Tempat Singgah

Tempat Singgah
Chapter 8


__ADS_3

Hari ini pelajaran di kelas.


Saat jam mata pelajaran sejarah.


Guru yang mengajar sejarah di kelasku kebetulan adalah wali kelasku sendiri. Guru itu perempuan.


Kebetulan wali kelasku ini juga termasuk anggota STP2K (Satuan Tugas Pelaksana Pembinaan Kesiswaan) yang memiliki tugas dalam pembinaan terhadap siswa sesuai dengan peraturan dan tata tertib yang berlaku di sekolah.


Pada saat jam mapel sejarah, Bu guru lebih sering menggunakan proyektor untuk menjelaskan materi yang di sampaikan dan biasanya kita juga di suruh untuk mencatat dan meringkas materi tersebut di buku tulis.


Sambil kita mencatat, Bu guru terkadang mengajak mengobrol dan sesekali bercanda biar ga terlalu bosan selama jam pelajaran. Guruku ini memang asik orangnya. Beliau jarang memberikan tugas dan setiap mengajar pun suasananya di buat sesantai mungkin. Pelajaran sejarah yang terdengar membosankan pun menjadi tidak se-membosankan yang di bayangkan. Namun, jika saatnya serius juga harus serius.


Saat semua sedang mencatat, Bu guru melihat beberapa anak cewe di kelasku yang memakai make up. Mungkin kalau make up nya natural guru ga akan tau. Tapi mereka make up nya berlebihan, jadi setiap guru yang melihat pun pasti tau. Beberapa kali juga mereka sudah di ingatkan guru lain agar tidak memakai make up saat di sekolah, tapi tetap aja ga mereka dengerin.


Bu Guru langsung menghampiri mereka.


Pusat perhatian semua yang ada di kelas langsung tertuju ke mereka.


"Ini kalian pakai make up ya?" tanya basa-basi Bu guru ke mereka yang memakai make up.


"Enggak Bu," elak mereka bersamaan.


"Apanya yang enggak, bedak kalian tebel begini, bibir kalian juga merah banget." kata Bu guru lagi.


"Kalian masih anak sekolah dan ini juga di sekolah, ga usah lah make up tebel-tebel. Kalau mau make up ya sewajarnya aja. Kalau kayak gini malah jadi mirip tante-tante", lanjut Bu guru.


Awalnya ga ada yang mengaku kalau mereka memakai make up, padahal jelas-jelas make up nya tebel banget.


Tapi, akhirnya mereka mengaku juga kalau memakai make up.


Guru langsung menyuruh mereka untuk cuci muka sampai make up nya bener-bener bersih dan memberikan peringatan kepada mereka agar tidak mengulanginya lagi.


FYI (For Your Information), Di sekolahku ada larangan memakai make up.


••••


Saat pergantian jam pelajaran.


Guru yang mengajar jam pelajaran berikutnya belum masuk kelas.


Seperti biasanya semua pada berisik, ada yang ngobrol, main hp. Aku ngobrol sama Nana, Elin, dan Risa.


Saat Aku mengobrol, Abi datang ke tempat dudukku. Dia datang karena mau pinjam tipeX.


Tapi, dia ga langsung pergi.

__ADS_1


"Sial banget. Bajuku di tarik sama guru sampe kancingnya lepas," katanya.


"Lah kok bisa, kapan?" tanyaku.


"Tadi, masa kamu ga tahu?" jawabnya dan balik bertanya ke Aku.


"Enggak, mungkin tadi aku pas ga lihat," jawabku.


"Gara-gara baju ga aku masukin, eh malah kena tarik. Kancingnya hilang lagi," adunya.


"Hahaha kamu juga salah sih. Kenapa ga dimasukin tuh baju?," balasku.


"Bukannya ga dimasukin Diil, tapi ini kan udah siang, bajunya keluar sendiri terus lupa ga ku masukin lagi," katanya.


"Nih lihat," katanya lagi sambil menunjukkan bajunya yang kancingnya hilang.


Aku sedikit tertawa.


Di sini tuh jarak antara Aku sama Abi bener-bener deket banget menurutku, paling cuma 10 cm aja. Posisinya Aku duduk terus dia berdiri di sampingku dan Aku menoleh ke samping.


Dan dia selama ngobrol tuh kayak natap ke Aku terus. Aku juga sesekali natap dia, pas dia lagi ngomong, dan karena dia tinggi terus berdiri jadi Aku agak mendongakkan kepalaku ke atas waktu natap dia ngomong.


••••


Saat jam istirahat kedua sekitar jam 12 siang.


Semua temen-temenku pada keluar kelas termasuk Nana, Elin dan Risa. Hanya ada aku dan satu orang temen cewe di kelas itu.


Aku malas keluar kelas karena lagi datang bulan.


Seperti biasanya Aku selalu duduk di bangku urutan kedua dari belakang.


Aku meletakkan kepalaku di atas meja dengan kedua tanganku sebagai bantalannya. Perutku benar-benar tidak nyaman rasanya.


Aku memainkan hp ku dan sesekali memejamkan mataku.


Aku mendengar suara langkah kaki masuk ke dalam kelas.


Namun, Aku masih memejamkan mataku dan tidak menghiraukannya.


Mungkin saja itu suara langkah salah satu temanku (pikirku).


Suara langkah kaki itu semakin dekat ke arahku.


"Eh Dila," sapa orang itu dan duduk di bangku depanku.

__ADS_1


Aku membuka mataku dan menoleh ke arah suara itu dan ternyata itu Abi.


Aku menatapnya sekilas, lalu Aku melihat sekitar dan ternyata di kelas hanya ada kita berdua.


Aku sampai ga sadar kalau teman cewe yang di kelas bersamaku tadi sudah tidak ada lagi di kelas.


Kemudian Aku kembali meletakkan kepalaku.


Suasana kelas begitu hening karena Aku sama Abi sama sekali tidak mengobrol. Aku memang lagi malas aja buat ngobrol dan Abi juga hanya duduk di situ dan tidak mengangguku.


Aku juga ga tau kenapa Abi duduk di situ padahal bangku dia bukan di situ dan masih banyak tempat lain selain di situ.


Dia duduk di situ sambil memainkan game di hp nya.


Tumben-tumbenan juga dia ga bareng sama temen-temennya.


Beberapa saat kemudian temen-temen Abi masuk ke kelas. Dan yaa, mereka main game bareng.


Kelas pun tidak sepi lagi, karena anak-anak yang lain juga sudah pada datang.


Jam istirahat masih cukup lama, Nana mengajakku pergi untuk membeli minuman.


Karena perutku juga sudah mulai enakan, Aku mengiyakan ajakan Nana. Elin dan Risa tidak ikut.


Aku beranjak dari tempat dudukku, dan di situ Abi sekilas ngelihat ke arahku.


Aku segera menyusul Nana yang sudah jalan lebih dulu dan menungguku di depan pintu kelas.


Setelah kita membeli minuman, kita langsung kembali ke kelas.


Saat sampai di kelas, hampir semua teman sekelasku sudah berada di kelas. Padahal jam masuk kelas masih beberapa menit lagi.


Aku kembali ke tempatku duduk. Abi juga masih duduk di bangku yang di depanku.


Lagi-lagi Abi sekilas melihat ke arahku.


••••


Jujur Aku di sini juga mulai bingung dengan sikap Abi yang makin hari makin aneh. Awalnya Aku ga terlalu peduli dengan sikapnya itu.


Tapi sekarang, Aku merasa kalau sikap Abi ke Aku emang beneran beda banget dengan sikap dia ke yang lain. Meskipun begitu, Aku tetap ga mau berpikir berlebihan. Mungkin saja dia menganggapku sebagai teman dekat atau sahabat. Ga mungkin juga kan dia menyukaiku.


Aku juga ga berharap lebih di antara hubungan kita. Biarkan semua berjalan seperti biasa dan mengalir apa adanya aja.


••••

__ADS_1


__ADS_2