
Beberapa bulan berlalu...semua murid dan guru di sekolahnya sudah terbiasa dengan perubahan sikap Aileana.
Aileana seorang gadis manis nan cantik bak boneka itu, serta tubuh pendek dan lengkungan badan yang ideal, bibir pink alami serta tipis dengan hidung mungil nan peseknya, tak menghilangkan kecantikan gadis tersebut.
Dari kejauhan Delen tampak terus memperhatikan Aileana, "Oppa"panggil Delen, "hmm"jawab Cheongi, "kau sadar tidak"tanya Delen yang terus saja memperhatikan Aileana yang sedang bermain badminton bersama Nana di lapangan, Cheongi yang fokus kerja langsung menghentikan kegiatannya dan ikut duduk di samping Delen di dekat jendela ruang guru.
"maksud mu... Leana, memang dia begitu berubah sekali, seperti bukan dirinya saja"ucap Cheongi yang ikut menatap Aileana dari jauh, "kisah apa yang tersembunyi"ucap Delen, "entahlah...kita bisa bertanya dengan Nana"ucap Cheongi.
Di lapangan, kedua gadis tersebut sedang asik bermain badminton, karena hari ini jam kosong, setelah menempuh begitu banyak ujian dadakan dari sekolah, "Ai... kenapa kepala sekolah itu, selalu saja ngasih sesuatu secara dadakan"ucap Nana, "entah... mungkin hobinya"balas Aileana, "apa jangan-jangan kepala sekolah punya usaha tahun bulat"lanjut Nana. Kedua gadis tersebut saling bertatapan setelah itu keduanya "TAHU BULAT DI GORENG DADAKAN... LIMA RATUSAN, DI JAMIN ULANGAN DADAKAN"ucap Aileana dan Nana kompak, hingga semua orang yang ada di lapangan tertawa, "hahaha...serius dah, persis banget sama ujian seminggu kemarin dadakan banget"ucap salah satu murid, "bener...kepsek kita itu bener-bener"ucap siswa lainnya, "guess... kepala sekolah aja kepalanya botak jadi mirip sama tahu bulat + dadakan"ucap Nana, lagi-lagi berhasil membuat satu lapangan tertawa hingga perutnya sakit.
Cheongi dan Delen yang mendengar tingkah konyol kedua gadis tersebut membuat Cheongi tertawa dengan lepas, sedangkan Delen menahan tawa.
Sepulang sekolah Aileana langsung kembali ke rumahnya, karena hari ini Nana tidak bisa menemaninya di rumah, karena besok libur sekolah.
Aileana yang baru saja sampai rumah langsung memasuki kamarnya, rumah ini hanya di tinggalkan oleh dirinya seorang.
selesai mandi Aileana menatap dirinya di cermin, ia bermonolog seolah-olah dia itu sedang tidak sendirian di rumah.
"AILEANA...APA KABARMU"tanya seseorang di cermin tersebut, "baik sekali...jadi kembalilah ke tempat mu dasar berdebat"ucap leana, "HAHAHAHA...ITU TIDAK AKAN TERJADI SAMPAI TUJUAN KU SELESAI" ucap dirinya di cermin, Aileana terus saja berbicara sendiri dengan dirinya sendiri.
__ADS_1
malam harinya di kamar, Aileana bermimpi bertemu dengan seorang anak laki-laki yang begitu mirip dengan dirinya, hanya saja ia bingung... siapa lelaki itu dan siapa sosok cahaya dan gelap di belakangnya.
sekitar 10 tahun lebih leana memimpikan hal tersebut secara berulang-ulang, dimana ia berdiri di sebuah tanah lapang yang luas penuh dengan bunga yang sangat indah, serta di tengah hamparan bunga tersebut ada satu pohon beringin yang sangat tua dan besar berada di tengah hamparan bunga tersebut. Di situ Aileana selalu melihat dua anak kecil kembar dan mereka begitu mirip dengan dirinya sedang bermain di pohon tersebut, di balik pohon tersebut, Aileana melihat sosok dirinya sebagai laki-laki sedang meringkuk kesepian dengan wajah penuh dengan luka cambukan.
setiap Aileana menatap sosok tersebut, lelaki yang berada di balik pohon tersebut menatap Kedirinya, sambil tersenyum mengerikan dengan deretan gigi runcing miliknya, mata hitam semua serta di tubuhnya penuh dengan lebam berlapis kulit pusatnya.
sosok tersebut berlari menghampiri Aileana sambil mencekik lehernya serta berbisik sebuah kata "KAU ADALAH AKU... SEHARUSNYA KAU YANG MATI, BUKAN AKU HAHAHAHA"ucap sosok tersebut, terus berulang mimpinya setiap tidur.
ketika terbangun pasti selalu saja ada bekas cekikan di leher Aileana, serta bisikan "MATILAH KAU, MATILAH KAU, MATILAH KAU"terus terdengar di telinga Aileana, hingga membuat dirinya hampir gila berkali-kali dan kenapa kedua orang tuanya tidak mau tinggal di rumah ini, serta ketika kedua orang tuanya hadir, Aileana selalu melihat kabut hitam menutupi rumah hingga kedalam, serta tangisan seorang anak kecil, suara pecut dan bau darah yang menyengat.
"hah-hah-hah... lagi-lagi mimpi tersebut"ucap Aileana yang terbangun dengan penuh keringat dingin serta nafas yang ngos-ngosan.
di kondisi Aileana yang masih mengatur nafasnya, tiba-tiba saja ada suara ketukan di pintu kamarnya.
(TOK-TOK) HENING (TOK-TOK) HENING, terus berulang kali dengan dua kali ketuk, dua detik berhenti serta di jam 2 subuh, suara ketukan pintu tersebut berulang sampai jam 3 subuh dan berhenti.
Aileana kira semuanya sudah aman, tetapi ia merasa merinding sekali, ketika telinganya seperti ada seseorang yang meniupnya, spontan Aileana menengok tetapi tidak ada siapapun dan kini yang kedua kalinya di tiup, ketika Aileana menengok kebelakang.
ia kaget melihat sosok yang sama persis seperti di mimpinya kini berdiri di belakangnya sambil tersenyum.
__ADS_1
"Sasiburi...ototo"ucap sosok tersebut sambil tersenyum lebar (aku kembali adikku), tapi kali ini sosok semakin mengerikan dimana kepala sosok tersebut telah bocor yang membuat tubuhnya di basahi dengan darah, kulit pucat yang hampir semua telah membiru, tubuhnya begitu kurus hingga terbentuk tengkoraknya sangat jelas.
Aileana yang melihat tersebut sangat ingin teriak, tetapi mulutnya terasa terkunci, tubuhnya yang mulai gemetar hebat, serta keringat yang berkucuran membasahi tubuhnya.
saat ini Aileana hanya bisa dia. membatu di kasur, karena semuanya terasa begitu berat sekali, di dalam hati Aileana berharap bahwa sosok tersebut pergi dari dirinya.
tapi percuma saja, karena sosok tersebut sudah begitu dekat dengan dirinya hanya berjarak beberapa Senti sana, bau Anyir dan busuk tercampur menjadi satu memenuhi kamar Aileana.
"AI...HIHIHIHI"ucap sosok tersebut, "AKU SANGAT MERINDUKANMU HIHIHIHI"ucap sosok itu lagi, "DIA HARUS MATI AI"ucap sosok itu lagi, "KEDUA MONSTER ITU HARUS MATIIIIIIIIII"ucap sosok tersebut lagi di akhir kalimatnya, sosok tersebut bersuara sangat nyaring sekali, membuat kaca di rumah pecah, secara bersamaan bersamaan dengan sosok tersebut menghilang.
Bangun-bangun Aileana sudah berapa di rumah sakit, disana ia melihat kedua orang tuanya, Nana, Delen dan gurunya Cheongi.
"nak apa yang terjadi di rumah"ucap sang mama yang terlihat khawatir sekali walau Aileana tau semua itu hanya omong kosong saja.
"aku tidak mau tinggal disana"ucap Aileana dengan tubuh yang kembali bergetar, Delen segera panggil dokter, Nana berusaha menenangkan Aileana, sedangkan Cheongi memberikan nasehat kepada orang tuanya Aileana yang terlihat jelas, begitu pertanyaan di benak mereka.
"bapak-ibu...tolong di simpan dulu, pertanyaan, karena kondisi anak bapak dan ibu masih belum stabil, jadi mohon tunggu dia sampai mendingan"ucap Cheongi.
kedua orang tuanya Aileana akhirnya diam, setelah itu dokter datang dan menyuruh mereka untuk keluar dari ruangan tersebut.
__ADS_1
tidak lama kemudian dokter keluar dan terlihat Aileana telah tertidur di ruangan tersebut, setelah mengalami syok berat.