Tempat Singgah

Tempat Singgah
Chapter 3


__ADS_3

Sampai di suatu hari, Abi duduk tepat di bangku depanku. Karena guru belum datang, dia menghadap ke belakang dan mengajakku mengobrol. Ya, mengobrol biasa. Kita mengobrol sambil sesekali tertawa.


Aku dan Abi jadi sering ngobrol bareng. Aku ga tau kenapa kita bisa jadi seakrab ini. Bener-bener di luar ekspektasiku. Di pikiranku, Abi itu naksir ke Nana. Ngapain coba ngobrol nya sama Aku, padahal jelas-jelas Nana juga ada di sampingku tapi yang diajak ngobrol Aku.


Oh mungkin aja Abi mau pdkt ke Nana lewat Aku kali ya (pikirku lagi).


......................


Beberapa hari setelahnya.


Jam istirahat. Aku, Nana, Elin, dan Risa hanya membeli beberapa jajanan sekolah dan membawanya ke kelas.


Sambil makan kita juga saling cerita.


"Eh.. Eh.. tau nggak? " kata Risa di sela-sela kita makan.


"Enggaklah" jawabku.


"😐Yaiyalah aku belum cerita.... Tau kan yang kemarin di parkiran?" tanya Risa.


Aku, Nana, dan Elin berpikir sejenak lalu menggelengkan kepala tidak tau.


"Ituloh anak jurusan sebelah," lanjut Risa.


"Yang mana sih?" tanya Nana.


Aku dan Elin hanya menyimak sambil makan.


"Nanti deh aku kasih tau yang mana orangnya," kata Risa lagi.


"Kemarin kan dia senyum ke aku, eh tadi malem dia chat aku dong. Aaaaaa seneng banget aku," lanjut Risa kegirangan.


"Seriusan?" tanyaku.


"Iya serius" jawab Risa semangat.


"Wah jangan lupa loh pajak jadiannya kalau nanti jadian," goda Nana.


"Nanti aku traktir pakai uang kalian masing-masing" jawab Risa.


"Yee itumah sama aja kita beli sendiri," jawabku dan Nana kompak. Sedangkan Elin hanya terkekeh. Kita mengobrolkan banyak hal termasuk membahas kakel cogan satu jurusan yang bikin Aku dan Nana kagum.


Oh ya, dari kita berempat emang Elin yang paling pendiam jadi dia jarang ngomong.


......................

__ADS_1


Hari ini pelajaran di Lab. Komputer. Semua pada cepet-cepetan buat masuk Lab. agar bisa memilih tempat duduk. Biasanya tempat duduk anak cowo dan cewe itu selalu misah, misal cowo di bagian sebelah kanan dan cewe di bagian sebelah kiri.


Aku, Nana, Elin dan Risa lebih sering memilih tempat deretan paling pinggir.


Guru menjelaskan materi sebentar kemudian diberikan tugas. Karena hari ini pelajaran pemrograman dasar, maka tugasnya akan di praktekkan di komputer.


Biasanya disuruh mencoba sendiri dulu dan jika memang tidak bisa, baru bertanya. Saat mulai mencoba-coba, guru ijin keluar sebentar dan berpesan agar jangan berisik.


Ya namanya juga anak sekolah, pasti saat ditinggal guru keluar pada berisik dan malah ngobrol sana sini ga ngerjain tugasnya. Terus saat guru datang dan di tanya udah selesai atau belum pasti bilangnya belum.


Ada juga sih yang rajin, tapi paling satu dua anak aja.


Karena ga ada guru, Aku asik mengobrol dengan Nana dan yang lainnya. Tiba-tiba Abi lewat di deretan tempatku duduk.


Mungkin ini anak lagi gabut. Makanya jalan-jalan keliling ruangan (pikirku).


Dia berhenti di belakang tempatku duduk dan ikut nimbrung.


"Dil, nomor hp mu yang mana?, kayaknya belum aku save." katanya tiba-tiba.


Kemudian menyuruhku mencari nomor hp dia di grup chat kelas dan Aku juga nurut aja disuruh dia.


"Nomormu yang mana," tanyaku ke dia sambil membuka grup chat kelas dan mencari nomornya.


Dia menunjukkan nomornya.


Aku langsung mengirim satu pesan ke dia.


"Udah," kataku.


"Oke udah, nanti aku save," katanya langsung kembali ke tempat duduknya karena guru datang.


Kita emang saling follow akun Ig tapi tidak saling save nomor, dan baru sekarang ini kita bertukar nomor hp.


Dan teman sekelas juga hanya beberapa yang aku save nomornya. Bukannya gimana-gimana, tapi Aku emang bodo amat banget. Kalau mereka ga minta di save Aku juga ga bakalan save.


Mungkin bakalan ada yang mikir "ih sombong amat sih", tapi Aku ga peduli.


Setelah Abi minta nomor hp, Aku pikir dia bakalan chat Aku. Terus nanya-nanya soal Nana. Karena Aku masih berpikir dia itu naksir Nana.


Kenapa Aku dari awal selalu berpikir Abi naksir Nana, karena menurutku Nana itu cantik dan wajar aja kalau Abi naksir dia. Dan menurutku juga mereka cocok.


......................


Di satu hari, tempat duduk Abi lagi-lagi ga jauh dari tempat dudukku dan malah tepat di bangku depanku.

__ADS_1


Hari itu lagi-lagi ditinggal guru dan hanya diberikan tugas. Namun, tugas itu harus dikumpulkan.


Semua teman-teman sekelasku langsung mengerjakan agar bisa cepat selesai dan setelahnya bisa bersantai-santai sambil mengobrol ataupun main hp. Tapi masih ada juga beberapa anak yang berisik dan ada juga yang malah bermain game.


Aku langsung mengerjakan tugasnya. Setelah selesai, Aku mengobrol dengan Nana, Elin, dan Risa.


Di tengah-tengah keasikan Aku ngobrol, tiba-tiba ada teman cewe sekelasku yang ngomong ke Aku.


"Eh Dil, kamu sering chattingan kan sama Abi," ucap salah satu teman sekelasku yang dulunya termasuk cewe yang suka caper ke Abi.


"Hah enggak kok, kamu siapa yang bilang?" jawabku kaget dan bingung.


Aku beneran kaget, karena Aku emang benar-benar ga chattingan sama Abi setelah kita bertukar nomor hari itu.


"Ada deh. Udah ngaku aja ga usah bohong," katanya.


"Beneran nggak pernah," jawabku lagi.


"Masa sih," katanya lagi ga percaya.


Aku benar-benar ga tau harus jawab apa lagi, karena emang Aku udah jawab jujur.


"Udah Dil, gausah di dengerin. Biarin aja," sahut Abi yang duduk di depanku sambil masih mengerjakan tugasnya karena dia tadi malah main game dulu.


"Cie di belain," ledek teman cewe sekelasku itu.


Tapi Aku ga lagi meladeni dia, percuma ngomong sama orang seperti itu, yang ada malah bikin makin kesel aja.


"Kok bisa-bisanya sih mereka nuduh seperti itu. Aneh banget padahal ga tau yang sebenarnya gimana," batinku kesal.


Aku jadi bad mood, karena Aku emang ga suka di tuduh-tuduh sembarangan gitu. Apalagi ini bisa bikin orang lain salah paham.


......................


Berapa hari setelah itu, lagi-lagi teman sekelasku yang masih satu geng dengan yang nuduh waktu itu bilang gini


"Eh kamu beneran sering chattingan sama Abi kan!?," katanya menuduhku.


"Enggak," jawabku singkat.


"Orang aku pernah buka hp Abi kok," katanya lagi.


Aku memilih mengabaikannya dan pergi.


Antara percaya ga percaya sih. Soalnya di satu sisi Aku emang ga pernah chattingan sama Abi cuma sekali doang waktu dia suruh Aku save nomornya. Terus kenapa dia bisa ngomong kalau Aku sering chattingan sama Abi. Tapi disisi lain, Aku juga penasaran kok bisa Abi pinjemin hp nya ke temen cewe itu padahal setahuku mereka ga akrab dan bahkan ga pernah terlihat ngobrol bareng.

__ADS_1


......................


__ADS_2