
Leonzio sudah berada di Bandung, Rumah khas Bandung yang begitu Asri membuat keluarga Emil di Kenal sebagai Tuan Tanah dan Perkebunan,dan Bahasa Sunda Emil juga begitu Mahir ketika berpas-pas an dengan Warga Bandung.
"Kapan Kau datang Zio?" Tanya Sarah perempuan Mojang Bandung. taulah kalau Bandung terkenal dengan Awewe yang Cantik-cantik sampai sekelas Emillio Jatuh Hati kepada Sarah.
Eits kenapa saya Membayangkan ya ðŸ¤
"Mama, Anak sulung Pulang gak Tau," Keselamatan Zio
"Lah Mama kan habis dari Rumah Ninik Zio," logat Sunda Yang Khas
"Ish, Kenapa Tidak menunggu Zio pulang Dari Itali?" tanya Zio dengan merajuk
Sarah gemas dengan tingkah keponakan yang ia anggap seperti anak pertamanya.
Dia tak malu di nyiyir Nikah Muda karena sebelum di Bandung Sarah Tinggal di Sukabumi, kenapa ia Di cap Nikah Muda, waktu Sarah Ikut Emil ke Bandung ia sudah menggandeng Zio yang berusia 11 Tahun. Dan dari situlah warga ibu-ibu Julid bisik-bisik Sarah dan Tak Pantas mendampingi Emil yang pawakan Bule khas Italia itu. Namun Sarah Tak menggubris nya Ketika Zio berantem dengan anak-anak Mereka Sarah tak segan-segan meminta Maaf dan menasehati Zio seperti seorang Ibu. Sifat keibuan nya lah Membuat Emil jatuh Hati kepada Sarah.
*****
Kembali ke Zio yang merajuk.
Sarah meninggalkan Tempat itu,
"Mama… .," Kesal Zio
Sarah Pun mengakat Bahunya.
"Ish Sih Mama nyebelin," Zio membanting Pintu kamarnya dengan sangat keras.
"Leonzio Emillchan,terus Aja Banting tuh Pintu,"
"Ish Mama Zio tak membanting Pintunya, namun Pintunya ngambek sama Mama, karena Tetot," Teriak Zio di Dalam kamar.
"Oh, Mama Tetot, Baiklah Nanti kalau Pintu nya Rusak, Mama Bilang Ayah supaya Nikahin Zio dengan Anak Juragan kerupuk Kulit kampung seblah,"Sarah ingin mengerjai Leo, karena ia tahu sang Anak Tak suka dengan Anak Juragan kerupuk Kulit kampung sebelah karena Keterbelakangan mental membuat gadis culun namun Cantik itu Gila. Gilanya karena Ada kejadian di waktu ia Sma. Ya kekerasan Fisik dari sang Mama Tiri dan sempat di jual juga. Membuat Ayah si Gadis murka karena waktu itu sang Ayah Gadis itu lagi berada di Jawa Timur.
"Mama, masa anak yang tampan seperti Artis luar Negeri di jodohkan sama gadis seperti itu," Zio memanyunkan bibirnya di balik Pintu
"Makanya jangan Banting Pintu, kebiasaan dari kecil gak Pernah berubah kalau ngambek," Sarah Menjewer Telinga Zio
"Ampun Ma, sakit!," Zio merasakan Jeweran panas Sarah,
"Tapi mama sih gak ajak Zio ke Aki sama Nini," ia sangat merindukan kakek Neneknya itu
"Zio besok Aki Ke Bandung dan Kamu berangkat ke jakarta sama Aki besok Lusa,"jelas Sarah
"Ya, Mama masa Lusa sih, kan Zio belum ketemu Nini and masakan Nini," jelasnya
"Terus kalau Tak cepat, kamu mau Mario semakin merajalela?, Mama sih dengar dari Ayah dan Uncle Gabriel Mario merebut Kekuasaan Mafia yang di Singapore, dan ia membunuh Mafia itu dan istri Mafia itu di jadikan Madu oleh Mario simanjuntak," Jelas Sarah
"Kutu Kupret emang dia Ma, Baik lah Zio Lusa berangkat dengan Aki, dan menjadi bagian dari Mereka," Zio penuh semangat.
"Ingat Zio Nama samaranmu Adalah Zio Nathaniel," ujar Sarah
"Baik Ma," ucap Zio
Sarah mengendus-endus memakai Hidupnya mencium bau yang asem, Zio melihat sang Mama Mengempas-ngempiskan Hidungnya,
"Mama, Ngapain sih?,"
"Mama Mencium aroma tak sedap dari mana ya?, owalah Ini dia belum Mandi bau acem," Sarah sambil mencubit Hidung anak sulung nya…
"Kakak… !" pangil Ersya yang datang bersama Emil
"Ersya… " teriak Zio sambil ia merentangkan ke dua tangannya , dan Ersya pun Menghamburkan pelukan ke Kakaknya.
"Kakak, darimana aja sih?, tau gak Kak Ersya habis Lomba mengambar tau lho!"
__ADS_1
"Keren Adik Aa," ujar Zio
Ersya cemberut dengan alis saling bertemu,
"Kakak, Kak bukan Aa," protes Ersya
"Lah kita Kan orang Bandung Dek, masa bilang kakak,kan semua budak disini manggil nya Aa, bukan Kakak," Zio membela diri
Dan membuat Gadis kecil itu semakin kesal. Zio, Sarah, dan Emil tertawa karena Tingkah Ersya yang mengemaskan itu.
"Udah Ah kak turunin Ersya," kesalnya
Zio menurunkan Ersya dari gendongannya.
"Kenapa Minta turun sih Dek, kan Aa masih kangen," ujar Zio menahan tawa
"Kakak, itu Kuno, aku kan blasteran Italia sama Indonesia masa aku Mangil kakak itu Aa, terus wajah Kakak juga kaya Pribumi sini, wajah Kakak kaya Artis Korea apa Eropa Ya?," Jelas Sarah yang pikiran nya seperti Gadis Remaja.
"Waduh Darimana tau artis Korea sama Eropa dek?" tanya Emil
"Itu Ayah, mama sering nonton TV terus Ersya tanya lagi nonton Apa?, mama Jawab nonton Korea Dek,terus cowoknya manyunin bibirnya gini Yah," Ersya mempraktikkan adegan kiss dengan memanyunkan bibir Mungilnya, dan itu membuat gemas Emil dan juga kesal. Emil melirik kearah Sarah, Sarah pun bersembunyi di balik badan Zio.
"Zio Ajak Adek jalan-jalan beli es krim ke kota ya," Perintah Emil
"Baik Ya," Zio bingung karena tumben si Ayah memerintahkan mengajak Ersya jalan-jalan ke kota biasanya di laki-laki itu melarangnya.
"Yah kok Tumben sih merintahin aku ajak Adek ke kota?"
"Biar kamu dapat cewek," ceplos Emil
"Mana Ada Yah, cewek yang mau sama aku kalau ajak Adek, orang Adek nanti dikira Anakku sama si penjual Es krim," jelas Zio
"Bodoamat, dulu Ayah Ajak kamu Mama kamu mau tuh sama Ayah," Emil Tersenyum genit kearah Sarah, Sarah pun beranjak pergi ke Dapur.
"Mau kemana Ma?," tanya Zio
"Oh Ayah seperti Jurik awas Aja ya Ma," Teriak Emil
"Kakak, Ayah benar kaya Jurik kalau marah, yuk kak Pergi Ersya jadi takut," bisiknya kepada Zio
"Oke Princess Ersya kita berhitung ya.. "
"Oke kakak," sambil tangan kecilnya membentuk huruf o
Ersya yang berada di Punggung Zio pun "Ayo kak berhitung bareng,"
"Oke kita mulai… satu… . " ujar Zio
"Dua… ., Tiiiiigaaaaaa, kabur Ada jurik," ucap mereka bebarengan
Sarah yang di dapurpun tertawa dan Emil kaget di bilang jurik oleh Anak-anak nya.
"Siapa yang Jurik?, Ayah? Awas aja kalian kalau Pulang," Emil mencari Sarah karena gegara wanita itu Ia di Panggil Jurik.
******
Di kota Bandung
"Kakak, kita beli es krim di tempat Biasa di alun-alun kota Bandung itu?" tanya Ersya
"Iya dek," jawab Zio
"Yuk kita Turun," ajak Zio Ersya Pun berada di gendongan sang Kakak.
Benar saja Zio jadi Pusat perhatian orang-orang yang berada di Alun-alun. Selain wajahnya yang Tampan Zio juga mengendong Ersya karena usianya yang terpaut 20 tahun, orang -orang mengira Ersya adalah Anak Zio. Karena kebanyakan dari orang desa menikah Muda.
__ADS_1
"Nasib, Pasti di bilang duda lagi, Tapi ingat aya Dulu yang kemana-mana bawa aku dan di bilang duda ma orang-orang," Zio tersenyum melihat 14tahun lalu.
"Dek Es krim Vanila kan?"tanya Zio
" Ih Aa Bule lagi sama si Neng Bule," ujar istri penjual Es crim
"Iya Bu," jawab Zio
"Vanilla 1, dan Avocad 1 kan Mas?"tanya si istri penjual Es crim
"Wihh si Ibu menih Hafal, kesukaan abi teh," ujar Ersya yang bahasa sundanya amburadul ðŸ¤
Zio tertawa melihat Tingkah adiknya.
Perpaduan Jahil seperti mamanya dan wajah seperti Ayahnya.
"Kak Habis beli es krim, kita pulang ya… , panas disini gak kaya di rumah adem."
"Iya Pulang kok," jawab Zio
"Ini Aa Bule, Es krim nya," ujar Istri Penjual Es krim
"Haturnuhun Ibu geulis," ujar Ersya
Membuat Sang Ibu itu Salting
"Ah Aa bule, menih lucu pisan si Neng Mah, Kalau tak Punya suami mau deh jadi Istri si Aa Bule," ujar Sang Ibu istri penjual es krim.
Suami sang Ibu mengetokan peralatan cakup es Crim
"Sudah tua juga gak mau ngaca," kesal bapak sang Penjual es Crim.
"Maaf Atuh Pak," ujarnya dengan Nada manja
"Iya nih si Ibu,genit pisan untuk si Aa bule gak tersedak," ujar pelanggan lainnya..
Ersya kesal karena mereka menjadi pusat perhatian orang apalagi cewek-cewek tak satupun berkedip melihat kakaknya, idenya pun muncul,
"Daddy ayo Pulang, mommy pasti marah kalau kita Pulang lama-lama, kan tetangga sebelah kemarin di cakar cakar, gegara lihatin Daddy," ujar Ersya sambil menarik lengan kakaknya al Hasil Es krim Zio jatuh.
"Waduh Adek es Crim ka.. " Sebelum Zio melanjutkannya Ersya sudah menutup Mulut Zio dengan tangannya
"Dady ayo, mommy kalau ngamuk kan kaya Macan."
Zio bingung dengan itu semua dan bertanya dengan berbisik " Dek , kenapa mangil Kakak dengan sebutan Daddy?"
"Kakak aku tuh Risih mereka lihatin kita tanpa mengedipkan mata," bisik Ersya
"Ohh oke," balas Zio
"O ya tetangga sebelah dicakar ya sama mommy gegara lihatin daddy baiklah Tuan putri kita Pulang daripada Mommy kesetanan ya,"
"Lets go Dad,"
Orang - orang yang mendengar percakapan mereka merinding ngeri dan membubarkan barisan.
Zio dan Ersya Pun tertawa dalam mobil hingga sampai di Rumah pun mereka tertawa.
"Dek kamu bisa acting kaya gitu darimana? "
"Dari Drama Korea yang di Tonton Mama Kak," jawabannya Tanpa dosa seakan tak terjadi apa-apa.
"Sih Mama emang Keren, pantes Ayah Bucin sama Mama."
Keluarga yang sangat Bahagia kan Readers 🙈
__ADS_1
Bersambung