
Arin panik melihat mama nya yang terkulai tak sadarkan diri, apalagi mama Arin mengidap lemah jantung.
"Suster tolong sus... tolong mamah saya sus" Teriak Arin. Perawat pun berlarian mendekat ke arah Arin.
"Tolong mamah saya sus, Mamah saya punya riwayat CHF." Jelas Arin dengan terisak. Para perawat pun dengan sigap mengangkat mama Arin dan membawa nya ke ruang perawatan yang ada didekat meja perawat.
"Dek... sebaiknya segera hubungi keluarga kamu di rumah." Ucap salah satu perawat mengingat kan Arin. Arin segera menelpon keluarga nya di rumah dan mengabarkan berita kepergian papa nya. Arin hanya bisa menangis menatap papa nya yang sudah terbujur kaku dihadapan nya.
Angga yang baru datang pun kaget melihat keadaan papa Arin. Angga langsung mendekat dan memegang pundak Arin.
Arin menoleh pada nya dengan mata yang sudah bengkak.
"Papa Ngga... papa... Arin udah gak punya papa lagi" Isak Arin. Angga pun berjongkok dihadapan Arin dan menggenggam tangan Arin erat.
"Arin masih punya Angga" Ucap Angga lalu memeluk tubuh Arin yang bergetar karena tangisannya.
Tak lama berselang, sebagian keluarga besar Arin sudah datang kerumah sakit dan membantu mengurus proses pemulangan jenazah. Ketika Arin dan keluarga sudah sampai di rumah, rumah telah ramai oleh para pelayat juga teman satu kelas Arin. satu persatu teman-teman Arin mengucapkan ucapan belansungkawa pada nya. Arin hanya bisa mengangguk mendengarkan Ucapan-ucapan dari teman -teman nya. Suasana duka kembali menyayat hati tatkala Kak Rika sampai dirumah dan menangis sejadi-jadi nya melihat jenazah papa nya. Sejak menikah kak Rika memang tinggal bersama Kak Dion di luar kota karena Kak Dion di pindah tugas kan ke kantor cabang yang baru.
Setelah kak Rika datang proses pemakaman pun dilakukan. Arin kini terduduk lemah di samping makam papa nya, Air matanya seolah tak mau berhenti mengalir. Arin tak bisa membayangkan kehidupan ke depannya tanpa papa nya.
Malam hari nya seusai acara tahlilan, Angga pamit pada Arin dan juga mama nya.
Mama Arin mengucapkan banyak terima kasih pada Angga karena telah banyak membantu. Angga hanya mengangguk pelan mendengar kan setiap ucapan mama Arin.
Tak lama Angga pamit, mama dan papa Adit yang ternyata juga hadir disana ikut pamit. Dengan penuh sayang mamah Adit memeluk Arin.
"Bersabar ya Nak.. InsyaAllah papah mu sudah tenang disana. Selalu doakan beliau ya" Ucap mamah Adit lalu mengurai pelukan nya. Setelah itu mereka juga pamit pada mamah Arin.
Saat sedang berbaring di kamar nya tiba-tiba Handphone Arin berdering, nama yang sudah setahun lebih tak pernah muncul di layar handphone nya
'Ak Adit' Calling...
Arin pun mengangkat nya...
"Assalamualaikum " Ucap Adit pelan
"Waalaikumsalam " Jawab Arin
"Arin... Aak turut berduka cita ya, maaf Aak gak bisa hadir disana."
"Iya gak papa Ak. Arin mewakili keluarga mohon maaf apabila papah punya salah sama Aak." Ucap Arin lalu kembali terisak.
"Papah gak pernah bikin salah sama Aak, malah papa selalu nyemangatin Aak setiap kali kita ketemu. InsyaAllah papa sudah si syurga Allah sekarang, papah orang baik Rin. Kamu jangan putus mendoakan nya ya." Ucap Adit.
"Iya Ak makasih." Jawab Arin. Kedua nya lalu kembali terdiam.
__ADS_1
"Arin udah makan?" Tanya Adit memecah kesunyian.
"Udah Ak." Jawab Arin berbohong. Arin belum makan apapun sejak siang. Terakhir yang ia makan adalah sepotong roti yang ia beli di kantin RS sebelum ia berangkat ke kampus.
"Jaga kesehatan ya, jangan sampai gak makan. Kalau kamu sakit kasihan mamah" Nasehat Adit, Arin kembali terisak. Adit hanya diam mendengar suara isakan Arin. Setelah isakan Arin mulai mereda, Adit menyudahi obrolan mereka.
"Ya sudah ya, Arin istirahat dulu sekarang udah malam." Ucap Adit
"Iya Ak" Jawab Arin pelan
"Assalamualaikum " ucap Adit .
"Waalaikumsalam" Balas Arin pelan.
Arin berusaha memejamkan mata nya, hari ini adalah hari terberat dalam hidup nya, kehilangan pertama yang merupakan kehilangan terbesar dalam hidup nya.
Aditya POV
1 tahun berlalu....
Hati ini masih mencoba untuk pergi
pergi menghindari hati yang tak bisa dimiliki
berjuta bidadari yang datang menawarkan hati disini...
"Mamah" calling...
"Assalamualaikum mah. mamah apa kabar?" ucap Adit
"Waalaikumsalam nak. Alhamdulillah mamah baik, kamu gimana kabar nya disana?"
"Alhamdulillah Adit baik-baik aja disini mah."
"Nak.. mamah mau menyampaikan kabar duka. Papah Arin meninggal tadi siang." Ucap mama Adit pelan.
"Innalillahi wa innalillahi rojiun. mamah udah melayat kesana?" Ucap Adit panik
"Udah nak ini juga mamah baru pulang dari sana."
"Arin gimana keadaan nya mah?" Adit bertanya dengan nada sedih. Mamah terdengar menghela nafas.
"Arin terlihat sangat terpukul nak, mamah sampe gak tega liat nya. Yah kamu tau sendiri kan Arin sangat dekat sama papah nya." Ucap mamah nya lagi-lagi menghela nafas berat.
"Tapi tadi mamah lihat ada anak laki-laki yang selalu memperhatikan Arin, dia selalu ada disamping Arin. Apa kamu sama Arin sudah gak pacaran lagi??" Tanya mamah nya penasaran. Adit hanya diam. Seolah mengerti perasaan anak nya Mamah Adit tidak bertanya lebih lanjut.
__ADS_1
"Ya sudah nak, nanti kamu telpon Arin ya hibur dia. walau apapun yang terjadi diantara kalian, mamah tetap berharap Arin bisa jadi menantu mamah. Tapi kalau memang dia bukan jodoh kamu, kamu juga harus bisa ikhlas." Jelas mama nya.
"Iya mah Adit paham"
"Ya sudah... Assalamualaikum "
"Waalaikumsalam " Adit pun meletakan kembali handphone nya, berpikir sejenak apakah ia harus menelpon atau tidak. Namun hati nya mengatakan bahwa ia harus menelpon Arin setidaknya untuk mengucapkan bela sungkawa.
Adit pun mendial nomer Arin yang sudah ia hafal di luar kepala. Dengan perasaan cemas ia menunggu telpon nya dijawab. Tak lama kemudian telpon nya diangkat, Adit pun merasa lega juga bahagia. setelah lebih setahun lama nya akhirnya ia bisa mendengar kembali suara yang sangat ia rindukan.
Assalamualaikum " Ucap Adit pelan
"Waalaikumsalam " Jawab Arin dengan suara parau.
"Arin... Aak turut berduka cita ya, maaf Aak gak bisa hadir disana." Adit benar -benar merasa sedih karena ia tidak bisa berada disana menemani Arin dan menjadi sandaran Arin disaat ia benar-benar terpuruk.
"Iya gap papa Ak. Arin mewakili keluarga mohon maaf apabila papah punya salah sama Aak." Ucal Arin lalu kembali terisak.
Suara yang sesungguhnya sangat tidak ingin Adit dengar. Andai aku ada disana, akan kulakukan segala cara untuk bisa menghapus air mata mu, untuk bisa meredam isak tangis mu. Apalah daya ku, aku berada jauh darimu.
"Papah gak pernah bikin salah sama Aak, malah papa selalu nyemangatin Aak setiap kali kita ketemu. InsyaAllah papa sudah si syurga Allah sekarang, papah orang baik Rin. Kamu jangan putus mendoakan nya ya." Ucap Adit.
"Iya Ak makasih." Jawab Arin. Adit mencoba mencari bahan pembicaraan karena Arin hanya diam.
"Arin udah makan?" Tanya Adit memecah kesunyian.
"Udah Ak." Jawab Arin. Adit tau Arin pasti berbohong, dalam situasi seperti ini Adit yakin Arin pasti melupakan makan nya.
Adit hanya mampu menghela nafas pelan.
"Jaga kesehatan ya, jangan sampai gak makan. Kalau kamu sakit kasian mamah" Nasehat Adit, namun Arin kembali terisak. Adit hanya diam mendengar suara isakan Arin. Setelah isakan Arin mulai mereda, Adit menyudahi obrolan mereka.
"Ya sudah ya, Arin istirahat dulu sekarang udah malam." Ucap Adit.
"Iya Ak" Jawab Arin pelan
"Assalamualaikum " ucap Adit
"Waalaikumsalam" Balas Arin pelan.
Adit meletakkan handphone nya diatas dada nya. mengatur kembali nafas dan detak jantungnya tak karuan saat mendengar kembali suara Arin.
Malam pun tiba, semenjak setahun terakhir Adit menjadi lebih rajin beribadah. Ia semakin mendekatkan diri pada aang pencipta nya. Ia selalu bangun tengah malam untuk melakukan sholat malam. Berdoa padaNya memang membuat hati Adit menjadi lebih tenang. Selama setahun terakhir pula Adit selalu memohon untuk di bukakan pintu hati nya untuk mengikhlaskan Arin jika memang bukan Arin jodoh yang Allah kirimkan untuk nya. Namun jika memang Arin adalah jodoh nya Adit berharap Allah memudahkan segala urusan nya agar ia bisa bersama lagi dengan Arin.
(Prinsip Adit... gak bisa lewat depan masih bisa lewat belakang. Ku tikung kau di sepertiga malam😁🤭🤭
__ADS_1
Semoga suka ya readers... maaf kalau masih banyak typo nya. terimaksih untuk yang udah memberikan dukungan nya... buat yang belum, di tunggu ya like, coment, vote n gift nya. jangan lupa juga favorit kan novel ini yaa... terimakasih🙏🙏)