Tenda Musim Gugur

Tenda Musim Gugur
DIA KEMBALI 1


__ADS_3

dokter berkata bahwa Aileana belum bisa di jenguk dan di ajak komunikasi, di tambah dengan kondisi mental nya sedang terganggu.


jadi dokter meminta untuk melihatnya dari jendela ruangan saja, dokter akan terus mengawasinya dari jauh.


malam kini berganti Delen, Cheongi dan Nana sudah kembali pas jam 5 sore, tinggal kedua orang tuanya Aileana saja.


"pah...apa anak itu datang lagi"ucap mama dengan perasaan takut, "sepertinya ia"jawab papa, "terus kita harus apa dong"ucap mama yang sudah terlihat ketakutan, "kita tenang dan diam saja dulu, besok kita ketempat orang tersebut lagi" bisik papa sambil menenangkan mama yang sudah menangis karena ketakutan.


tidak di sangka di ventilasi udara di rumah sakit, ada sosok hitam yang tersenyum melihat ekspresi ketakutan dari mama Aileana, terlihat sorot bahagia sekali.


"AKU TELAH KEMBALI"ucap sosok itu menatap kedua orang tuanya Aileana dengan tatapan membunuh, kedua orang tuanya Aileana yang merasa ada yang memantaunya, bulu kuduk keduanya langsung berdiri dan segera mempercepat jalannya untuk pulang ke rumah.


"dia tidak boleh tau dimana kita tinggal"ucap papa Aileana dalam hati sambil terus menuntun sang istri yang terlihat begitu ketakutan sekali.


di rumah Delen merasa sangat gelisa sekali, ia merasa sesuatu akan terjadi tapi siapa yang mengalami hal tersebut itu menjadi tanda tanya.


"El...kamu kenapa"tanya oppa sambil membawa nampan yang berisi makanan untuk keduanya makan, "perasaan ku tidak enak"ucap Delen, "siapa yang menurut mu yang akan mengalami nasib itu"tanya oppa, Delen hanya menggelengkan kepalanya, karena memang sejujurnya ia tidak tau akan terjadi apa dan pada siapa.


sedangkan di rumah sakit jam sudah menunjukkan pukul 12 malam, rumah sakit begitu sunyi sekali, karena jam besuk udah habis dari 2 jam yang lalu, hanya ada beberapa perawat dan dokter serta sekuriti yang masih di rumah sakit, itu juga hanya beberapa saja.

__ADS_1


kini waktu terus berjalan hingga pukul tepat jam 2 subuh, Aileana terbangun dengan kepala yang masih terasa pusing, ketika ia melihat jam ternyata ini pukul 2subuh, seketika bulu kuduk Aileana berdiri semua, karena ia begitu takut jika di jam seperti ini.


anehnya malam ini sudah lebih sekitar 10 menit Aileana terbangun tidak terjadi apapun disana, ia merasa bersyukur karena tidak akan merasa takut.


ketika hendak ingin kembali tertidur, Aileana melihat sosok anak kecil kembar tidak identik yang begitu mirip dengan dirinya, keduanya berlari kesana-kemari dengan sangat riang, hingga kedua anak kecil tersebut menatap Aileana dengan senyum manis keduanya, salah satu dari anak tersebut berkata dan meraih tangannya Aileana.


"kakak...kami adalah dirimu"ucap anak tersebut sambil berbisik hanya dapat di dengar oleh dirinya saja, ketika anak tersebut memegang tangan nya, seketika ia terbawa ke rumahnya yang ia tempati selama ini. Disana Aileana melihat kedua orang tuanya terlihat sangat bahagia sekali, ya karena mamanya sedang mengandung dirinya.


Aileana terus mengikuti kemana orang tuanya pergi, ketika ia melihat dimana waktu ia akan di USG, Aileana sungguh terkejut, di usia kandungan sang mama berjalan 5 bulan, ia melihat di layar ada 3 cabang bayi yang belum sempurna.


"ternyata aku kembar 3"ucap Aileana dalam hati yang tidak menyangka sama sekali, sekitar beberapa bulan berlalu, kini usia kandungan sudah sekitar 7 bulan dimana, mamanya akan menjalani USG lagi, untuk mengetahui jenis kelamin buah hati mereka.


"karena...dia yang meminta"bisik seseorang dari telinganya tersebut. beberapa bulan berlalu, kini hari dimana dirinya dan saudara kembarnya lahir, kelahiran kedua anaknya itu, bukan membuat mereka bahagia justru marah yang amat besar, mengingat kejadian yang terjadi selama di kandungan.


kini Aileana dengan seorang anak laki-laki tumbuh bersama, awalnya semua baik-baik saja, hingga di usia kami yang ketiga tahun, mama dan papa mulai menyakiti saudara kembarnya.


"mama-papa... ampuni aerga"ucap aerga kecil sambil terus berjongkok menutupi kepalanya yang terus di pecut oleh sang papa, "kenap kalian sekejam itu"ucap Aileana yang tidak tega melihat hal tersebut, di tambah setiap hari selalu saja di siksa, dikurung serta tidak diberi makan, Aileana yang masih kecil tidak tau kalo saudara kembarnya sedang dalam bahaya, karena dirinya berada di rumah neneknya.


"nenek...aichan mau pulang, mau ketemu aikun"ucap Aileana yang masih kecil, neneknya selalu saja melarang, walau dalam hatinya ia tidak tega melihat cucu cantiknya ini terus bertanya dimana saudara kembarnya.

__ADS_1


kenapa mama dan papa tidak kembali lagi. Sedangkan di rumah aerga kecil yang sudah penuh dengan lebam di sekujur tubuhnya dan tidak makan selama 5 hari, anak tersebut sudah tidak kuat lagi menahan semua rasa sakitnya.


"mama, papa hisk...apa salah aikun, aichan maafkan kakak"ucap aerga sebelum terjatuh dan kepalanya sempat menghantam gagang pintu yang membuat kepalanya bocor.


Aileana yang melihat hal tersebut tidak kuasa menahan tangis, ia terus menangis sambil memanggil nama Aerga dengan pelan.


"KAU SUDAH TAU SEKARANG BUKAN"ucap Aerga, Aileana hanya mengangguk saja, karena dirinya sudah tidak takut dengan sosok yang ternyata itu saudara kembarnya.


"kami mohon...gali kuburan kak Aerga, di halaman belakang rumah, tepat di tengah taman bunga"ucap sosok anak perempuan yang mirip dengannya, "setelah itu naik ke atap, disana kamarku, ada sebuah kamera yang membuktikan kejahatan mereka"ucap Aerga, Aileana hanya mengangguk karena ia juga merasa kesal dengan kedua orang tuanya yang begitu kejam pada saudaranya.


pukul jam 6 pagi, Aileana terbangun dari tidurnya, disana ternyata sudah ada Delen dan Cheongi menemani dirinya, "akhirnya sadar juga...kau mimpi apa " tanya oppa Cheongi, "aku mimpi buruk saja dan .... boleh aku minta bantuan kalian"tanya Aileana dengan pelan, "silakan"jawab Delen, keduanya langsung duduk di depan ranjang Aileana.


sebelum angkat bicara lagi, Aileana sempat menghela nafas beberapa kali dan baru menceritakan semuanya dengan detail, keduanya begitu syok mendengar hal tersebut.


"kita lakukan sekarang aja"ucap oppa Cheongi, "jangan...biar Aileana juga ikut, karena diakan saudara kembar ku"ucap Aileana, kini keduanya sepakat untuk melakukan kapan.


Delen dan Cheongi tidak menyangka dengan sikap kedua orang tuanya Aileana, yang tega membunuh darah dagingnya sendiri, membuat keduanya tidak habis pikir dengan kejadian itu.


sedangkan mama dan papanya, menuju ke tempat dukun di pagi buta, mereka pergi menuju sebuah desa kecil, karena dukun tersebut tinggal disana, dan dukun itulah yang selalu membantu kedua orang tua itu dalam masalah gaib.

__ADS_1


__ADS_2