
Ketika Ariana mengaji, zio sangat iba dalam hatinya, ingin dia mengakhiri Dendam ini namun ia teringat akan Nasehat Ayahnya yaitu Emil.
"Ahh-tidak, Aku tidak boleh Jatuh Hati kepada Anak si Mario itu," ucap Zio dalam hatinya.
Ia menghembuskan nafasnya, dan membantu Mario untuk membuat suprise Ariana.
"Zio, sini saya ada kepentingan dengan kamu," Panggil Mario
Zio Pun berjalan ke Arah Mario.
"Ada yang bisa saya bantu Tuan?" tanya Zio
"Zio, kamu ajak Riana untuk keluar dari sini ya," ujar Mario
"Tapi Tuan saya Ha—"
"Hanya apa?, hanya Ajudan," sela Mario
Zio menganggukan kepalanya.
"Zio, saya tau kamu menyukai Putri saya," ujar Mario dengan mengakat sudut bibirnya.
Zio menelan salivanya dan wajah yang Seram menjadi merah Merona.
"Udah sana ajak Ariana pergi, saya percaya denganmu Zio," lanjut Mario
"Baik Tuan sesuai perintah Anda," Zio membungkukan tubuh nya sebagai tanda Hormat dan di balas Mario.
Ingrid turun ke bawah mencari suaminya.
"Itu dia," ujar Ingrid ketika menemukan Mario
Ia ingin pergi bersama Zio, namun Rencana dia di ketahui oleh Mario. Karena Mario sangat hatam akan sifat istrinya itu. Apabila ada Ajudan baru yang muda dan tampan pasti akan jadi target dia untuk di jadikan Kekasih gelap. Mario yang sedari tadi memperhatikan Ingrid pura-pura tidak tau akan kedatangannya.
"Daddy," teriak Ingrid.
"Iya mommy, ada apa ya? " tanya Mario
"Daddy apakah aku boleh bertukar Ajudan dengan Ariana?,"
"Boleh aja Mom, tapi si Zio sudah aku suruh pergi bersama Riana, karena hari ini kan spesial Harinya Riana mam, jadi besok aja ya tukar Ajudan nya," ujar Mario sambil mengecup kening Istrinya.
Ekspresi wajah Ingrid berubah menjadi asem. Mario mengetahui itu.
"Maafkan Aku selama ini Ingrid, aku sadar bahwa aku terlalu mencintai Anne, dan akhirnya mengabaikanmu, dan kamu menjadi seperti ini karena aku, aku janji ingin memperbaiki hubungan ini denganmu, karena aku tak mau Riana kehilangan ibu yang sangat dia sayangi," Mario bermonolog dalam hatinya.
Ia langsung memerintahkan semua anak Buahnya untuk menata.
Sedangkan Ariana sudah pergi dari tadi bersama Zio.Dan mereka berhenti di sebuah taman. Ariana yang melamun tiba-tiba berkata "Zio, aku tau mommy mengincarmu dan aku tau kamu memliki hubungan dengan Mommy,tapi apakah kamu tau aku ingin orang tuaku bersatu?"
Zio yang mendengar itu semua tersedak karena ia minum tadi, hihihi
"Darimana Nona tau itu?" tanya Zio
"Aku membututi mommy Zio ke mansion. Ternyata Mommy mengukapkan Rasa ke kamu, dan aku tau Mommy sudah jatuh hati kepadamu," Air mata Riana jatuh di pelipis matanya. Ia juga sudah jatuh hati kepada Zio saat Pandangan pertama tapi ia tau tembok yang ia gapai sangat tinggi sebagai seorang Mualaf yang baru belajar islam. Ia menjaga martabatnya sebagai perempuan muslimah. Walaupun ia masih belum mengunakan Hijab dengan sempurna.
Zio tau ekspresi wajah Ariana.
"Apakah dia menyukaiku," dalam hati berbicara.
Ariana tiba-tiba bersujud di kaki Zio
"Zio aku mohon tinggalkan Mommy, aku ingin mommy dan Daddy bersatu," tangisannya pun pecah.
"Nona jangan seperti ini, bukannya agamamu mengajarkan tidak bersujud sesama manusia, dan yang pantas kau sujud adalah Tuhanmu,berdirilah Nona, akan aku jelaskan semuanya."
__ADS_1
Ariana pun berdiri ,
"Duduklah Nona, aku akan duduk jauh darimu,"
Ariana kembali duduk di bangku taman.
"Nona apakah kamu tau dari mana asal kekayaan orang tuamu?" tanya Zio
"Aku tau Zio, waktu kakek dan Daddy berbincang Kekayan yang aku nikmati dari hasil ia merampas kekayaannya bos Daddy yang ada di Italia. Namun sayang bos nya sempat di rawat di Rumah sakit jiwa setelah itu kabarnya dia meninggal dunia dan Daddy menghadiri pemakaman itu." jelas Riana
"Apakah dari itu Nona memutuskan Pindah agama?" tanya Zio
"Tidak Zio, aku mempunyai sahabat dia seorang Muslimah yang cerdas dan mendapatkan beasiswa di sekolah elit tempatku, walaupun di sekolah kebanyakan beragama lain, dia tetap kokoh dalam memegang Agama Islam, dan saat dia dan yang lain beragama Islam sedang kajian di situ hatiku berdebar dey bacaan Al-Quran dia. Mungkin itu hidayah dari Allah, dan aku memutuskan masuk ke Agama Islam saat lulus SMA. Aku menceritakan tentang siapa ayahku dan diapun menasehatiku,dan waktu itu ayahku tau aku pindah agama dia sangat murka, tapi aku mengancam ingin pergi dan meninggalkan semua fasilitas dia. Namun ia tak sanggup kehilangan anak semata wayangnya ini, tapi diam diam aku mencari tau tentang David di Italia andai anaknya Hidup aku ingin membantu dia merebut kembali hal dia,sayang semuanya meninggal dunia, " jelas Riana
Zio yang mendengarkan itu terharu dan salut akan kerendahan hati Ariana.
Di saat ia ingin jujur tentang dia, tiba-tiba gawainya berdering.
"Zio persiapan sudah selesai, ajak Ariana pulang ya," suara Mario di sebrang sana
"Baik Tuan, " ujar Zio
Mario pun mematikan gawainya.
"Nona, mari kita Pulang, Tuan dan nyonya sudah menunggu Nona," ujar Zio mempersilahkan gadis itu untuk berjalan namun Ariana tetap diam di tempat " Zio saya tidak akan Pulang kalau kau berjanji akan meninggalkan Mommy dan mempersatukan kepada Daddy," tegas Ariana
"Saya akan jawab ketika kita di mobil Nona," ujar Zio
"Apa kamu serius?" tanya Ariana
Zio tersenyum. Akhirnya Ariana masuk dalam mobil dan Zio melajukan Mobil itu.
"Nona, apakah Nona bisa berjanji tak membocorkan ini semua kepada siapapun? " tanya Zio
"InsyaAllah, asalkan kau meninggalkan Mommy dan membantuku mempersatukan mereka," jawab Ariana
Ariana pun membuka tas dan bercermin di bedaknya.
Ia pun membuang nafasnya dan bersandar lemas di bangku penumpang.
"Zio, aku baru menyadari bahwa aku tak mirip dengan mereka, apakah aku bukan anak mommy zio tapi anak mantan kekasih Daddy?" tanya Ariana
"Tidak Nona, anda tidak anak mantan kekasih Tuan, tapi Anda anak kandung Tuan dan Nona. Namun kata orang tua zaman dahulu apabila laki-laki itu terlalu mencintai seseorang dan tidak bisa bersatu dan mereka menikah dengan yang lain maka anaknya mirip dengan kekasih yang di cintai itu," jelas Zio
"Apa sampai sekarang Daddy masih mencintainya? " tanya Zio
"Saya tidak tau Nona yang pasti saya akan membantu Nona untuk mempersatukan Tuan dan nyoya,"
"Apakah kamu serius Zio?" tanya Riana
"Iya Nona, "
"Ah terimakasih Zio, kamu sangat baik," Ariana memeluk Zio dari belakang.
Zio memanfaatkan Momen itu.
"Dasarnya anak kecil, " Zio tersenyum namun Ariana tersadar " Astagfirullah Zio kita Bukan Muhrim,kamu ya memanfaatkan situasi," Ariana marah karena malu.
"Maaf Nona, bukan saya yang memeluk Nona, tapi Nona yang memeluk saya dari belakang," jelas Zio yang menggoda Ariana.
Wajah Ariana bersemu merah.
"Tau ahh Zio, " sebal Ariana , namun dalam hatinya Nalanya meremas kuat.
"Ya Allah maafkan Hambamu ini," lirih Ariana.
__ADS_1
Zio tersenyum melihat tingkah Ariana.
Sesampainya ia di rumah Ariana. Zio membukakan Pintu untuk Ariana. Namun Ariana melihat Rumah itu sepi tanpa penjagaan.
"Zio Kok sepi katanya Mommy sama daddy menunggu kita," ujar Riana
"Mari Nona masuk, " ajak Zio
Setelah itu Riana membuka Pintu namun Rumah itu tetap sepi sesampainya ia di ambang kolam Renang mendapatkan Suprise dari kedua orang tuanya.
"Happy birthday Sayang, " ucap Mario dan Ingrid
"Daddy, Mommy, " Ariana berlari dan memeluk kedua orang tuanya.
"Riana kata Mommy sama Daddy lupa ulang tahun Riana," ia menangis di pelukan Cinta Pertamanya.
"Tidak sayang, mommy dan Daddy tidak lupa, yuk Tiup lilin dulu, jangan lupa berdoa sesuai keyakinanmu ya sayang,"
Riana mengagaguk dan mulai berdo'a
"Ya Allah ampunilah dosa hamba dan dosa kedua orang tua Hamba, berikanlah mereka hidayahmu ya Allah, supaya mereka bisa bersatu kembali, hamba ingin mommy dan Daddy selamanya sampai maut memisahkannya , tak berantem lagi semoga daddy sudah bisa melupakan mantan kekasih nya yang meninggal dunia, dan mencintai mami seterusnya dan Mommy tak main berondong lagi, Aamiin, " Riana meniup lilin
Mata Mario dan Ingrid bersiborok, dan menahan malu di depan karyawan dan ajudan nya. Karena doa Ariana.
Namun itu tak menjadikan Suprise Ariana gagal.
Tiba-tiba Mario memegang tangan Ingrid dan membisikkan sesuatu di telinga Ingrid.
"Ingrid iam sorry, aku ingin memperbaiki nya dari awal apa kamu beresdia memberikan kado istimewa buat Putri kita? " ujar Mario.
Ingrid yang tau arah mana Mario, ia hanya terdiam dengan senyum yang merona.
Sejatinya ia sangat mencintai Mario.
"Daddy, aku malu," Ingrid mencubit pinggang Mario.
"Au sakit, "
"Hari ini saya akan umumkan sesuatu, dan untuk memberi Hadiah buat anak saya,"
Suara riuh pun terjadi di sana.
"Apa itu Daddy? " tanya Riana
"Saya dan istri saya sudah lama tak berbulan madu, dan saya ingin memberikan adik untuk Putri saya,"
"Daddy, " teriak Ingrid.
Mario tersenyum nakal.
"Daddy serius? " tanya Riana.
"100 serius sayang, asal mommy mu tak dekat dengan tuh.. " Mario membisikkan kata kepada Ariana dan menoleh kearah Zio.
"Daddy restui kamu dengan Zio."
"Daddy, " ujar Riana
"Yuk Mom, kita preapere jangan ganggu anak muda, kalau Zio mau besok langsung suruh halalin kamu ya Ri, "
Ujar Mario menarik tangan Ingrid dan berlari.
"Daddy… . " Aria menutup wajahnya dengan telapak tangannya.
Waktu perpasan dengan Zio, Mario membisikkan kata " Titip putriku ya, kalau cinta pepet terus.. "Ujar Mario
__ADS_1
Dan entah kenapa Mario sangat ingin Zio menjadi menantunya.
Bersambung....