Tentara Itu Cinta Monyetku

Tentara Itu Cinta Monyetku
chapter 23


__ADS_3

Ada apa Mak?"


"Apa kabar Lo?"


"Baik Mak. Mak gimana disana everything is ok?"


"yaahhh disini baik-baik aja yang gak baik itu Angga sama Rina." Ucap Diana memelankan suara nya. Arin pun terkejut,


"Kenapa Mak??"


"Anak - anak bilang Angga suka bersikap aneh sama Rina, kemana-mana selalu mau sama Rina, perhatian berlebihan ke Rina. Anak-anak jadi pada nge gosipin mereka kalau main di belakang Lo." Jelas Diana.


"Biarin aja Mak, gue sama Angga udah putus kok" Ucap Arin pelan.


"What??? kapan Lo putus nya?"


" Sebelum kita berangkat PKL. Jadi kalau sekarang mereka mau saling mendekat kan diri ya gak papa juga. Toh hubungan mereka juga udah direstui." Jawab Arin. Diana terdengar menghela nafas.


"Lo yakin pisah sama Angga? Kalian udah lama lho... Angga juga kayak nya cinta mati sama Lo. Emang Angga terima lho putusin?" Tanya Diana.


"Udah lah mak gue gak mau bahas lagi. bikin hati gue kayak dicubit-cubit rasa nya." Jelas Arin.


"Ya udah laahh kalau emang gitu mau lho. Lo yang kuat disana ya, jaga kesehatan." Ucap Diana perhatian.


"Okehh Emak ku sayang" Jawab Arin dengan ceria. Telpon pun terputus, Arin menarik nafas nya pelan dan menghembuskan nya dengan kasar. Arin kembali melakukan aktifitas nya tiba-tiba ia teringat Adit, berharap Adit akan menelpon nya namun nihil. Jika sudah kembali ke tempat tugas nya Adit seperti menghilang. Arin kembali menghela nafas nya.


sementara itu di tempat berbeda Rina merasa kesal dengan Angga yang terus-terusan sok perhatian dan selalu ikut kemanapun ia pergi.


"Lo jauh-jauh dari gue bisa gak?" Ucap Rina marah karena sedari pagi Angga terus mengikuti nya.


"Gak bisa" Jawab Angga santai.


"Lo tuh mau nya apa sih?!!" Bentak Rina


"Jadi pacar kamu." Jawab Angga santai.


"Dasar sintingg!!" Hardik Rina lalu bergegas pergi. Angga tersenyum penuh arti lalu kembali mengikuti Rina sampai akhirnya salah satu temen nya memanggil nya. Rina pun bisa bernafas lega melihat Angga yang menghilang dari pandangan nya. Rina pun buru-buru menelpon Arin.


"Ariiiinnnnn" Teriak Rina ketika panggilan nya tersambung.


"Astaga Ina'... telinga gue bisa budeg kalo lo teriak-teriak gitu."

__ADS_1


"Maaf..." Cicit Rina.


"Ada apa?"


"Tolongin gue dong, itu cowok Lo kayak nya kerasukan jin antah berantah dehh"


"Maksud Lo?"


"Angga tuh aneh banget selama disini, dia ngikutin gue terus. Gue takut.." Ucap Rina nyaris menangis. Namun Arin malah terdengar tertawa.


"Ina.. ina... dulu katanya mau punya pacar yang model modelnya kayak Angga, sekarang orangnya udah di depan mata malah takut. Gimana sih Lo" Ucap Arin santai.


"Arin... Lo gak ikut-ikutan kerasukan jin kayak Angga kan?" Tanya Rina. Arin semakin tertawa.


"Ina... gue sama Angga udah kelar.. Udah The End" Ucap Arin. "Jadi kalau dia mau deketin Lo ya sah sah aja" Lanjut Arin. Ina terdiam sejenak.


"Kenapa kalian putus? bukan karena gue kan? bukan karena perjodohan gila itu kan?" Ucap Ina penasaran.


"Enggak Na... Gue ngerasa gak bisa aja jalanin nya kalau orang tua nya gak setuju, lagian dari awal Angga terlalu banyak main rahasia-rahasiaan sama gue." Ucap Arin pelan. Ina diam tak menjawab.


"Na... Lo denger gue kan?" Ucap Arin lagi.


"Iya gue denger" Jawab Ina. "Tapi tetep aja kenapa dia jadi deketin gue? maksudnya apa coba, dia kan tahu kalau kita sahabatan." Jelas Ina.


"Taauuu Aahhhh Lo berdua bikin gue setresss" Ucap Ina kesal lalu mematikan telpon nya.


Hari berlalu tak terasa 1 bulan sudah mereka lewati. PKL pun selesai, mereka sudah bersiap-siap kembali ke kampus setelah tadi malam mengadakan acara dangdutan di balai desa sebagai acara perpisahan.


Semua telah berada di dalam Bis, dalam perjalanan Bis yang di naiki Arin dan teman-teman nya berhenti di sebuah rest Area, tak lama kemudian bis Ina dan Diana juga sampai. Merekapun bertemu setelah hampir 1 bulan tak bertemu. Seperti biasa mereka berpelukan ala teletubbies.


"Gimana Na Lo sama Angga?" Tanya Yuli penasaran.


"Apanya yang gimana?" Tanya Ina heran.


"Gak usah boong deh, kita udah tau. semua Anak di kampus kita lagi pada ngomongin Lo berdua" Jelas Diana.


"Iya Na... mereka banyak yang ngomongin yang aneh2 soal Lo sama Angga" Jelas Leni.


"Aneh2 gimana maksudnya Len?" Arin buka suara.


"Ya katanya Ina rebut Angga dari Lo, mereka selingkuh di belakang Lo.. banyak deh pokok nya, kuping gue sampe panas dengernya." Jelas Leni.

__ADS_1


"Ya ampunnn kok mereka sampe segitunya sih" Ucap Arin tak percaya. "Padahal mereka gak tau yang sebenarnya. Mereka gak tau kalau emang gue sama Angga udah putus." Jelas Arin.


"Sayang..." Tiba-tiba Angga datang dan langsung mengusap lembut kepala Ina. Semua mata tertuju pada mereka ber enam. Bahkan Diana, Leni dan Yuli melotot tak percaya dengan apa yang mereka lihat.


"Ayo balik ke Bis, bis kita udah mau berangkat." Ucap Angga lembut. Ina hanya mengangguk tanpa menatap Angga.


"Sorry ya kita duluan..." Ucap Angga lalu menarik tangan Rina meninggalkan teman-teman nya. Angga hanya menoleh sekilas pada Arin dan tersenyum. Setelah Angga dan Ina, berlalu Arin dan teman-teman nya juga kembali ke Bis mereka masing-masing. Arin berjalan gontai mendekati bis nya. Arin tidak sadar sebuah mobil sedang mundur hendak keluar dari parkiran dan duukkk Arin sedikit terpental, kepala nya membentur aspal parkiran kaki nya juga tertabrak bumper belakang mobil tersebut. Angga yang ternyata memperhatikan Arin sejak keluar dari resto di rest area terkejut melihat kejadian itu. Tanpa sadar ia berlari keluar dari bis nya dan menghampiri Arin yang mulai di kerumuni orang.


"Arin.. Rin kamu gak papa?" tanya nya panik. Arin yang masih sadar pun menoleh dan melihat Angga yang langsung menggendong nya masuk ke dalam mobil orang yang menabrak Arin. Arin di bawa ke klinik yang tak jauh dari rest Area. Kaki nya memar kepala nya di jahit 2 jahitan selain itu tak ada luka yang serius. Setelah selesai dari klinik Arin dan Angga kembali ke rest Area dan mendapati teman-teman nya cemas menunggu mereka berdua.


"Lo gak papa Rin?" Diana langsung menghampiri Arin dan Angga. Arin yang berjalan terseok - seok segera dibantu oleh Diana dan Yuli. Tanpa banyak kata Arin meminta Diana dan Yuli membantu nya naik ke bis. Akhirnya Yuli dan Diana ikut Bis Arin.


Sementara Angga hanya menatapnya dengan tatapan sedih. Arin benar-benar tak mau dibantu oleh nya. selesai dari klinik bahkan saat keluar dari mobil Arin hanya diam saja dan melarang Angga membantu nya.


"Kamu baik-baik aja Ngga?" Tanya Rina yang melihat Angga terlihat sedih. Angga hanya mengangguk lalu segera masuk ke dalam bis mereka. Rina sebenarnya tahu kalau dirinya hanya dijadikan pelampiasan oleh Angga. Bahkan Rina sering berpikir kalau ia hanya dijadikan alat untuk membuat Arin cemburu. namun Rina tak perduli, matanya seakan tertutup oleh cinta nya yang sudah bersemi untuk Angga.


Mereka akhirnya sampai di kampus setelah menyerahkan laporan selama PKL semua mahasiswa diizinkan pulang dan diberi istirahat selama 2 hari.


Arin pulang dengan perasaan sedih, ia ingin Adit bisa menghibur nya namun kenyataan nya Adit bahkan tidak pernah menelpon nya. Setiba nya dirumah Arin langsung di interogasi oleh mama nya karena keadaan nya. Setelah menceritakan kejadian yang dialami nya Arin akhirnya bisa masuk ke kamar nya dan beristirahat.


Malam pun tiba, ketika hendak memejamkan matanya suara dering handphone Arin mengagetkan nya.


'Ak Adit ' calling...


Arin mengucek matanya seolah tak percaya kalau nama itu yang tertera di layar handphone nya.


"Assalamualaikum " Sapa Arin lesu


"Waalaikumsalam. Apa kabar Rin? kata mamah kamu lagi sakit? sakit apa?" cerocos Adit.


"Enggak... aku gak sakit. cuma tadi ada insiden aja sedikit yang bikin kaki aku memar sama kepala aku sedikit bocor" Ucap Arin sambil terkekeh.


"Astaghfirullah kok kamu masih bisa ketawa sih? parah gak?"


"Enggak lah ak... kalau parah aku gak bakal ada di rumah, pastinya di rumah sakit"


"Syukur deh kalau gak parah. Lain kali hati-hati ya"


"Iyaahh... Aak kemana aja sebulan gak ada kabar. Udah kaya jelangkung aja datang tak di jemput pulang tak diantar. Sekarang tiba-tiba udah nongol lagi aja." Ucap Arin kesal.


"Aak banyak kegiatan disini sayang. Maaf ya, lagian kamu juga lagi sibuk PKL kan. Makanya Aak gak gangguin kamu" Jelas Arin.

__ADS_1


"Duuuhhh udah berani panggil sayang..." Ucap Arin mengejek.


"Masa calon istri di panggil kamu... kamu.." Jelas Adit. Arin pun kaget dengan ucapan Adit.


__ADS_2