mungkin iya," balasnya.


"Besok aku belajar sama kamu aja," lanjutnya lagi.


"Heh ada-ada aja kamu. Aku aja ga bisa,"


"Ya nanti juga lama-lama bisa," kata Abi.


"Iya deh," kataku.


••••

__ADS_1


Di hari Senin berikutnya, waktu jam pulang sekolah.


"Mau ekstrakurikuler?" tanya Abi.


"Belum tau juga, males soalnya" jawabku.


"Hahahaha" balas Abi ketawa.


"Yaudah, aku mau balik dulu," kata Abi berpamitan untuk pulang duluan.


"Ok sip," jawabku.


Aku, Nana, Elin, dan Risa yang ikut ekstrakurikuler menuju ruang auditorium.


Tapi sampai di depan ruangannya kita ga masuk dan malah duduk di pinggir lapangan upacara.


FYI (For Your Information), Lapangan upacara dan ruang auditorium jaraknya cukup dekat.


Awalnya kita duduk di situ karena nungguin jam masuk kegiatan ekstrakurikuler. Tapi akhirnya kita malah ga jadi ikut.


Kita cukup lama duduk di situ. Ga tau juga nungguin apa padahal udah sepi.


Setelah beberapa saat, kita memutuskan untuk pulang.


Ya, baru dua kali pertemuan ekstrakurikuler Bahasa Jepang, Aku udah males ikut karena kegiatannya tuh menurutku kurang asik dan membosankan.


Keesokan harinya.


"Kemarin jadi ikut ekstrakurikuler?" tanya Abi.


"Haha, ga jadi," jawabku.


"Berarti langsung pulang?" tanyanya lagi.


"Enggak, nunggu bentar baru pulang," jawabku lagi.


••••


"Kalian tau Abi? Anak jurusan sebelah," tanya salah satu dari mereka.


"Oh yang ganteng dan katanya mirip idol Kpop itu?" sahut temennya.


"Iya, iya yang itu,"


"Dia ganteng banget ga sih?. Udah tinggi, putih lagi."


"Iya bener banget,"


"Aku kemarin papasan sama dia loh di Aula. Sumpah dari dekat ganteng banget,"


"Pasti udah punya pacar deh, ga mungkin belum punya. Kalau belum punya aku juga ga nolak kok,"


"Idih, emang dia mau sama kamu?"


"Ya siapa tau kan, fix aku naksir dia,"


Gila sih, wah hebat banget Abi. Baru kelas sepuluh aja udah jadi incaran banyak cewek, gimana nanti kalau udah kelas dua belas. Udah pasti sih banyak banget adek kelas yang bakalan naksir sama dia.


Di lain harinya lagi. Lagi-lagi Aku dengar cewe-cewe yang ngomongin tentang Abi.


Kayak ga ada habis-habisnya cewe-cewe di sekolah tuh ngomongin tentang Abi.


Abi yang jarang keluar kelas aja bisa seterkenal itu, gimana kalau dia sering keluar kelas. Wah udah pasti sangat sangat sangat terkenal.


Hampir semua cewe-cewe di sekolah tau tentang Abi. Kakak kelas, temen seangkatan, semuanya tau dia.


Rata-rata di antara mereka itu ya kagum karena kegantengan Abi.


Bahkan ada juga kakak kelas yang bilang katanya Abi itu ganteng dan lucu.


Lucu darimananya coba, orang anaknya aja lumayan cuek gitu. Kalau ganteng sih emang iya, Aku juga mengakui itu.


Tapi jujur Aku merasa beruntung banget bisa jadi teman sekelas Abi dan bahkan bisa akrab sama dia.

__ADS_1


••••


Keesokan harinya.


Jam Istirahat.


"Eh tau ga?" tanya Risa ke Aku, Elin, dan Nana.


"Kebiasaan deh, ya ga tau lah" jawabku.


"Tau nih si Risa" sahut Nana.


"Aku baru jadian sama anak jurusan sebelah yang aku cerita waktu itu," kata Risa dengan hati berbunga-bunga.


"SERIUS?" tanyaku, Nana, dan Elin bersamaan.


"Iyaaa" jawab risa menganggukkan kepalanya.


"Wah gila sih," kataku masih terkaget-kaget.


"PJ (Pajak Jadian) nya dong," goda Nana.


"Iya nih PJ PJ" sahut Elin.


"Eh aku juga mau cerita" kata Nana tiba-tiba.


Kita bertiga memperhatikan Nana dan menunggu Nana menceritakannya.


"Sebenarnya aku juga lagi dekat dengan salah satu teman cowonya Risa," lanjut Nana.


"Satu kelas juga?" tanyaku.


"Iya" jawab Nana menganggukkan kepalanya.


"Yang mana?" tanyaku lagi.


"Nanti aku tunjukkan yang mana orangnya," jawabnya.


"Aku juga kaget sih, tiba-tiba dia chat aku suruh buat save nomornya. Eh berlanjut deh sampai sekarang" lanjutnya.


"Wah cowo kita satu kelas dong brarti," ujar Risa


"Iyain deh yang punya pacar, kita mah diam aja. Ya gak Lin? Kataku ke Elin


"Iya bener banget" jawab Elin.


"hahahahaha" tawa kita berempat bersamaan.


"Terus gimana nih yang kakel?" godaku ke Nana.


"Yee, itukan cuma sekedar kagum hehe" jawab Nana.


"Tapi gapapa toh aku juga belum jadian baru pdkt" lanjut Nana.


Jam istirahat berakhir.


"Yah males banget mapel bahasa Inggris lagi" keluh Risa.


"Iya sama" kata Nana.


"Sama" sahutku dan Elin bersamaan.


"Kalian mah aman. Biasanya selalu aku yang dapet giliran maju ke depan," keluh Risa.


"Hampir setiap mapel bahasa Inggris pasti aku maju ke depan suruh ngerjain soal," lanjut Risa.


"Eh iya juga ya," jawabku baru sadar kalau Risa setiap mapel bahasa Inggris sering maju ke depan.


Guru datang. Btw sebenarnya gurunya cogan, tapi gara-gara setiap pelajaran pasti suruh ke depan ngerjain soal jadi males apalagi jam pelajaranya siang.


Skip


Jam pulang sekolah.

__ADS_1


__ADS_2