Tentara Itu Cinta Monyetku

Tentara Itu Cinta Monyetku
chapter 24


__ADS_3

Arin terdiam mendengar perkataan Adit.


"Hallo... Arin... masih denger gak?" Tanya Adit yang tak mendengar suara dari seberang sana.


"Hhaahhh... iya Ak Arin denger" Jawab Arin cepat.


"Ya udah kalau gitu kamu istirahat dulu ya, Aak mau persiapan apel dulu. Nanti aak telpon lagi boleh?" Tanya Adit


"Iya boleh" Jawab Arin singkat. Setelah mengucap salam telepon pun terputus.


Arin menatap langit - langit kamar nya. Ia teringat Angga yang tadi terlihat begitu khawatir pada nya. Namun cepat - cepat ia mengalihkan pikiran nya. Ia tidak mau lagi menjadi benalu di hubungan sahabatnya sendiri.


Tengah malam Adit benar-benar menelpon Arin. Meminta nya untuk sholat malam lalu setelah itu mereka mengobrol banyak. Adit menceritakan suka duka nya menjadi seorang tentara, menceritakan berbagai kesibukan nya juga meminta Arin mengerti bahwa tentara tidak memiliki banyak waktu luang untuk kekasih nya. Ia juga mengatakan bahwa tidak setiap moment bisa ia lewati dengan Arin. Adit juga menceritakan bahwa ada kemungkinan ia akan di tugaskan lagi ke ujung timur negri dalam waktu dekat. Arin hanya bisa mendengar kan dengan perasaan sedih. Entah mengapa saat ini perhatian nya cukup teralihkan saat berbicara dengan Adit. Perlahan tapi pasti Adit mulai mendekat kembali pada Arin. Arin juga terlihat nyaman saat berbicara dengan Adit, akhirnya kedua nya kembali dekat walau tanpa status yang jelas.


Waktu terus berlalu Akhir nya sampai lah Arin pada hari wisuda nya. Semua tugas akhirnya ia selesai kan dengan baik. meski mengalami banyak kendala Arin tetap berusaha kuat menjalani nya. Hingga hari ini Arin merasa bangga, haru dan juga bahagia semua itu tergambar jelas di wajah nya. Apalagi ketika nama Arin disebutkan sebagai peraih terbaik ke 4 dari 86 mahasiswa yang ada. Arin berharap Ia bisa ditemani Adit disaat seperti itu, namun apalah daya Adit tidak bisa menemani nya. Acara wisuda pun selesai, Arin sekilas melihat Rina yang tampak akrab dengan kedua orang tua Angga. Hati nya sedikit ngilu melihat pemandangan itu namun Arin mencoba untuk tetap tegar. Arin tau Rina sekarang sudah bersama Angga. Dan hubungan persahabatan mereka pun mulai renggang. Arin sendiri tidak mengerti mengapa Rina sekarang mulai sulit untuk diajak bertemu jika mereka sedang hangout bareng. Padahal Arin tidak marah pada nya bahkan Arin sudah merelakan nya namun tetap saja Rina selalu menghindar dari sahabat-sahabat nya. Mungkin Rina merasa kurang nyaman jika harus bertemu dengan Arin karena kisah cinta mereka yang rumit.

__ADS_1


Hanya berselang beberapa minggu setelah wisuda nya, Akhir nya Arin di terima bekerja di sebuah klinik kecantikan, seorang dokter kulit menjadikan nya sebagai Assisten dokter. Dokter cantik itu bernama dr. Meta, seorang ibu dengan 2 anak laki-laki yang tampan dan lucu. Meski usianya sudah memasuki kepala 4 ia tetap terlihat cantik dan Anggun. Arin sangat senang bisa berkerja disana selain lokasinya yang hanya 30 menitan dari rumah nya pekerjaan nya pun tidak terlalu berat dan tidak ada shift seperti di rumah sakit. Arin sengaja memilih pekerjaan yang tidak terlalu jauh dari rumah nya karena ia juga harus mengurus mamah nya yang sudah mulai sering sakit-sakitan. Teman-teman nya pun sudah bekerja, Diana dan Yuli sudah bekerja di sebuah rumah sakit swasta ternama di kota. Rina bekerja di sebuah klinik tak jauh dari rumah sakit tempat Diana dan Yuli bekerja. Sementara Leni atas keinginan orang tuanya melanjutkan lagi study nya.


Hubungan Arin dan Adit sekarang sangat baik. Adit sering menelpon nya hanya untuk mengingatkan nya makan atau sholat. Meski kedua nya belum memiliki status yang jelas Adit dan Arin tetap enjoy menjalani nya.


Sore itu Arin melangkah untuk pulang, namun tiba-tiba seseorang menarik tangan nya dan langsung memeluk nya. Arin pun meronta


"Lepasinn!!!" Teriak Arin lalu menginjak kaki orang tersebut dengan sekuat tenaga, dan ternyata orang tersebut adalah Angga. Angga mengaduh kesakitan dan Arin segera berlari menjauh dari Angga. Angga terlihat terseok-terseok mengejar Arin. Beruntung Arin menemukan bis dan segera menaiki nya. Dada Arin terasa sesak, nafas nya tidak beraturan karena berlari. Air mata nya jatuh tanpa permisi. Bohong kalau Arin tidak lagi memiliki rasa pada Angga setelah sekian banyak hari yang mereka lalui bersama. Namun tembok penghalang yang membatasi mereka sangatlah tinggi, Arin merasa tak sanggup melewati nya.


Sesampainya Arin dirumah ia segera mandi dan beristirahat. Mamah nya yang melihat anak nya tampak murung itu pun merasa curiga.


"Gak papa Mah, cuma capek aja."


"Kalau ada masalah cerita sayang, mamah akan setia mendengar kan." Ucap mamah nya sambil membelai lembut rambut anak nya. Arin pun memeluk mamah nya dan menangis. Ia menceritakan kejadian sore ini yang menimpanya. setelah selesai dengan cerita nya mamah nya membelai lembut pipi anak nya.


"Mamah boleh kasih pendapat sayang?" Ucap mamah nya. Arin mengangguk

__ADS_1


"Kalau menurut mamah kamu dan Angga itu sangat sulit untuk bisa bersama nak. Restu orang tua adalah hal paling penting dalam suatu hubungan dan kalian tidak memiliki itu. Mamah hanya ingin yang terbaik untuk kamu sayang, lupakan Angga. Mulailah mengenal orang baru." Ucap mamah nya tersenyum. "Atau penjajakan lagi sama yang lama juga boleh" Ucap mamah nya sambil senyum-senyum menggoda anak nya.


"Iihhhh mamah apaan sih."


"Mamah liat Adit itu serius sama kamu sayang, tiap hari dia telpon mamah cuma buat nanyain kamu udah pulang blm, kamu sehat apa enggak." Jelas mamah nya. "Bahkan mamah nya juga sering telpon mamah nanyain kabar mamah, nanyain kabar kamu." Lanjut mamah nya.


"Masa sih mah?" Ucap Arin tak percaya. Mamah nya mengangguk pelan.


"Ya sudah kamu makan dulu sholat isya dulu baru habis itu istirahat yah" Ucap mamah nya yang dibalas anggukan oleh Arin. Mamah nya pun berlalu meninggalkan Arin yang masih termenung dengan ucapan mamah nya.


Keesokan hari nya adalah jadwal off Arin di klinik. Arin menikmati pagi nya dengan segelas susu dan roti panggang buatan mbok Nah. Saat tengah asyik menikmati sarapan nya, bel rumah nya berbunyi. Arin segera ke depan untuk membuka pintu namun ia terkejut melihat Rina berdiri di depan pintu rumah nya. Rina menatap Arin sendu dan menangis memeluk Arin. Arin yang bingung pun hanya bisa membalas pelukan sahabat nya itu.


"Angga Rin... Angga...." ucap nya dengan terisak.


"Angga kenapa Na?" Arin pun ikut panik. Sementara Rina tak menjawab dan hanya menangis sesegukan di pelukan nya.

__ADS_1


(Ada apa dengan Angga??? ikutin terus yaa kisah nya... Maaf Othor Up nya lama karena lagi gak enak body🤧🤧 semoga kalian suka.. Jangan lupa like komen vote dan gift nya yaah... Makasih😘😘)


__ADS_2