
tiga bulan kemudian...
Hari ini akan diadakan acara Aqiqah untuk putri pertama Kak Rika dan Dion di kediaman keluarga Arin. Putri cantik kak Rika diberi nama Maira Sibil Dionita. Baby Maira yg imut itu menjadi pusat perhatian dan rebutan Arin dan teman-teman nya. Mereka berebut ingin menggendong Maira. Teman-teman Arin sejak kemarin sudah berkumpul dirumah Arin karena tak mau ketinggalan acara. Acara inti pun dimulai, kebahagian Arin pun lengkap karena disana tak hanya ada teman-teman nya tapi juga ada Angga disana. Angga sangat membantu disana, keluarga Arin pun sangat senang dengan kehadiran Angga yang banyak membantu. Sampai akhirnya acara inti telah usai hanya tinggal beberapa tamu undangan yang datang silih berganti. Ketika sedang Asyik mengobrol dengan teman-teman nya, Arin kaget melihat seseorang datang. Seseorang yang sangat ia kenal... Adit.
"Kenapa?" Tanya Leni yang melihat raut muka Arin tiba-tiba berubah.
"Itu... Ak Adit" Ucap Arin sambil menunjuk kearah Adit yang berjalan semakin mendekat pada nya. Arin pun berdiri ia mencari-cari sosok Angga karena takut Angga salah paham pada nya.
"Assalamualaikum" sapa Adit pada Arin dan teman-teman nya.
"Waalaikumsalam " Jawab gank Rungsing kompak.
"Apa kabar Rin?" ucap Adit sambil tersenyum.
"Baik Ak. Ak Adit apa kabar?" Jawab Arin gugup.
"Alhamdulillah baik." Ucap Adit lalu semua nya kembali diam. Tiba-tiba seorang perempuan datang mendekati Adit.
"Bang Adit, Luna kok ditinggal sih" Rengek nya manja. Adit hanya menatap sekilas pada Luna.
"Eeehh ini teman-teman Abang ya" Ucap nya sambil melirik ke gank Rungsing.
"Oh iya kenalin Lun, ini Arin dan teman-teman nya." Ucap Adit. Lalu mereka pun berkenalan. setelah berbincang sejenak Adit dan Luna pamit untuk pulang. Tak lupa Adit pamit pada orang tua Arin dan juga keluarga nya. sepeninggal Adit, Angga tiba-tiba muncul dan mengagetkan Arin dan teman-teman nya.
"Liatin apaan sih?" Ucap Adit saat melihat Arin dan teman-teman nya yang menatap kepergian Adit.
"Matii guee" Teriak Rina kaget. "Lo tuh ngagetin aja sih Ngga" Ucap Rina sambil memegang dada nya.
"Habis nya kalian liatin apaan sih sampe gak sadar gue udah ada di belakang kalian" ucap Angga.
"Pasangan aneh" Ucap Diana dan di angguki oleh temn-teman Arin yang lain. Bagaimana tidak, Luna sangat terlihat menor untuk Adit yang kalem. Belum lagi tingkah nya yang sok imut, manja dan agresif pada Adit membuat teman-teman Arin jengah.
"Apaan sih??" Angga semakin penasaran.
"Itu kucing garong" Kata Yuli asal. Mereka pun saling lirik kemudian tertawa bersama. Angga hanya bisa mengerutkan dahi nya bingung.
"Kamu dari mana Ngga dari tadi di cariin gak nongol-nongol." Ucap Arin sebal.
"Habis dari belakang tadi bantuin yang masak nasi." Ucap nya santai.
"siapa yang suruh??"
"Bibi kamu tuh yang gendut"
"Kasian... pasti capek... makan dulu ya, mau diambilin??" Tanya Arin sambil menyeka keringat di dahi Angga.
"Suapin juga ya sekalian??" Ucap Angga sok manja.
"Nyamuk nya banyak niihh" celetuk Rina sambik menepuk kan kedua tangan nya di depan wajah Adit dan Arin.
"Syirik aja Lo" Balas Arin lalu membawa Angga kemeja makan meninggalkan teman-teman nya.
Sore pun menjelang, para tamu sudah berangsur sepi. teman-teman Arin pun secara bergantian bergegas mandi. Arin yang sedang di ruang keluarga pun tak sengaja mendengar percakapan kak Dion dan kak Rika.
"Iya... kalau udah siap alat-alat nya langsung bawa kesini aja semua nya." Jawab Kak Dion lalu terdengar suara kak Rika.
"Jadi acara band nya malem ini?" Tanya Kak Rika.
"Jadi dong sayang, nanti temen-temen kantor juga pada mau dateng karena tadi siang kan gak sempet dateng." Balas Kak Dion. Arin yang menguping di balik pintu langsung menyembulkan kepala nya di balik pintu, membuat sepasang suami istri yang sedang ngobrol itu kaget.
"Ariiinnn" Teriak kakak nya kaget.
"Main nongol nongol aja, gak sopan tau" Ucap Kak Rika kesal.
"Kak Dion, beneran mau ngadain band malem ini" tanya Arin antusias. Kak Dion mengangguk pasti.
"Siapin lagu kalau mau nyanyi, temen-temen kamu juga suruh siap-siap dandan yang cantik banyak temen-temen kantor kakak juga yang mau dateng, siapa tau ada yang kepincut." Ucal Kak Dion.
"Siaapp boosss" Ucap Arin dengan gaya hormat. Lalu segera berlari kekamar nya untuk memberi tahu teman-teman nya.
Malam hari nya ba'da Isya semua alat-alat band sudah siap di teras rumah Arin yang cukup luas. teman-teman Arin pun sudah siap dengan gaya mereka masing-masing. sayang nya Angga tidak bisa datang, lagi-lagi karena alasan yang tidak jelas. Arin mencoba memaklumi Angga walau sesungguh nya ia juga kesal dengan sikap Angga.
Acara pun dimulai alunan-alunan lagu pop sampai slow rock mulai mengalun. Arin dan teman-teman nya sangat menikmati suasana. Sampai akhirnya seseorang yang mereka kenal naik keatas panggung.
"Rin..Rin..Rin.. itu ak Adit lho tuh" Ucap Leni. Sontak semua nya menoleh ke Arah Adit yang tengah berdiri bersiap untuk menyanyi. Tanpa banyak kata-kata pembuka, musik pun mulai mengalun.
Aku yang tak pernah bisa lupakan dirinya
__ADS_1
Yang kini hadir di antara kita
Namun 'ku juga takkan bisa menepis bayangmu
Yang selama ini temani hidupku
Maafkan aku menduakan cintamu
Berat rasa hatiku tinggalkan dirinya
dan demi waktu yang bergulir di samping mu
maafkanlah diriku sepenuh hati mu
seandainya bila kubisa memilih...
Kalau saja waktu itu ku tak jumpa dirinya
Mungkin semua takkan seperti ini
Dirimu dan dirinya kini ada dihatiku
Membawa aku dalam kehancuran
Maafkan aku menduakan cintamu
Berat rasa hatiku tinggalkan dirinya
dan demi waktu yang bergulir di samping mu
maafkanlah diriku sepenuh hati mu
seandainya bila kubisa memilih...
Maafkan aku menduakan cintamu
Berat rasa hatiku tinggalkan dirinya
Dan demi waktu yang bergulir disampingmu
Maafkanlah diriku sepenuh hatimu...
(Ungu_Demi waktu)
Suara tepuk tangan pun ramai di berikan untuk Adit. sementara Arin hanya menatap Adit dengan tatapan yang sulit diartikan. Selesai menyanyi Adit menghilang kembali, seperti nya Adit benar-benar tidak mau mengganggu hubungan Arin lagi. Entah mengapa Arin merasa kehilangan, ia ingin bisa ngobrol lagi sama Adit seperti dulu tapi ia tahu itu tidak mungkin. Apalagi setelah tadi siang jelas-jelas Adit membawa perempuan yang entah siapa.
"Hayuu Mak kita nyanyi... hayuu rame-rame." Rina dan Yuli sudah siap ingin menyanyi. Leni dan Diana tampak ogah-ogahan. Arin pun akhirnya dengan penuh semangat menyeret teman-teman nya untuk bernyanyi.
Sejak engkau mendua...
Entah apa yang kurasakan
Memandang perih
Menyimpan luka
Sampai pada saat ini
Aku memulihkan rasa di hatiku
Baru aku bisa
Bisa bicara
Demi aku yang pernah ada di hatimu
Pergi saja dengan kekasihmu yang baru
Dan aku yang terluka oleh hatimu
Mencoba mengobati perihku sendiri
Aku yakin bisa
Aku bisa tanpamu
Sampai pada saat ini
__ADS_1
Aku memulihkan rasa di hatiku
Baru aku bisa
Bisa bicara
Demi aku yang pernah ada di hatimu
Pergi saja dengan kekasihmu yang baru
Dan aku yang terluka oleh hatimu
Mencoba mengobati perihku sendiri
Aku yakin bisa
Aku bisa tanpamu
(Flanela_Aku bisa)
sorak sorai pun ramai di malam itu karena
suasana sudah bertambah ramai dengan kehadiran teman-teman kantor kan Dion dan juga teman-teman Kak Irham kakak sepupu Arin. Seakan ingin mengutarakan isi hati nya Diana pun kini bernyanyi.
Tak pernah kusangka ini terjadi
Kisah cinta yang suci ini
Kau tinggalkan begitu saja
Sekian lamanya kita berdua
Tak kusangka begitu cepat berlalu
'Tuk mencari kesombongan diri
Lupa segala yang pernah kau ucapkan
Kau tinggalkan daku
Pergilah kasih, kejarlah selingkuhan mu
Selagi dia belum jauuuhhh
Jangan hiraukan diriku
Aku rela berpisah demi untuk dirimu
Semoga tercapai segala keinginanmu
Tak kusangka begitu cepat berlalu
'Tuk mencari kesombongan diri
Lupa segala yang pernah kau ucapkan
Kau tinggalkan aku...
Pergilah kasih, kejarlah selingkuhan mu
Selagi dia belum jauuuhhh
Jangan hiraukan diriku
Aku rela berpisah demi untuk dirimu
Semoga tercapai segala keinginanmu...
(Pergilah kasih_Chrisye)
Dengan penuh emosi Diana menyanyikan lagu itu dan membuat teman-teman nya bertanya - tanya tentang hubungan Diana dan papi dondon. Setelah selesai dan hendak turun dari panggung salah satu teman kak Dion ada yang berteriak
"Kalau diselingkuhin, sama Abang aja neng... Abang setia lhoo" Teriak nya dan sontak saja membuat semua orang yang berada disana menjadi riuh. Diana dan teman-teman nya hanya tertawa.
Setelah puas bernyanyi, gank Rungsing masuk kerumah Arin untuk minum. saat melewati ruang tamu Arin terkejut karena ternyata Adit ada disana bersama papa dan beberapa saudara laki-laki papa sedang mengobrol. Arin pun hanya menoleh sekilas dan kembali menunduk. Setiba nya di dapur mereka berebut untuk minum.
"Mak... lho lagi berantem sama papi dondon ya? Lagu tadi buat papi Dondon ya?" Tanya Yuli. Diana hanya diam saja.
__ADS_1
"Mak cerita dong, jangan di pendam sendiri" Ucap Leni yang melihat Diana mulai terisak. Mereka berlima pun akhirnya berpelukan memeluk Diana yang terlihat sedang sedih.
(Ada apa dengan Diana??? Baca di next chapter yaa😉😉. jangan lupa like, koment, vote n gift nya yaa... Terima kasih)