
Hari ini ada jadwal pembelajaran di Lab. Komputer.
Karena di minggu kemarin sudah diajarkan materi, hari ini adalah jadwal praktek.
Materi yang disampaikan minggu kemarin adalah tentang bagaimana cara memasang kabel RJ45.
Minggu kemarin juga sudah diberitahu bahwa hari ini akan diadakan praktek dan akan di nilai.
Guru mencontohkan proses cara memasang kabelnya. Semuanya memperhatikan dengan serius setiap langkah-langkahnya agar tidak bingung saat praktek nanti.
Setelah selesai mencontohkan, kemudian guru membagi kelompok.
Masing-masing kelompok adalah dua orang. Pembagian kelompok diurutkan sesuai nomor absen.
Aku satu kelompok sama Abi, karena emang nomor absenku dan Abi berurutan.
Kemudian guru menyuruh untuk mencari tempat masing-masing.
Karena Aku cewe, Aku milih tempat di gerombolan anak-anak cewe.
Aku lupa kalau Aku satu kelompok sama Abi.
Tapi dia juga ngikut aja dan ga protes Aku memilih tempat di situ.
Padahal dia di situ cowo sendiri, sementara cowo-cowo lain ada di tempat yang lain.
Aku coba nawarin buat pindah ke tempat yang ada cowonya, tapi dia gamau.
"Udah gapapa disini aja," katanya.
Dan aku ikut aja apa kata dia.
Guru membagikan kabel yang akan digunakan dan beberapa alat yang digunakan. Satu kelompok masing-masing satu kabel dan satu alat.
Saat memasang kabel ini harus teliti.
Awalnya kabel di kelupas dulu pelindung luarnya. Boleh menggunakan gunting atau alat yang sudah di sediakan khusus untuk praktek.
Saat mengelupas kabel harus hati-hati, jangan sampai kabel didalamnya putus.
Di dalamnya akan ada 8 kabel kecil yang memiliki warna berbeda.
Dalam pemasangannya urutan warna kabel harus urut dan sesuai. Jangan sampe ada yang terbalik urutannya.
Sebelum di pasang, kabel harus di luruskan dulu. Lalu diurutkan sesuai urutan warnanya dan kemudian panjang kabel harus di samakan terlebih dahulu.
Cara menyamakan panjang kabel adalah dipotong dengan alat yang sudah di sediakan.
Kabelnya cukup keras sehingga susah buat di potong. Setiap kali di potong terkadang ga bisa sama panjangnya dan harus dipotong lagi sampai sama panjangnya.
Aku kesulitan memotong kabelnya. Namun, Aku ga minta tolong ke siapapun dan tetap berusaha mencoba sendiri.
Nana juga ada di situ dan Nana juga kesulitan memotong kabelnya.
"Bi, tolong potongin kabelnya dong," kata Nana minta tolong ke Abi.
Abi cuma diam aja dan ga bantuin Nana. Abi tetap sibuk dengan kabelnya sendiri.
__ADS_1
Sementara Aku, masih juga belum bisa motong kabelnya karena emang susah banget menurutku.
Mungkin bagi anak-anak cowo itu mudah, tapi hampir semua anak cewe kesulitan motong kabelnya. Dan bahkan punya beberapa temenku kabelnya sampai jadi pendek karena di potong-potong terus.
"Sini Dil aku bantuin," ucap Abi tiba-tiba.
Tapi dia juga masih motong kabel yang dia pegang dan sesekali melirik ke arahku.
Namun Aku diam aja dan ga jawab tawaran dia.
Aku tetap berusaha buat motong kabelnya sendiri.
Abi menatapku yang sedang berusaha memotong kabel itu, dan sebenarnya aku juga sadar kalau di lihatin sama dia.
Tapi aku tetap diam sambil masih berusaha memotong kabel itu sendiri.
"Bisa nggak?" tanyanya lembut.
Lalu dia meletakkan kabel yang dia pegang.
Tanpa persetujuan dariku, dia mengambil kabel dan alat yang ku gunakan untuk memotong kabelnya dari tanganku.
Aku langsung mematung ketika Abi melakukan itu.
Aku hanya bisa diam menatapnya dan memerhatikan dia yang mengambil kabel yang ku pegang.
Awalnya ingin ku tolak tawaran bantuannya, tapi ternyata aku malah diam membisu dan membiarkannya membantuku.
"Kok dia bantuin Aku sih, padahal tadi di mintain tolong Nana aja ga mau," batinku.
Aku menerima kabel itu.
"Oh oke, makasih ya" jawabku.
"Iya sama-sama"
Aku ga nyangka dia mau ngebantuin Aku, padahal Aku sama sekali ga minta bantuan dia.
Dia gamau bantuin Nana padahal Nana yang minta bantuan ke dia dan malah Aku yang dibantu.
"Tadi aja aku minta tolong ga dibantuin, sekarang Dila ga minta tolong malah dibantuin," ucap Nana.
Dan ya Abi lagi-lagi hanya diam seolah ga denger apa yang di ucapkan Nana barusan.
Aku beneran ngerasa ga enak hati ke Nana dan ga tau harus ngomong apa. Padahal bukan salahku juga sebenarnya, tapi tetep aja ngerasa ga enak.
Aku juga ga tau anak-anak lain yang di sekitarku sadar atau enggak tentang kejadian barusan.
Tapi kayaknya sih ya mereka pada sadar, hanya saja mereka diam aja.
Aku hanya bisa diam sambil menyelesaikan memasang kabel yang Aku pegang. Dan Abi juga diam melanjutkan memasang kabel yang dia pegang juga.
Semua fokus sendiri-sendiri.
Setelah beberapa saat.
Beberapa temanku ada yang sudah selesai dan maju ke depan untuk di nilai.
__ADS_1
"Udah belum Dil?" tanya Abi.
"Bentar," jawabku.
"Okee," balas Abi.
"Mau dibantuin?" tanyanya.
"Udah ga usah, gapapa Aku sendiri aja," jawabku.
Sebenarnya Aku ga enak juga kalau nerima bantuan Abi lagi, makanya Aku selesain sendiri.
Abi menunggu Aku menyelesaikannya.
Di sini tuh sebenarnya kita praktek sendiri-sendiri.
Cuma karena setiap kabel kan ada dua ujung, nah makanya satu kelompok dua anak.
Setiap anak mengerjakan satu ujung kabel.
Jadi, Aku ngerjain ujung yang sini, Abi ngerjain ujung yang satunya lagi.
Waktu di nilai, hasil saat di cek antara ujung yang Aku kerjain dengan yang Abi kerjain itu urutan warnanya harus sama dan jangan ada yang terbalik.
Jika ada urutan warnanya yang ga sama atau terbalik, berarti itu salah.
Banyak temen-temenku yang salah, Aku jadi khawatir kalau punyaku dan Abi juga salah.
Setelah punyaku dan Abi selesai, Abi langsung maju ke depan dan mengeceknya terlebih dulu sebelum di nilai ke guru.
Guru emang nyuruh buat di cek dulu sebelum di nilaikan, dan memberi kesempatan untuk mengulang satu kali lagi jika salah.
"Gimana? udah bener?" tanyaku ke Abi.
"Bentar," jawabnya.
"Yes, udah bener semua," lanjutnya lagi.
Yeyy.. ternyata kabel kita udah bener.
Aku senang sekali mendengar bahwa kabel yang Aku dan Abi kerjakan udah bener.
Setelah itu kabel itu di kumpulkan ke guru untuk di nilai.
Selain di nilai dari benar atau enggaknya, juga di nilai dari kerapiannya. Kalau masangnya ga rapi ya nilainya bakalan dikurangi.
Aku berharap semoga nilai ku dan nilai Abi bisa bagus.
••••
Setelah kejadian itu, Aku jadi sering kepikiran.
Sebenarnya apa sih maksud dari perlakuan Abi ke Aku waktu itu.
Kenapa dia mau bantuin Aku, tapi dia seolah-olah ga peduli ketika di mintain tolong yang lainnya.
••••
__ADS_1