
Arin tersenyum di paksakan sambil sedikit perlahan bergerak mundur ketika Ibu Angga menghampiri nya.
"Sedang apa kamu disini ?" Tanya nya sinis
"Arin sedang makan sama temen Bu." Jawab Arin sopan.
"Kamu sengaja ya ngikutin kita sampe kesini" Lanjut Ibu Angga dengan tatapan membunuh
"Enggak Bu, Arin gak tahu kalau ibu bakalan ada disini." Ucap Arin takut - takut.
"Alaaahhh gak usah banyak alasan, kamu tahu kan resto ini punya keluarga kami. Jangan-jangan kamu juga tahu hari ini saya mau mempertemukan Angga sama calon istri nya" Jelas Ibu nya dengan penuh penekanan pada kata 'calon istri'.
" Enggak bu Arin gak tau apa-apa. Arin benar-benar gak tahu"
"Awas kalau kamu berani mengganggu acara kami dan juga jangan pernah berhubungan sama anak saya lagi. atau kamu..." Ucapan ibu Angga tiba-tiba terhenti ia melihat Angga ada di belakang Arin yang menunduk.
"Angga..." Ucap ibu Arin pelan. Angga mendekat pada Arin. Arin menoleh kebelakang dan melihat Angga sudah ada di hadapan nya kemudian menggenggam tangan nya.
"Ayo ikut..." Ucap Angga lalu menarik tangan nya. "Sampai kapan pun ibu gak bisa misahin kami." Ucap Angga melewati ibu nya.
"Angga... Angga!!! Ibu bilang berhenti!!" teriak ibu nya yang berhasil membuat beberapa orang yang sedang berlalu lalang menoleh ke arah mereka.
Adit yang sedari tadi cemas karena Arin tak kunjung kembali akhirnya menyusul dan mendengar teriakan ibu Angga. Adit menghentikan langkah nya menatap Arin dan Angga yang bergandengan.
"Selangkah kamu maju, kamu akan liat Ibu mu ini jadi mayat" Ucap Ibu nya kasar. Angga berbalik dan menatap ibu nya. Arin perlahan melepaskan tangan nya dari Angga. Tapi Angga kembali menarik tangan Arin dan menggenggam nya lebih kuat.
__ADS_1
"Angga lepas. lepasin tangan Aku" Ucap Arin lirih.
"Gak akan Rin, sampe kapanpun aku gak akan lepasin kamu. Gimana pun cara nya aku gak perduli, walau ibu mau mengancam aku pake nyawa ibu sekali pun aku gak perduli!" Ucap Angga marah. Arin memukul pipi Angga dengan kasar. Angga terbelalak begitu juga Ibu nya.
"Maaf Ngga, aku gak mau sama anak durhaka." Ucap Arin kemudian melepaskan tangan nya dari genggaman Angga. Ia melihat Adit berada disana menatap nya dengan tatapan yang sulit diartikan. Arin berlari ke arah Adit kemudian memeluk nya. Angga melotot melihat Arin yang tiba-tiba memeluk Adit. Begitu pun Adit yang tak kalah kaget, hampir saja jantung nya melompat keluar dari tempat nya.
"Maaf Ngga sekarang aku udah sama Ak Adit, jadi kamu silahkan lanjutkan perjodohan kamu." Ucap Arin setelah melepaskan pelukan nya. "Ak ayo bawa Arin pergi" Ucap Arin pelan, namun mampu menyadarkan keterkejutan Adit. Adit dengan sigap menggandeng tangan Arin dan membawa nya pergi meninggalkan Angga yang terduduk lesu dan ibu nya yang tersenyum penuh kemenangan.
Adit dan Arin sudah berada di dalam mobil. Arin duduk dengan tatapan kosong. Adit pun segera memakaikan seat belt pada Arin dan membuat Arin tersadar dari lamunan nya. Arin menatap Adit dengan mata berkaca-kaca.
"Jangan sedih, hidup kamu gak akan berakhir sampai disini Arinda." Ucap Adit sambil mengelus kepala Arin lembut. Entah mengapa kata-kata Adit justru membuat nya semakin terisak. Adit melajukan mobil nya sambil sesekali menatap Arin yang masih menangis sambil menatap keluar jendela. Tiba-tiba Arin menoleh pada Adit dan meringis.
"Kamu kenapa Rin?" Ucap Adit panik kemudian menepikan mobil nya.
" Kamu gak pa-pa kan?" Tanya Adit dengan wajah cemas.
"Aduuuhhh buruan jalan ak, Arin gak papa. cuma kebelet. " Jawab nya malu-malu. Adit pun bernafas lega dan menjalan kan kembali mobil nya menuju sebuah SPBU. setelah sampai Arin langsung turun dan berlari menuju toilet. Adit sampai di buat gemas melihat tinggkah Arin.
Sementara itu...
Adit sudah terlihat duduk bersama kedua orang tuanya menunggu calon istri beserta keluarga nya. Angga duduk diam tanpa ekspresi. Ibu nya pun merasa kesal melihat anak nya seperti itu.
"Angga... bisa tidak muka mu itu sedikit dikasih senyum" Ucap ibu nya kesal.
"Kalau ibu gak mau Angga disini dengan wajah seperti ini, lebih baik Angga pulang." Ucap Angga kesal.
__ADS_1
"Jangan coba-coba kamu Ngga" Ucap Ayah nya. Angga pun hanya bisa mendengus kesal. Tak lama kemudian orang yang ditunggu datang. Angga tidak tahu sama sekali kalau yang akan di jodohkan dengan nya adalah Rina sahabat kekasih nya sendiri.
Berbeda dengan Angga yang terkejut, Rina tampak biasa-biasa saja. Semua nya pun memulai makan malam dengan perbincangan yang hangat antara dua keluarga. Sementara Angga hanya memperhatikan Rina yang tampak tenang-tenang saja.
"Gimana nak Rina, udah ketemu sama anak ibu suka gak?" Tanya Ibu Angga ramah. Rina hanya tersenyum.
"Nak Angga sendiri gimana pendapatnya tentang anak kami Rina?" Ucap ibu tiri Rina sambil tersenyum lembut. Rina hampir saja memuntahkan makanan dr perut nya karena merasa jijik mendengar ucapan-ucapan lembut dari ibu tiri nya. Angga hanya diam seolah berpikir keras. Rina yang sudah tidak tahan akhirnya berdiri.
"Maaf Om tante, saya menolak perjodohan ini." Ucap Rina lantang. Angga terperanjat menatap Rina yang mengatakannya dengan lantang. Kedua orang tua Rina kaget buka main, bahkan sang ibu tiri membelalakan matanya hingga hampir keluar.
"Maaf saya sudah menyampaikan pendapat saya jadi saya rasa sudah selesai. kalau begitu saya permisi." Ucap Rina lalu berdiri. Ibu tirinya dengan cepat mencekal tangan Rina dan mencengkeram nya kuat.
"Maaf kan anak saya, mungkin Rina terlalu malu karena Angga dari tadi hanya diam saja."°Jelas ibu tiri Rina lembut, namun ketika menoleh pada Rina ia membelalak kan matanya sebesar yang ia bisa. Rina hanya bisa menatap tajam ibu tiri nya. Sementara Ayah nya sendiri tampak hanya diam dan menatap Rina dengan tajam. Rina seperti terjebak pada suasana yang tidak ia inginkan. terlebih lagi sejak pertama bertemu Angga sama sekali tidak mengatakan apa-apa.
"Duduk!!" Titah ibu tiri nya denga suara pelan namun dengan tatapan tajam setajam silet. Mau tidak mau Rina akhirnya duduk kembali.
"Angga ayo ngomong," Bisik ibu nya Angga yang mulai kesal pada anak nya. Angga pun tersenyum smirk.
"Kalau saya tidak masalah dengan perjodohan ini, justru saya ingin mencoba menjalani nya terlebih dahulu." Ucap Angga spontan dan membuat semua orang disana tersenyum puas kecuali Rina.
"Bagaimana Rina?? Mau kita coba jalani dulu perjodohan ini?" Tanya Angga deng an senyum Smirk nya.
(Naaahhhh apa yang akan terjadi selanjut nya... apa yang kira2 di rencanakan Angga???? Ikuti terus cerita nya yaahh
Makasih buat semua yang udah dukung novel ini, jangan lupa like komen vote dan gift nya yaaahhh... Terimakasih 🙏🙏)
__ADS_1