
Leon yang tau Keluarga Mario yang berpura-pura Romantis di depan umum ia
Mencoba untuk mencari kehancuran Mario dengan perlahan-lahan tanpa mengotori tangannya.
Inggrd yang ketika melangkah ke mansion itupun bak menemukan Emas karena ia ingin mencari kepuasannya. Dengan berpacaran dengan laki-laki muda untuk memperhatikannya. Karena Mario sendiri sering berpesta mabuk-mabukan dengan para pelayanan yang Masih gadis walaupun ia tak menjamahnya. Hanya untuk menemani ia menari atau berkaroke.
"Sedang Apa kau Zio?"
Zio yang sedang mondar-mandir terkejut akan kedatangan Inggrid.
"Eh.. Maaf Nyonya saya cuma tidak bisa beristirahat saja." Alasan Zio
Inggrid tersenyum lalu ia mendekati Zio dan tiba-tiba memeluk Zio dan mencium tubuh wangi Zio
"Zio, I like the smell of your body, honey." Inggrid masih mengendus-enduskan hidungnya di punggung Zio.
Saat itu juga Zio menelan salivanya, berkeringat dingin.
"Busyet, Nih emak-emak gak ngerti umur apa ya?, lho bukan tipe gue Mak Walaupun lho Bule hahahah," Zio bermonolog dalam hati.
Inggrid Tersenyum karena Zio, tak berkutik ia merasa Zio akan menjadi kekasih gelapnya dan menyukainya. Seperti dia menyukai Zio.
"Dears,do you want to be my dark lover?, Akan ku beri semua apa yang kau mau," ucap Inggrid yang sekarang berhadapan dengan Zio dan bergelantungan manja ke Zio.
Zio berfikir sejenak.
"Sepertinya ni emak-emak suka sama gue, oke gue Terima aja tawarannya, dan gue jadikan Alat nih emak-emak untuk menghancurkan Mario, dengan gitu tangan gue gak kotor,"
Ingrid yang melajahi wajah Zio dengan telapak tangannya ketika berhenti di bibir ranum Zio, ia mendekatkan bibirnya ke bibir Zio, tapi Zio mendorong Wajah Inggrid. Dan Inggrid terkejut.
"Iam sorry Nyonya, saya hanya Reflek saja." ujar Zio
Zio tau Inggrid marah samanya. Namun ia harus melakukan Inggrid yang kurang perhatian dari Mario bak seorang kekasih.
Zio memeluk Inggrid dari belakang,
"Iam sorry dear. Aku hanya terkejut saja tadi, karena aku sedikit melamun,"
Satu kecupan lolos di pipi Inggrid. Inggrid tersenyum karena Zio menerima tawarannya.
"Kamu mau menjadi kekasihku?" tanya Inggrid
"Iya aku mau menjadi kekasih gelapmu, tapi aku ingin tanya padamu,"
"Tanya apa sayang?"Inggrid antusias
"Kamu tadi bilang akan memberikan semunya padaku,apapun itu,"
"Iya, akan aku kabulkan Permintaanmu itu asalkan kau ada waktu bersamaku," ujar Inggrid
"Baiklah, Inggrid sayang aku ingin Mobil yang di pakai Mario itu, dan kalau kau sanggup merebutnya aku akan turuti permintaanmu,"
"Ta… pi… , itu tak mungkin Sayang, itu mobil dari bos Mario yang ia Rampok,"
__ADS_1
"Baiklah aku akan pergi dan jangan temui aku, dan aku tak mau menjadi kekasihmu,"
Mata Inggrid terbelak. Karena Inggrid sudah jatuh hati kepada Leonzio,dia tak ingin kehilangan Leonzio seperti kekasih kekasih gelapnya yang meninggalkannya tanpa sebab.
"Baiklah, Akan aku usahakan untukmu, tapi apakah kamu tak menemani Riana pergi?" tanya Inggrid
Zio tersenyum dengan licik , ia lalu duduk di sofa , dan memandang Inggrid
"Bagus kau sudah masuk perangkapku," ucap Zio dalam hati
Saat itu Inggrid menghampiri Zio dan duduk di pangkuan Zio
"Maaf Nyonya apa disini tidak ada CCTV-nya?"
"Tidak ada karena Mansion ini jarang di pakai dan hanya kau yang mendapatkan fasilitas ini karena kau adalah Ajudan Ariana," jelas Inggrid
"Aku mau bertanya boleh?" tanya zio
"Ya Silakan,"
"Kenapa Ariana sangatlah bagus,apa Arti nama itu?"
"Entahlah Apa nama Arti Ariana, namun saat Keluarga Mario kesini aku terkejut dengan perkataan Papa mertuaku, ternyata Nama Ariana di ambil dari Nama Anne mantan kekasih Mario,dan sampai saat ini Mario menikah denganku karena suamiku meninggal di tangannya. Karena Frustasi Mario menikahiku dan dia tak ingin menjamahku saat itu dia mabok dan menggapku adalah Anne, maka terjadilah hubungan suami istri itu dan sampai Ariana lahir wajah dan sifatnya seperti Anne yang terlahir kembali.maka dari itu Mario sangat ketat menjaga Ariana ya walaupun Ariana sekarang seorang muslim. Namun ia taat kepada kita berdua," jelas Inggrid yang menitikan Air mata.
"Maaf, aku harus kembali besok aku ingin kau antar belanja, dan aku ingin tukar ajudan satu hari saja." lanjut Inggrid
Zio membungkukan badannya "Baik Nyonya saya tunggu,".
Setelah Inggrid pergi ia baru sadar, akan sifat mommy nya dulu semua ada dalam Diri Riana. Ia membuka liontin yang bergambar kedua orang tuanya ya benar saja Riana sangat Mirip dengan Anne waktu muda.
"Mario aku tau Mommyku adalah Cinta pertamamu, tapi apakah kamu tak bisa untuk membunuh Dady, untung Daddy selamat tapi setelah kejadian itu apa kamu tau Mario Daddy menjadi Gila," isak tangisnya tak terbendung
Ia melemparkan anak panah kepada foto Mario,
"Mario akan aku buat Hancur kamu," tanggan nya sambil mengepal. Ia lalu masuk dalam kamar mandi untuk membasuh wajahnya.
Ketika ia berjalan di Area rumah utama, ia mencoba masuk ke dalam, dan para ajudan lainnya tau Bahwa Zio adalah Ajudan sangat Putri Tunggal Mario dan membiarkan Zio masuk begitu saja.
Setelah masuk ia kehausan dan mencari dapur di sana. Ia lupa akan tata letak rumahnya karena 95% di rubah oleh Mario.
Roni yang di dapur mengetahui Zio mondar mandir mencari dapur seakan tau apa yang Zio cari.
"Zio dapur ada di sini, buka aja Almari belakangmu itu, itu sbenernya bukan Almari tapi Pintu masuk ke dapur khusus,"
"Dapur Khusus?" Zio berfikir sambil membuka Apa yang Roni perintahkan.
"Kok gini Roni?" Tanya Zio
Roni Tersenyum.
"Zio Di rumah Ini ada Dapur khusus Ajudan yang melindungi Tuan, Nyonya dan Nona,"
"Lalu?" tanya Zio
__ADS_1
"Lalu Aku adalah Ajudan Si Nyonya, dan Bambang adalah Ajudannya Tuan dan kamu Ajudannya Nona, kita masing-masing punya tingkat ilmu bela diri di atas rata-rata. Nah aku, bambang dan kamu di atas mereka semua. Ya jadi khususlah dapur lama ini di buat dapur Ajudan Khusus yaitu kamu, aku dan Bambang," jelas Roni
"Berarti kita adalah Seba Atasan mereka, apabila Tuan dan nyoba tidak ada maka mereka para Ajudan adalah tanggung jawab kita, dan apabila salah satu dari antara kita pergi maka ada satu yang di sini walaupun ada kepala Ajudan,"
"Nah Pintar, memang Tuan tak salah pilih untuk Nona Riana."ujar Roni Clengesan
" Roni, apakah Tuan melupakan bahwa Hari Nona Ulang Tahun,"
"Astaga… Benar katamu Zio si Nona ulang Tahun sekarang," celetuk Bambang yang mendengarkan Percakapan Zio dan Roni.
"Lalu kamu mau kemana Bambang?" tanya mereka serempak
"Ke Tuan, " jawab Bambang singkat
"Oh… , " jawab mereka.
Bambang hanya mengelus dada dan meninggalkan mereka.
Setelah sampai di atas Bambang mengantuk Pintu.
Dan keluar Mario yang Hendak membersihkan badannya yang lengket ke kamar Mandi..
"Ada apa? Bukannya saya tadi Bilang kalau ada tamu suruh nunggu," cerca Mario
"Maaf Tuan saya dengar Dari Zio hari ini Nona ulang Tahun dan Nona sangat sedih sekali ketika berdoa di hadapan Tuhan yang Nona sekarang sembah."
Mario termenung
"Astaga Aku lupa, cepet panggil Zio dan Roni,"
"Baik Tuan. " Bambang mempercepat langkahnya kakinya menuju lift dan setelah sampai lantai bahwa ia tau bahwa ke dua temannya masih berada di dapur dan ia mengatakan semua kepada mereka. Zio merasa lega, karena ia kasihan dengan Zio.
Setet itu mereka bertiga naik ke atas lift pas depan kamar Ariana.
Saat Itu Ariana selesai mengajarkan keajaibannya sebagai seorang Muslim ia yang masih memakai Mukena, melantunkan ayat suci Al-Quran walaupun belum sempurna namun Suara Ariana membuat Zio memberhentikan langkahya.
"apa yang ia baca seperti Allah kitab, tapi mengapa berbeda dan aku merasakan kedamaian apa yang ia baca?"
Zio mengintip celah yang terbuka sedikit
"Astaganaga bidadari dari mana itu, cantik gak ketulungan, bunda kalau tau mantu nya cantik gini pasti merasa tersaingi hikz hiksz," Zio teringat kepada Bundanya.
"Zio ngapain kamu di depan kamar Nona, lihatin Nona sampai sebegitu nya," tegur Roni
Zio yang merasa terkejut lalu mencari Alasan " Anu… . . , aku penasaran Apa yang di baca Nona,"
"Oh itu kata Nona adalah Al-Quran waktu itu aku membelinya.. Di suruh dengan Nona."
"Oh Al-Quran," kata Zio
"Ya udah Yuk, Tuan mau adakan suprise kecil -kecilan buat Nona,"ujar Bambang
"Baik," jawab Zio
__ADS_1
Bersambung…