Tercipta Dari Tulang Rusukmu

Tercipta Dari Tulang Rusukmu
Sisi baik Giovani


__ADS_3

Sejahat-jahatnya manusia, pasti ada satu kebaikan yang terselip di dalamnya.


~Denura


*****


Panasnya matahari tidak mengalahkan semangat para remaja yang sedang bermain basket. Cucuran keringat di seluruh tubuh mereka menandakan bahwa mereka menikmati permainannya. Giovani, selaku kapten tim selalu yang paling jago dalam memasukan bola. Wajah yang tampan, tubuh yang tinggi dan hidung yang mancung. Sudah dipastikan membuat para kaum hawa histeris jika melihatnya. Apalagi jika melihatnya sedang memasukan bola pada ring.


"Stop.. Guys, latihannya cukup sampai disini."


"Oke.. " Semua pemain mengacungkan jempolnya.


Mereka menyisi dan duduk di bawah pohon yang ada disana. Inilah lapangan tempat mereka berlatih. Mereka biasa berlatih dimana saja sesuai mood sang kapten.


Gio meminum air mineral dalam botol. Jika saja disini ada penonton wanita. Mereka pasti klepek-klepek melihat Gio. Kesan cool sudah jangan ditanyakan lagi. Meski begitu, dengan teman-temannya Gio adalah orang yang absurd dan selalu berceloteh unfaedah.


"Lo tadi abis darimana?" Tanya Arka.


"Kepo banget si lu. Gue ada urusan mendadak." jawab Gio.


"Bukan gitu. Masa kita latihan cuma 20 menit. Keringat gue belum keluar semua."


"Lo kan bisa olahraga bareng si Wida. Haha." ucap Gio.


"Astaga.. Gue belum kawin, kalau udah kawin tiap malem lah gue olahraga bareng dia."


"Kumpulin dulu duit baru kawin."


"Anjay lo.. Kita tanding cuma tinggal 2 minggu lagi."


"Keep Calm.. Kita pasti menang kok." ucap Gio dengan angkuh. Ya, Gio tidak pernah membiarkan timnya kalah dalam bertanding. Dan itu terbukti setiap bertanding tim Gio selalu menang.


"Nah ini yang gue suka dari paketu.. Semangat menang." ujar Juna.


Setelah puas beristirahat. Mereka memutuskan pulang ke rumah masing-masing. Mereka keluar dari area lapangan, membawa motor mereka masing-masing yang terparkir rapi.


"Gue duluan ya Gi, Jun." ucap Arka.


"Oke.. Gue juga."


Dan yang lainnya sudah berhambur membawa motor mereka. Tinggalah Gio sendiri. Dia dengan santai, tidak terlalu terburu-buru.


Beberapa menit barulah ia menjalankan motornya. Gio menyusuri jalanan, melewati pertokoan. Dia berhenti di sebuah rumah makan.


"Bu, seperti biasa." ucap Gio. Seakan mengerti dengan perintah Gio. Ibu itu mengacungkan jempolnya.


"Aden, sudah lama tidak kemari ya?" tanya pemilik rumah makan.


"Iya bu. Saya sibuk latihan basket." jawab Gio.


"Wah tanding lagi?" Gio mengangguk. "Semangat.. Semoga menang den."


"Terimakasih bu. Ibu the best deh." ucap Gio. Ibu itu hanya tersenyum.


"Ini 6 bungkus ya?"

__ADS_1


"Iya.. Jadi berapa semuanya?"


"108 ribu den."


Gio megambil uang dalam dompetnya. Dan mengeluarkan 2 lembar uang berwarna merah. "Ini bu, kembaliannya buat ibu."


"Wahh dapet bonus lagi. Makasih den."


"Sama-sama bu. Saya pamit." Ibu itu hanya mengangguk.


Gio membawa kantong kresek berisi 6 bungkus nasi+lauknya beserta minumannya. Gio menjalankan lagi motornya.


Masih dalam perjalanan, Gio melihat beberapa orang yang berlalu lalang.


Beberapa menit, motor Gio sudah terparkir di sebuah rumah kecil. Dia membawa kantong kreseknya..


Tok.. Tok.. Tok.. Gio mengetuk pintu itu.


Salah satu gadis sekitar 10 tahunan membuka pintu. "Kakak?" gadis itu berhambur memeluk Gio. "Ayo masuk kak." Gadis itu menarik tangan Gio.


"Selamat siang anak-anak?" sapa Gio dengan riang.


"Siang kakak." serempak anak-anak itu menjawab.


"Nih, kakak bawain kalian makanan loh." sambil memperlihatkan kantong kresek yang ia bawa.


"Yeeeee.... Mana kak, mau mau."


"Aku duluan."


Gio mengacungkan kresek itu. "Kalau kalian mau. Kalian antri ya? Yang paling kecil harus yang terdepan. Ready?"


"Yess." jawab mereka dengan riang.


Gio membagikan satu bungkus nasi dan satu botol air mineral. Gio selalu punya cara untuk membuat anak-anak jalanan ini bahagia.


"Kakak, nyanyi lagi dong."


"Iya kak, udah lama kakak gak nyanyi buat kita."


"Boleh. Gitarnya dimana?" seru Gio dengan senyumnya.


"Aku ambil dulu kak." ucap anak laki-laki berusia 8 tahun.


Anak itu memberikan gitarnya. "Ini kak"


"Oke. Kalian makan, kakak yang nyanyi. Mau request gak?"


"Terserah lagu apa ajadeh kak. Yang penting kita dengerin suara kakak." Gio mengacungkan jempolnya.


Dia memulai memetik gitar itu. Lagu d'Masiv dengan judul Jangan menyerah pun mewarnai sore hari anak-anak jalanan itu.


🎵🎵


Tak ada manusia

__ADS_1


Yang terlahir sempurna


Jangan kau sesali


Segala yang telah terjadi


Kita pasti pernah


Dapatkan cobaan yang berat


Seakan hidup ini


Tak ada artinya lagi


Syukuri apa yang ada


Hidup adalah anugrah


Tetap jalani hidup ini


Melakukan yang terbaik


Tuhan pasti kan menunjukkan


Kebesaran dan kuasaNya


Bagi hambaNya yang sabar


Dan tak kenal putus asa


🎵🎵


"Yeeee suara kakak bagus banget. Kakak kalo jadi penyanyi cocok banget. " Suara anak yang masih polos.


"Jangan di puji, nanti hidung kakak terbang lagi." ucap Gio. Sambil tertawa.


"Iiihh serem kalo hidung kakak terbang." Mereka semua menikmati makanan mereka. Ada tawa yang selalu hadir ketika Gio berada di dekat mereka. Itulah mengapa Gio sangat menyayangi mereka.


*****


Hari itu, Gio sedang mengemudikan motornya. Ia melihat sekumpulan anak-anak sedang menangis. Gio menyisikan motornya.


"De, kalian kenapa?" tanya Gio dengan lembut.


"Adik saya sakit kak." jawab salah satu anak perempuan. Sambil menunjuk seorang gadis kecil berusia 5 tahun yang tertidur di bawah.


"Orang tua kalian dimana?" tanya Gio.


"Kami gak punya orangtua."


"Ya Tuhan, panas sekali tubuhnya. Ini harus segera di tangani dokter." ucap Gio yang mulai panik.


Gio terenyuh untuk membantu anak-anak itu. Dia miris, ketika banyak orang yang berlalu lalang, namun tidak ada satu pun yang memiliki hati untuk menolong adik kecil yang sakit. Tanpa basa basi, Gio membawa anak itu ke klinik terdekat menggunakan motornya.


Sejak saat itu, ia merasa memiliki adik-adik kecil yang lucu. Jika waktunya luang, hampir setiap hari Gio akan mengunjungi anak-anak itu. Gio juga membelikan sebuah rumah yang sederhana untuk mereka agar mereka bisa hidup dengan layak. Walau tak seberapa, tapi itu membantu untuk mereka bisa tidur dengan nyenyak.

__ADS_1


*****


__ADS_2