Tenda Musim Gugur

Tenda Musim Gugur
DIA kembali 2


__ADS_3

Sesampainya di rumah dukun tersebut, suami istri tersebut, masuk kedalam serta di sambut oleh Mbah juon, "Dia kembali lagi ya"ucap dukun juon, "iya Mbah... apa yang harus dilakukan"ucap papa Aileana setelah duduk bersimpuh di depan Mbah juon, "ini lebih rumit dari sebelumnya dan lagi ia menginginkan sesuatu"ucap Mbah juon, "apa yang dia mau Mbah"tanya mama, "KALIAN BERDUA"ucap Mbah juon sambil menyeringai seram.


kedua sepasang suami istri tersebut, langsung merasa ketakutan sekali, "ke-ke-kenapa kita Mbah"tanya papa dengan terbata-bata, sangking takutnya, "karena kalian tidak memperdulikan putrimu dengan layak, ia sangat membenci kalian"ucap Mbah juon, "saya hanya bisa membantu menahan sosok itu sementara, sisanya melalui kalian"ucap Mbah juon lagi, "kami ketika melihat anak itu membuat kebencian kami datang Mbah"ucap mama, "kalo begitu kalian bunuh anak itu di tempat anakmu yang awal mati, serta kuburkan mereka bersama-sama di tempat yang sama, jangan lupa siram air ini jika sudah menguburkan putrimu "ucap Mbah juon.


kedua orang tuanya Aileana mengambil serta mengucapkan terima kasih, tidak lupa memberikan segepok uang ke Mbah juon.


di perjalanan.


"mama...yakin akan bunuh Aichan"tanya papa, "itu harus pa...jika tidak hidup kita gak tenang"ucap mama, "tapi ibuku... sebelum meninggal berpesan, untuk membiarkan mereka hidup "ucap papa, "kalo saja Aileana tidak hidup pasti kita gak bakalan begini, dan lagi kita juga memiliki tiga anak kembar identik pa"ucap mama, "ma...papa tau, tapi setidaknya dia anak kita juga"ucap papa yang masih sabar, "PA... ANAK ITU PEMBUNUH, BUKAN ANAK KITA PA, DAN LAGI MAMA MUAK MELIHAT WAJAH ANAK ITU YANG SOK CANTIK "ucap mama yang sudah sangat kesal.


"MAMA TAU...DIA PUTRI KITA SATU-SATUNYA DAN LAGI AICHAN TIDAK BERSALAH, KAULAH YANG MEMBUNUH SAUDARANYA "ucap papa yang sudah emosi meningkat, "ANAK ITU MEMBUNUH PUTRI KITA YANG SATUNYA PA, MAMA BENCI ITU"ucap mama.


keduanya terus berdebat hingga tidak menyadari di depan mereka ada truk yang oleng, membuat keduanya akhirnya mengalami kecelakaan hebat, untungnya nyawa kedua selamat walaupun harus memiliki cedera yang cukup parah.


Aileana yang melihat berita begitu syok melihat kejadian itu, serta terdengar suara bisikan di telinganya "mereka pantas mati"ucap Aerga yang ternyata sudah duduk di samping Aileana, sosok yang selama ini selalu terlihat mengerikan kini berubah menjadi sangat tampan, karena ketika Aerga tersenyum sama seperti dirinya pasti terlihat lengsung Pipit di pipinya.

__ADS_1


"kenapa kau ingin orang tua kita mati"tanya Aileana dengan suara pelan, "mereka pantas mati, karena telah meninggalkan dirimu"ucap Aerga yang terlihat kesal dengan gertakan giginya serta asap hitam yang mengelilingi tubuhnya.


"maafkan saja mereka"cicit Aileana yang merasa takut, "TIDAK BISA... BAHKAN MEREKA MENYEMBUNYIKAN KEBERADAAN ADIK KITA DI RUMAH YANG BERBEDA DAN HIDUP MEREKA SANGAT BAHAGIA"ucap Aerga dengan penuh kebencian, "benarkah...kalo begitu aku harus segera bertemu dengan mereka"ucap Aileana, "tidak perlu... karena mereka akan kesini dengan sendirinya"ucap sosok gadis yang mirip dengan Aileana.


"oh ya... apakah setelah semua selesai kita bisa bersama"tanya Aileana sambil menatap kedua kakak kembarnya.


kedua sosok tersebut memegang tangan Aileana sambil tersenyum, "kita akan bersama dan adik kita juga akan bersama -sama"ucap kedua sosok tersebut, Aileana merasa senang hingga air matanya keluar, sangking senangnya bisa berkumpul dengan keluarganya yang selama ini ia rindukan.


di rumah sakit yang berbeda di ruang UGD, terlihat kedua orang tuanya sedang di tangani oleh para dokter dan perawat, di depan ruang UGD terlihat 3 lelaki kecil yang berusia sekitar 5 tahun sedang duduk sambil menangis, melihat keadaan orang tuanya yang tidak tau bagaimana kondisinya.


"kakak...apa yang harus kita lakukan, siapa yang akan merawat kita"tanya si tengah, "kita akan ketemu kakak"ucap si tertua sambil menunjukkan foto rumah yang mereka tuju, "apa Ita Atan di telima tata"tanya si bungsu, kedua saudara kembarnya langsung terdiam, karena yang di bilang adik kecilnya itu benar.


"bagaimana kita ke rumah kakak sekarang saja"ucap Airan, "ide bagus...Irham juga sudah lelah"ucap Irham, ya ketiga bocah tersebut sudah berada di rumah sakit sekitar 5 jam yang lalu.


sedangkan di rumah sakit Aileana berada, Delen harus pergi karena ada kerjaan di rumah sakit ia bekerja, setelah pamit, Delen bergegas menuju kesana.

__ADS_1


di rumah sakit triple berada, begitu banyak orang yang merasa kasihan dengan nasib ketiga bocah tersebut, tetapi tidak bisa berbuat banyak, karena ketiganya kekeh menunggu kabar dari dokter tentang kedua orang tuanya.


Sampai di rumah sakit... Delen bergegas ke ruang operasi dan disana ia terdiam, kenapa ada tiga anak kecil yang terlihat mirip dengan Aileana, terlihat dari bola mata dan besar mata mereka begitu mirip Aileana, Delen berjalan menghampiri ketiga bocah tersebut.


"kalian sedang menunggu siapa"tanya Delen sambil berjongkok melihat sosok bocah yang begitu mirip dengan Aileana, "kami nunggu mama dan papa kak"ucap Airan sambil menunjukkan ruang operasi, setelah berbicara dengan ketiganya Delen mengambil telpon dan menelpon Cheongi.


sambungan telepon terhubung.


"oppa...bisa kau kesini"ucap Delen tanpa basa basi" buat apa El"tanya Cheongi, "nanti ku kirim fotonya"ucap Delen yang bergegas memutuskan sambungan telepon.


di rumah sakit Aileana berada.


"dasar...bocah ini kebiasaan, ngomong irit bener"ucap Cheongi dan mendapatkan notifikasi bahwa ada pesan dari Delen, Cheongi langsung membukanya dan terkejut melihat tiga bocah tersebut.


"AI...apa kau punya adik"tanya Cheongi, "sepertinya tidak...aku anak tunggal bukannya "ucap Aileana yang malah kembali bertanya, "tapi kamu harus lihat foto ini"ucap Cheongi sambil menyodorkan hpnya ke Aileana.

__ADS_1


Aileana segera mengambilnya dan terkejut melihatnya, "apa ini benar"tanya ku, "kita susul El saja... karena El akan mengoperasi kedua orang tua mu " ucap Cheongi, yang membuat Aileana semakin lemas mendengar kabar tersebut.


dengan cepat keduanya pergi menuju rumah sakit Delen berada, "kalian jangan kemana-mana...akan ada kakakku kesini untuk jaga kalian "ucap Delen dan bergegas masuk ke ruang operasi, karena operasi tidak bisa di tunda lagi, Karena kondisi pasien cukup parah.


__ADS_2