TERBELENGGU DENDAM

TERBELENGGU DENDAM
Bab 5


__ADS_3

Pagi ini Riana akan mengajar anak-anak Jalanan, sebenarnya kegiatan Riana ini sangat tidak di sukai oleh Mario namun bagaimana Lagi. Hatinya bak bidadari yang lembut kain sutra. Pagi ini Zio sudah berada di garasi memanaskan mobil. Riana keluar dengan pakaian yang tertutup dengan rambut yang terurai menambah kecantikannya. Ketika Riana berada dalam mobil ia sangat terkejut, 


"Kau!" pekik Riana, Siapa yang menyuruhmu di mobilku?"tanya Riana


"Tuan Nona!" jawab Zio santai, "Apakah Nona lupa bahwa saya Adalah Ajudan Nona sekarang?" tanya Zio 


"Ya Allah, iya aku lupa bahwa Daddy memberikan aku Ajudan!, gumanya dalam hati " Maaf ya, Saya lu.. "


"Baik Nona Tidak apa-apa bila lupa! Zio memotong perkataan Riana, Baik Nona kita mau kemana? Tanya Zio 


"Jalan saja, nanti saya kasih tahu tempatnya," ujar Riana. 


Zio melajukannya dengan standar kecepatan, Namun bukan kota jakarta kalau tak macet, mau mundurpun tak bisa. Zio menghubungi rekannya. Karena kemarin sudah berkenalan dengan para Ajudan itu. Rekannya sampai di tempat Zio dan Riana yang terjebak Macet. Zio Turun dan membukakan Pintu Riana,


"Nona, silakan Turun," ujar Zio


Ajudan yang lain pun sangat sigap, membuka Payung hitam untuk melindungi Riana dari pancaran Sinar matahari yang menyengat. Lalu mengikuti Jalan Riana. 


"Ini Bryen lho bawa mobilnya," ujar Zio 


Laki-laki ini sangatlah dingin seperti Beruang kutub utara. 


"Oke, jaga Nona baik-baik," Nasehat Brayen. 


Yang lain sudah berada di mobil masing-masing. Dan Zio mengambil Ahlih payung hitam itu. 


"Silakan jalan Nona!" ujar nya "kita akan mencari kendaraan terlebih dahulu." ujar Zio 


Riana Jalan ke pinggir, 


"Nama kau Siapa?" tanya Zio 


"Bisa baca di Nag tag saya," ujarnya 


Zio melihat sebuah Bajaj, ia menyerahkan Payung itu ke Riana, dan Riana memegangnya. 


"Ha,Ajudan ini!" geram Riana "baru kali ini dapat Ajudan yang berani nyuruh Aku pegang payung seperti ini,"


Zio datang, dengan mengemudikan bajaj, yang ia sewa tadi di pemiliknya. Ia turun menghampiri Riana dengan bahasa isyarat Riana suruh jalan, namun Zio Tau payung Hitam itu masih di pegang Riana, Zio mengambil Alih, Riana menghela nafasnya karena geram melihat Zio yang tak minta maaf, karena meninggalkannya tanpa pamit, biasanya Ajudan lain juga dingin dan Apabila salah mereka minta maaf, beda halnya dengan Zio, dia tak merasa bersalah dan itu membuat Riana geram. 


"Istighfar Riana," gumamnya pelan namun Riana tersandung batu,Zio dengan sigap menangkap Riana sebelum jatuh, mata mereka bertemu, Ritme jantung mereka meremas kuat, iramanya semakin kencang. 


"Aduh kenapa Jantungku berdegup seperti ini," gumam Riana dalam hati 


"Cantik juga anak Mario kutu kupret!"Ah Mario pikir apa kamu Fokus dengan tujuanmu," ia menyela perasaan itu. 


"Maaf Nona tidak apa-apa?" tanya Zio 


"I…. ya," Riana gugup karena hatinya berdebar kencang "Ampun Riana kamu kenapa?" suara hati Riana.


Lalu Zio membuka Bajaj itu. 

__ADS_1


"Zio kita Naik ini?" Tanya Riana 


"Iya Nona," jawab singkat Zio 


Zio melajukan Bajaj itu , 


"Nona ini lalu kemana?" tanya Zio karena belum Hafal kota jakarta 


"Lurus saja, terus ada jembatan belok kanan, kamu parkir Bajaj ini disana saja." ujar Riana 


"Baik Nona." ujar Zio 


Selama perjalanan terjadi keheningan. Kejadian tadi masih terbentang di ingatan mereka. Sesampainya di tempat tujuan Riana mencoba untuk mengajak Zio berbicara namun,laki-laki itu menjawabnya dengan iya, dan tidak hanya begitu saja dan tak menjawab hanyaa diam. 


Riana menghampiri anak anak jalanan yang ada di kolong jembatan, mereka menyambut Riana dan memeluk Riana, sekaan Rindu kepada Gadis Cantik itu. 


Riana, gadis akan menginjak usia 20 tahun di Hari ini sangat berbeda sifatnya dengan ayah dan ibunya.


Ya tepat tanggal 23 April Ini Riana berusia 20 tahun. Kesibukan mamanya mengelola Arisan sosialita bersama para pejabat lupa akan hari spesial Riana. Dan Mario juga lupa dengan Hari spesial Riana. 


"Dad, mom hari aku berusia 20tahun apakah kalian lupa?" Gumamnya dalam hati dan meneteskan air matanya 


Anak laki-laki berusia 13tahun menghampiri Zio 


"Kakak Ajudannya Kak Riana ya?" tanya Eko 


Zio hanya tersenyum 


"Eko kamu lagi apa?" tanya Eka kembaran Eko 


"Ultah?" gumam Zio dalam Hati. 


"Udah tapi kita kurang satu Bantuan lagi ko, Anak-anak dan kamu kan mengalihkan perhatian kak Riana," jelas Eka sedih 


Eka dan Eko melihat Zio, seakan Zio tau isi hati mereka "Iya kakak Bantuin," 


"Thanks You akak," ujar Eko dan Eka memeluk Zio 


"Jangan berisik Nanti ketahuan kak Riana," ujar Zio 


"Upss!" mereka menutup mulut nya sendiri dengan telapak tangan mereka. 


Eka Pun mengendap-endap Eko berjalan memegang Payung Hitam itu dan berada di belakang Riana. Eko menjijikkan kakinya karena Tinggi nya masih Tinggi Riana. 


"Ini payung kok dari tadi gerak terus, ni ajudan benar gak sih," Kesal Riana akhirnya menoleh ke arah Belakang 


"Eko!" Riana Terkejut "kemana kk Zio Ko?" 


Tanya Riana 


"Eh tadi… . " kalimat Eko terpotong karena anak-anak menyanyikan HappyBirthday 

__ADS_1


"Happy birthday kakak, Happy birthday happy birthday kak Ariana," Riana melihat ke depan dan terharu anak-anak jalan itu membawa kue mewah melukiskan wajah Riana di atas kue itu. 


"MasyaAllah.. Kalian!" Riana menangis terharu 


"Kak Jangan Nangis Tiup lilinnya yuk," ajak Eka 


Riana meniup Lilin itu dengan penuh air matanya. 


Zio tersenyum namun sedih juga karena ia 2 bulan lagi genap berusia 25tahun. 


"Kakak selamat ulang tahun, Terimakasih akak telah mengajarkan kami, akak dari kalangan kaya raya namun akak tak malu bergabung dengan kami," ujar Eka 


Riana memeluk erat Eka. 


entahlah Riana seakan ada bathin yang menyatu dengan Eka dan Eko. 


 


"Kalian dapat uang darimana beli kue bagus dan seenak ini?" Riana mencoel crim yang ada di kue itu. 


"Hehehe kita kumpulin Uang kak," jawab Eka polos 


Riana tersenyum. Karena masih ada yang mengingat hari spesialnya. 


"Kak Kita ke Masjid depan sana Yuk, kita sholat dhuha berjamaah karena segala Rezeki itu kan diatur ma Allah," ujar Eko 


"Kakak Zio juga itu ya ikut ke Masjid," Ajak Eka 


"Eka, Akak Zio beda dengan kita, kita harus hidup toleransi ya," nasehat Riana


"Upss maafin Eka kak," ujar Eka 


Zio hanya tersenyum, merekapun menuju masjid hendak Zio mau masuk Zio membaca di lantai itu suci dan melihat mereka sebelum masuk masjid mencuci kaki mereka di kran di depan Masjid. Zio menirukan mereka lalu memakai sepatunya kembali. Hendak masuk masjid Zio melihat mereka melepaskan Alas kakinya. 


"O, Apakah ini yang dinamakan bersuci versi islam?" tanya Zio dalam hati. 


Ia duduk di teras Masjid, menunggu mereka sholat yang di imamin oleh Eko. Suara Eko sangat merdu,


Asal usul Eko dan teman-temannya


  Asli Eko dan Eka bukanlah Anak jalan mereka Anak Panti asuhan, tapi kejadian kebakaran yang menewaskan ibu panti dan hanya tersisa 15 anak panti dari 35 anak Panti terpaksa mereka ke jalanan, 5 bayi terselamatkan. Bayi bayi itu dengan pemerintah daerah tersebut di berikan kepada orang orang yang mampu yang tak memiliki keturunan sedangkan yang besar besar di berikan ke Dinas Sosial, namun di situ terjadi hal lagi baku tembak di Dinas Sosial ulah dari Mario sang mafia, membuat mereka kehilangan tempat tinnggal lagi. Karena kepala Dinas Sosial tak mau bekerja sama dengan Mario. 


Eka dan teman-temannya terpaksa kejalan. 


***


Kembali ke Riana 


"Ya Allah ampuni dosa Daddy dan Mommy,Ya Allah Riana tau di balik keromantisan Daddy dan mommy yang di tujukan ke semua orang, namun apabila tak ada orang mereka sekaan tak kenal satu sama lain, jagalah keutuhan Rumah tangga mereka ya Allah sadarkan mereka bahwa yang mereka lakukan salah. Ya Allah terimakasih sudah memberikan Hamba berkesempatan masuk dalam agamamu ini.ya Allah walaupun Hamba Daddy dan mommy memiliki perbedaan tapi orang tua tetap orang tua. Tak ada seorangpun yang bisa memilih di lahirkan di Rahim siapa. Sadarkan mommy untuk tak membawa laki-laki lain kedalam Rumah , begitupun dengan Daddy hamba ingin keluarga hamba utuh,kabulkan lah ya Allah, aamin," tangis Riana pecah dengan ia bersujud.


Zio yang sedari tadi masuk dalam masjid dan menunggu di belakang Riana mendengar doa Riana. 

__ADS_1


"Keluarganya telah hancur dengan sendirinya, namun dia ingin keluarganya utuh, apakah aku salah menghancurkan keluarganya?" ujar Zio dalam hati


visual menyusul


__ADS_2