Tenda Musim Gugur

Tenda Musim Gugur
5# kemarahan Damian


__ADS_3

Damian yang sudah tidak tahan karena sudah hampir seminggu menjadi bahan pembicaraan satu sekolah, karena perihal dikeluarkan Aileana dan perubahan Aileana secara mendadak.


dengan penuh emosi Damian berjalan menuju kelasnya Aileana, bersama geng lion dengan pemimpinnya Damian, "BRAk...EH...CURUT ******"ucap Damian dengan penuh emosi sambil memukul meja, membuat suasana mencekam, tidak ada yang berani menghentikan aksi Damian dan gengnya itu karena Damian adalah anak dari keluarga berada.


Tanpa berbicara Aileana berdiri dan meninju wajah Damian hingga pipinya bengkak dengan sekali pukulan, Damian terpental hingga membuat papan tulis menjadi patah.


Semua orang yang menyaksikan kejadian tersebut, pada teriak histeris hingga mengundang semakin banyak orang untuk melihat apa yang terjadi.


Damian yang tadinya tersulut emosi kini ia menjadi ciut, "jadi orang jangan sombong"ucap Aileana lalu pergi meninggalkan kelas sambil membawa tas miliknya, ia berjalan dengan santai tanpa memperdulikan panggilan para guru yang memanggilnya.


Nana yang melihat perubahan yang begitu jauh terjadi dengan Aileana membuat ia menangis karena ia sangat takut dan merasa itu bukan seperti sahabat terbaiknya.


Di persimpangan jalan kecil di pusat kota, seorang gadis memakai jaket hitam, topi hitam sambil mengemut permen gojek kesukaannya.


"berapa lama lagi kau bersenang-senang"ucap gadis tersebut yang berbicara kepada Aileana, "ya Ela...sabar napa baru juga gw mulai"ucap Aileana, "Lo tu kerjaannya buat masalah "ucap gadis tersebut, "habis... sombong banget jadi orang"ucap Aileana, "oke"jawab gadis tersebut.


Keduanya bubar dan pergi ke jalan yang berbeda-beda, Aileana berjalan sangat santai menuju sebuah bar, tempat ia bekerja part time.


sudah seminggu lebih, Aileana tidak masuk ke sekolah, bahkan di samperin ke rumah iapun juga tidak ada sama sekali, akhirnya kepala sekolah memutuskan untuk menelpon kedua orang tuanya Aileana.


Sedangkan di ruang VVIP di bar, Aileana dengan gadis tersebut sedang duduk disana, sudah hampir 3 jam mereka hanya diam saja .


"sudah seminggu kau tidak masuk ke sekolah"ucap gadis tersebut, "ya tau"jawab Aileana, "kalo mama sama papa tau bagaimana"tanya gadis tersebut, "justru itu tujuan kita bukan"jawab Aileana, "huh... memang, punya orang tua sangat sibuk sekali, bahkan uang pun, tidak pernah di kirimin"ucap gadis tersebut lesu.


"lebih baik Lo kembali ke sekolah... kalahkan Damian"ucap Aileana, "udah pasti akan gw buat dia malu dan kesal"jawab gadis tersebut, "gw akan urus masalah gw seminggu tidak masuk sekolah "jawab Aileana sambil tersenyum jahat.

__ADS_1


Kedua orang tuanya Aileana yang mendapat telepon dari sekolah, segera langsung kembali ke negerinya untuk mengomel terhadap putrinya.


Aileana kembali ke rumahnya dengan santai, sambil membawa beberapa belanjaan, serta tidak lupa untuk memberi kejutan ke seseorang.


"tadaima...otosan,okasan"ucap Aileana masuk kedalam dan disana sudah ada Mommy dan Daddy nya, "DASAR... ANAK TIDAK BERGUNA"bentak Daddy sambil melayangkan tamparan, Namun sayang Aileana menangkap tangan sang Daddy, "Hahahaha...Otosan, masih ingat siapa aku"ucap Aileana dengan tatapan tajam, Mommy dan Daddy kaget, keduanya mundur menjauh dari Aileana.


"Ba,ba, bagaimana...Kau kembali"ucap Daddy Aileana dengan suara gemetar, "Aku kembali untuk membalas dendam ku"ucap Aileana dengan nada suara yang menyeramkan, Mommy seketika pingsan.


Di tempat lain, gadis tersebut sedang berdiri tepat di depan rumahnya, "Hah... jangan membunuhnya"ucap gadis tersebut sambil berbisik.


Aileana yang tadinya penuh sekali dengan emosi, kini mulai tenang dan duduk di sofa sambil mengangkat satu kakinya ke atas meja.


"beri aku apa yang seharusnya kau berikan Hahahaha"ucap Aileana dengan suara yang menyeramkan bergema di ruangan tersebut, sang Daddy semakin takut saja.


Di rumah Damian, Damian sedang membuat sebuah rencana dimana, ia akan memanfaatkan Aileana untuk menjatuhkannya ke dalam jeruji besi.


"Aileana...mati saja kau"ucap Damian penuh dendam sekali dengan Aileana, "cih... sampai kapanpun kau akan kalah dariku Damian"ucap gadis tersebut.


Besok paginya tepat di hari Senin, Aileana kembali bersekolah, tetapi tidak ada satupun dari temannya mau mendekatinya, bahkan Nana karena ia merasa takut sekali.


"Aileana kau membuat ku... dijauhi"ucap gadis tersebut kesal, "hehehe...maaf tapi itu lebih baik bukan"ucap Aileana.


Damian yang sudah mendengar bahwa hari ini Aileana masuk ke sekolah, dengan cepat ia menuju kelasnya Aileana, disana Damian berdiri di depan meja Aileana.


"Leana...mau tidak masuk tim basket lagi dan lu juga bakalan masuk ke geng lion gw"ucap Damian dengan ramah ke Aileana, "sorry gw dah Nemu tim basket baru"ucap Aileana acuh, "disini cuman tim basket gw doang"ucap Damian berusaha tenang, "bomat"jawab Aileana yang malas meladeni drama Damian.

__ADS_1


Damian pergi keluar kelas Aileana dengan perasaan sangat kesal, karena Aileana begitu sombong sekali, "gw akan bunuh lu Leana"bisik Damian sambil tersenyum devil, Aileana yang merasa di bicarakan langsung bersin.


"hacuh...siapa yang benci gw"ucap Aileana, karena ia sebenarnya sudah tau siapa sang pelaku. Kelas dimulai dan tidak ada masalah yang dibuat oleh Aileana selama sekolah, pulang sekolah Aileana di jemput oleh kedua orang tuanya, selama perjalanan ketiganya hanya diam saja, tidak ada yang berbicara sama sekali hingga sang Daddy angkat bicara.


"Leana...ini ada uang di kartu ini, sebesar 900miliar, Daddy juga sudah membelikan kebutuhanmu selama sebulan, juga akan ada bibi akan menjagamu selama Daddy dan mommy pergi"ucap Daddy, "oke"jawab Aileana singkat, karena sudah biasa di tinggal orang tuanya.


Setelah sampai rumah, kedua orang tuanya langsung pergi ke bandara, Aileana tidak peduli dengan kedua orang tuanya, luka yang mereka perbuat tidak akan pernah sembuh.


Pukul 00:00, Aileana sudah tertidur, ada seorang penyusup masuk menyelinap melalui pintu belakang, yang tepat kalo masuk langsung ke dapur, semuanya begitu sunyi, sang penyusup meminta temannya yang lain untuk ikut masuk ke dalam, "Aman"bisik salah satu penyusup


Mereka jalan secara perlahan-lahan menuju kamar Aileana, tidak ada satupun barang yang mereka ambil, karena tujuan utama mereka adalah membunuh Aileana.


"bos...gadis ini sangat cantik"ucap salah satu penyusup, "pokus...tujuan kita hanya membunuhnya"ucap sang bos, "tapi bos gimana kalo kita lakukan sesuatu... sebelum membunuhnya"ucap salah satu penyusup, "boleh juga"ucap sang bos, tanpa ketiganya sadari... Aileana sudah tidak ada di tempat tidur.


Dengan cepat... Aileana menggores leher para penyusup, dalam sekejap ketiganya tumbuh tak bernyawa.


"Selamat datang ke neraka hihihihi"ucap Aileana yang berdiri di depan mayat para penyusup. Dengan cepat Aileana membereskan ketiga penyusup tersebut, tidak lupa ia membakar tubuh tiga penyusup serta barang buktinya.


Besok paginya... Damian merasa sangat kesal, ternyata pembunuh bayaran yang ia sewa dengan harga mahal, tidak berhasil membunuh Aileana.


Aileana berjalan melewati kelas Damian dan berhenti lalu menatap Damian, Aileana tersenyum jahat, sambil berbisik "kejahatan akan dibalas dengan kejahatan"bisik Aileana.


Damian hanya bisa diam terpaku melihat tatapan mematikan dari Aileana, setelah itu Aileana pergi meninggalkan kelasnya Damian.


Next...

__ADS_1


__ADS_2