
Nana yang syok melihat kondisi sahabatnya langsung berteriak histeris, "KYAAAAAAAAA"teriak Nana dengan kencang sampai Oppa dan Delen ikut mendengarnya, karena panik kedua pria tersebut berlari keluar menuju rumahnya Aileana.
"tok,tok,tok Aileana...ini Oppa ada apa yang terjadi"ucap Cheongi sambil terus mengetuk pintu rumah Aileana, Nana yang mendengar sebuah ketukan langsung turun ke bawah dan membukakan pintu, bertapa kagetnya Nana melihat Oppa dan Delen datang dengan memakai baju kaos, serta celana panjang dan rambut yang berantakan membuat keduanya semakin tampan, "Nana... kenapa kamu ada disini"tanya Cheongi, "justru saya yang bertanya, dari mana Oppa tau rumah Aileana"tanya Nana balik, "rumah kami tuh"tunjuk Oppa, Nana syok bahwa kedua pria tampan itu pemilik apartemen besar tersebut dan lagi lokasinya tepat di samping rumah sahabatnya.
"kalo gitu Oppa harus ikut dan lihat apa yang terjadi dengan Leana"ucap Nana, tapi belum Nana melanjutkan berbicara Delen main nyelonong masuk dan naik ke atas, otomatis Nana langsung mengejar Delen serta Cheongi mengikutinya dari belakang.
Sampai diatas, lagi-lagi Delen diam terpaku, karena yang ia lihat kondisi kamar Aileana sangat berantakan serta banyak potongan rambut berceceran di lantai dan ada darah segar di lantai yang mulai mengering.
"El...Apa yang terjadi"tanya Cheongi, ketika melihat ke arah depan Cheongi ikut syok, bersamaan dengan itu, Nana, Delen dan Cheongi mulai mencari keberadaan Aileana, tapi nihil di kamar tidak menemukannya sama sekali.
"kalo gitu kita berpencar"ucap Cheongi dan di jawab anggukan kepala oleh Nana dan Delen, ketiganya mulai mencari di setiap ruangan dan akhirnya Delen menemukan Aileana tergeletak di ruang cuci baju, dengan cepat Delen menutupi tubuh Aileana yang berlumur darah dengan kaos miliknya, setelah itu mengangkat Aileana menuju mobil, "Oppa...sudah ketemu, cepat bawa selimut atau sarung"ucap Delen.
Nana langsung segera membawa Selimut dan Oppa mulai menjalankan mobil menuju rumah sakit, Nana yang tidak mau melihat tubuh indah Delen langsung melempar selimut ke arah belakang, Delen menutupi tubuh Aileana dengan selimut tersebut, lalu Delen memakai baju yang tadi menutupi tubuh Leana.
Sampai di rumah sakit Aileana langsung dimasukkan ke ruang UGD, "Nana...dimana orang tua Leana"tanya Cheongi, "orang tua Leana sedang ada di luar negeri Oppa"ucap Nana, "baiklah...biar saya saja jadi walinya"ucap Cheongi, Cheongi mengurus administrasi rumah sakit, sedangkan Delen dan Nana nunggu dokter keluar dari ruangan UGD.
__ADS_1
Banyak orang yang menatap Delen heran, karena bajunya penuh darah, Cheongi melempar paper bag ke Delen, "gantilah...nanti kau dikira sebagai penjahat "ucap Cheongi, Delen pergi ke toilet untuk ganti baju.
Sudah hampir 3 jam mereka nunggu dokter keluar dari ruangan UGD, Nana, Delen dan Cheongi merasa sangat khawatir sekali.
Dokter akhirnya keluar juga, "dok... bagaimana keadaan adik saya dok"tanya Cheongi, "pasien mengalami syok dan banyak sekali luka lebam dan goresan pisau, ia akan beristirahat dalam beberapa hari, sekarang pasien belum sadarkan diri, karena membutuhkan golongan darah O"ucap Dokter, "stok di rumah sakit lagi kosong, kalian harus cepat mencari pendonor darah"ucap dokter, "saya bisa dok"Jawab Delen.
Ketika Delen pergi bersama dokter untuk ambil darah, Nana menelpon kedua orang tuanya, untuk memberi tau kondisi Leana, dengan cepat mommy dan Daddy Nana datang dengan tergesa-gesa.
"nak... bagaimana keadaan Leana"tanya Mommy yang sangat kawatir, "Ai belum sadar...ia lagi butuh donor darah, tapi tenang saja temen Ai lagi mendonorkan darahnya" ucap Nana sambil terus menangis di pelukan sang Mommy, "sudahlah...yang penting sekarang Leana masih bisa diselamatkan, kita berdoa atas kesembuhannya"ucap Daddy, "Oppa...semua beres"ucap Delen yang baru saja kembali, Nana langsung menghampiri Delen, "bagaimana darahmu cocok bukan"tanya Nana, "ya"jawab Delen, Nana merasa sangat lega sekali rasanya. tidak lama dari itu brangkas milik Leana keluar dari ruang UGD, Leana akan dipindahkan di ruangan VVIP.
jam sudah menunjukkan pukul 7 malam, "Nana...lebih baik kamu pulang, besok sekolah,biar Oppa dan Delen yang berjaga"ucap Cheongi, "maaf... kalian siapanya Leana"tanya Daddy Nana yang merasa tidak yakin, "saya guru di sekolah anak bapak, nama saya Cheongi"ucap Cheongi dengan ramah.
"Oppa... berhenti menatap ku"ucap Delen, "baiklah...tapi bisakah besok kau masuk dan tolong berikan tugas kepada semua murid "tanya Cheongi, "baiklah " jawab Delen singkat.
Besok paginya Nana berangkat seperti biasa, hari semakin panas, karena bel sebentar lagi akan bunyi, semua orang merasa aneh, karena Aileana hari ini tidak masuk sama sekali hingga bel sudah berbunyi sekitar 2 menit yang lalu.
__ADS_1
Delen datang memasuki kelas sambil membawa buku.
"hari ini Oppa izin"ucap Delen, "Delen... bagaimana keadaan Ai"tanya Nana, membuat seisi kelas heran, karena apa hubungannya Delen dengan Aileana tidak masuk, "masih belum sadar"jawab Delen, "kalo ada kabar baik...beri tau aku"ucap Nana lesu, "ya"jawab Delen.
"tugas hari ini buka buku bahasa Korea... halaman 30-35, kalian baca dan kerjakan tugasnya, kalo dah selesai kumpulan ke aku"ucap Delen, setelah itu ia kembali duduk ke bangku miliknya.
"Delen...gw gak bisa fokus ngerjain tugas"ucap Nana lesu, tanpa menjawab ternyata Delen sudah video call dengan Cheongi, ia sambungkan ke layar proyektor, dan semua dapat melihat wajah Cheongi.
"Selamat pagi anak-anak...maaf Oppa tidak bisa hadir, karena temanmu sedang berbaring lemas di rumah sakit, karena orang tuanya diluar negeri, saya sebagai wali kelasnya, yang akan menjaga Aileana, jadi saya harap kalian tetap semangat oke, Oppa akan memberikan semangat kepada kalian"ucap Cheongi sambil memajukan bibirnya serta mengedipkan matanya, membuat seisi kelas riuh dan kembali bersemangat.
Seminggu sudah Aileana di rawat di rumah sakit, besok ia sudah bisa kembali ke sekolah.
Besok paginya Aileana datang dengan model rambutnya pendeknya, dengan lengan baju di lipat, memakai jam tangan, headphone, rok pendek, jas sekolah yang di turunkan sebelah, kaos kaki hitam panjang dan sepatu hitam hak tinggi, ia juga memakai tindik di kuping kanannya, tas hitam berkuping kelinci, berjalan dengan santai memasuki sekolah sambil memakan permen karet, tidak peduli dengan tatapan heran seluruh sekolah.
Nana yang melihat perubahan sahabatnya tersebut, hanya melotot sambil mematung, "Ai...lu masih waras kan"tanya Nana memastikan sahabatnya, "Apa sih Lo ..gw masih waras ye"ucap Aileana ketus dan duduk di meja dengan kaki di angkat sebelah.
__ADS_1
Membuat satu kelas terdiam mematung, hingga guru masuk hanya bisa menggelengkan kepala melihat , sikap siswi satunya ini.
Di sekolah Aileana menjadi pembicaraan satu sekolah, melihat perubahan besar dari Aileana, semuanya tau bahwa Aileana baru saja keluar dari tim basket, jadi semuanya berfikir, bahwa ini semua salah tim basket yang membuat Aileana menjadi semakin jadi dengan tingkah laku randomnya.