
Aki sudah tiba di bandung,
"Zio Apakah kau Sudah Siap?" tanya Emil
"Sudah Yah,"
"Bah lalu Zio disana, apakah memakai Nama samaran?" tanya Emil
"Abah sudah Bilang, bahwa Zio cucu Abah, dan cukup Perkenalan Dengan nama Zio,"
"Baiklah Bah!," ujar Emil
"Zio… !," pangil Aki
"Ya Aki, Sebentar… .!" Pekik Zio
Zio keluar dengan Baju warna Hitam dan Airphone di Telinganya. Ya warna Hitam membuat semua Terpanah, Apalagi laki-laki itu sangatlah berwajah Tampan, badan kekar, Demagenya Zio sungguh Luar biasa. Membuat Semuanya Membulatkan Matanya, dan Tak berkedip.
"Mama, Ayah Zio Mohon do'a nya ya,"
Namun Keduanya tak mendengar kata Zio karena masih Tak menyangka Anak Yang di rawatnya sudah bertumbuh Dewasa. Dan berwajah sangatlah Tampan.
"Ma, Ayah… .!" Teriak Zio
Teriakan Zio berhasil Membangunkan Ayah dan Mamanya.
"Ehhh..,Iya sayang ada Apa?" Tanya Sarah
"Mama, Ayah Zio Pamit mau Ke Jakarta, Menjalankan Misi Dari Ayah," Jelas Zio
Air mata Sarah pun Lolos begitu saja. Ia berat melepaskan Zio, namun bagaimana lagi ia Harus bisa kuat di depan Zio, karena ia Tahu apabila ia menangis Zio bakal tak ingin berangkat, karena Zio begitu menyangi Sarah seperti Ibu yang melahirkan dia.
"Ma, Are You Oke?" Tanya Zio
Laki-laki berusia 25 tahun itu seakan tau isi Hati Wanita itu.
"Mama.., Oke Kak, Berangkatlah,Rebut apa yang menjadi Milikmu," Ujar Sarah
Dengan memeluk Zio yang lebih tinggi darinya. Wanita Mungilnya memandangi wajah Zio dengan menaikan kakinya. Emil , Nini juga Aki menyaksikan sebuah Perpisahan Antara Ibu dan Anak turut bersedih. Emil pun mendekati Sarah dan menguatkan Sarah "Biarkan Anak kita Pergi, Kita Do'akan saja Semoga Anak kita Pulang dengan selamat," Ujar Emil memeluk Bahu Sarah.
"Yah Aku Pergi Dulu, Titip Mama, Ersya dan Nini," ujar Zio mencium telapak tangan Emil. Emil Pun mengecup kening anaknya dengan zio menundukkan kepalanya.
Ya Zio lebih Tinggi dari Emil. Emil hanya memiliki Tinggi 170cm, dan Zio 185cm.
"Ni, saya dan Zio berangkat, selama saya di jakarta Nini disini saja. Karena Di sukabumi Nini sendirian," ujar Aki.
"Aki, kembalilah dengan selamat dan Titip Cucuku, Zio… . Hiks Hiks Hiks," Wanita tua ini Menangis, Zio yang melihat Itupun berlutut di depan Nini yang duduk sedari tadi.
"Nini yang cantik, yang paripurna seperti Ratu Elizabeth, Jangan Nangis ya!" Zio Tersenyum Manis.
"Nanti Zio gak bakal Bisa Makan Lho, kepikiran Nini, kan Kalau Gak ada Zio Ayam Nini aman gak ada yang nangkep terus di sembelih," ujar Zio Menghibur sangat Nini dengan mengingatkan Kenakalan yang ia buat semasa kecil.
__ADS_1
"Dasar Bangor, Di sana jangan gitu Ya Budak ganteng,"
"Ashiap Ratu Elizabeth," Zio mengeluarkan Mahkota dan dipakaikan ke Nininya.
"Nah, Ini baru Nini Zio,"
Semua Tersenyum.
"Zio yuk itu Mang Dadang sudah Nunggu, kita juga kejar Travel,"ujar Aki
"Iya Aki," Ujar Zio. Ia melihat sang Mama, Sarah Pun tersenyum. Lalu melihat Ayahnya dan Emil pun mengagukan kepalanya.
"Gimana ki, sudah siap semuanya?" tanya Mang Dadang
"Ayo Mang, kita berangkat," ujar Aki
Aki dan Zio berada di Mobil sayur Mang Dadang, dan menuju ke kota. perjalanan yang mereka tempuh dari kecamatan Arjesari ke Kota Bandung 1 jam 1 menit. Tak terasa perjalanan sudah 1 Jam 1 menit.
"Zio,Bocah Bangor,Ayo Bangun," ujar Aki
"Sudah Sampai Aki?" tanya Zio
"Sudah, Ayo Travelnya sudah Menunggu,"
"Iya Aki," Zio Turun dari mobil Mang Dadang.
Aki yang menyerahkan Uang ke Mang Dadang , Mang Dadang Menolaknya
"Sudah Atuh Juragan Aki, cepat itu Mah Dengan Bagus Zio sudah kepanasan, Travel juga udah mau berangkat Atuh,"
"Haturnuhun Mang," ujar Zio dan Aki
Mereka tersenyum Ramah dan di balas senyum dengan Mang Dadang. Aki Dan Zio Masuk kedalam Travell. Dan Bisa Travel Tujuan Jakarta Itupun melakukan dengan cepat.
"Salut Atuh Abdi Mah Juragan Aki Juga Aden Zio, Mereka kaya Raya, Tapi masih mau kerja Rantau Di jakarta, semoga selamat mereka sampai Tujuan, Gusti." Ujar Mang Dadang dan menurunkan dagangannya di pasar.
****
Kota Jakarta.
Perjalanan Yang Menempuh 2 Jam 25 menit pun. akhirnya berakhir. Mereka Turun dari Bus travel.
"Panas Ya Aku kota jakarta," Ujar Zio yang kulit nya sudah memerah seperti Kepiting Rebus dan berpeluh keringat.
Aku tersenyum, mereka harus menaiki Taxi untuk menuju kerumah Mario yang terletak di Perumahan Elit Ragunan.
Ragunan dikenal sebagai salah satu lokasi strategis di Jakarta Selatan sekaligus kawasan perumahan elite yang bergengsi.
Setelah sampai Di Ragunan Rumah Bak istana itupun Terbuka. Sebenarnya Rumah itu adalah Milik Davide ayah Zio sebelum Ia bergabung dengan Mertuanya menjadi Mafia. Warisan dari Kakek Zio yang sudah berpulang ke surga.
Gadis berambut Panjang keluar. Wajahnya sangat elok untuk dipandangnya. mata Zio mencuri kesempatan untuk melihat gadis itu.
__ADS_1
"Eh Aku sudah Pulang Dari kampung ya," ujar Riana, Ya Ariana Putri Mario
"Iya Non, Non Riana Mau kemana?" tanya Aki
"Gak kemana-mana Aki,Riana bosan di dalam aja, kaya Rapunzel di kurung mulu ma Daddy," Ujar Riana
"Non, apakah tak ada jadwal mengaji dengan Bu ustadzah Komplek sebelah?" tanya Aki
"Ustadzah lagi pulang kampung Aki, karena Mamanya Lagi sakit parah." jelas Riana
"O ya Aki ini siapa?" Tanya Riana
"Dia Cucu Aki, Tuan ada gak Non?" tanya Aki.
Mario tiba-tiba muncul dari Pintu beserta Istrinya Ingrid Esmeralda. Istri Pertama dari Mario Simanjuntak. Laki-laki kelahiran Batak, yang kejam.
"Aki sudah pulang?" tanya Mario
"Iya Tuan,ini Cucu saya, Zion namanya, tapi panggil aja Zio,"
"Selamat sore Tuan dan nyonya juga Nona," ucap Zio Ramah.
Mario suka dengan Zio, entahlah laki-laki itu langsung percaya dengan Zio, bahwa bisa menjadi Bodyguard Putrinya.
"Baik Aki, saya Suka dengan Zio Ramah,apakah kamu suka Mommy dengan Zio menjadi Bodyguard Riana?" tanya Mario
Nama Ariana di ambil dari Nama ibunda Zio Ariane Audrey. Ya karena Ibunda Zio adalah kekasih Pertama Mario dan Cinta pertamanya. Walaupun sudah berkeluarga Mario tak bisa melupakan Anne. Dan wajah Riana ada kemiripan dengan Anne. Apabila kita melihatnya dengan seksama.
"Iyaps, Aku suka demi kebaikan anak semata wayang kita." ujar Igrid.
"Baiklah Zio silakan kekamarmu dan di antar Aki di sebelah rumah ini, dan besok kau mulai bekerja."
"O ya Zio karena kau bodyguard anak saya, kau saya tempatkan di mansion yang terletak samping Rumah utama." ujar Mario.
"Terimakasih Tuan." ujar Zio
Dan Aki Pun Mengantarkan Zio ke Mansion yang di maksud ya benar saja mansion yang di maksud cukup besar apabila hanya untuk Zio, Namun Rumah yang terletak di Ragunan ini sangat mewah dan besar, ada berapa rumah rumah kecil namun cukup besar yang berada di satu Kawasan dan satu Halaman.
"Baguslah aku Tinggal sendiri, Jadi aku bisa melakukan Aksiku untuk balas dendam dengan pria brengsek itu." gumamnya dalam Hati.
"Aki Tinggal dulu , Aki ada di belakang mansion ini Zio,ingat kata ayahmu Jalankan misimu, dan ini adalah Rumahmu,rebut kembali," Bisik Aki
Zio tersenyum, dan masuk kedalam Mansion itu,
"Akan kurebut kembali Milikku ini ki," gumamnya
"Oh Daddy, Mommy aku merindukan kalian,do'akan aku bisa merebut kembali Rumah ini,Tuhan lancarkan misiku ini,"
Do'anya.
Bersambung… .
__ADS_1
visual menyusul.