
Aileana gadis mungil ini selalu menjadi andalan tim basketnya, walaupun kecil dan pendek, tapi gerakan yang lincah dapat mengecoh kan lawannya.
Aileana di dalam tim basket hanya dia sajalah yang wanita, karena di sekolahnya para wanita lebih memilih jadi cheerleader, dance dan nyanyi.
"pak Santoso...kapan kita mulai"tanya Aileana yang baru saja datang, "tunggu sebentar nak... tunggu temanmu yang lain"jawab pak Santoso, "Cik...dasar cowok lelet"ucap Aileana ketus, ia pergi menuju gudang basket, untuk mengambil beberapa bola, sampai disana, Aileana di teriakin oleh Nana dengan suara cemprengnya.
"HELLO BEBEBKU"teriak Nana sambil berlari lalu memeluk Aileana serta tidak lupa mencubit pipi chubby nya, "minggir...gw mau ambil bola"ucap Aileana, Nana mengintil di belakang Aileana, "kenapa muka Lo di teluk gitu beb"tanya Nana, "BISA GAK NGOMONG GAK USAH TERIAK, KUPING GW GAK CONGE, bisa-bisanya nanti CONGE beneran"ucap Aileana yang mulai kesal dengan suara sahabatnya satu ini jik sedang bahagia, "maaf beb... habis tadi pas kembali ke kelas, Oppa gandeng tangan gw, OMG... JANTUNG GW HAMPIR Berhenti sangking senangnya "ucap Nana yang mulai meninggikan volume suaranya, dengan cepat Aileana menutup mulut sahabatnya, "Nanaku yang cantik dan pintar... sekarang mening Lo balik ke club lu"usir Aileana yang sudah gak tahan mendengar suara khas Nana yang merdu, "gw dah kelar... sekarang gw mau ikutlu, liat para babang tampan"ucap Nana dengan genit, "dasar...genit, yaudah tapi ingat diam duduk di bangku yang ada"peringatan dari Aileana, "siap bosku" ucap Nana.
Aileana dan Nana berjalan melewati koridor yang sudah sepi hanya beberapa ruangan saja yang masih di isi oleh beberapa murid, sepanjang jalan Nana terus bercerita tentang para mantannya yang selalu ia permainan.
"Na...gw iri sama Lo, banyak banget cowon yang suka samalo, sedangkan gw jomblo mulu"ucap Aileana, "makanya ubah sifatmu...jangan terlalu ketus lagi dan satu lagi, harus tampil cantik"ucap Nana sambil menaikan satu alisnya, "Cik...gw gak suka pake rok"ucap Aileana, "ayolah beb...hari ini mending lu temenin gw shopping dan gw akan buatlu jadi cantik"ucap Nana, "ogah...mending gw rebahan di kamar sambil nonton"ucap Aileana, "ish...ini demi kebaikan Lo, gw juga mau rebahan kayak Lo, tapi hari ini Daddy gw bilang, kalo gw mau ketemu seseorang, jadi beb pliss, temenin gw"ucap Nana sambil memohon, "hah... okelah, kali ini aja, awas lu bikin gw malu"ucap Aileana sambil mengancam Nana, "sip bos"ucap Nana.
Sampai disana Nana duduk di bangku lapangan basket bersama dengan para ciwi-ciwi lainnya, sedangkan Aileana masuk ke lapangan, disana semua teman tim basketnya sudah berkumpul semuanya.
Di lantai atas atau lebih jelas di ruang guru, Delen terus saja menatap Aileana tanpa berkedip sedikitpun, Oppa yang penasaran ikut melihat ke arah mana sepupunya menonton dan ternyata ia pokus sekali melihat Aileana bermain basket dengan sangat lincah, sampai sesekali tersenyum dan bergumam, "dasar ...kelinci kecil"ucap Delen pelan tapi mampu di dengar oleh Oppa.
__ADS_1
Cheongi tersenyum kecil melihat sepupunya sedang jatuh cinta, "WOW... AILEANA SEMANGAT"teriak Oppa seketika lapangan menjadi semakin riuh dengan teriak para cewek, Aileana hanya menengok sebentar lalu melanjutkan permainannya, walau ini hanya latihan saja ,Aileana selalu melakukan dengan baik malah ia semakin gesit, berkali-kali ia memasukkan bola ke gawang, bagaikan timnya tidak ada gunanya sama sekali.
Priiit (waktunya untuk istirahat), semua murid di tim basket menuju pak Santoso untuk mengeluh, "pak...kita gak bisa terus begini pak"ucap pemain no 1, "saya setuju pak...kita tim tapi bocah itu malah bermain sendiri"ucap pemain no 13, "jadi kalian maunya bagaimana" ucap pak Santoso yang sudah lelah dengan keluhan para muridnya, "kami semua gak mau satu tim lagi dengan Leana pak, bikin malu saja orangnya, cewek tapi gak punya etika"ucap ketua tim basket yang bernama Damian, "jadi gitu...oke gw keluar dari tim basket, awas lu pada butuhin gw"ucap Aileana dengan ketus, "baguslah Lo keluar...dengan begini gak akan ada jadi beban, karena kita harus bisa tetap menjaga kecantikan Lo"ucap Damian ketus karena memang sudah sangat jengkel dengan Aileana.
Aileana pergi dengan perasaan kesal, ia tidak memperdulikan teriak dari Nana, "hais...kemana perginya Ai"ucap Nana yang sudah mulai lelah mencari sahabat nya itu.
Sedangkan di belakang sekolah di dekat gedung kosong, Aileana sedang menangis tanpa suara, "memang kenapa kalo gw cewek ikut main basket, gw selalu buat ini sekolah menang tanding"ucap Aileana pelan sambil air mata terus saja mengalir, "gw gak peduli kalo wajah gw rusak... karena dari dulu emang ada yang suka sama gw mustahil"ucap Aileana lagi dan lagi.
karena merasa dadanya sangat sesak dan sakit karena terus saja tidak di sukai orang lain, sambil terus menangis Aileana memukuli dadanya sendiri sambil di temani dengan hujan yang mulai deras.
"Leana plis jangan nangis, kenapa hati gw juga ikut sakit"ucap Delen dalam hati, ia merasa heran dengan dirinya sendiri. Hujan yang mulai reda, bersamaan dengan perasaan Aileana yang sudah membaik, Leana memutuskan untuk pergi menuju loker miliknya untuk pulang ke rumah.
Di jalan keluar menuju gerbang, Nana mengejar Leana, "beb jadikan lu nemenin gw"ucap Nana walau sebenarnya ia tau bahwa sahabatnya sedang tidak baik-baik saja, "sorry na...gw gak bisa, besok aja ya"ucap Aileana pergi meninggalkan Nana menaiki sepeda listrik miliknya.
Mata sembab Aileana yang membuat dirinya tidak bisa fokus berkendara, memilih untuk berhenti di supermarket dan membeli banyak camilan serta kebutuhan lainnya, setelah selesai ia melanjutkan perjalanannya pulang.
__ADS_1
Tanpa Leana sadari bahwa Delen telah mengikuti Aileana dari sekolah, karena ia merasa sangat khawatir dengan keadaan Aileana untuk saat ini tidak memungkinkan untuknya pulang sendirian.
Delen terus mengikuti Aileana sampai Leana pulang dengan selamat dan masuk ke rumah, baru Delen pergi meninggalkan rumah Aileana menuju rumahnya sendiri.
Ternyata tempat tinggal Delen di samping rumah Aileana, dimana itu adalah apartemen luas milik Delen pribadi, sampai di dalam rumah ia melihat, Cheongi berkacak pinggang menatap Delen.
Dari mana saja kau"tanya Cheongi, Delen tidak memperdulikan pertanyaan Cheongi malah terus berjalan melewatinya.
Di kamar Aileana baru saja selesai mandi, ia menatap dirinya di cermin besar miliknya, cukup lama Leana terdiam berdiri di depan cermin hingga Aileana mengambil gunting dan memotong rambutnya menjadi pendek.
Di kamar Nana...ia merasa sangat khawatir dengan kondisi Aileana, sejak tadi ia telpon tidak di jawab sama sekali, karena sudah tidak tahan lagi, Nana memutuskan untuk membawa buku, seragam dan baju untuknya menginap di rumah Aileana.
Nana turun kebawa yang sudah siap dengan segalanya,"mommy,Daddy... Nana nginap di rumah Aileana ya, karena besok harus datang pagi ada hal yang penting "ucap Nana pamit dengan kedua orang tuanya.
Sampainya Nana di rumah Aileana, ia langsung masuk karena memiliki kunci cadangan rumah Aileana, sampai di atas, Nana syok melihat sahabatnya sudah sangat berantakan.
__ADS_1