
Ketika asik bertengkar dengan sahabatnya, Aileana yang tersadar bahwa dirinya di tatap oleh kedua pria yang sedang duduk di depannya, Leana langsung menatap sinis ke arah keduanya dengan tatapan tajam.
"ngapain kalian lihat-lihat, dasar mata keranjang"ucap Aileana dengan ketus dan membuang mukanya dari kedua pria tersebut, Delen sedikit tersenyum melihat sikap acuh Aileana membuat dirinya semakin tertarik, ini rasanya aneh baru kalo ini Delen merasa keanehan pada dirinya, sedangkan Oppa yang melihat ada rasa tertarik dari sepupunya, membuat Oppa merasa tenang bahwa sepupu kecilnya tidak belok, "syukurlah... sepupu kecilku tidak belok, semangat ya El"ucap Cheongi dalam hati sambil tersenyum penuh arti di depan Delen.
Nana yang melihat kedua pria tampan yang saling bertatapan membuat jantungnya berdetak dengan kencang, bagaimana tidak...ia bagaikan melihat sebuah film anime yang pernah ia tonton, hingga pikirannya melayang membayangkan kedua pria tersebut wajahnya memerah dengan keringat yang membasahi tubuh mereka.
Nana berteriak dalam hati dengan wajahnya yang sudah merah padam, melihat tingkah sahabatnya, membuat Aileana semakin jijik dan nafsu makannya seketika dengan memukul meja Aileana pergi meninggalkan ketiganya, Nana, Cheongi dan Delen merasa heran dengan kepergian Aileana, seketika Nana sadar dan berlari menyusul Aileana yang sudah keluar dari kantin, "Ai...tunggu gw dong"teriak Nana sambil setengah berlari mengejar Aileana yang sudah tidak terlihat lagi sosoknya.
Sedangkan Oppa dan Delen saling menatap lalu melanjutkan makannya, di lapangan basket, Aileana yang selalu kesal selalu berlari kesini, karena memang hobinya bermain basket selain itu ia juga memiliki hobi baca komik,novel,nyemil,nge-game, nyanyi serta tidur. "Beb...lu kenapa gak nungguin gw sih"ucap Nana sambil masih mengatur nafasnya, Aileana tidak menjawab ia masih saja terus mendribel bola basketnya dan memasukkan bolanya tepat ke gawang, Nana yang tau sahabatnya sedang badmood akhirnya mencoba untuk membujuk sahabat seksinya satu ini, kalo sudah ngambek bikin susah satu sekolah.
Belum Nana ingin berbicara tiba-tiba saja bola basket terbang ke arahnya, "NANA...MINGGIR"teriak Aileana dengan cepat berlari dan memeluk sahabatnya, hal asik pundak Leana yang terkena bola basket, "Ai...Lo gak papakan"ucap Nana panik hingga berbicara terbata-bata, "lain kali perhatikan diri lu dasar nyusahin"ucap Leana yang masih menahan rasa sakitnya, Karena panik tidak sengaja Nana menyentuh pundak Leana yang terkena bola tadi, "AWW...NANA"pekik Aileana dan pergi meninggalkan Nana yang masih terpaku dengan kebodohan dirinya itu.
Aileana berjalan sendiri menuju UKS dan disana ia di obatkan dengan guru yang selalu menjaga di UKS, sedangkan Nana yang merasa sangat bersalah ia membelikan susu banana kesukaan Aileana tidak lupa di tambah Boba dan eskrim coklat di atasnya.
__ADS_1
Nana berjalan menuju UKS dan melihat sahabatnya sedang tiduran dengan posisi terbalik, "beb...maaf ya, ini gw bawain minuman kesukaan lu"ucap Nana, "taruh aja...di meja nanti gw makan"ucap Leana, "tapi nanti eskrim nya cair beb"ucap Nana " yaudah...bantuin gw bangun kalo gitu pea"ucap Leana dengan kesal, sebab jika lagi panik sahabatnya ini yang terkenal dengan ketertiban dan kepintaran dirinya seketika menjadi orang bodoh, jika terjadi sesuatu dengan sahabatnya tersebut.
"hehehe...maaf beb biasa gw lupa"ucap Nana sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal lalu membantu Aileana bangun, "haduh...sahabatku satu ini, jika aku terluka dia langsung berubah seperti orang bodoh"ucap Aileana sambil menikmati minuman yang dibelikan oleh sahabatnya tersebut.
Kini bel sudah berbunyi tapi Oppa dan Delen tidak melihat batang hidung kedua wanita yang tadi makan bersama, "anak-anak kalian ada yang melihat Leana dan Nana tidak "tanya Oppa yang sudah lebih dari 30 menit bel berbunyi kedua gadis tersebut tidak masuk ke dalam kelas, "Leana terluka Oppa jadi nana menemaninya di UKS " jawab seorang murid.
Mendengar jawaban tersebut, Oppa langsung memberikan tugas kepada muridnya dan pergi sebentar ke UKS untuk mengecek keadaan kedua muridnya tersebut.
"ada apa yang terjadi denganmu Leana"tanya Cheongi sambil menarik bangku dan duduk di samping Nana, "ini Oppa...biasa si pinter buat gaduh"ucap Aileana sambil melanjutkan makan eskrim, "lagian kamu Ai...main basket gak lihat-lihat"ucap Nana sebal sambil memajukan bibirnya 5cm, "dah tau lapangan basket lu malah ditengah lapangan, ya kena masa gw yang salah"ucap Aileana cuek, Nana semakin sebal dengan Aileana, Cheongi yang melihat tingkah Nana merasa lucu.
Anak pintar di sekolah ini ternyata anak yang sangat manja, pantes Aileana selalu jadi tamengnya jika ia buat masalah, sambil menahan tawa Cheongi hanya menggelengkan kepala melihat aksi kedua wanita ini, di sisi lain Delen yang masih terpaku melihat baju yang terbuka membuatnya tidak bisa pokus, Nana yang tau bahwa ada Delen dan Cheongi segera menutupi badan sahabatnya dengan selimut, "Ai...ini dingin Lo harus pake selimutnya"ucap Nana sambil mengedipkan mata, Aileana yang tersadar langsung memegangi selimutnya sambil berusaha tenang.
"kalo kalian sudah selesai makannya, cepat kembali ke kelas, Nana kamu ikut saya ke kelas ada hal yang saya mau bicarakan, El tolong jaga Leana kalo gadis itu sudah selesai makannya bawa ia ke kelas"ucap Cheongi, "oke"jawab Delen dengan singkat, Nana pergi dengan Cheongi dengan senang, sedangkan Aileana hanya bisa pasrah karena Oppa adalah gurunya sekaligus wali kelasnya.
__ADS_1
setelah kepergian Nana dan Cheongi, "Lo keluar dulu...gw mau ganti baju"ucap Leana ketus, tanpa menjawab Delen langsung keluar, dengan cepat Aileana Menganti seragamnya dengan kaos basket miliknya, karena setelah pulang sekolah ia akan berlatih dengan tim basketnya, "ayo cabut"ucap Aileana keluar dari UKS berjalan menuju kelasnya, Delen yang mengikutinya dari belakang.
Delen terus melihat Aileana dari atas sampai bawah, "bodynya memang bagus, sayang sifatnya babar"ucap Delen dalam hati, selama ini Delen tidak pernah memuji orang lain dan baru kali ini ia memiliki rasa tertarik, padahal ketika ia di luar sekolah, sangat banyak sekali wanita cantik dan seksi mengelilinginya dengan penuh rayuan dan godaan, sayangnya Delen tidak tertarik sekalipun malah merasa sangat jijik sekali.
Sampai di kelas mereka semua kembali belajar seperti biasa dan bel pulang berbunyi, seluruh murid ada yang pulang, nongkrong di kantin, ada juga yang ke perpus, sedangkan Aileana pergi ke lapangan basket, Nana pergi ke club cheerleader.
Nana gadis cantik dan pintar, ia selalu mengikuti olimpiade Nasional untuk sekolah dan negaranya, ia sangat suka sekali dengan anime, apalagi pria gepeng dan para boyband dan girlband Korea, ia gadis yang cuek tapi sangat periang sekali, ia masuk ke club cheerleader karena ingin menyemangati sahabat terbaiknya dalam bertanding basket.
Aileana gadis cantik, dengan kulit putih bak susu, serta mata coklatnya yang indah, bulu mata yang lentik, bibi tipis berwarna peach, hidung mungil nan peseknya dan pipi chubby nya membuat ia terlihat bagaikan gadis kecil yang menggemaskan, sifatnya yang babar, sangat benci pria, ketus tetapi walau begitu ia sebenarnya sosok yang lembut, ceria, cengeng dan manja, berbeda jauh dengan dirinya ketika di luar rumah, ia sangat suka sekali dengan Anime, pria gepeng serta lelaki yang cool suka bermain basket.
Choi Cheongi dia adalah guru muda nan tampan, usianya baru menginjak sekitar 22 tahun ia sudah menjadi seorang guru, sekaligus seorang CEO dari perusahaan grup company care, badan yang gagah, rahang yang kokoh,wajah tampannya serta senyumannya membuat siapapun akan jatuh hati kepadanya, walau begitu ia sangat hobi menajaili sepupu kecilnya yaitu Delen.
Choi Delen pria cuek dan ia juga seorang CEO serta mafia, tubuh kecilnya namun gagah, bibir tipisnya, hidung mancungnya serta tatapan tajamnya bagaikan menusuk sampai tulang, ia sangat hobi main game dan baca, tidak lupa ia sangat takut kehilangan sosok yang berharga dihidupnya.
__ADS_1